
Yang paling sulit dari Rencana Mereka hanyalah bagaimana memasuki wilayah Negeri Rasyamsah. Jika Mereka sudah berada di dalam, Pangeran Arana memiliki banyak koneksi dan teman yang bisa membantu Mereka untuk mendekati Ibukota dan masuk ke lingkungan istana Raja. Selain itu, jika sudah di dalam istana akan jauh lebih mudah. Karena Pangeran Arana sangat mengenal seluk beluk istana kerajaan Rasyamsah. Mereka akan dengan mudah menemukan lokasi Putri Magitha dan Ratu Warda di tawan, lalu Membawa Mereka keluar meninggalkan istana kerajaan untuk kembali ke Argueda dengan selamat.
"Putri, Aku ingin bicara sebentar" ujar Pangeran Arana sembari menarik lengan Yuki untuk mengikuti Pangeran Arana. Mereka berdiri menjauhi Rafael. Keluar dari zona pendengarannya.
"Apa Kita tidak coba saja bekerja sama dengannya" bisik Yuki lirih. "Tapi tolong, jangan sampai Dia mengetahui identitas Pangeran Arana"
"Aku tidak mempercayainya" ujar Pangeran Arana tegas dengan bibir terkatup rapat.
"Aku tahu, tapi Kita bisa mencobanya terlebih dahulu. Siapa tahu, Keberuntungan ada di pihak Kita" kata Yuki kembali menenangkan.
"Bagaimana ?. Hari sudah semakin sore. Kalian jadi ikut atau tidak ?" Teriak Rafael tidak sabar dari atas batu besar.
"Kami akan mendengarkan dulu apa rencanamu, baru bisa memutuskan apakah akan ikut atau tidak" jawab Yuki berjalan kembali mendekati Rafael.
Rafael mengangkat bahunya acuh untuk menjawab Yuki.
Tiga orang Prajurit kembali untuk mengambil barang-barang yang sempat Mereka tinggalkan. Pangeran Arana terus mengawal Yuki dengan ketat. Dia sama sekali tidak melepaskan pandangan dari Rafael.
Tidak berapa lama Mereka kembali. Tanpa menunggu waktu, Mereka langsung mengikuti Rafael menuju perkemahan.
Jalan yang Mereka lalui sangat licin dan tidak bisa di lalui dengan mengendarai kuda. Rafael bergerak lincah memimpin rombongan di depan. Dia terlihat sangat hafal dengan medan yang Mereka lalui.
Beberapa kali Yuki tergelincir karena lumut di bebatuan. Pangeran Arana yang menempel ketat di belakang Yuki dengan sigap akan membantu Yuki. Sementara itu Rafael memandangi Yuki dengan tatapan mengejek.
"Apakah masih jauh ?" Tanya Yuki akhirnya tidak sabar. Nafasnya terenggah karena berusaha mengimbangi kecepatan langkah Rafael. Lutut dan telapak tangannya kotor karena beberapa kali terjatuh.
"Jelas Kau tidak punya pengalaman hidup di hutan, tapi Kau nekat melarikan diri kemari" ujar Rafael kembali mengejek Yuki. Membuat Yuki langsung mencembik saat mendengarnya.
__ADS_1
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Mereka akhirnya sampai di perkemahan yang di bangun Rafael dan teman-temannya di dalam hutan.
Beberapa orang tampak sedang membakar daging di atas api. Mengingatkan Yuki untuk tidak akan makan itu semua. Dia lebih memilih menjadi herbivora ketimbang harus makan daging ular.
Pangeran Arana mendirikan tenda sedikit jauh dari kelompok Rafael. Pangeran Arana masih merasa tidak nyaman jika terlalu dekat dengan Mereka. Yuki sudah berusaha membujuk Pangeran Arana, meyakinkan Pangeran Arana bahwa apa yang di lakukan sekarang semata-mata hanya untuk mempercepat jalan Mereka memasuki negeri Rasyamsah.
Rafael memberi Yuki tempat aman dan tertutup untuk membersihkan diri. Ada bilik kecil yang di bangunnya dengan tong yang di letakkan sedemikian rupa untuk menampung air. Yuki membuka semua pakaiannya dan langsung mengguyur seluruh tubuhnya dengan air.
Menyabuni Mereka dan membersihkan semua kotoran yang seolah telah melekat kuat dari badannya. Sudah beberapa hari Yuki tidak mandi. Sekarang, dapat mandi seperti sekarang adalah anugerah.
Setelah selesai mandi dan mengeringkan badan. Yuki memakai pakaian yang di bawakan Rafael sebelumnya. Kemudian keluar dan menemukan Rafael bersama kelompoknya telah duduk melingkari api unggun yang Mereka buat untuk penerangan di malam hari.
