Morning Dew

Morning Dew
56


__ADS_3

Elber dan kedua Putri yang datang bersamanya langsung mengelilingi Yuki. Mereka sangat cantik dengan pakaian penari yang di kenakan. Warna-warna cerah yang menawan.


"Ada apa ?" Tanya Yuki tidak mengerti ketika dua orang Putri memperhatikannya secara terang-terangan dari atas ke bawah. 


"Yuki Kami semua butuh bantuanmu, Putri yang bertugas sebagai pengantin wanita tiba-tiba menghilang. Kami sudah mencoba mencari dan menghubungi Gulfnya tapi tidak berhasil" kata Elber memohon. "Sementara Kami semua sudah mempunyai tugas masing-masing. Kau kan menganggur, bisakah Kau gantikan Dia menjadi pengantin wanita"


"Apa..?!" Yuki terkejut dengan permintaan Elber. "Tapi Aku..."


"Tidak ada waktu lagi, Kau ikut saja cepat" Tanpa menunggu persetujuan Yuki, Elber langsung menarik tangan Yuki untuk mengikutinya ke ruang ganti pakaian. "Aku yakin Pangeran juga tidak akan marah dan memakluminya, yang menjadi pasangan Prianya adalah Bangsawan Voldermont"


Begitu tiba di ruang ganti pakaian, Yuki langsung di dudukan ke sebuah kursi yang terletak di tengah ruangan. Beberapa Putri langsung mengelilinginya dan memoles wajahnya. Yang lain menata rambut, membuat hena di tangan dan kaki Yuki. 


"Aku tampak seperti badut" keluh Yuki ketika Elber memulas kan bedak ke wajahnya. Dia merasa wajahnya sudah tebal, dilapisi begitu banyak riasan wajah.


"Tidak ada yang akan mengataimu badut jika Kami yang meriasmu" bantah Elber tidak mau kalah.


Yuki tampak kepayahan saat mahkota pernikahan yang begitu berat dipasangkan di kepalanya. Rambutnya di sanggul dan di beri hiasan rambut yang sesuai dengan Mahkota pernikahan. Elber mendongakkan wajah Yuki ketika Mahkota selesai di pasang. Dia memoleskan lipstik berwarna merah terang di bibir Yuki.


"Aku tidak pernah memakai warna semerah ini" protes Yuki lagi mencoba menolak Elber.


"Sudahlah, jangan banyak bicara dan serahkan pada Kami" hardik Elber sambil terus memoles Yuki.


Selesai berdandan, tanpa memberikan kesempatan Yuki untuk melihat pantulan dirinya di cermin, Mereka membawa  Yuki menuju tandu yang telah dipersiapkan.


Bangsawan Xasfir baru keluar dari ruang ganti pakaian ketika Yuki naik ke atas tandu. Dia mengenakan pakaian seorang Panglima perang tertinggi kerajaan. Rambutnya diikat ke belakang. 


"Putri Yuki ?" Tanya Bangsawan Xasfir terkejut.


"Mereka memintaku membantu karena pemeran wanitanya tidak datang" jawab Yuki merasa malu.


Tema yang di usung negeri Garduete adalah pernikahan kerajaan. Terinspirasi dari pertemuan Pangeran Riana dan Calon Ratunya. Serta secara tidak langsung mengumumkan kepada seluruh tamu undangan bahwa sebentar lagi kerajaan akan mengadakan pesta pernikahan untuk Pangeran Riana dan calon ratunya.

__ADS_1


Trimbun penonton yang disediakan telah penuh. Mereka sangat antusias menyaksikan upacara pembukaan dari empat negara yang menandakan festival telah dimulai.


Tandu yang di naiki Yuki di usung oleh sepuluh Bangsawan bertubuh kekar dengan pakaian prajurit. 


Suara musik dimainkan, para Putri dengan bunga di keranjang dan kipas di tangan menari tarian penyambutan. Mereka menari dengan sangat lincah dan koreografi yang terarah diiringi permainan musik dari para Bangsawan. Senyum merekah di bibir Mereka, bagaikan bunga yang sedang bermekaran. 


Yuki memperhatikan semuanya dari dalam tandu. Dia langsung menutup jendela ketika tandu mulai bergerak memasuki area pertunjukan.


Bangsawan Xasfir berjalan di dekatnya sebagai kepala pengawal untuk pengantin wanita.


Tandu di bawa ke tengah lapangan, tempat Bangsawan Voldermon yang berperan sebagai pengantin Pria menunggu.


Tandu di turunkan. Pintu kain di singkap. Yuki menguatkan hati agar tidak demam panggung. Perlahan Dia beringsut keluar, menerima uluran tangan Bangsawan Xasfir yang menunggunya.


Tepuk tangan terdengar memenuhi udara ketika Yuki pada akhirnya meminjakkan kakinya di tanah. Dia tidak berani menatap ke depan.


