
Yuki memandang Varmount. Varmount langsung menggelengkan kepala dengan sikap pasrah.
Lekky sudah tidak bisa di bendung lagi. Dia sudah habis kesabarannya. Sudah terlambat untuk meredakan amarahnya. Sekarang, tidak ada yang bisa mencegah Lekky.
Lekky sangat membenci seorang pria yang berani melecehkan wanita terutama keluarganya. Lekky sangat sensitif mengenai masalah itu. Apalagi Dia sudah memperingatkan Putri Marsha tapi Putri Marsha menganggap sepele peringatannya dan tetap mencari masalah dengan Lekky.
Bangsawan Xasfir maju untuk melawan Lekky. Yuki langsung mengulurkan tangannya, memberi tanda kepada Bangsawan Xasfir untuk berhenti dan mengurungkan niatnya.
"Jangan" pinta Yuki cepat kepada Bangsawan Xasfir. Bangsawan Voldermont langsung merespon dengan menahan Bangsawan Xasfir di tempatnya.
Yuki tidak takut jika Lekky terluka melawan Bangsawan Xasfir. Tapi Dia tahu, jika membiarkan Bangsawan Xasfir melawan Lekky sekarang, Artinya Yuki akan membiarkan Bangsawan Xasfir terluka parah atau paling buruk Dia akan mati di tangan Lekky.
Yuki tidak meremehkan kekuatan Bangsawan Xasfir. Tapi Lekky yang sekarang bukan orang yang dapat di bantah. Dia tidak akan setengah-setengah melawan orang yang berusaha menghentikannya untuk.membuat perhitungan.
Panglima Perang Jaibar mendorong Namura yang berada di dekatnya. Dia seperti seorang pengecut yang terdesak. Tidak tampak sama sekali sikap angkuh dan sombong yang di perlihatkannya ketika menyerang Yuki tempo hari.
"Dia yang memukuli Putri Yuki. Bukan Aku." Kata Panglima Perang Jaibar sambil menunjuk ke arah Namura. Mencoba lepas tangan. Dia sangat takut hingga merasa seluruh badannya gemetaran. Dengan kasar, Dia mendorong Namura hingga terhuyung maju. Jatuh ke pelukan Lekky.
Lekky mengangkatnya dan langsung melemparkannya begitu saja hingga tubuh Namura menghantam kaca jendela sampak pecah. Terdengar suara berdebam keras di luar di susul teriakan histeris yang penuh ketakutan.
Leher Namura tertancap pecahan kaca. Dia mengerang, tubuhnya menggelempar beberapa kali kemudian diam tidak bergerak. Namura meninggal seketika.
Semua orang memandang Lekky dengan sorot tidak percaya. Pangeran Sera mengulurkan tangan untuk melindungi Yuki yang ada di belakangnya.
Panglima Perang Jaibar melotot melihat semuanya. Keringat dingin mengalir di keningnya. Dia lalu berbalik dengan panik. Mencoba berlari menyelamatkan diri dengan meninggalkan ruang makan. "Minggir...Biarkan Aku lewat" raungnya keras.
Lekky melangkah...secepat kilat Dia sudah menghilang dari tempatnya. Dan muncul di depan Panglima Perang Jaibar secara tiba-tiba.
Panglima Perang Jaibar tertegun.
Lekky mengulurkan tangannya ke depan dengan kuku yang runcing hingga mampu menggores baja.
Terdengar teriakan nyaring yang membahana memenuhi seluruh ruangan. Teriakan dari sebuah nyawa yang di renggut paksa secara biadap.
__ADS_1
Yuki berpaling. Menutup kedua telinganya dan langsung menyurukan wajahnya ke dada Pangeram Sera. Tidak mampu untuk melihat adegan yang sedang terjadi di depannya.
Perlahan teriakan itu menghilang.
Tubuh Panglima Perang Jaibar ambruk ke lantai. Dia mengalami kejang-kejang hebat. Dadanya berlubang, darah menyembur keluar dari lubang itu.
Lekky berdiri dengan sikap dingin. Di tangannya, Dia masih menggengam sebuah jantung yang masih berdenyut.
Jantung milik Panglima Perang Jaibar.
Darah segar menetes ke lantai dari jantung itu. Masih dengan wajah tanpa ekpresi, Lekky meremas jantung itu kuat hingga hancur. Panglima Perang Jaibar diam tidak bergerak.
Raungan kemarahan terdengar dari Putri Marsha. Dia tampak terpukul dengan kematian Panglima Perang Jaibar. Tanpa mengindahkan apapun Dia maju untuk menyerang Lekky.
"Beraninya Kau membunuh Kakakku"
Plakk !!
Lekky menampar Putri Marsha keras. Hingga Putri Marsha tersungkur ke lantai.
Lekky melemparkan jantung Panglima Perang Jaibar ke tubuh Putri Marsha. Kemudian Dia berpaling dan bertemu mata dengan Yuki.
