
Yuki mengenakan pakaian dari kain biasa. Warna hijau pastel yang di kenakannya semakin memancarkan aura kecantikannya. Dia memutuskan untuk makan siang di kota sambil berbelanja untuk cadangan makan di dalam kamar. Membiarkan beberapa orang yang mengenalinya untuk mengambil fotonya secara diam-diam.
Setelah itu Yuki kembali ke Sekolah di bantu Curly. berganti pakaian dan kembali menutupi wajah dan rambutnya dengan kain. Lalu muncul keluar dari kamar pendeta suci. Membuat orang akan mengira Pelayan Lekky Darmount memang di dalam kamar Pendeta Suci ketika Yuki muncul di kota.
Rencana yang di buat Yuki cukup berhasil membuat orang bimbang. Kecurigaan bahwa Pelayan Lekky Darmount sebenarnya adalah Yuki cukup berkurang.
Karena selain Mereka tidak dapat menemukan informasi apapun mengenai gadis pelayan Lekky Darmount yang bernama Alnaira, Mereka juga tidak dapat menjelaskan bagaimana Yuki bisa muncul di kota sementara Alnaira masih berbicara dengan Pendeta Suci di kamar. Yuki beruntung Pendeta Suci tidak mengatakan apapun soal Yuki yang memanfaatkan dirinya untuk membuat alibi.
Yuki hanya perlu berusaha sedikit lagi untuk bisa lepas dari kecurigaan. Dia merasa tersiksa dengan ketakutannya sendiri. Setiap hari Dia di bayang-bayangi perasaan cemas jika penyamarannya akhirnya terbongkar.
Yuki duduk tenang di dekat jendela. Menemani Lekky berlatih di sarana pelatihan yang ada di sekolah. Dia sibuk membaca buku sementara Lekky melatih otot-otot lengannya dengan sebuah barbel di tangan.
Tak jauh dari tempat Mereka, Pangeran Riana sedang berlatih pedang dengan Bangsawan Xasfir.
Ada banyak orang di sekitar Mereka yang sibuk dengan pelatihannya sendiri-sendiri. Jadi kehadiran Yuki dan Lekky di sana tidak terlalu menarik perhatian orang.
Ruangan tempat Mereka berlatih cukup luas dan lengkap dengan segala fasilitasnya. Sehingga tidak heran banyak yang memilih datang untuk memanfaatkan waktu mempertahankan bentuk tubuhnya di sini.
Angin bertiup cukup kencang dari jendela yang di biarkan terbuka setengah. Pembatas buku yang Yuki letakan di atas tas nya terbang dan jatuh ke lantai di dekat tempat Pangeran Riana dan Bangsawan Xasfir berlatih. Yuki beringsut untuk mengambilnya. Saat Dia berjongkok mengambil pembatas bukunya, tanpa sengaja kerudung yang menutupi rambutnya merosot jatuh. Memperlihatkan rambut Yuki yang hari ini sengaja di biarkan tergerai karena masih lembab seusai mandi.
Yuki menyelipkan kembali pembatas buku ke selipan buku di tangannya ketika sebuah tangan menariknya dengan kuat. Memaksanya berbalik sehingga buku di tangannya terjatuh di lantai.
"Yuki...?"
__ADS_1
Yuki terkejut. Bangsawan Voldermont menatap Yuki senang.
Yuki tertegun beberapa saat, sebelum akhirnya Dia sadar dan menepiskan tangannya kuat hingga terlepas. Dengan gugup membenahi selendang untuk menutupi rambutnya.
Suasana tampak hening. Yuki bisa merasakan tatapan tajam Pangeran Riana yang di arahkan padanya. Meskipun Yuki tidak melihatnya secara langsung.
Untungnya di tengah ketegangan itu. Lekky datang dan maju di antara Yuki dan Bangsawan Voldermont. Yuki bersembunyi di balik bahu Lekky.
"Ada apa ?" Tanya Lekky kepada Bangsawan Voldermont.
Bangsawan Voldermont mengangkat tangannya. Menatap dengan raut wajah menyesal. Sementara itu Bangsawan Xasfir berada di belakang Bangsawan Voldermont dengan posisi siap siaga. Matanya memandang Yuki dan Lekky dengan sorot penuh ancaman.
"Maafkan Aku, Aku salah mengira Dia adalah temanku. Bentuk badan dan warna rambutnya dari belakang sangat mirip dengannya"
Lekky diam memandang Bangsawan Voldermont. Kemudian Dia memegang pergelangan tangan Yuki dan menarik Yuki untuk pergi mengikutinya. Dengan sengaja Lekky bahkan menyenggol bahu Bangsawan Voldermont sampai Dia menyingkir dari jalan Lekky.
