
Sementara yang lain, tidak di ketahui nasibnya sampai sekarang.
Beberapa yang lain, di serang di tempat dan di temukan dalam kondisi mengenaskan. Banyak orang tua yang pada akhirnya menjemput anaknya pulang ke negaranya. Yang masih tersisa, di jaga dengan keamanan penuh.
Pangeran Sera kembali memasuki ibu kota. Mengetahui hal itu Pangeran Riana langsung memblokir akses Yuki dengan dunia luar. Dia tidak diizinkan bertemu siapapun tanpa izin Pangeran Riana dan hanya boleh berada di dalam kamar sepanjang waktu.
Beruntung, Rena ada bersamanya. Rena yang memberikan informasi mengenai keadaan di luar selama Yuki dalam pengasingannya.
Yuki sama sekali tidak mengerti, kenapa Pangeran Sera begitu ngotot menempuh resiko untuk membawanya pergi. Kerajaan Garduete tidak akan menyerahkan Yuki dengan mudah, Mereka akan kehilangan muka jika membiarkan hal itu terjadi.
Seorang wanita yang telah di angkat sebagai wanita Pangeran Penerus tahtah kerajaan di rebut oleh laki-laki lain.
Tentu saja harga diri Mereka di pertaruhkan dalam hal ini. Yuki bisa memahami mengapa Raja Bardana memperingatinya sewaktu sidang istana.
Kepala Yuki bisa pecah karena memikirkan masalah ini.
Namun, ada sedikit kabar baik yang di berikan Rena yang membuat Yuki lega. Bangsawan Dalto telah pulih pasca tenggelam beberapa waktu yang lalu. Dia kembali ke kediamannya bersama bibinya.
Meskipun kondisi sekolah sedang tidak aman, Tapi Bangsawan Dalto tidak terpengaruh. Dia biasa melewati situasi mencekam seperti ini setiap hari.
Penculikan dan pembunuhan masih terus berlanjut. Setiap hari, Pangeran Riana menerima laporan kematian dan kehilangan tanpa ada titik terang. Semua tenaga di kerahkan, tapi belum juga menemukan hasil.
Yuki duduk di cendela, dan melamun. Dia sedang memikirkan setiap kejadian yang terjadi akhir-akhir ini ketika Para Penjaga mengumumkan kedatangan Pangeran Riana.
Yuki langsung berdiri tepat ketika pintu kamar terbuka. Pangeran Riana masuk ke dalam kamar. Membuat Yuki gugup. Semenjak penyerangan terakhir yang di lakukan Pangeran Riana, Mereka nyaris tidak bertemu. Yuki sengaja menghindari Pangeran Riana, Dia biasanya akan berpura-pura tidur lebih cepat agar Pangeran Riana tidak menganggunya.
Pangeran Riana datang ketika hari sudah larut malam. Dia sangat lelah. Tapi Dia harus berbicara dengan Yuki hari ini. Dia sebenarnya datang setiap hari ke kamar ketika gadis itu sedang tidur. Hanya untuk memastikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa Yuki aman. Dia juga tahu gadis itu sering berpura-pura tidur ketika Dia datang. Jelas Yuki menghindarinya.
Yuki mencengkram kerah bajunya. Dia takut Pangeran Riana akan menyerangnya kembali. Suasana hatinya sedang tidak bagus ketika memasuki kamar. Yuki harus hati-hati agar tidak memicu kemarahannya.
__ADS_1
Pangeran Riana duduk di kursi tengah, tak jauh dari Yuki berada. Beberapa pelayan mengantarkan makanan dan anggur. Meletakkan dengan sopan di atas meja, kemudian pergi meninggalkan Yuki dan Pangeran Riana berdua di dalam kamar.
Yuki menahan keinginanya untuk kabur dari ruangan ini dan bertahan di tempatnya. Dua kali Pangeran Riana berusaha menyerangnya dan dua kali pula Dia di selamatkan panggilan kerajaan. Tapi Yuki tahu, Dia tidak bisa selalu beruntung seperti itu.
Mereka hanya diam sampai Pangeran Risns membuka obrolan. "Kau sudah mendengar Sera kembali ke ibukota bukan ?" Tanya Pangeran Riana sembari melihat reaksi Yuki. Menilai dengan matanya yang tajam. "Dia beralasan memantau keselamatan orang-orangnya sampai Mereka kembali dengan selamat ke Argueda. Tapi, Kau pasti tahu alasan sebenarnya kenapa Dia kembali bukan ?"
Yuki diam sejenak, memikirkan dengan baik apa yang akan di ucapkan. Dia tidak ingin salah uvap yang berakibat fatal kemudian.
