
"Aku tidak akan meminta maaf padamu. Juga tidak menyesali apa yang telah ku lakukan padamu semalam. Sekarang suka tidak suka Kau telah menjadi milikku seutuhnya" Ujar Pangeran Riana tenang. Pangeran Riana menggapai tubuh Yuki, membalikkan badannya secara paksa ke arahnya. "Bahkan meskipun Kau bersikap dingin seperti ini"
"Kau bajingan" Maki Yuki penuh kemarahan. Kedua tangan Yuki yang memberontak kembali di cekal ke atas kepala.
"Kau bisa beristirahat sekarang, jaga tubuhmu baik-baik. Karena tugasmu melayaniku di atas tempat tidur dan melahirkan anakku"
Pangeran Riana berdiri sambil melepaskan cengkramanya. Dia tidak bisa terlalu lama berada di kamar dengan Yuki di dalamnya. Dia segera mengenakan pakaiannya. Dan berjalan menuju pintu keluar dengan acuh begitu selesai berpakaian.
"Apa..apa Aku tidak boleh berada di sini ?" Tanya Pangeran Riana sinis pada seseorang di luar kamar.
Pintu di tutup.
Terdengar langkah kaki kecil mendekati Yuki. Sebuah tangan lembut menyentuh bahu yuki. Yuki berbalik.
Rena memandang Tuan Putrinya dengan sedih. Semua orang di istana tahu apa yang telah terjadi tadi malam. Tapi tidak ada yang berani menolong Yuki. Juga keributan yang terjadi di gerbang masuk ketika Pangeran Sera berusaha menerobos ke dalam.
Yuki bangun, Dia hanya menggunakan selembar selimut di tubuhnya. Bekas percintaan terlihat jelas di kulitnya. Yuki tidak mengatakan apapun. Dia langsung memeluk Rena, menangis tergugu.
Yuki duduk melamun di balkon kamar, ketika Rena masuk membawa secangkir teh diatas nampan. Dia meletakkan cangkir teh gingseng yang telah di persiapkan tabib istana untuk Yuki ke atas meja, di depan Yuki.
"Putri, udara di luar sedang tidak begitu baik. Bagaimana jika Kita berpindah ke dalam kamar" saran Rena lembut.
"Aku bosan berada di dalam kamar, dari sini setidaknya Aku bisa melihat pemandangan di luar" sanggah Yuki dengan malas.
Senja mulai menampakan warnanya di atas langit. Seburat warna orange menyebar, bagaikan goresan kuas pelukis ternama. Angin semilir meniup lembut rambut Yuki. Yuki menyadarkan kepalanya, menutup matanya menikmati hawa di sekitarnya.
Sudah empat hari semenjak kejadian itu. Pangeran Riana kembali mengurung Yuki di dalam kamar dengan penjagaan super ketat.
Pangeran Riana tidak pulang ke istana selama empat hari. Yuki bersyukur Dia tidak perlu bertemu dan melihat Pangeran Riana.
__ADS_1
Bayangan pemerkosaan membuatnya menggigil ketakutan. Yuki berusaha keras untuk melupakannya, namun kejadian itu menjadi mimpi buruknya yang kedua di dalam tidurnya.
Akibat tekanan situasi dan pemerkosaan yang di hadapinya, Yuki jatuh sakit. Suhu badannya sempat naik selama dua hari. Rena terus menjaganya di dalam kamar. Berjaga jika Yuki kembali bermimpi buruk, Dia akan siap membangunkannya.
Rena sebenarnya tidak ingin melakukannya. Tapi kerajaan memerintahkan untuk menyajikan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan kesuburan.
Dia mengkhawatirkan kondisi Yuki yang secara mental belum siap untuk mengandung seorang anak. Tapi Dia tidak bisa melawan perintah kerajaan.
Yuki yang mengenali beberapa jenis makanan dan minuman penyubur kandungan, akan langsung membuangnya ke luar kamar. Dia tidak peduli jika Pangeran Riana mengetahui ulahnya. Kerajaan tampaknya sangat menginginkan seorang bayi segera lahir dari rahim Yuki.
Dari Rena, Yuki mengetahui bahwa malam ketika Pangeran Riana memperkosanya. Pangeran Sera datang ke istana Pangeran Riana dan mencoba menerobos masuk ke dalam. Sempat terjadi ketegangan di gerbang istana. Pangeran Sera sangat marah.
Beruntung Bangsawan Voldermont dan Pendeta Serfa datang. Sehingga suasana dapat di atasi dengan baik.
Tampaknya, Pangeran Sera mengetahui apa yang sedang terjadi melalui cermin dewa. Dia berusaha menyelamatkan Yuki, tapi terlambat.
