
"Mohon maaf Putri, Kami hanya menjalankan perintah dari kerajaan" ujar Pelayan dengan sikap hormat untuk menanggapi kemarahan Yuki. "Putri dan Pangeran telah lama bersama tapi belum juga berhubungan, pada akhirnya kerajaan mengambil inisiatif untuk menyediakan obat perangsang, untuk Pangeran Sera"
Yuki terkejut. Dia tidak menyangka kerajaan bahkan mengetahui bahwa Yuki dan Pangeran Sera belum pernah tidur bersama. Sepertinya, Kerajaan sangat memperhatikan hubungannya dengan Pangeran Sera.
"Lalu apa hubungannya dengan obat perangsang yang Kalian sediakan ini ?. Apakah Kalian meragukan kemampuan Pangeran Sera ?"
"Ampun Putri, Karena Pangeran Sera telah bersumpah hanya akan menikah dengan Putri seorang, maka kerajaan ingin agar Kalian segera mendapatkan keturunan agar kestabilan Negeri lebih terjamin"
Yuki tidak habis pikir. Baik di Garduete maupun Argueda, Mereka sama-sama berusaha untuk mendorong Yuki agar segera melahirkan seorang anak di usia muda, khususnya laki-laki dengan alasan kestabilan Negeri akan jauh lebih terjamin, jika penerus kerajaan telah lahir. Yuki terus terang belum siap menjadi seorang Ibu. Dia juga tidak bercita-cita untuk memiliki anak di usianya yang masih remaja.
Karenanya, meskipun Pangeran Riana beberapa kali menidurinya. Yuki selalu menjaga diri dengan baik agar tidak sampai hamil.
"Katakan padaku dengan jujur, apa yang terjadi jika Aku yang meminum obat perangsang ini ?" Tanya Yuki was-was.
"Obat yang Putri minum sekarang adalah ramuan yang khusus di datangkan dari Negeri Postanta. Ramuan yang sudah sangat terkenal khasiatnya, karena selain sebagai obat perangsang Dia juga bisa meningkatkan kesuburan. Efeknya sama saja jika di minum oleh Pangeran Sera. Putri tidak akan bisa tahan jika tidak berhubungan dengan lawan jenis. Godaannya sangat kuat dan sulit untuk di lawan"
Yuki memaki dalam hati ketika mendengar penuturan Pelayan. Dengan segera Dia memerintahkan semua orang untuk meninggalkan kamar dan melarang siapapun masuk kamar termasuk Pangeran Sera.
Dengan tegas Dia meminta para pelayan berjaga di luar kamar, menghalangi siapapun yang mencoba menemui Yuki.
Yuki tidak ingin ada yang melihat ketika Dia berusaha meredakan efek yang ditimbulkan dari obat perangsang, yang telah di minumnya beberapa saat lalu.
Tubuh Yuki terasa panas. Rasanya Dia sangat ingin berhubungan badan dengan seorang Pria. Bagian intim tubuhnya seperti bergolak, meminta adanya gesekan antara otot yang menerobos masuk berkali-kali ke dalam tubuh Yuki.
Yuki meremas tubuhnya dengan kuat. Membuka semua pakaiannya, menyiksakan pakaian dalam yang di tutupi gaun tipis dan transparan sepanjang paha atas. Yuki Mencoba untuk tetap waras. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
__ADS_1
Yuki tidak beranjak dari tempatnya. Dia terus mengguyur air dingin dari atas kepalanya, ketika pikirannya di penuhi kegiatan seksual yang membahayakan. Namun karena tidak juga reda, Yuki akhirnya menceburkan diri ke dalam kolam yang berisi air dingin.
Yuki sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada kepalanya. Apakah dua kali nyaris terbunuh membuat pikiran Yuki menjadi tidak waras. Kenapa di saat sekarang, saat Dia di pengaruhi oleh obat perangsang, Yuki malah membayangkan Pangeran Riana sedang menyentuhnya.
Bagaimana ketika Pangeran Riana menyentuh setiap inchi tubuh Yuki. Ketika tubuhnya menyatu dengan Pangeran Riana dalam berbagai posisi. Bahkan saat Pangeran Riana menghujam Yuki bertubi-tubi. Semuanya terbayang begitu sempurna di kepala Yuki.
Yuki menggeser tubuhnya, menyelam ke dalam air. Kembali berusaha menghalau semua pikiran gila yang menyiksanya.
Kenapa di saat seperti sekarang Dia justru mengingatnya.
