
Elber memandang Yuki dengan kedua alis bertaut. Dia berpikir keras sampai wajahnya berkerut. Bibirnya terkatup rapat.
Yuki menunggu dengan sabar.
Dia akhirnya tersenyum saat Elber mendesah pasrah. "Kau memang yang terbaik" kata Yuki tidak bisa menyembunyikan kesenangannya.
"Aku menyesal berteman denganmu" Rungkut Elber sambil berjalan melewati Yuki.
Yuki mengekorinya dari belakang. Mereka menuju ruang penyimpanan barang. Di sana ternyata ada Putri Norah dan kelompoknya. Sepertinya Mereka sedang berdiskusi sesuatu.
Mereka memandangi Yuki dari atas ke bawah, menilainya dengan kejam dan kemudian tersenyum puas. Jelas sekali Mereka memandang rendah Yuki.
Elber berusaha keras untuk tidak menghampiri Mereka dan mencakar wajah Mereka. Tangannya gatal sekali.
Dia tidak mempunyai masalah pribadi dengan kelompok Norah atau bukan juga karena Yuki adalah temannya. Dia tidak menyukai Mereka semenjak dulu, Mereka selalu sok berkuasa dan merasa paling segalanya. Tidak hanya menindas Bangsawan Dalto, Mereka sebenarnya juga sering menindas Putri yang Mereka anggap berusaha menyaingi Mereka.
"Kau janji kan ?" Tanya Elber lagi kepada Yuki untuk meyakinkan ketika Mereka tiba di depan lemari penyimpanan barangnya.
Orang tuanya selalu memperingatkan untuk tidak mencari masalah dengan Murid lain terutama anggota kerajaan. Itulah sebabnya Dia bisa menahan diri dengan sikap Norah. Namun sekarang Dia malah terseret dalam masalah wanita milik Pangeran Riana.
"Aku janji" jawab Yuki meyakinkan dengan wajah serius.
Elber membuka lemari pakaian dan mulai mengacak-acak isinya.
Yuki diam menunggu dibelakang dengan sikap waspada. Dia pernah punya pengalaman dirundung sebelumnya. Karenanya, ketika melihat kelompok Norah tadi, Dia yakin mereka juga sering melakukan pembullyan. Jadi Dia mengawasi sekeliling selama Elber mencari barang untuk berjaga-jaga.
Putri Norah sangat membenci Yuki, tapi Dia tidak bodoh.
Dia membenci Yuki karena semenjak ada Yuki, orang-orang meninggalkannya untuk mendekati Yuki.
__ADS_1
Tapi Dia tidak bisa menyentuh Yuki secara langsung, seperti yang biasa Dia lakukan pada Putri lain yang menjengkelkan. Pangeran Riana tidak akan segan mencambuknya jika sampai itu terjadi.
Oleh karena itu, Dia harus memanfaatkan taruhan ini dengan baik. Ini kesempatan yang bagus mempermalukan Yuki. Pangeran Riana juga tidak bisa menghukumnya karena bukan Dia yang mengajak bertaruh. Ada banyak saksi mata.
Yuki sedang menggali lubang kuburnya sendiri.
Yuki berdiri di sudut aman, di belakang panggung yang akan digunakan untuk bertanding menari. Dia sungguh tidak percaya, mulutnya sampai terbuka saking terkejutnya.
Seluruh bangku terisi penuh bahkan sampai ada yang berdiri di tribun penonton. Yuki melihat Yang Mulia Raja Bardana, Pangeran Riana dan Pangeran Sera diantaranya.
"Bukankah ini hanya taruhan biasa ?. Kenapa sampai Raja ikut menonton" Yuki sama sekali tidak habis pikir.
Saat Dia sedang berganti pakaian, utusan Putri Norah datang dan menyampaikan pesan lokasi pertandingan diubah dari kelas menari ke panggung utama. Yuki hanya mengira kelas menari sedang dipakai jadi Mereka tidak bisa menggunakannya. Tapi Dia tidak mengira akan seperti ini jadinya.
Terlalu ramai untuk sebuah pertaruhan kecil.
"Norah memang berniat mempermalukan Mu. Dia tidak bisa menyentuhmu karena posisimu yang jauh lebih tinggi darinya jelas tidak akan menguntungkannya. Tapi jika seperti ini Dia tidak bisa disalahkan karena pertaruhan ini atas persetujuan kalian berdua" jelas Elber di belakangku. Dia sendiri sama sekali tidak menduga Norah akan selicik ini. Jelas Elber tidak berhati-hati kali kali ini. "Habislah Kau kali ini Yuki, Aku sudah memperingatkan Mu sebelumnya, Tapi Kau tidak mau mendengarkanku. Sekarang, Kau tidak bisa mundur lagi"
Wajahnya suram seolah bisa membunuh siapapun yang menyentuhnya.
