Morning Dew

Morning Dew
286


__ADS_3

Yuki memandang Tabib Yandha tidak mengerti.


"Selamat Putri Yuki, setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Saya bisa pastikan, Putri Yuki sedang hamil"


"Apa ?" Tanya Yuki tidak percaya.


Yuki mengerjap sesaat. Tampak kebingungan. 


"Ya Putri Yuki. Anda sedang hamil. Hamba sangat yakin dengan diagnosa Hamba ini"


"Apakah benar ?. Kau tidak berbohong ?"


"Hamba tidak berani berbohong Putri" 


Yuki mengerjap. Air mata mengalir di pipinya. Dia menangis terharu. Tidak percaya, Dia mendapat kesempatan untuk kembali menjadi seorang Ibu. Perasaan senang menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Yuki..." Pangeran Sera datang menghampiri Yuki. Dia tampak khawatir saat melihat Yuki menangis. "Yuki, ada apa ?"


Yuki yang masih menangis, tidak mampu mengatakan apapun dan langsung menghambur ke pelukan Pangeran Sera.


Pangeran Sera tampak kebingungan saat melihat Yuki menangis. Dia mengusap lembut rambut Yuki dan kembali berbisik "Ada apa Yuki ?"


"Tabib Yandha berkata ...Dia mengatakan padaku..." Kata Yuki tergagap di sela tangisannya. "Dia bilang, Aku sedang mengandung"


"Apa ?" Kata Pangeran Sera terkejut.


"Dia bilang Aku hamil" kata Yuki kembali dengan lebih tegas.


"Hamil ?" Tanya Pangeran Sera lagi. Dia mendorong Yuki untuk dapat melihat wajah Yuki. Mencerna setiap ucapan yang di sampaikan Yuki. Kemudian Pangeran Sera kembali merengkuh Yuki lembut dan mendongakan wajah Yuki. Mata Mereka saling bertemu pandang. "Kau hamil ?" Tanya Pangeran Sera lagi dengan suara bergetar. Yuki menganggukan kepalanya.


"Ya..." 


Pangeran Sera berdiri dengan mengepalkan tangannya di bawah hidung. Menyembunyikan perasaan senangnya.


"Istriku hamil ?" Tanya Pangeran Sera lagi pada Tabib Yandha yang masih ada di dekat Mereka.


"Benar Pangeran, Putri Yuki sedang hamil. Hamba berharap mulai sekarang Putri Yuki jauh lebih berhati-hati dan tidak bekerja terlalu keras untuk menjaga kondisi tubuh Putri"


"Aku akan menjamin Dia tidak akan melakukan apapun" Kata Pangeran Sera senang. Dia kemudian kembali memeluk Yuki dengan penuh kasih sayang. 


"Terimakasih Yuki" bisik Pangeran Sera masih diliputi perasaan haru dan senang yang tidak dapat diungkapkan.


 


 


Yuki berlari menemui Lekky yang sedang sibuk bermain catur dengan Bangsawan Asry. Sementara itu Bangsawan Voldermont duduk di antara Mereka, memperhatikan jalannya pertandingan dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Sebenarnya, akan sulit mengatur langkah tanpa harus di ketahui Lekky. Mengingat Lekky mempunyai kemampuan untuk membaca pikiran. Tapi Yuki juga tahu Bangsawan Asry memiliki otak yang sangat pintar. Mungkin dengan kepandaiannya Dia akan berhasil mengalahkan Lekky.


Tak jauh dari Mereka. Pangeran Riana duduk bersama dengan Putri Marsha dan Bangsawan Xasfir. Putri Marsha mendesak persiapan pernikahan Mereka di percepat meskipun Pangeran Riana menolak keinginannya.


Mereka sedang berdebat mengenai masalah itu.


 


 


Lekky berpaling dan langsung merentangkan kedua tangannya dengan gaya yang di buat-buat. "Lihat siapa yang hamil ?" Seru Lekky kencang.


"Tidak mudah untuk memberimu kejutan ya ?" Sungut Yuki sembari mendekat. Namun meskipun Dia berkata seperti itu, Yuki tetap saja tersenyum senang. Dengan perasaan gembira Dia menerima undangan Lekky dan langsung menghambur di pelukan Lekky.


Yuki memeluk Lekky erat. Seolah sedang menyalurkan seluruh perasaannya pada Lekky melalui pelukannya. Lekky membalas dengan menepuk lembut punggung Yuki penuh rasa sayang.


"Kau hamil ?" Tanya Bangsawan Voldermont di samping Mereka.


"Ya...Tabib Istana baru saja memberitahukanku" jawab Yuki malu-malu.


"Hebat juga Sera" seloroh Bangsawan Voldermont. Yuki langsung menepuk bagian belakang kepala Bangsawan Voldermont dengan rasa sayang.


"Apa maksudmu ?"


"Selamat Putri Yuki" ucap Bangsawan Asry tulus sambil memindahkan bidak caturnya. Yuki tersenyum menerima ucapan Bangsawan Asry.