Sementara itu kerajaan Garduete sendiri sangat mendukung penyatuan Yuki dan Pangeran Riana. Mereka berharap, dengan bersatunya Yuki dan Pangeran Riana maka Pangeran Sera akan mengurungkan niatnya untuk menikahi Yuki.
Yuki merapatkan pakaiannya, Dia mengigil kedinginan.
"Putri, Mari masuk ke dalam" ajak Rena lagi yang sembari tadi memperhatikan gerak-gerik Yuki.
Yuki menggelengkan kepala menolak. "Aku baik-baik saja" katanya ringan. Yuki menyandarkan kepalanya di pilar yang berada di dekatnya. Kedua kakinya di angkat menaikki meja. Rena menyodorkan cangkir teh pada Yuki. Yuki menerimanya dan meminum isinya sedikit untuk menghangatkan perutnya.
Rena duduk di samping Yuki. Menunggu dengan setia.
Yuki kembali merenung memikirkan Pangeran Sera. Pangeran Sera sudah mengetahui kejadian yang menimpa Yuki. Hal baik untuknya jika Dia mundur dan kembali ke negaranya. Yuki tidak ingin Pangeran Sera terlibat masalah di karenakannya.
Selama hidup di istana, Yuki mulai menyadari konflik antar kerajaan tidak bisa hanya di selesaikan dengan kata maaf saja.
__ADS_1
Jika Pangeran Sera tetap nekat untuk menikahi Yuki, Di khawatirkan akan memicu masalah yang mengancam keselamatannya. Yuki merasa tidak sepadan dengan apa yang akan di korbankan Pangeran Sera nantinya.
Jika sampai terjadi sesuatu dengan Pangeran Sera, kerajaan Argueda pasti tidak akan tinggal diam. Pertempuran besar antar dua negara akan pecah. Yuki tidak bisa membiarkan adanya korban lagi. Cukup sudah Dia menjadi penyebab terbunuhnya orang-orang saat ini. Jangan lagi Dia menjadi alasan terjadinya sebuah pertempuran antar dua kerajaan besar.
Yuki bertekad untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Rombongan Perdana Menteri Olwrendho dan Para pelayan di kediamannya. Setelah itu, Dia akan mencari cara agar bisa kembali ke dunianya yang dulu.
Yuki tidak mau lagi terlibat dengan urusan kerajaan atau apapun mengenai dunia yang di tinggalinya sekarang.
Ini bukan dunianya.
Di dunia ini Yuki tidak menemukan apapun selain kemalangan dan kehilangan. Jika Yuki tidak teringat akan janjinya kepada kedua orang tuanya, Yuki sudah bunuh diri ketika Pangeran Riana selesai memperkosanya.
Elber pernah mengatakan bahwa itu keperawanan itu tidak penting. Elber sendiri telah kehilangan keperawanannya tepat ketika Dia berumur enam belas tahun.
Yuki tidak sependapat. Baginya kesucian adalah harga dirinya. Dia masih dapat menerima jika Mereka lakukan dengan dasar suka sama suka. Bukan dengan paksaan.
Yuki berjalan menuju aula kecil di istana Raja Bardana. Saat Yuki sedang duduk di kamar bersama dengan Rena, membicarakan kasus yang tengah terjadi. Prajurit kerajaan datang dan menyampaikan Raja Bardana memerintahkan Yuki untuk segera ke istana.
Para pengawal di istana Pangeran Riana tidak berani melarang ketika selesai berdandan Yuki meninggalkan kamar menuju kereta kuda. Rena dengan cekatan menggantikan pakaian Yuki dan mendandaninya dengan anggun.
Yuki sebenarnya tidak peduli dengan penampilannya. Dia tidak peduli akan penilaian Raja Bardana terhadapnya.
Tapi, Rena bersikeras agar Yuki tetap menjaga penampilannya. Dia tidak ingin Yuki kembali mendapat masalah karena telah menyinggung Raja Bardana.
Yuki berjalan dengan pengawalan ketat. Dia melangkahkan kaki dengan malas. Sepanjang perjalanan Yuki lebih memilih asyik memandangi kakinya. Seolah itu adalah hal yang paling menarik untuk saat ini.
Yuki telah sampai di depan pintu aula kecil, tempat Raja Bardana menunggu.
__ADS_1
Setelah penjaga pintu meneriakkan kedatangannya, pintu akhirnya terbuka perlahan.
Yuki melangkahkan kaki memasuki aula dan untuk sesaat Dia tertegun karena bukan Raja Bardana yang sedang menunggunya, melainkan Pangeran Sera.