
Yuki berdandan rapi. Hiasan rambut milik Ratu Warda yang di berikan Pangeran Sera untuknya telah terpasang di rambut. Pangeran telah berpesan pada Rena agar Yuki selalu mengenakan hiasan rambut milik Ratu Warda, meskipun Dia sedang tidak bepergian kemana-mana. Yuki mengenakan gaun sutra berwarna biru lembut, yang berpadu dengan warna perak yang cantik.
Dengan tenang Yuki duduk di depan meja rias. Memilih lipstik yang akan Dia pakai. Yuki menolak memakai gaun yang lebih mewah. Dia lebih memilih gaun polos tanpa motif apapun. Begitu juga dengan perhiasan yang Dia kenakan. Yuki memilih perhiasan yang tidak terlalu mencolok. Penampilannya sangat sederhana tapi anggun.
Ratu Warda mengutus seorang pelayan datang pagi sekali, untuk menyampaikan undangan pada Yuki dan Pangeran Sera. Dia mengadakan perjamuan bunga di istana harem.
Perjamuan ini di adakan karena Selir Sanny, yang merupakan Ibu kandung dari Putri Nadira. Dia datang memohon kepada Ratu Warda untuk memberikan kesempatan kepada Putri Nadira, untuk merubah sifatnya dan dapat berteman baik dengan Yuki.
Sebelumnya, Ratu Warda telah mendengar kejadian antara Yuki dan Putri Nadira di kolam ikan, juga mengenai kejadian di taman. Setelah menyelidiki dengan seksama, Ratu memanggil Putri Nadira dan teman-temannya. Mereka di hukum cambuk oleh Ratu karena telah berani menghina Yuki dan bersikap tidak sopan pada Pangeran Arana dan Putri Magitha.
Yuki merasa tidak enak mengetahui Putri Nadira dan teman-temannya mendapat hukuman cambuk. Meskipun perlakuan Mereka sangat keterlaluan, tapi hukuman cambuk yang Mereka terima tidak sepadan dengan apa yang Mereka lakukan.
Karenanya untuk meredakan suasana, Yuki menerima undangan Ratu Warda dengan tangan terbuka.
Yuki baru saja akan memilih warna lipstik yang akan di kenakannya. Ketika Pangeran Sera masuk dan mendekatinya. Pangeran Sera telah berganti pakaian. Yuki sangat menyukai aroma farfum yang di kenakan Pangeran Sera. Aromanya lembut dan manis, tapi tidak menyengat. Diam-diam Yuki meminta Rena mencarikan farfum yang sama seperti yang di kenakan Pangeran Sera untuknya.
"Ini cocok untukmu" ujar Pangeran Sera membantu Yuki memilih warna. Dia mengambil lipstik warna pink peach dan menunjukannya pada Yuki. "Cobalah, warnanya sangat sesuai dengan kulitmu"
Yuki mengulurkan tangan untuk mengambil lipstik yang ada di tangan Pangeran Sera. Tapi Pangeran Sera menolak memberikan lipstik itu.
"Aku akan memakaikannya untukmu" ujar Pangeran Sera ketika Yuki menatapnya dengan pandangan tidak mengerti. Dia menahan Yuki agar tetap duduk di tempatnya. "Diamlah" pinta Pangeran Sera lagi.
Pangeran Sera membungkuk di samping Yuki. Dengan ujung jarinya Dia mengusap bibir Yuki lembut. "Ini pertama kalinya Aku belajar memakaikan lisptik pada seorang wanita"
Pangeran Sera mulai memoles bibir Yuki dengan kuas. Dia sangat berhati-hati saat melakukannya. Wajahnya begitu dekat dengan Yuki. Membuat jantung Yuki berdetak tidak terkendali. Dua orang pelayan yang menemani Yuki sebelum Pangeran Sera tiba hanya bisa berdiri terdiam di tempatnya. Mereka saling pandang penuh arti.
__ADS_1
Akhir-akhir ini Pangeran Sera terlihat sangat berbeda dari biasanya. Terutama jika bersama dengan Putri Yuki.
"Bagaimana menurutmu ?" Tanya Pangeran Sera ketika Dia selesai memulas bibir Yuki. Dia kembali berdiri dan menggeser tubuhnya ke belakang Yuki tepat. Yuki menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya terlihat jauh lebih segar dengan warna yang di pilih oleh Pangeran Sera.