Yuki menundukan kepala malu. Dia merasa seperti seorang pengantin sungguhan. 


Bangsawan Xasfir membantunya seperti seorang gentleman, menuntunnya menuju posisi yang ditentukan.


Bangsawan Voldermon awalnya terkejut ketika melihat Yuki yang menggantikan peran Pengantin wanita kerajaan, tapi senyumnya melebar seketika. 


Yuki akhirnya bernafas lega ketika Dia berdiri di hadapan Bangsawan Voldermont. Mereka melakukan ritual seperti pengantin yang sesungguhnya. Semua berjalan lancar ketika pada satu kesempatan Bangsawan Voldermont mencondongkan wajahnya ke depan Yuki.


"Apa ?" Kata Yuki tidak mengerti.


"Hanya ada dua pilihan, Aku yang mencium mu atau Kau yang mencium ku" ujar Bangsawan Voldermont puas.


"Jangan kelewatan, mana ada yang seperti itu. Ini hanya sebuah pertunjukan" protes Yuki tidak suka.


Bangsawan Voldermont menatap Yuki dengan pandangan dibuat-buat. "Apa Para Putri tidak memberimu arahan, haruskah Kita mengecewakan penonton di sini"

__ADS_1


"Ciumm..ciumm..ciumm" terdengar teriakan dari arah penonton. Bergemuruh nyaring di setiap sudut area pertunjukan. Yuki menatap ke sekeliling serba salah.


"Riana tidak akan membunuhmu hanya karena Kau mencium ku" kata Bangsawan Voldermon penuh percaya diri.


Yuki mendelik. "Justru Aku ingin Dia membunuhmu karena ini"


Yuki mendekatkan wajah ke Bangsawan Voldermont dan dengan cepat mencium pipinya. Wajahnya memerah karena malu. Para penonton bersorak kegirangan.


"Terimakasih" kata Bangsawan Voldermont senang.


Dia melangkah ke sisi Yuki. Mengulurkan lengannya pada Yuki. Keduanya berjalan beriringan sambil melambaikan tangan ke arah penonton bak seorang Raja dan Ratu yang baru saja melangsungkan pernikahan.


Mereka menuju panggung perwakilan. Sudah ada Pangeran Sera di sana yang duduk dengan tenang bersama dua perwakilan dari negeri Humaira dan Celfana. 


Kemudian Mereka menyaksikan pertunjukan empat negara digelar dengan meriah. Dengan tema yang di usung masing-masing negara. 


Ketika pertunjukan pembukaan selesai. Yuki langsung mencari Elber dan memaksanya untuk membuka mahkota dan gaun pengantin yang di kenakan. Kepala Yuki terasa sakit karena menahan mahkota di kepalanya. Elber akhirnya mengalah.


Setelah melepaskan mahkota dan gaunnya, Yuki mengikuti Elber untuk melihat pertandingan yang sedang di adakan.


Bangsawan Xasfir memenangkan pertandingan ketangkasan, Bangsawan Asry unggul di dalam pertandingan debat mengenai dasar dan hukum negara, Pangeran Riana memenangkan pertandingan pedang. Namun yang membuat Yuki terkejut adalah Bangsawan Voldermont memenangkan pertandingan tongkat di atas kayu.


Yuki selalu berpikir Bangsawan Voldermont tidak memiliki keahlian seperti teman-temannya yang lain. Setiap hari kerjanya hanya mengganggunya dan mempermainkan para gadis di sekitarnya. Dia tidak menyangka Bangsawan Voldermont pandai bertarung.


Begitu banyak pertandingan yang diadakan sampai Yuki binggung mana yang harus diikuti. Pangeran Riana berhasil menemukan Yuki begitu Dia selesai bertanding dan langsung menggantikan posisi Elber mengajak Yuki berkeliling.


"Kau mau ini ?" Tanya Yuki sembari menyodorkan daging lilit yang baru saja di belinya kepada Pangeran Riana. Bumbunya terbuat dari kacang tanah yang dihaluskan dengan campuran rempah menetes di tangan Yuki, aromanya sungguh menggiurkan. Seperti sate tapi dengan ukuran tiga kali lipat dari normal, panjangnya sekitar 30 cm. Tetapi dagingnya sangat empuk dan mudah untuk di gigit.


"Perutmu terbuat dari apa ?, Biasanya Putri lain tidak akan makan sebanyak dirimu. Mereka juga menghindari jenis makanan berlemak seperti ini" 


Yuki mencembik mendengar perkataan Pangeran Riana. Dia menatap daging di tangannya merasa kesal. "Aku sedang masa pertumbuhan"

__ADS_1


Pangeran Riana menarik tangan Yuki yang memegang daging dan langsung menggigit dagingnya.


 


__ADS_2