Morning Dew

Morning Dew
296


__ADS_3

Dalam sekejap, berbagai makanan lezat sudah di keluarkan di atas meja. Bangsawan Voldermont yang duduk di samping Yuki mengambil sepotong paha ayam dan memakannya. Melihat Yuki tidak bereaksi, Bangsawan Asry yang melihatnya kemudian berkata "Putri kan sedang hamil, jika Putri mengidam dan ingin sesuatu. Putri bisa katakan saja pada Kami. Sebisa mungkin Kami akan mengabulkan keinginan Putri"


Yuki diam. Tampak gelisah. Sebenarnya sudah dua hari ini Yuki tidak bisa tidur dengan tenang. Ada satu keinginan yang sangat menganggu Yuki. Tapi Dia khawatir, jika Yuki mengatakan keinginan itu. Yuki akan di anggap tidak sopan. Bangsawan Asry melihat Yuki dan tahu jika Yuki memiliki keinginan, namun sangat sulit bagi Yuki untuk mengatakannya.


Jadi Dia kembali berkata dengan lebih lembut untuk membantu Yuki menyuarakan keinginannya. "Jadi benar, Putri menginginkan sesuatu. Katakan saja Putri, pikirkan anak di dalam kandungan Putri. Pasti Dia sangat menginginkannya"


"Katakan saja keinginanmu. Jangan menyusahkan diri sendiri" kata Bangsawan Voldermont menimpali sambil meletakan tulang ayam ke atas piringnya.


"Aku...Hanya ingin mie goreng yang di beri telur mata sapi setengah matang di atasnya" kata Yuki akhirnya.


"Hanya itu ?" Tanya Bangsawan Voldermont tidak percaya. "Kau menahan diri sampai begini hanya karena ingin mie goreng dengan telur mata sapi ?" 


"Panggil pelayan untuk membuatkannya" perintah Pangeran Riana kepada Bangsawan Asry.


Bangsawan Asry baru saja akan berdiri untuk memanggil pelayan ketika Yuki menyelanya dengan cepat.


"Tapi...semua itu harus di masak sendiri oleh Raja Bardhana"


Semua mata langsung tertuju kepada Yuki. Yuki merasa serba salah. Dia terduduk di tempatnya dan menundukkan kepala pasrah. "Maafkan Aku..." Kata Yuki menyesal.


 


 


 


Raja Bardhana sedang duduk bersama Ibu Suri Agung. Mereka sedang membicarakan mengenai Pangeran Riana yang berani menghamili Yuki untuk memaksa Yuki kembali kepadanya. Dan langkah selanjutnya yang akan Mereka ambil karena pasti akan terjadi gesekan besar dengan kerajaan Argueda, ketika Ibu Jaena datang bersama kepala pelayan dari istana Pangeran Riana.


 


"Ada apa ?" Tanya Raja Bardhana ketika Mereka baru selesai memberikan hormat.


"Mohon maaf Yang Mulia, ada permintaan dari istana Pangeran Riana untuk Yang Mulia jika Yang Mulia berkenan. Ini soal Putri Yuki"


"Apa terjadi sesuatu dengannya ?" Tanya Raja Bardhana terkejut. Raja Bardhana telah mendengar bahwa Pangeran Riana kembali meniduri Putri Yuki dengan paksa sesaat setelah Dia membawa Putri Yuki kembali ke istananya. Dia sudah memperingatkan anaknya dengan keras agar menahan nafsunya karena kandungan Yuki masih sangat muda dan Dia baru saja mengalami cidera serius akibat ulah Namura dan Panglima Perang Jaibar. Bahkan Ibu Suri sampai ikut memanggil Pangeran Riana untuk memarahinya. Mereka tidak ingin kehilangan calon perwaris tahtah kerajaan lagi untuk yang kedua kali.

__ADS_1


 


"Aku sudah tidak lagi memaksamu untuk tidur dengan wanita-wanitamu di istana harem. Silahkan juga jika Kau ingin mengembalikan Mereka. Tapi Kau tidak boleh memaksa Putri Yuki, Dia sedang mengandung anakmu. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kandungannya. Apa Kau tidak ingin nenekmu ini melihat cicit mahkota" maki Ibu Suri Agung waktu itu pada Pangeran Riana. Saking marahnya tekanan darah Ibu Suri Agung sampai naik. Membuat Pangeran Riana tidak berani berkutik.


 


 


Sekarang entah apa yang terjadi, tapi Ibu Jaena dan kepala pelayan istana Pangeran Riana saling pandang sesaat. Membuat Ibu Suri tegang.


"Putri Yuki sedang mengidam makan mie goreng yang di beri telur setengah matang di atasnya" jelas Ibu Jaena berhati-hati.


"Jika Dia menyidam, kenapa tidak segera di buatkan dan Malah ke sini untuk melapor ?" Tanya Raja Bardhana tidak mengerti.


