Morning Dew

Morning Dew
334


__ADS_3

Wajah rombongan pembawa Peti Mati Pangeran Sera menunjukan duka yang mendalam. Bangsawan Voldermont dan Bangsawan Xasfir menunggu dengan diam. Sibuk pada pikiran masing-masing. Tidak ada yang bergerak. Tanpa sadar Mereka berdiri dan memberi penghormatan kepada Pangeran Sera.


 


Semua orang menyadari. Argueda sedang berduka. Karena itu Mereka tidak berani untuk menekan Argueda mengenai Yuki. Mereka sedang sensitif. Tidak bisa menerima masukan sekecil apapun.


 


Setelah rombongan Pangeran Sera pergi, Bangsawan Voldermont meneguk botol anggurnya dan kemudian berkata. "Riana belum sempat menjelaskan rencananya. Tapi Dia telah memintaku secara pribadi, setelah semua ini Aku bersedia untuk mendukung langkahnya" Bangsawan Voldermont terdiam beberapa saat. "Hey Xasfir, boleh Aku bertanya satu hal yang agak pribadi ?"


"Apa ?"


"Kau baik-baik saja ?" Tanya Bangsawan Voldermont berhati-hati.


"Soal apa ?"


"Marsha.." jawab Bangsawan Voldermont seolah nama itu tidak ada artinya untuk Mereka berdua.


"Kenapa Kau menanyakannya ?" Tanya Bangsawan Xasfir balik.


Bangsawan Voldermont mengangkat bahunya. 


Putri Marsha telah di gantung ketika Mereka berangkat menuju rumah Lekky Darmount. Yang mengejutkan, selama proses persidangan. Pangeran Riana sendiri yang memimpin dan menjatuhkan hukuman terhadap wanita yang selama lima tahun ini setia mendampinginya.


Pangeran Riana dengan dinginnya, membiarkan Putri Marsha mati begitu saja. Tanpa ampunan fan tanpa konspensasi. 


 


 


Semenjak dulu Pangeran Riana selalu bersikap acuh terhadap wanita-wanita miliknya. Sepanjang Bangsawan Voldermont mengenal Pangeran Riana. Hanya satu wanita yang diketahuinya mampu membuat Pangeran Riana sering keluar dari kendali dirinya sendiri. Pangeran Riana sangat perduli dengan wanita itu. Banyak hal yang dapat dilakukan Pangeran Riana demi membuat wanita itu tetap berada di sisinya. Dia tidak akan segan mengurung wanita itu agar Pangeran Riana tetap dapat memilikinya dan menemuinya kapanku Pangeran Riana menginginkan.


 


Dua hal yang membuat orang bergunjing di belakang. Mereka sama sekali tidak menduga. Pertama, Pangeran Riana yang mempunyai prinsip hidup kuat. Mampu untuk memaksa wanita yang telah menikah untuk berhubungan badan dengannya, sampai mengandung anaknya. Dan yang kedua, Dia mampu dengan dinginnya membunuh seorang wanita yang mencintainya dan mendampinginya selama ini. 


 


Bangsawan Voldermont dan beberapa keluarga istana nyaris tidak menyukai Putri Marsha. Dia memang cantik. Tapi sayangnya, Dia hanya memiliki kecantikan di fisiknya saja. Kejam. Itu adalah gambaran dirinya yang sebenarnya.


Dia begitu terobsebsi dengan Pangeran Riana. Pernah, Putri Marsha menghukum dan merusak seorang wanita yang berparas cantik. Hanya karena tanpa sengaja Dia bertatapan mata dengan Pangeran Riana saat sedang bertugas menyiapkan makan malam. Sayangnya, meskipun sudah banyak hal yang di lakukan Putri Marsha untuk menarik perhatian Pangeran Riana. Pangeran Riana tidak pernah berpaling padanya.

__ADS_1


Hal itu membuatnya semakin membenci Yuki. Beberapa kali Putri Marsha telah menyuruh pembunuh bayaran untuk mencelakai Yuki. Untungnya ada Lekky yang selalu melindungi Yuki.


 


 


Sebenarnya, bukan hanya Putri Marsha yang menginginkan kematian Yuki. Ada banyak orang yang memiliki kepentingan sendiri untuk mencelakai Yuki. Selain Bangsawan Voldermont dan Lekky, ternyata Pangeran Riana juga mengutus prajurit yang di latihnya sendiri secara khusus, untuk menjaga Yuki diam-diam. Dia melakukannya bahkan jauh sebelum penyamaran Yuki terbuka.


 


Apakah sebenarnya Pangeran Riana sudah tau bahwa Alnaira, gadis yang menyamar dengan mengenakan cadar adalah Yuki ?.


 


Pangeran Sera pernah terlibat suatu insiden dengan Lekky. Ketika Dia berpapasan dengan Alnaira di tangga, Dia mendekati Alnaira dan berusaha untuk melepaskan cadar yang di pakai Alnaira. Seperti Pangeran Sera mengenali Yuki meski Dia sudah nenyamar dengan baik. 