Lekky duduk dengan tenang di sebuah kursi yang ada di taman belakang. Di sudut tersembunyi dari belakang gedung Kuldhi.
Yuki meletakkan cermin yang di ambilnya di dalam kamar, ke depan Lekky dengan cara menyandarkannya pada benda yang ada di atas meja taman.
Meskipun tempat Mereka jarang di lalui orang tapi keberadaan Mereka tetap saja menarik perhatian orang di sekitar yang sedang melintas. Beberapa orang terlihat jelas melintas sambil melirik ke arah Yuki dan Lekky.
Yuki mengambil gunting dan sisir. Dia akan merapikan rambut Lekky. Yuki menyentuh rambut Lekky, mengira-ngira model yang akan di buat sambil menatap cermin di depannya. Rambut Lekky sangat lembut dan halus. Dia juga memiliki wajah yang bersih dan terawat meskipun Dia sering berpergian mengelilingi dunia. Hasil kerja keras Yuki yang berusaha menjaganya selama ini. Yuki sangat bangga dengan pencampaiannya.
Terkadang Yuki merasa, Dia memiliki dua anak yang harus di rawatnya. Lekky dan Ferlay.
Setelah yakin, Yuki mulai memotong rambut Lekky. Yuki memotong dengan hati-hati sementara Lekky sibuk membaca koran berita hari ini.
Ada foto Yuki tanpa penyamaran bersama Lekky di halaman depan berita. Keduanya berdiri cukup dekat sambil tertawa bahagia. Pipi Yuki menempel di pipi Lekky. Yuki ingat itu adalah foto yang di ambil Ferlay saat Mereka berada di rumah Lazzar.
Yuki sudah membaca berita itu sebelum sarapan. Dia kemudian bertanya pada Curly, bagaimana bisa foto Mereka tersebar luas sampai masuk ke dalam berita.
__ADS_1
Ternyata, seorang Putri yang pernah menjadi teman kelas Yuki terdahulu, tanpa sengaja menemukan foto Yuki dan Lekky yang di simpan Lekky di dompetnya. Dia mengenali Yuki. Dan diam-diam mengambilnya dan menyebarkannya ke teman-temannya.
Akhirnya gosip kembali beredar. Semua orang mengaitkan menghilangnya Yuki lima tahun lalu di atas kapal dengan Lekky Darmount. Apalagi Lekky sempat muncul ketika Yuki berbulan madu, sebelum akhirnya Yuki menghilang tanpa jejak di tengah laut.
Dalam berita itu, tertulis judul berita yang cukup jelas di baca dari tempat Yuki berdiri. Mengenai adanya dugaan hubungan terlarang antara Yuki dan Lekky. Mereka menyebut Lekky kembali mengulang kisah lamanya dengan merebut istri orang. Dan sekarang yang di rebut adalah istri dari Pangeran Perwaris tahtah kerajaan Argueda.
Lekky sendiri bersikap acuh dengan gosip yang beredar. Sehingga membuat semua orang menjadi berspekulasi sendiri dan semakin memperparah tuduhan terhadapnya.
Yuki baru selesai memotong rambut Lekky. Dia sedang membersihkan sisa rambut yang menempel di bahu Lekky ketika Raja Bardhana datang bersama Pangeran Riana.
Ada pasukan kerajaan Garduete di belakang yang setia mengikuti Mereka.
Yuki langsung berdiri dengan canggung. Mundur ke belakang Lekky. Lekky memegang cermin di depannya. Mengacak-acak rambutnya sambil melihat hasil pekerjaan Yuki.
Lekky bersikap seolah tidak tahu menahu. Padahal Yuki cukup yakin Dia sudah menyadari kehadiran Raja Bardhana dan Pangeran Riana. Serta tujuan Mereka datang menemuinya dari kemampuan Lekky membaca pikiran.
"Apa Kita bisa bicara sebentar ?" Tanya Raja Bardhana kepada Lekky.
Lekky tidak menjawab. Tapi Dia menurunkan cermin kembali ke atas meja. Yuki mundur selangkah ke belakang layaknya seorang pelayan terlatih.
Raja Bardhana duduk di seberang Lekky bersama Pangeran Riana. Kemudian Raja Bardhana meletakan sebuah surat ke atas meja dan mendorongnya ke depan Lekky.
Yuki menarik nafas tertahan. Itu adalah amplop surat yang baru-baru ini dikirim Yuki secara resmi ke kerajaan Garduete.
__ADS_1