Bola mata Lekky kembali berwarna cokelat tanah seperti bola mata Yuki.
Lekky mengulurkan tangannya yang berlumuran darah ke arah Yuki. "Yuki.." panggil Lekky dengan suara parau.
"Jangan khawatir, Lekky tidak akan menyakitiku" ujar Yuki pada Pangeran Sera yang berusaha menahan Yuki, ketika Yuki akan melangkah menghampiri Lekky.
Pangeran Sera melihat kesungguhan di mata Yuki. Akhirnya Dia melepaskan Yuki dan membiarkan Yuki mendekati Lekky.
Yuki menerima uluran tangan Lekky. Dia sama sekali tidak takut saat melihat Lekky yang berlumuran darah. Dengan tenang, Yuki mengikuti Lekky ketika Lekky menggengam tangan Yuki kuat dan membawanya pergi meninggalkan ruang makan.
__ADS_1
Dalam insiden itu, Lekky berhasil membunuh tujuh belas orang. Dia seorang diri membunuh Mereka semua, hanya dalam waktu sepuluh menit.
Sekarang semua orang sudah mengerti, seberapa gilanya Lekky dan mulai berpikir seribu kali untuk mencari masalah dengannya.
Nenek Marple sangat bersedih dengan kematian Namura. Dia menangis sepanjang malam. Yuki datang dan meminta maaf atas apa yang terjadi. Tapi, Nenek Marple tidak menyalahkan Yuki ataupun Lekky. Semua yang terjadi pada Namura adalah akibat dari perbuatan Namura sendiri. Nenek Marple menyadari hal itu dan ikhlas menerima kepergian Namura.
Sebenarnya, meskipun Lekky tidak membunuhnya. Namura pasti akan mendapat hukuman gantunh dari kerajaan Gatduete, atas kasus yang menimpa Yuki. Dia di dakwa dengan berat karena telah berani menyakiti anggota kerajaan Argueda.
Namura sebenarnya adalah gadis yang baik. Hanya ambisi dan keinginan untuk menjadi Kaya Raya membuatnya salah memilih langkah, yang berakhir pada kematian.
Putri Marsha mengajukan permintaan pengadilan kerajaan untuk Panglima Perang Jaibar. Tapi Raja Bardhana dan Pangeran Riana sama sekali tidak merespon permintaan Putri Marsha. Hal ini membuat Putri Marsha berang. Pangeran Riana bersikap tidak mau tahu. Dia sama sekali tidak perduli dengan urusan tunangannya. Bahkan Pangeran Riana juga tidak hadir di pemakaman Panglima Perang Jaibar.
Yuki sedang berjalan sambil membawa tumpukan pakaian dalam keranjang, menuju kamar Lekky. Ketika Tabib Yandha. Tabib yang pernah mendiagnosa kehamilan pertama Yuki datang dan langsung membantu Yuki untuk mengangkat keranjang dengan panik. Awalnya Yuki sama sekali tidak ingat dengan sosok Tabib Yandha. Tapi Dia memperkenalkan dirinya dengan hati-hati saat membantu merawat dan memeriksa luka Yuki.
"Putri, Saya mohon Anda jangan melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini" pinta Tabib Yandha dengan nafas terenggah. Dia sudah tidak muda lagi. Tapi memaksakan diri berlari dengan cepat untuk menghampiri Yuki, ketika melihat Yuki kepayahan membawa keranjang besar berisi pakaian tak jauh dari tempatnya berdiri semula.
Tabib Yandha di tunjuk langsung oleh Ibu Suri Agung untuk membantu pengobatan Yuki, atas permintaan Pendeta Naru.
Dia juga di tugaskan untuk selalu memeriksa kondisi Yuki dan melaporkannya kepada Pangeran Sera jika ada sesuatu yang salah.
Sebenarnya, Tabib Yandha sedang menunggu Pangeran Sera, ketika Dia melihat Yuki.
"Sesuatu yang berbahaya, Aku hanya membawa keranjang pakaian ?" Tanya Yuki tidak percaya.
"Tapi sekarang ini Putri tidak boleh melakukan aktifitas fisik yang berat, apalagi mengangkat barang-barang berat. Putri tolong bantu orang tua ini, jika terjadi sesuatu dengan Putri, kepala Hamba akan menjadi taruhannya. Hamba masih punya anak kecil di rumah" pinta Tabib Yandha gusar.
"Kenapa Anda begitu cemas tabib ?"
"Seharusnya Hamba mengabarkan masalah ini lebih dulu kepada Pangeran Sera. Tapi melihat Putri yang sekarang, Ada baiknya Hamba memberi tahu Putri. Barangkali Putri juga ingin memberi kejutan pada Pangeran Sera." Kata Tabib Yandha akhirnya. Dia tidak mau mengambil resiko. Semakin cepat Putri Yuki tahu, semakin baik untuk mempertahankan kepala Tabib Yandha.
Visual Bangsawan Xasfir
__ADS_1