 


Sama seperti Pangeran Sera yang langsung mengenali Yuki. Pangeran Riana langsung mengetahui Yuki, ketika Mereka untuk pertama kalinya bertemu kembali.


 


Andaikan Yuki tahu sudah berapa banyak nyawa melayang di belakangnya, semenjak Dia kembali muncul di depan Semua orang.


 


"Aku turut menyesal atas apa yang terjadi dengannya" kata Bangsawan Voldermont tulus. 


"Aku sudah berulang kali memperingatkan Marsha untuk tidak berharap terlalu jauh pada Riana. Tapi Marsha tidak mau mendengarkan. Dia merasa punya potensi dan percaya pada dirinya sendiri. Marsha bersikeras Dia mampu menaklukan hati Riana" Bangsawan Xasfir menatap dengan pandangan lelah ke depan. "Tadinya, Aku lega saat Dia memutuskan untuk mundur dan menikah dengan orang lain. Tapi ketika Dia mendengar Riana telah menemukan calon ratunya dan menemukan kebersamaan Riana dan Yuki. Aku menemukan, Dia bukan lagi wanita yang selama ini Kukenal"


"Aku dengar kasus kematian suaminya kembali di selidiiki. Karena ada dugaan Dia telah meracuni suaminya sampai meninggal dunia"


"Sudah dibuktikan. Dia memang membunuh suaminya segera setelah Dia menemukan hubungan Riana dan Yuki. Setelah suaminya meninggal dunia. Dia kembali ke Garduete dan mendekati Riana. Marsha rupanya masih tidak mau menyerah dan menyadari bahwa Riana tidak pernah mencintainya"


 


"Aku merasa beruntung Kau tidak menikahinya. Jika tidak Aku mungkin saat ini melihatmu di dalam peti mati. Kau boleh marah, tapi Aku mengatakan ini dengan tulus sebagai sahabatku" kata Bangsawan Voldermont membuat Bangsawan Xasfir tersenyum.


 


Tiba-tiba Bangsawan Xasfir menegang. Bangsawan Voldermont langsung mengikuti arah pandang Bangsawan Xasfir dan menemukan Yuki sudah bangun. Dia mulai terlibat pertengkaran dengan Pangeran Riana di dalam kamar.

__ADS_1


 


 


 


"Lepaskan Aku.." teriak Yuki keras sambil memberontak kuat untuk melepaskan cekalan Pangeran Riana. Pangeran Riana menahan Yuki kuat. Menahan Yuki di atas tempat tidur. Menolak untuk menuruti keinginan Yuki.


"Biarkan Aku pergi...Lepaskan Aku..." Kata Yuki kesal. "Aku harus melihatnya.."


"Kau tidak bisa melihatnya sekarang. Apa Kau tidak mengerti bahaya yang terjadi jika Kau pergi sekarang ?" Kata Pangeran Riana keras.


"Aku tidak perduli. Lepaskan Aku" Yuki melawan dengan kuat. Tapi Pangeran juga bukan orang yang mudah di hadapi. Dia terus mencekal Yuki dan menahannya dengan kuat di tempatnya.


 


 


Yuki tidak bisa mengingat jelas apa yang terjadi. Dia hanya ingat berjalan pergi meninggalkan Pendeta Suci sambil membawa kemarahan di dalam dirinya. Saat membuka mata, Dia justru mendapati dirinya di atas tempat tidur dan ada Pangeran Riana di samping Yuki.


 


Kembali wajah Pangeran Sera di saat terakhir hidupnya terbayang di mata Yuki. Bagaimana Pangeran Sera berdiri dengan tenang. Menatap Yuki penuh cinta. Ada keikhlasan saat Dia berdiri dengan tenang di menunggu kematiannya. Yuki melihat itu semua dari atas pundak Panglima Perang Gererou. Air mata membasahi wajah Yuki.


 


Dia sangat sedih dan terluka. 


 


Yuki masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Pagi tadi, Dia masih makan pagi bersama dengan Pangeran Sera. Bahkan semalam Mereka masih bercinta dengan hangat di atas ranjang. 


 


Yuki tidak pernah berpikir Pangeran Sera akan pergi begitu saja dari hidupnya. 


Ada banyak cara untuk membalas apa yang di perbuat Yuki pada Pangeran Sera. Tapi kenapa Pangeran Sera justru memilih kematian. 


 


Kebahagiaan yang di rasakan Yuki. Datang dan pergi begitu cepat. Membuat Yuki merasa sesak dan semakin merana. Yuki tidak berdaya. Membayangkan hari tanpa Pangeran Sera. Seperti bumi yang kehilangan mataharinya. Hancur tak berdaya. Dunia Yuki gelap seketika.

__ADS_1


 


__ADS_2