
Kenangan ketika Yuki bersama dengan Pangeran Sera kembali terbayang di kepala Yuki.
Bagaimana Mereka pertama kali bertemu. Pangeran Sera begitu baik dan hangat. Yuki menyukai mata birunya. Biru laut yang menyenangkan.
Senyumnya yang menawan.
Yuki masih ingat, ketika Pertama kali Dia bertemu dengan Pangeran Sera. Saat itu, Pangeran Sera menghadiri jamuan yang di adakan Pangeran Riana di sekolah. Pangeran Sera langsung mengenali Yuki. Saat itu, Yuki terpesona ketika melihat Pangeran Sera secara langsung.
Juga...ketika Mereka bertemu kembali di gudang peralatan makan. Yuki yang masuk ke dalam ruangan dari jendela, saat harus menghindari kejaran para prajurit kerajaan Garduete utusan Pangeran Riana.
Ketika Pangeran Sera mencium Yuki untuk pertama kali..
Ketika Pangeran Sera membawa Yuki kabur dari istana Pangeran Riana untuk menonton pertunjukan...
Banyak kenangan yang terjadi. Semua kesedihan, kegembiraan, ketakutan, kemarahan yang bercampur aduk dalam hubungan Mereka. Tapi Pangeran Sera tidak pernah berhenti mencintai Yuki. Segala kebaikannya. Segala cintanya.
Pangeran Sera adalah matahari Yuki.
Sejak bertemu dengan Pangeran Sera, Yuki selalu menemukan banyak keberuntungan. Memang di dalam hubungan Mereka juga ada luka dan air mata. Yuki pernah marah dan kecewa dengan Pangeran Sera, sampai Dia memutuskan pergi meninggalkan Pangeran Sera. Tapi ketika Yuki kembali memikirkan semua kenangan saat Mereka bersama. Dia tahu itukah saat paling berbahagia untuknya.
Yuki terus melangkahkan kakinya dengan sedih. Asap di atas langit mulai memudar. Guntur dan kilat bersahut-sahutan di atas langit.
Perlahan....
Titik-titik hujan mulai turun membasahi bumi. Hujan rintik mulai berubah menjadi deras. Yuki berdiri di bawah guyuran hujan dengan tatapan kosong. Membiarkan pakaiannya basah kuyup.
Sendiri...
__ADS_1
Sekarang Yuki sendiri.
Matahari telah meninggalkan Yuki untuk selamanya.
Seperti kehilangan kendali. Yuki tertawa terbahak-bahak di tengah guyuran hujan. Menertawai jalan hidupnya yang menyakitkan.
Ada begitu banyak cara untuk berpisah denganku, tapi kenapa Kau justru memilih kematian ?
Yuki kembali tersuruk di atas tanah. Tertawanya berubah menjadi teriakan yang menyayat hati.
Perasaan Yuki kebas.
Yuki tidak tahu harus bagaimana. Ini adalah mimpi buruk bagi Yuki. Yuki ingat bagaimana gembiranya Pangeran Sera saat mengetahui Yuki akan memiliki empat orang anak. Dia tampak bahagia. Pangeran Sera tidak perduli, apakah Nara adalah anaknya atau bukan.
Asal Yuki bahagia. Dia sudah cukup senang. Pangeran Sera memiliki mimpi untuk bisa membangun sebuah keluarga yang sederhana bersama Yuki. Dia tidak ingin lagi masuk dalam istana. Hidup dan membesarkan keempat anak-anaknya bersama-sama.
Tidak ada yang menyangka, kabar gembira yang di sampaikan para Putri Duyung, justru menjadi surat kematian Pangeran Sera di kemudian hari.
Karena Lekky hanya diam saat Dia mengetahui kesedihan Yuki akibat perubahan sikap Pangeran Sera tempo hari. Lekky sudah tahu jika Pangeran Sera sudah mengetahui masalah yang terjadi. Dia mengetahui rencana Pangeran Sera.
Di ujung jalan....Yuki melihat Pendeta Suci berdiri dengan tubuhnya yang ringkih. Di tengah hujan yang turun dengan deras. Dia mendongak, memandang langit. Dia tidak sendiri. Ada murid-muridnya yang berdiri di belakangnya dengan setia sambil mengetuk sebuah alat dan berdoa hingga menimbulkan denggung suara seperti lebah.
Yuki menghampiri Pendeta Suci.
"Apa Kau sudah mengetahui masalah ini ?" Tanya Yuki kelu ketika Dia sudah berada di dekat Pendeta Suci.