"Apa pelayan di dapur istana istana Pangeran tidak ada yang tahu bagaimana cara membuat Mie goreng untuk cucuku ?"


"Maafkan Kami Yang Mulia, semua pelayan yang bertugas di dapur istana bisa membuat Mie goreng. Tapi masalahnya...Putri Yuki hanya ingin Mie Goreng yang di buat sendiri oleh Yang Mulia Raja Bardhana"


Hening sesaat.


"Mie goreng buatanku ?" Tanya Raja Bardhana akhirnya semakin tidak percaya. Dia memandang Ibu Suri Agung meminta penjelasan yang masuk akal.


"Yang Mulia, Kau bisa membuatnya ?" Tanya Ibu Suri Agung kemudian. "Wanita hamil yang sedang mengidam, kadang ingin sesuatu yang tidak biasa. Aku jadi ingat, saat mengandungmu dulu. Aku bahkan meminta Ayah Mertua untuk memasak pie buah sendiri. Saat itu Aku merasa sangat enak jika bisa merasakan pie buah buatan Ayah Mertua"


"Begitukah Ibu, tentu saja Aku bisa membuatnya. Aku Raja Bardhana. Hal apa yang tidak bisa kulakukan untuk cucuku"


 


 


 


Semua orang berkumpul di dapur istana kerajaan Garduete. Raja Bardhana tampak sibuk mempersiapkan masakannya di bantu oleh Pangeran Riana. Ibu Suri sangsi jika Raja Bardhana bisa memasak. Jadi, Dia meminta Pangeran Riana untuk membantu Raja Bardhana menyiapkan makanan yang diinginkan Putri Yuki.


Yuki terkejut ketika melihat Pangeran Riana tampak sudah terbiasa dengan dapur. Dia pandai menggunakan pisau untuk mengelola makanan. Gerakan tangannya sudah terlatih.

__ADS_1


Sementara itu Raja Bardhana sibuk membaca resep dan mengenali sayur-mayur yang ada di depannya.


Beberapa pelayan tampak mengintip dari jendela dengan wajah penasaran. Mereka baru kali ini melihat Pangeran Riana dan Raja Bardhana membuat sesuatu di dapur istana.


Setelah semua bahan siap. Pangeran Riana meletakan penggorengan di atas kompor. Minyak di tuang.


"Biar Aku saja, Kau dengar kan cucuku ingin Aku yang memasak untuknnya. Bukan yang lain" sergah Raja Bardhana mencegah Pangeran Riana memasukan bumbu ke dalam penggorengan. "Riana, Kau cukup memberiku instruksi saja"


Raja Bardhana berjengit saat Dia terlalu cepat memasukkan bumbu ke dalam minyak panas. Dengan kaku, Dia mulai mengaduk bumbu. Pangeran Riana masih membantu Raja Bardhana memasukkan penyedap dan sayur ke dalam penggorengan. Dan mulai memasak.


Yuki duduk bersama dengan Ibu Suri dan Bangsawan Voldermont.


Setelah masakan matang. Pangeran Riana langsung mengangkat wajan dan menuangkannya ke atas piring saji. Tidak lupa, telur setengah matang di atasnya. Yuki menerimanya dengan senang. Wajahnya bersemu gembira.


Tanpa menunggu dingin, Yuki langsung mengambil garpu dan memulai makan. Akhirnya ada sesuatu yang masuk ke dalam perut Yuki. 


"Bagaimana rasanya, Kau suka ?" Tanya Raja Bardhana seolah Dia lah yang paling berjasa dalam membuat masakannya.


Yuki menganggukan kepala senang. Pangeran Riana meletakan air kelapa muda yang telah di saring ke depan Yuki. Menunggu Yuki makan dengan lahap.


 


 


Setelah selesai makan. Semuanya langsung pergi meninggalkan dapur kerajaan. Pangeran Riana meminta izin kepada Raja Bardhana dan Ibu Suri Agung untuk segera kembali ke istananya karena harus mempersiapkan keberangkatan Mereka ke kediaman Lekky Darmount besok pagi.


 


"Jika nanti Kau ingin masakanku lagi. Katakan saja, jangan sungkan-sungkan" kata Raja Bardhana pada Yuki, saat mengantar Yuki dan Pangeran Riana sampai ke kereta kuda kerajaan yang menunggu. Raja Bardhana menepuk bahu Pangeran Riana. Dia tidak tahu harus mengatakan apa untuk anaknya. Selama ini Riana selalu membuatnya bangga. Namun tidak ada manusia yang sempurna. Begitu pula Riana.


Dia jatuh hati pada Yuki.


Dan Riana akan selalu melewati batasannya untuk mempertahankan Yuki di sisinya.


"Besok kalian akan berangkat. Jaga istri dan anakmu dengan baik" pinta Raja Bardhana akhirnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2