Yuki meringis kelu. Pangeran Riana sudah pasti mendengar pertaruhan kali ini untuk apa.
Kurang lebih untuk Bangsawan Dalto. Yuki tidak dapat membayangkan apa yang menantinya setelah ini. Sekarang Dia mulai menyesal tidak menuruti nasehat Elber.
"Pangeran Riana sudah mencoba menghentikan pertaruhan ini" ujar Elber seolah dapat membaca pikiran Yuki. Yuki berbalik dan terkejut.
"Tapi Raja tidak mengizinkannya" jelas Elber lagi. "Raja ingin melihatmu menari. Dia ingin tau apakah kemampuanmu menari sama atau jauh lebih baik dari Putri Ransah"
Yuki menahan nafas mendengarnya. Dia harus serius untuk menampilkan pertunjukannya agar tidak mempermalukan Ibunya.
__ADS_1
"Tapi sepertinya bukan hanya Pangeran Riana yang tidak menyetujui pertandingan ini. Coba lihat wajah Pangeran Sera, Aku belum pernah melihat wajah Pangeran seperti itu. Kau beruntung Yuki dua Pangeran dari negara besar menaruh hati padamu" Elber berdecak tidak bisa menyembunyikan rasa irinya.
"Jangan hubungkan hal ini dengannya" hardik Yuki panik. "Jika ada yang mendengarnya Mereka pasti akan salah paham. Bukankah Aku sudah menjelaskan padamu, waktu itu Pangeran Sera menolongku karena melihat Pangeran Riana bersikap kurang baik padaku. Tidak lebih"
Yuki mengkerucutkan bibirnya.
"Tapi Pangeran Sera terlihat peduli sekali denganmu" bantah Elber tidak mau kalah. "Padahal Kau biasa saja, tapi kenapa dua orang Pangeran seperti Mereka bisa tertarik padamu"
Yuki mendengus keras kepada Elber. "Terimakasih pujianmu Putri Elber"
Genderang musik ditabuh nyaring. Para penonton berpaling ke atas panggung dengan wajah tidak sabar. Putri Norah berjalan keluar dari belakang panggung dengan penuh percaya diri. Seluruh murid bersorak menyambutnya. Dia semakin melebarkan senyum. Putri Norah berdandan maksimal. Dia memakai perwarna bibir berwarna merah terang.
Pakaian Putri Norah bisa terbilang berani. Dia memakai pakaian dengan atasan dan bawahan yang terpisah. Yuki tidak akan mau memakai pakaian yang menurutnya seperti pakaian dalam, meskipun di paksa. Lekuk tubuh di bagian dada, punggung dan perut terlihat jelas. Sementara itu Putri Norah mengenakan rok panjang dengan belahan sepuluh sentimeter diatas lutut pada kedua sisinya.
Dagu Putri Norah terangkat ke atas, penuh percaya diri seolah pertandingan ini sudah pasti di menangkan olehnya.
Yuki merapatkan kain yang menutupi tubuhnya. Bersembunyi di balik tirai panggung.
Yuki telah berusaha menemukan pakaian yang pantas di lemari Elber. Tapi hampir semua pakaian Elber sama seperti pakaian yang dikenakan Putri Norah. Setelah begitu lama mempertimbangkan, Yuki memilih pakaian dengan lengan pendek yang sedikit tertutup dibanding yang lain. Tetapi masih tidak menyembunyikan lekuk tubuh Yuki dengan baik. Pakaian itu dikenakan Elber ketika Dia berusia dua belas tahun.
Sementara itu teman-teman Bangsawan Pangeran Riana yang ikut menonton, terutama Bangsawan Voldermont sudah tidak sabar. Voldermont melirik ke arah Riana yang duduk di sampingnya.
Rahang Riana terkatup rapat, matanya tajam menatap ke depan. Tidak ada orang bodoh yang berani menganggunya saat ini kecuali Voldermont. Pangeran Riana selalu bisa memberi toleransi pada sepupunya itu.
"Jangan terlalu tegang, ini hanya pertaruhan biasa yang terjadi diantara gadis-gadis muda" ujar Bangsawan Voldermont membuka obrolan. "Lagipula Mereka hanya menari bukan akan telanjang di depan kita"
Tapi Pangeran Riana tetap diam tanpa merubah ekspresinya. Bangsawan Voldermont membalikan wajahnya tidak bisa berbuat banyak.
Jika terus begini, Riana akan tumbuh banyak uban sebelum usianya empat puluh tahun nanti.
__ADS_1