"Aku bertahan tinggal di dunia ini semata karena Ayahku saja. Aku tidak ingin status apapun dari kerajaan, darimu atau Pangeran Sera. Aku tidak peduli itu semua. Tapi Aku tidak mengerti kenapa Kalian terus meributkan hal itu seolah semua itu penting untukku"
Yuki menarik nafas panjang. Dia merasa lelah dan frustasi.
"Menjadi wanitaku adalah takdirmu" kata Pangeran Riana tegas tanpa keinginan untuk di bantah.
"Apakah calon ratumu tidak marah ?" Tanya Yuki berusaha mengalihkan pembicaraan. "Kau bukan hanya mengangkat statusku menjadi kekasihmu, tapi Kau juga membiarkanku tinggal di istanamu bahkan di kamarmu. Apakah Kau tidak memikirkan perasaan calon ratumu ?. Bukankah tugasmu membuat calon mencintaimu agar negeri menjadi aman di bawah kekuasaanmu kelak"
"Kau begitu peduli dengan hubunganku dengannya. Kenapa ?. Apa Kau cemburu ?"
"Jika kondisi sudah stabil nanti, Aku akan memperkenalkanmu padanya. Kau tenang saja, saat Kau menjadi istriku. Aku pastikan tidak akan ada yang menggoyahkan kedudukan nanti"
Istri ?!
Yuki terkejut ketika menyadari keinginan Pangeran Riana yang ingin menikahinya. Rupanya Pangeran Riana berencana tidak hanya menjadikan Yuki sebagai kekasihnya. Tapi Dia juga akan menjadikan Yuki istrinya. Posisi yang sangat diinginkan wanita manapun. Menjadi wanita yang memiliki kekuasaan langsung di bawah Ratu.
Yuki menghela nafas. Kepalanya terssa pening saat memikirkan semuanya.
"Aku tidak sudi berbagi suami dengan wanita manapun. Di duniaku sana, Aku hanya mengenal satu suami untuk satu istri" ucap Yuki asal.
Pangeran Riana memandang Yuki lurus. Kemudian ucapan selanjutnya membuat Yuki nyaris terjatuh karena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. "Kalau itu maumu, maka jadilah Kau satu-satunya wanita yang akan mendampingiku nanti. Saat kita menikah, kupastikan hanya Kau wanita yang dikenal sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku"
__ADS_1
Yuki berdiri dengan gugup. Mengalihkan pandangannya dari Pangeran Riana. "Rayuan yang bagus Pangeran, darimana Pangeran mempelajari hal itu" tanya Yuki tertahan.
"Rayuan atau tidak Kau bisa membuktikan sendiri nanti"
"Berhentilah bercanda" ucap Yuki gusar ketika melihat keseriusan Pangeran Riana. "Bagaimana jika calon ratumu mendengar ?. Aku tidak mau di sangka sebagai perusak hubungan orang !"
Pangeran Riana tiba-tiba berdiri dan menghampiri Yuki. Yuki mundur dengan panik tidak menyangka Pangeran Riana akan berada sedekat itu dengannya.
Tanpa tendeng alibg-aling Dia mencium leher Yuki. Memberikan tanda merah di sana. Yuki berusaha menolak, ketika Pangeran meraba tubuhnya. "Tidak...Jangan Pangeran"
"Sshhh" Pangeran mendesis marah.
"Aku sedang halangan, Kau tidak boleh melakukannya" kata Yuki berbohong.
Alih-alih melepaskan Yuki. Pangeran Riana justru mengangkat tubuh Yuki dalam gendongannya. Dia membopong Yuki dengan mudah.
"Pangeran" Panggil Yuki panik.
Pangeran Riana membawa Yuki ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sana.
Yuki sangat ketakutan. Dia beringsut menjauh tapi Pangeran Riana kembali menariknya mendekat dan memeluknya erat. Yuki diam membatu.
"Aku tahu Kau berbohong, jadi jangan memberontak dan jadilah gadis baik. Atau Aku akan berubah pikiran"
Yuki mengkeret ketakutan mendengar ancaman Pangeran Riana.
Pangeran Riana tertidur dengan tangan memeluk Yuki kuat. Yuki nyaris tidak berani bergerak, takut membangunkan Pangeran Riana. Dia khawatir jika Pangeran Riana bangun, Dia akan berubah pikiran dan menyerang Yuki.
"Siapa Kau ?" Terdengar teriakan penuh amarah membuat Yuki tersadar. Saat mengerjap Dia mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang penuh barang mewah tapi terkesan norak. Jelas ini bukan kamar Pangeran Riana. Apa yang terjadi ?.
__ADS_1