Morning Dew

Morning Dew
187


__ADS_3

Putri Marsha adalah Putri dari seorang Bangsawan terkemuka. Dia sahabat baik Bangsawan Xasfir semenjak Mereka masih kecil. Bangsawan Xasfir lah yang memperkenalkan Putri Marsha kepada Pangeran Riana, hingga pada akhirnya Mereka berpacaran. Mereka telah menjalin kasih selama lima tahun, sebelum akhirnya Putri Marsha menikah dengan seorang Raja dari Negeri Tanete, dan pergi meninggalkan Garduete mengikuti suaminya.


Semenjak itu, tidak terdengar lagi berita mengenai Putri Marsha dan Pangeran Riana. 


Tapi setengah tahun yang lalu, tepatnya sebulan setelah kepergian Yuki. Suami Putri Marsha meninggal dunia karena sakit. Putri Marsha kembali ke Garduete, dan kembali berhembus kabar mengenai kedekatannya dengan Pangeran Riana.


Jika Yuki melihat keberadaan Putri Marsha yang setiap hari berada di istana untuk menemui Pangeran Riana, Yuki berpikir kabar itu benar. Tampaknya Pangeran Riana belum bisa melupakan Putri Marsha. Karena menurut cerita yang di dengar Yuki, Putri Marsha adalah wanita pertama yang menghangatkan ranjang Pangeran Riana.


 


"Putri Yuki" 


Yuki tersadar dari lamunannya ketika tiga orang pelayan datang menghampiri Yuki. 


Yuki berbalik merespon panggilan para pelayan sembari membenahi selendang yang menutupi leher dan dadanya.


Ada banyak bekas ciuman Pangeran Riana di tubuh Yuki terutama di bagian dada dan leher. Tampaknya Pangeran Riana senang meninggalkan jejak di tubuh Yuki, seolah semua itu adalah penegasan bahwa Yuki adalah wanita miliknya. Semenjak kembali ke Garduete, setiap Pangeran Riana kembali ke kamarnya. Dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyetubuhi Yuki. Meskipun Yuki selalu menolaknya.


"Ada apa ?" Tanya Yuki tanpa semangat. 


Dari jendela terlihat sosok Putri Marsha yang berjalan anggun bak model terkenal, menuju taman tengah.


Tubuhnya tinggi dan langsing. Lekuk tubuhnya sempurna. Idaman setiap wanita. Sangat cantik dan dewasa. 


Yuki merasa minder. Putri Marsha jauh berbeda jika di bandingkan Yuki. Benar-benar wanita yang sempurna. Tidak ada yang bisa mengalahkan keanggunannya. Sangat cocok dengan Pangeran Riana. Seperti pasangan Pangeran dan Putri dalam negeri dongeng, impian setiap orang.


"Maaf menganggu Putri, tapi Kami ingin menyerahkan ini pada Putri"  ujar kepala pelayan yang memimpin rombongan, sembari menunjukan dua buah kotak besar di tangan pelayan lainnya.


"Apa itu ?"


"Ini adalah barang milik Putri yang di ketemukan di dalam kuil. Kami telah mengumpulkan semuanya dan memasukkan ke dalam peti" 


Yuki teringat tas ransel yang di tinggalkan di dalam kuil saat Dia pertama kali kembali ke dunia ini. Yuki tidak sempat mengambilnya karena keburu kabur dari Pangeran Riana dan di bawa ke Argueda. Ternyata Para Pelayan menemukan barang-barangnya.

__ADS_1


"Letakkan saja di sana, nanti Aku yang akan memilah" kata Yuki acuh.


Salju kembali turun. Mungkin sebentar lagi akan ada badai. Udara sangat dingin.


Yuki merasa kondisi tubuhnya tidak begitu baik akhir-akhir ini. Musim dingin selalu membuat daya tahan tubuh Yuki turun dan mudah sakit.


Namun, Yuki menolak untuk memeriksakan dirinya ketika tabib istana mengunjungi Yuki. Yuki merasa tidak perlu di periksa. Dia hanya masuk angin akibat cuaca di sekitarnya. Mungkin juga sedikit pikiran yang mengganjal di dalam hatinya.


Pangeran Riana sering tidak membiarkan Yuki beristirahat dengan tenang di malam hari. Dia seperti punya tenaga berlebih untuk menyentuh Yuki. Namun apa gunanya ?. Yuki merasa hanya seperti penghangat yang di butuhkan di malam hari. Setelah pagi menjelang, Pangeran Riana akan kembali kepada Putri Marsha.