Yuki sudah memikirkannya. Pendeta Suci tidak menekan Pangeran Sera untuk mendatangkan Yuki. Karena Pendeta Suci sudah tahu, bahwa pada akhirnya Pangeran Seralah yang akan berkorban untuk menarik segel suci.
Dia meminta Yuki datang bukan untuk berkorban. Tapi memastikan Yuki tetap selamat sampai Dia melahirkan keempat anak-anaknya untuk melindungi umat manusia selanjutnya. Keempat anak yang di lahirkan seorang Ciel.
__ADS_1
Yuki menjadi benci pada dirinya sendiri.
Dia membenci darah ciel yang di turunkan padanya. Bagi semua orang, memiliki darah Ciel adalah anugerah. Tapi bagi Yuki, ini merupakan sebuah kutukan.
Yuki sudah cukup banyak kehilangan orang yang di sayangi karena darah Ciel yang mengalir di tubuhnya. Sudah cukup banyak nyawa melayang karena Dia.
"Aku hanyalah seorang penjaga untuk dunia ini. Bukan seseorang yang bisa merubah takdir orang lain. Kehidupan dan kematian sudah lebih dulu di tuliskan di tangan Kita, jauh sebelum Kita lahir di dunia ini. Tidak ada yang bisa mencegahnya jika takdir itu datang. Sebagai manusia, Kita hanya perlu menjalaninya sambil beramal baik. Agar kelak Kita memperoleh pengampunan di persidangan setelah Kita mati. Semua orang tahu adanya kematian, hanya Mereka tidak tahu kapan itu akan datang pada Mereka. Sera Madza sudah memenuhi takdirnya dan memperoleh pengampunan dari semua dosa-dosanya. Anakku....jangan sia-siakan pengorbanannya. Yakinlah, suatu saat nanti Kalian akan kembali bersama" kata Pendeta Suci dengan bijaksana.
Yuki mengepalkan kedua tangannya kuat. Dia mengertakan giginya menahan amarah. "Simpan saja semua untuk dirimu sendiri Pendeta" kata Yuki cepat sambil berjalan melewati Pendeta Suci. Dia tidak berpaling dan terus melangkah menjauh.
Tapi belum sampai Yuki berjalan beberapa langkah, Dia merasakan pandangannya mengabur. Yuki pingsan karena beban emosi yang di menekannya.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Bangsawan Voldermont ketika Semua orang masih terdiam. Yuki telah pergi beberapa saat yang lalu. Hujan deras membasahi Mereka semua.
Wajah Yuki sangat mengerikan saat meninggalkan tempatnya. Penuh kehampaan dan kosong. Tidak berjiwa. Bangsawan Voldermont pernah menemukan wajah seperti itu di dalam diri Pangeran Riana, tepatnya ketika Yuki pergi dan menghilang dari kehidupan Riana. Namun saat Yuki kembali. Kesedihan di dalam diri Riana menghilang dan Dia kembali menjadi dirinya yang biasa.
Pendeta Serfa berdiri diam. Di pipinya masih terlihat warna merah bekas tamparan Yuki. Sementara Pangeran Riana menatap Pendeta Serfa tajam. Jelas, semua orang memahami tatapan Pangeran Riana itu bukanlah sesuatu yang baik.
"Sera berada di dalam kubah ?. Bukannya Dia seharusnya tahu bahwa siapapun yang berada di dalam sana tidak akan memiliki banyak kesempatan untuk hidup. Sebelum perang, semua orang sudah di beritahu batasan yang tidak boleh di lewati agar terhindar dari kekuatan suci yang di lepaskan" kata Bangsawan Asry membuka pembicaraan.
"Yuki mengatakan bahwa seharusnya Dia yang menarik segel suci dan mati. Bukan Sera. Katakan apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Pangeran Riana tajam.
"Iblis itu dapat dikalahkan dengan membangkitkan kekuatan suci yang ada pada pohon suci. Dalam pertempuran ini, hanya Anda, Pangeran Sera dan Putri Yuki yang dapat membuka segel itu. Hal ini di karenakan, ada darah Putri Yuki di dalam tubuh Iblis Balgira. Dan Anda juga Pangeran Sera terikat kuat dengan Putri Yuki" jelas Serfa setelah terdiam beberapa saat.
"Lalu..." Kata Pangeran Riana lagi. Semua orang tahu masalah segel suci. Tapi yang tidak Mereka tahu masih ada lagi cerita yang tidak di ceritakan pada Mereka.
"Siapapun yang menarik segel suci, tidak akan selamat dan akan ikut hancur bersama Iblis Balgira. Dia tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dari dasyatnya kekuatan suci yang di lepaskan. Seperti yang Pangeran lihat di dalam sana"
__ADS_1