"Terimakasih" Kata Yuki puas. Pangeran Sera tersenyum. Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Yuki berdiri.
"Ayo Kita ke segera berangkat" ajak Pangeran Sera tenang.
Yuki menganggukan kepala dan menerima uluran tangan Pangeran Sera.
Mereka berjalan berdampingan. Keluar kamar menuju kereta kuda yang telah menunggu.
Yuki nyaris tidak percaya jika seorang wanita yang terlihat begitu penyayang seperti Ratu Warda, mampu melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga.
Di samping Ratu Warda, Putri Magitha berdiri dengan dagu terangkat. Wajahnya tampak bosan. Tapi ketika para penjaga istana mengumumkan kedatangan Yuki dan Pangeran Sera, Dia langsung menjadi sangat antusias.
Yuki membungkukan badan, mengikuti gerakan Pangeran Sera untuk memberi hormat kepada Ratu Warda.
Semua Putri yang berada di dalam aula berdandan cantik. Mereka seperti bunga yang bermekaran indah di taman. Yuki jadi mengerti kenapa perjamuan ini di namakan perjamuan bunga.
Sayangnya, Saat melihat Yuki. Pancaran mata Mereka penuh dengan kebencian yang menyesakkan. Yuki menghela nafas. Dia merasa tidak nyaman dengan pandangan kebencian yang di tunjukan padanya.
Pangeran Sera meremas lembut pergelangan tangan Yuki yang terkait di lengan Pangeran Sera. Saat mendongak Yuki menemukan Pangeran Sera sedang menatapnya dalam. Wajahnya mengatakan bahwa Dia tahu Yuki merasa tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi.
__ADS_1
"Salam hormat Kami kepada Ratu" ujar Pangeran Sera sopan.
"Kakak kenapa terlambat, Aku sampai mengira Kalian tidak mau datang" protes Putri Magitha ketika Pangeran Sera dan Yuki sudah kembali berdiri tegak.
"Maafkan Aku" Kata Yuki kebingungan. Yuki memang sengaja mengulur waktu kedatangan. Dia tidak ingin terlalu lama berada di aula. Jika Mereka sekarang terlambat, seratus persen adalah kesalahan dari Yuki.
"Magitha bersikaplah sopan. Ini pertama kalinya bagi Putri Yuki untuk menghadiri jamuan. Dia memerluhkan persiapan" tegur Ratu Warda tenang.
"Maafkan keterlambatan Kami ibu. Sebelumnya ada beberapa hal yang harus Aku tangani terlebih dahulu" Pangeran Sera turut berbicara untuk membantu Yuki memberikan alasan mengenai keterlambatan Mereka. Yuki bersyukur ada Pangeran Sera di sampingnya.
"Tidak perlu minta maaf. Justru Aku yang menganggu Kalian dengan meminta Kalian secara khusus untuk menghadiri perjamuan kerajaan. Terus terang Aku mengadakan acara ini agar para Putri bisa saling mengakrabkan diri dan juga melihat perkembangan Mereka. Walau bagaimanapun juga, Para Putri inilah wanita yang akan melahirkan para penerus negeri selanjutnya"
Ratu Warda sangat cantik. Meskipun usianya tidak lagi muda, tapi wajahnya masih kencang. Postur tubuhnya langsing dan terawat. Sama sekali tidak terlihat jika Dia seorang wanita yang telah melahirkan tiga orang anak. Yuki berharap suatu saat nanti Dia juga memiliki bentuk badan ideal yang di miliki Ratu Warda.
Ratu Warda berbicara kepada pelayan tua di sampingnya. "Antar Pangeran dan Putri Yuki duduk di tempatnya"
Pelayan itu segera melaksanakan perintah. Dia membimbing Pangeran Sera dan Yuki untuk duduk di tempat yang telah di sediakan untuk Mereka.
Sebuah karpet tebal dengan bantal bulu angsa yang lembut. Yuki duduk di tumpukan bantal bersama Pangeran Sera. Sebuah meja panjang di letakkan di depan Mereka. Para pelayan datang membawakan makanan dan menyusunnya di atas meja.
Yuki mengambil sari buah yang di tuangkan Pelayan ke gelasnya. Sementara Pangeran Sera meminum anggurnya. Mungkin karena haus atau karena terlalu tegang, Yuki langsung meminum habis sari buah miliknya. Pelayan kembali mengisi gelasnya.
__ADS_1