Yuki duduk dengan di ampit oleh Lekky dan Pangeran Sera. Sementara itu Pangeran Riana berada di sisi lain Lekky. Keluarga Darmount duduk di seberang Mereka.


"Aku akan ke utara untuk menghadang pergerakan Mereka" Lekky mengangkat tangannya, untuk mengajukan diri.


Pangeran Sera mendapat bagian di sebelah selatan dan Pangeran Riana bertugas mengamankan situasi di kuil suci.


Melihat hal itu, Yuki hendak bergerak mengikuti Lekky mengangkat tangan. Tapi Lekky sudah keburu menatap Yuki untuk mencegah niat Yuki.


"Jangan coba-coba mengangguku Nona.." ancam Lekky.


Tapi Yuki tidak takut dengan ancaman Lekky. Dia tetap mengangkat tangannya ke udara. 


"Aku akan ikut pergi dengan Lekky" kata Yuki penuh percaya diri.


Lekky mengerang.


"Istriku akan ikut bersama Lekky ke utara" ujar Pangeran Sera tenang menyetujui keinginan Lekky.


Yuki telah menceritakan kepada Pangeran Sera mengenai Lekky. Lekky seperti tidak punya semangat hidup semenjak kematian istrinya. Membuat Yuki cemas dan ingin selalu menjaga Lekky dengan baik. Pangeran Sera memahami keinginan Yuki. Dia justru mendorong Yuki agar Yuki tetap menjaga Kakaknya agar tetap hidup. 


Yuki sangat bersyukur memiliki suami sebaik Pangeran Sera.

__ADS_1


"Kami juga setuju" ujar Lazzar dan Varmount berbarengan mendukung Yuki.


"Baik, Sudah di putuskan Putri Yuki akan menemani Lekky menuju utara" kata Pendeta Suci tenang.


"Apa Kau merasa puas sekarang ?" Tanya Lekky pada Yuki dengan nada sinis. Yuki langsung mencembik marah. "Kenapa Kau senang sekali merusak kebahagiaanku Nona ?"


"Pokoknya Aku akan ikut denganmu" kata Yuki keras kepala.


 


 


Hasil rapat besar telah keluar.


Besok pagi Pangeran Sera akan berangkat di gelombang kedua, bersama seratus ribu pasukan Argueda menuju selatan.


Yuki duduk di dalam kamar sambil memperhatikan Pangeran Sera yang sibuk mondar-mandir untuk mengatur keberangkatannya. Dia mempersiapkan semua barang yang akan di bawanya. Sebenarnya Yuki ingin membantu mempersiapkan sesuatu untuk Pangeran Sera. Tapi Pangeran Sera melarang Yuki karena tidak mau Yuki terlalu capek. Dia terus mengingatkan Yuki dengan bayi di dalam perutnya.


Akhirnya Yuki mengalah dan hanya duduk sambil memperhatikan persiapan yang di lakukan Pangeran Sera.


Dua orang Prajurit Argueda masuk dengan membawa pakaian perang milik Pangeran Sera yang telah di bersihkan dan di poles dengan baik. Yuki tertegun saat melihatnya. Membuat Yuki ingat, bahwa saat kematiannya sudah hampir dekat.


Yuki diam memperhatikan Pangeran Sera yang sedang mengecek pakaian perangnya di dekat Yuki. Dalam hati Yuki berdoa, agar Pangeran Sera selamat dan dapat hidup dengan baik setelah kematiannya nanti.


Yuki merasa bersalah karena selama ini terlalu banyak memberikan kepedihan pada Pangeran Sera.


 


 


"Ada apa ?, Kenapa wajahmu seperti itu Yuki ?" Tanya Pangeran Sera saat Yuki hanya diam di dekatnya. Pangeran Sera telah selesai berkemas. Dia kemudian menghampiri Yuki dan duduk disampingnya.


"Maafkan Aku tidak bisa menemani Pangeran ke selatan" ujar Yuki dengan nada menyesal.


Sebagai seorang istri, seharusnya Yuki menemani Pangeran Sera. Tapi Yuki justru memilih pergi bersama dengan Lekky. Bukannya Yuki tidak ingin pergi menemani Pangeran Sera. Tapi Pangeran Sera jauh lebih bisa di percaya untuk menjaga dirinya dibandingkan Lekky.


"Jangan cemas Yuki, ingatlah kandunganmu. Kau tidak perlu memikirkan apa-apa. Aku yakin semua akan baik-baik saja" ujar Pangeran Sera lembut.


Yuki diam. Menyandarkan kepalanya di bahu Pangeran Sera. Pangeran Sera mengelus perut Yuki lembut. "Jaga anak Kita baik-baik" pinta Pangeran Sera lagi pada Yuki.


"Tentu" jawab Yuki pasti. 


Pangeran Sera mendekatkan wajahnya ke arah Yuki. Keduanya berciuman cukup hangat.


visual Putri Magitha


__ADS_1


 


__ADS_2