Yuki menggigit pergelangan tangannya kuat, agar tetap sadar. Sedikit lagi Dia nyaris keluar kamar dan mencoba menyerang Pria manapun yang di temukan Yuki agar penderitaannya segera berakhir. Tercium bau darah di hidungnya. Rasa nyeri menyebar akibat luka yang di timbulkan dari gigitan Yuki.
Tapi sedikit membantu Yuki mengembalikan pikirannya. Jadi, Yuki memutuskan jika Dia akan menggigit tangannya kembali, apabila pikiran gila akibat pengaruh obat perangsang kembali menguasai Yuki.
Terdengar kegaduhan dari luar kamar ketika Para pelayan berusaha mencegah Pangeran Sera masuk ke dalam kamar. Namun, meskipun sebelumnya Yuki telah memerintahkan dengan tegas kepada para pelayan, agar tidak mengizinkan siapapun termasuk Pangeran Sera masuk ke dalam kamar. Mereka pada akhirnya membiarkan Pangeran Sera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan membiarkan Pangeran Sera masuk ke dalam kamar.
Bukankah bagus jika sekarang Pangeran Sera dan Putri Yuki berhubungan badan. Dengan begitu tugas Mereka membuat pasangan tersebut dapat bersatu berhasil.
Yuki yang masih mencelupkan kepalanya ke dalam air, mendengar pintu kamar di buka cukup keras. Kemudian terdengar suara langkah cepat menghampiri kamar mandi tempatnya sekarang berada.
Pangeran Sera muncul ketika Yuki kembali menggigit tangannya dengan kuat.
Begitu melihat Pangeran Sera di depan Yuki. Yuki merasakan kehadiran Pangeran Sera seperti Oase di padang pasir. Yuki kembali membayangkan penyatuan tubuh antara Pangeran Sera dan dirinya. Bagaimana Yuki akan merintih di bawah tubuh Pangeran Sera.
__ADS_1
"Hentikan" cegah Pangeran Sera ketika sudah di dekat Yuki. Menarik tangan Yuki dengan lembut. Melepaskan dari tekanan gigi Yuki yang menancap kuat.
Pangeran Sera melihat dua bekas gigitan di tangan Yuki. Dia mengerutkan alis tidak senang.
Hanya ada Mereka berdua di dalam kamar. Yuki menatap Pangeran Sera sayu. Dia mendorong Pangeran Sera supaya menjauh. Godaannya kembali datang menyiksa Yuki dengan kuat.
"Pergilah.." pinta Yuki kepada Pangeran Sera dengan suara parau.
"Hentikan menyakiti dirimu sendiri Yuki" hardik Pangeran Sera mencoba menarik Yuki keluar dari kolam. Yuki berpegangan dengan kuat pada pinggir kolam. Menolak untuk di naikkan ke atas.
"Aku mohon...pergilah Pangeran.."
Yuki sudah tidak bisa menahannya. Bahkan cekalan Pangeran Sera di lengannya, meskipun terlihat biasa. Memicu hasrat yang kuat di dalam diri Yuki. Tanpa tendeng aling-aling Yuki langsung menepiskan tangan Pangeran Sera dan mencium bibir Pangeran Sera kuat. Menarik Pangeran Sera masuk ke dalam kolam bersama dirinya.
Yuki tidak pernah seberani ini sebelumnya. Mencium seorang laki-laki lebih dahulu. Bahkan mencium dengan sangat liar seperti yang di lakukan Yuki. Ciumannya begitu menuntut Pangeran Sera agar segera membawa Yuki, mengakhiri penderitaan yang di rasakan Yuki.
Pangeran Sera mendorong Yuki ke belakang, melepaskan pelukan Yuki di tubuhnya. Dia menatap Yuki untuk menilai. Yuki memandang balik ke arah Pangeran Sera, dengan pandangan memohon yang sangat menggoda. Wajahnya merona dengan nafas yang tersenggal-senggal akibat ciuman yang Mereka lakukan.
Ada suatu pergulatan besar yang terjadi di dalam diri Pangeran Sera.
Yuki dapat melihatnya dengan jelas. Alih-alih membantu, Yuki justru memperparah dengan kembali melingkarkan tangan ke leher Pangeran Sera. Dia kembali mencium Pangeran Sera dengan rakus. Kedua kakinya mengapit Pangeran Sera di pinggang. Siap untuk apa yang terjadi selanjutnya.
Pangeran Sera membalas semua ciuman Yuki. Tidak ada suara apapun selain cumbuan Mereka. Masih dengan mencium Yuki. Pangeran Sera menarik Yuki ke dalam gendongannya. Membawa Yuki keluar dari kolam yang dingin. Menuju ke dalam kamar.
__ADS_1