Morning Dew

Morning Dew
181


__ADS_3

"Sera rapatkan Para Jendral untuk rapat sekarang, Arana, pimpin penyelidikan orang-orang Kita yang ada di Rasyamsah dari istana"  


"Baik Ayah"


Yuki menatap Pangeran Sera yang juga melihatnya. Perasaan Yuki jauh lebih ringan sekarang, Karena kejelasan mengenai nasib Putri Magitha dan Ratu Warda telah diketahui. Setidaknya, kedatangannya kali ini bisa berguna bagi Pangeran Sera.


 


Setelah itu, Pangeran Sera semakin sibuk dan nyaris tidak bertemu dengan Yuki untuk beberapa hari. Yuki hanya melihat sosok Pangeran Sera di dalam istana dari luar jendela kamar. Itupun hanya sebentar. Sebelum Pangeran Sera pergi atau memasuki ruang rapat.


Karena tidak ada yang bisa di tanya, Yuki memutuskan untuk masuk ke ruang kerja Pangeran Sera. Yang di hubungkan dengan pintu penghubung dalam kamar. Ruang kerja Pangeran Sera tertata rapi. Ada rak buku besar di dinding sebelah utara, yang di penuhi berbagai macam buku. 


Yuki menelusuri setiap judul buku dengan jarinya. Ketika akhirnya Dia menemukan apa yang di cari, Yuki mengambil bukunya. 


Buku itu berisi informasi mengenai beberapa negeri besar yang ada di dunia. Rasa penasaran Yuki sudah memuncak, jadi Yuki menekuni dengan segera, mencari informasi mengenai Negeri Rasyamsah.


 


Negeri Rasyamsah adalah sebuah negeri besar yang sangat subur. Namun, karena letaknya di kelilingi oleh pegunungan yang sebagian besar jarang di singgahi, menjadikan Negeri itu sangat tertutup dengan dunia luar.


Merupakan satu dari empat negeri besar selain Argueda dan Garduete. Berbatasan langsung dengan Argueda di sebelah timur. Dari ibukota Argueda, untuk sampai perbatasan dapat di tempuh dengan jalur darat dan laut. Kira-kira tiga minggu perjalanannya. Yuki jadi mengerti, kenapa Pangeran Sera awalnya tidak yakin saat Yuki mengatakan Putri Magitha dan Ratu Warda berada di Rasyamsah.


Negeri Rasyamsah di lindungi dengan Dewi Barinda atau Dewi hujan.


Yuki menghela nafas. Tidak puas dengan informasi yang di dapat dari buku. Informasi yang ada di buku hanya menceritakan garis besarnya saja. Tidak menjawab pertanyaan Yuki, mengenai alasan Raja Trandem berani menculik Putri Magitha dan Ratu Warda.


Jika dilihat, seharusnya Negeri Rasyamsah adalah sekutu dari Negeri Argueda.

__ADS_1


Mereka telah terikat perjanjian antar negara. Karena kesuburan dari Negeri Rasyamsah, banyak Negeri lain yang berusaha untuk menguasai wilayah kekuasaan Rasyamsah. Karenanya, Raja Negeri terdahulu meminta bantuan kepada Raja Jafar untuk membantu melindungi negerinya, dengan imbalan sepuluh persen hasil panen dan kekayaan alam yang di peroleh negeri Rasyamsah setiap tahunnya, akan di berikan kepada Negeri Argueda.


 


Tapi mengapa...mengapa sekarang Mereka justru menculik Ratu Warda dan Putri Magitha. Apa yang sebenarnya terjadi. 


 


Yuki membolak-balikkan buku, membaca sampai informasi setiap negeri yang pernah bersinggungan dengan Negeri Rasyamsah. Tapi tetap saja, Yuki tidak menemukan jawabannya.


"Beberapa tahun ini, Negeri Rasyamsah berkembang dengan menguasai negeri kecil di sekitar. Tepatnya semenjak kepimimpinan Raja Trandem"


Yuki berbalik dengan terkejut. Buku di tangannya sampai terjatuh ke lantai.


Pangeran Arana sudah berdiri di belakang Yuki, Yuki sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Dengan malu, Yuki membungkuk untuk mengambil buku yang terjatuh di kakinya.


"Tidak apa-apa Putri, Maafkan Aku telah membuat Putri terkejut"


Yuki melihat Pangeran Arana sangat tertekan melebihi yang lain. Ikatan bathin di antara Dia dan Putri Magitha sangat besar. Mungkin karena Mereka adalah saudara kembar.


 "Negeri Rasyamsah dulunya adalah negeri yang sangat subur" ujar Pangeran Arana sembari menatap lurus ke depan. Tatapannya kosong, jiwanya seperti berada di tempat yang lain.