Pelayan mematuhi Yuki. Mereka meletakkan kotak kayu di sudut ruangan, dekat dengan laci kamar.


Para pelayan langsung keluar setelah memberi hormat.


Yuki mendesah. Dia tidak boleh terlalu larut memikirkan masalah ini, sementara ada masalah lain yang jauh lebih penting.


Dari Pelayan Yuki mendapatkan informasi mengenai perkembangan antara Negeri Rasyamsah dan Argueda. Ketegangan semakin menjadi di antara kedua negara itu. Gesekan terus terjadi yang mengakibatkan Negeri Rasyamsah menutup semua jalur masuk ke negerinya. 


Sementara itu Pangeran Sera telah siap dengan pasukannya, untuk mengempur negeri Rasyamsah. Membuat Yuki semakin khawatir dengan keselamatan Putri Magitha dan Ratu Warda.


Bibi Sheira telah mempersiapkan segala kebutuhan Yuki dengan baik.


Yuki menemukan kotak obat dan langsung membukanya. Ada berbagai macam obat generik di dalamnya, dan juga pil KB. 


Yuki bersyukur ketika melihat Pil KB tersedia di dalamnya. Pangeran Riana telah menemukan persediaan pil pencegah kehamilan yang di beli Yuki tempo hari, dan di sembunyikan di laci di dalam kamar. Dia membuangnya, dan mengancam akan menghukum siapapun yang berani memberikan Yuki pil pencegah kehamilan.


Yuki menyusun kembali obat ke dalam kotak obat. Memilahnya agar lebih rapi terlihat, ketika pandangan Yuki menangkap sesuatu di dalam kotak obat yang menarik perhatian Yuki.


Tanpa sadar Yuki berhitung dalam hati.


Dia tidak yakin, tapi...


Yuki mencoba kembali berhitung. Tetap saja.

__ADS_1


Yuki mengambil alat test kehamilan yang di bawakan Bibi Sheira. Tidak mungkin, tapi...


Yuki sudah terlambat datang bulan lebih dari seminggu. 


Saat Yuki pertama kali di sentuh Pangeran Riana ketika di istana kecil, Dia sedang dalam masa subur. Karena hal itu jugalah yang menjadikan alasan kerajaan Argueda menyediakan obat perangsang untuk Pangeran Sera. Berharap Yuki segera mengandung keturunan dari Pangeran Sera.


Yuki berpikir lagi. Bukankan obat perangsang yang di minumnya juga memiliki khasiat untuk menyuburkan.


Namun...apakah mungkin..


Yuki menutup kotak obat dengan kesal akan pikirannya sendiri. Dia langsung memasukkan kotak obat itu ke dalam laci di dekatnya.


Selanjutnya, Yuki meneruskan untuk menyusun dan menata barang-barang miliknya di kamar Pangeran Riana.


Pangeran Riana tidak akan marah hanya karena Yuki menambahkan sedikit barang miliknya ke dalam kamar Pangeran Riana.


Yuki menarik sebuah buku dari dalam kotak, ketika dua lembar amplop putih jatuh ke kakinya. Yuki mengenali tulisan di amplop itu sebagai tulisan Putri Ransah, Ibunya. 


Ada nama Yuki di bagian depan amplop. Refleks Yuki mengambilnya dan membolak-balikkan amplop itu penasaran.


Jika ini adalah surat dari Putri Ransah untuk Yuki, kenapa Bibi Sheira baru memberikannya sekarang.


Di bagian belakang amplop ada tulisan tangan Bibi Sheira.


"Ibumu berpesan agar menyerahkan padamu ketika Kau sudah berusia dua puluh satu tahun. Tapi, Aku rasa inilah saatnya Kau harus mengetahui kebenarannya" 


Kebenarannya...


Yuki langsung membuka amplop surat dengan penuh penasaran.


Yuki Putriku tersayang,


Mungkin ketika Kau membaca surat ini, Aku sudah tidak lagi ada di dunia ini. Saat menulis surat ini, Aku mempunyai firasat bahwa Aku akan meninggalkanmu untuk selamanya. Sheira berkata Aku hanya terlalu khawatir, Tapi Aku tahu siapa diriku dengan baik. Apakah Kau juga sudah mengetahui siapa dirimu ?.

__ADS_1


Aku tahu sebentar lagi Kau akhirnya akan mengetahui jati diri Kita dan kembali ke dunia asal Kita.


Bagaimana dengan Ayahmu. Apakah Kau sudah bertemu dengannya ?. Jangan biarkan Dia gila karena pekerjaannya.


__ADS_2