Rafael memberi Yuki sepiring penuh jagung dan ubi yang telah di bakar sebelumnya. Sepertinya Dia sudah tahu, Yuki tidak akan bersedia memakan daging ular meskipun Yuki sekarang sangat lapar.
Yuki menundukkan kepala. Mengupas ubi di depannya. Dia agak kepayahan karena ubi itu masih cukup panas. Rafael yang melihatnya langsung membantu Yuki. Dalam waktu sekejap, Yuki sudah bisa menikmati ubi bakar di piringnya. Asapnya masih mengepul. Saat di rasa, manis dan enak. Perut Yuki menjadi hangat.
"Jadi apa rencanamu ?" Tanya Yuki sembari menikmati makan malamnya.
"Kita tidak bisa memasuki Negeri Rasyamsah jika melewati gunung itu" tunjuk Rafael pada bayangan gunung besar di depannya, yang terlihat dari tempat Mereka berkemah. "Tapi Kita bisa memasuki Negeri Rasyamsah dengan memanfaatkan kelemahan Raja Trandem. Apa Kau tahu, Raja Trandem sangat menyukai wanita cantik. Dia mengumpulkan banyak wanita untuk mendapatkan keturunan. Selama ini Aku mencari wanita yang tepat untuk membantu Kami"
"Dan..." Tanya Yuki mulai curiga.
"Kau menyuruh Putri Kami tidur dengan Raja Trandem ?" Sembur Pangeran Arana marah.
Rafael langsung memasang wajah serius. "Siapa juga yang akan memberikan Raja Trandem meniduri Putrimu" ujar Rafael penuh makna. "Jika Kau mau membantuku, Kita bisa memasuki Negeri Rasyamsah dengan mudah. Bahkan kemungkinan besar Kau bisa masuk ke Ibukota dan menuju Istana dengan mudah dan cepat dari perkiraanmu"
__ADS_1
"Katakan padaku, apa yang Kau perlukan dariku ?" Tanya Yuki tanpa mau berbasa-basi.
Yuki merapatkan badannya tanpa sadar mendekati Pangeran Arana saat mengetahui Rafael sedang menelusuri tubuhnya dengan matanya. Sama seperti Pangeran Arana, Yuki juga sebenarnya merasakan bahwa orang di depannya ini adalah seorang Pria berbahaya yang harus di hindari. Sesuatu di dalam diri Rafael membuat Yuki merasa tidak nyaman. Tapi Yuki harus menahan itu semua, Dia tidak punya pilihan lain selain bekerja sama dengan Rafael.
"Sangat mudah" Rafael mengambil bungkusan kain di sampingnya dan langsung melemparkan pada Yuki. Yuki refleks menangkapnya, namun malah membuat ubi di tangannya terjatuh ke tanah. "Kau hanya perlu berganti pakaian dengan itu dan sedikit berdandan untuk bisa membantu Kita"
Yuki berjalan ke depan sembari mendongakan dagu. Menunjukan kepercayaan dirinya yang besar ketika Dia melangkahkan kaki perlahan. Membuat semua mata yang ada di sekitar, memandang Yuki. Pakaian lembut dari sultra yang kenakan Yuki bergerak ringan mengikuti gerakan Yuki. Sesekali tersingkap karena tertiup angin, membentuk lekuk tubuh Yuki yang menggoda. Gemerincing perhiasan terdengar setiap Yuki bergerak.
Pangeran Arana berdiri di samping Yuki. Wajahnya sangat muram. Dia menentang keras rencana Rafael tapi Yuki justru malah menyetujuinya.
Yuki menyamar sebagai wanita penghibur, bersama rombongannya singgah di negeri Rasyamsah. Pakaian yang di kenakan Yuki sangat tipis dan sexy. Mengingatkan Yuki pada Pangeran Sera.
Pangeran Sera telah meminta Yuki berjanji agar Yuki tidak lagi menari sambil mengenakan pakaian seperti yang di kenakannya sekarang di depan umum. Pangeran Sera memintanya ketika melihat Yuki usai bertanding menari dengan Putri Norah.
Sebenarnya Yuki benci melanggar janjinya pada Pangeran Sera. Tapi Dia terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan Ratu Warda dan Putri Magitha. Yuki berharap Pangeran Sera mau memaafkan Yuki.
"Kalian mau kemana ?" Tanya penjaga gerbang negeri Rasyamsah ketika Rombongan yang di pimpin Rafael bergerak mendekati Mereka.
Pangeran Arana berada di dekat Rafael, di belakangnya ada Yuki yang masih tersembunyi dari pandangan para penjaga gerbang.
__ADS_1