"Dulu ?" Tanya Yuki tidak mengerti.


"Raja terdahulu bernama Balqira adalah seorang Raja yang arif dan bijaksana. Seorang Raja yang sangat di cintai rakyatnya namun di benci oleh para pejabat korup karena aturan yang di buatnya. Balqira selalu berpihak pada rakyatnya dan berani menentang orang-orang yang ingin memperkaya dirinya sendiri dengan cara menindas orang lain. Setiap langkah politik yang Dia buat, membuat para pejabat korup rugi besar, akibatnya banyak sekali yang ingin menyingkirkan Raja Balqira" kenang Pangeran Arana dengan wajah sedih. "Suatu hari, Ketika sedang memimpin rapat kerajaan Raja Balqira tiba-tiba pingsan. Semenjak itu kesehatannya memburuk. Para Tabib istana mengatakan Raja Balqira mengalami infeksi akut pada pencernaannya karena kebiasaan buruknya menunda makan dan memakan makanan pedas setiap waktu. Dia sakit keras dan sebulan kemudian Dia meninggal dunia"


Kepergian Raja Balqira yang mendadak, menimbulkan polemik tersendiri dalam pemerintahan. Karena Raja Balqira pergi tanpa meninggalkan keturunan dan semua saudaranya telah meninggal dunia karena sakit yang sama, sebelum Raja Balqira jatuh sakit. Akhirnya, untuk menghindari pertingkaian akibat perebutan kekuasaan, di angkatlah seorang Perdana Menteri yang di kenal cukup dekat dengan Raja Balqira. Perdana Menteri itu adalah Perdana Menteri Trandem Jalbar.

__ADS_1


Sebelum menaiki tahtah, Perdana Menteri Trandem harus menikah dengan Ratu terdahulu yaitu Ratu Cilia, istri dari Raja Balqira. Setelah pernikahan terjadi, Perdana Menteri Trandem resmi di angkat menjadi Raja selanjutnya mengantikan Raja Balqira. 


Ketika Raja Trandem mulai menjabat, korupsi semakin merajalela. Pajak semakin melejit naik. Yang miskin semakin miskin, dan yang kaya semakin kaya.


Raja Trandem tidak pernah peduli dengan rakyatnya. Dia hanya perduli, bagaimana caranya untuk memperkaya dirinya sendiri. Setiap hari kerjanya hanya mabuk-mabukan dan bersenang-senang. Dia mengumpulkan wanita-wanita cantik di negerinya. Menjadikan Mereka sebagai upeti untuk di jadikan budak **** yang melayaninya dan para pengikutnya. Tidak perduli apakah wanita itu sudah menikah atau belum, asalkan sudah cukup umur dan cantik. Raja Trandem akan mengambilnya.


Kabarnya, pernah ada seorang wanita yang baru melahirkan bayinya. Raja Trandem terpikat dengan wanita itu, dengan kejam Dia membunuh suami dan bayinya di depan wanita itu. Kemudian menjadikan wanita itu dayang di istananya. Tapi sebelum Raja Trandem berhasil menyentuh wanita itu, Wanita itu di ketemukan gantung diri di dalam kamar dengan meninggalkan tulisan yang di tulis dengan darahnya di dinding kamarnya.


Sebuah kutukan dari dendamnya.


Raja Trandem tidak akan pernah memiliki keturunan sampai akhir hayatnya. Dan Dia akan mati mengenaskan seperti suami dan bayiku, karena seorang wanita.


Konon sampai sekarang, Raja Trandem tidak mempunyai keturunan meskipun Dia sudah mencoba segala cara. Dan akibat dari keserakahannya, membuat Dewi Barinda menjadi marah. Sehingga menurunkan kemarau yang cukup panjang di negeri itu. Negeri yang dulunya subur sekarang menjadi gersang. Rakyat semakin menderita karenanya.


Melihat hal itu, Ratu Cilia berusaha meredakan kemarahan Dewi Barinda dengan mengadakan upacara setiap hari, untuk memohon ampunan kepada Dewi Barinda. Sayangnya sampai sekarang, Doanya belum terkabulkan.


Hanya Ratu Cilia yang masih perduli dengan rakyatnya. Tapi kekuatannya sangat terbatas. Dia tidak mampu melawan keserakahan yang menghantui negerinya seorang diri.


"Aku sudah tiga tahun ini tidak pernah mengunjungi negeri Rasyamsah. Tepatnya semenjak Raja Trandem menjabat sebagai seorang Raja di negeri itu" kata Pangeran Arana sembari tercenung sesaat. "Aku sama sekali tidak mempunyai akses untuk bisa mendekati istananya. Sepertinya, Raja Trandem tidak ingin Aku berada di sana".


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2