Morning Dew

Morning Dew
297


__ADS_3

Yuki membuka mulut hendak memprotes. Tapi Pangeran Riana menahan Yuki dengan menggengam erat pergelangan tangan Yuki.


"Baik Ayah, sekarang Kami pamit pergi dulu" 


 


 


Dua orang prajurit membuka pintu kereta. Yuki masuk lebih dulu. Di susul Pangeran Riana di belakangnya.


Pangeran Riana duduk di samping Yuki dan langsung menarik tangan Yuki dalam jangkauannya. Seolah Dia takut Yuki bisa menghilang sewaktu-waktu darinya.


 


 


Malam ini adalah malam yang penting untuk Putri Marsha. Kerajaan Garduete menjatuhi hukuman mati untuknya dan membuang status bangsawan pada seluruh keluarganya. Mereka di usir jauh dari negerinya dan jika berani menginjakkan kaki kembali ke Garduete, Mereka akan di bunuh.


 


Untuk menghormati Bangsawan Xasfir, Pangeran Riana memutuskan untuk tidak datang saat Marsha akan di gantung. Sesampainya di istana Pangeran, Pangeran Riana langsung membawa Yuki kembali ke dalam kamar. Dia sendiri kemudian mempersiapkan segala keperluan yang akan Mereka gunakan untuk pergi besok. Bangsawan Asry, Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Voldermont akan menginap di istana Pangeran Riana. Coracal milik Lekky telah tiba kemarin pagi.


Yuki merasa sangat bersimpati pada Bangsawan Xasfir. Dia pernah menyukai Putri Marsha dan Putri Marsha adalah sahabatnya semenjak Mereka kecil. Sekarang Dia harus menyaksikan Putri Marsha di hukum gantung tanpa ada kesempatannya untuk membantu Putri Marsha.


Bahkan Bangsawan Xasfir masih setia bertahan dalam menjalankan tugas negaranya.


 


Putri Marsha telah melewatkan satu kesempatan baik dalam hidupnya. Jika saja waktu itu Dia mau menyerah mengejar cinta Pangeran Riana dan ambisinya menjadi Ratu Garduete. Jika Putri Marsha menerima cinta Bangsawan Xasfir. Tentu nasibnya tidak akan setragis sekarang.


Tapi nasi sudah menjadi bubur.


 


 


 

__ADS_1


Yuki terbangun saat merasa ada seseorang yang sedang memijit kakinya. Ketika Dia membuka mata. Yuki terkejut dan langsung menarik kakinya saat mengetahui Pangeran Riana sedang duduk di kursi di depannya. Dan sedang memijat kaki Yuki saat Yuki bangun.


Yuki melihat ke sekeliling. Hari masih larut malam dan Dia tertidur di sofa saat membaca buku. Yuki tidak tahu kapan Pangeran Riana kembali ke kamarnya. Dia sangat nyenyak hingga tidak mendengar apapun.


 


"Besok Kita akan melalui perjalanan jauh. Setidaknya otot kakimu harus di buat rileks terlebih dahulu agar tidak mengalami kram" kata Pangeran Riana perlahan.


"Terimakasih" kata Yuki tertahan.


Pangeran Riana berdiri dari duduknya dan menyambar pedang di atas meja. Dia akan memoles pedangnya sendiri sebelum tidur.


"Di atas meja ada makanan. Makanlah jika Kau lapar" Kata Pangeran Riana lagi acuh. 


 


 


Pagi-pagi sekali Yuki sudah bangun dan mandi. Dia mengeringkan tubuhnya. Memakai handuk kering dan kemudian berganti pakaian dengan pakaian dari kain biasa. Melepaskan semua atribut Putri Kerajaan dari tubuh Yuki.


 


Pangeran Riana telah siap. Tanpa rasa canggung Dia mengandeng tangan Yuki saat berjalan pergi menuju halaman belakang. Teman-teman Bangsawannya sudah menunggu Di sana dalam keadaan siap.


 


 


Dua buah coracal diikat tidak jauh dari Raldoft. Bangsawan Voldermont menguap lebar. Tampak mengantuk. Sementara itu, Bangsawan Xasfir berdiri di sudut bangunan tempat Raldoft di tempatkan selama ini. Tampak diam. Mematung dengan tatapan kosong.


Wajah Bangsawan Xasfir tampak sedih. Saat matahari terbit nanti, Putri Marsha akan di hukum mati.


Yuki berusaha mengalihkan pikirannya untuk fokus pada perjalanan yang akan Mereka lakukan. Dia tidak mau masalah Putri Marsha mengacaukan konsentrasinya. Yuki baru saja menyampirkan tas nya ke atas punggung Coracal ketika Pangeran Riana menghampiri Yuki dan menyambar tas milik Yuki.


Pangeran Riana mengabaikan protes Yuki. Berjalan mendekati Bangsawan Xasfir yang masih terdiam di tempatnya. "Apa Kau yakin bisa melakukan perjalanan ini ?" Tanya Pangeran Riana sembari menepuk bahu Bangsawan Xasfir.


"Tentu saja. Ayo Kita pergi" jawab Bangsawan Xasfir dengan tegar. Pangeran Riana kembali menepuk bahu Bangsawan Xasfir untuk menguatkannya. Kemudian berpaling dan melihat Yuki yang masih diam di dekat coracal.

__ADS_1


Yuki menyadari beberapa saat kemudian, Pangeran Riana sedang menunggu Yuki untuk mendekatinya. Yuki tidak ingin berdebat. Dia juga tidak mau lebih lama berada di Ibukota saat Putri Marsha di hukum. Meskipun perlakuan Putri Marsha sangat buruk pada Yuki, tapi Yuki tidak senang dengan nasib buruk yang menimpa Putri Marsha.


 


Jadi alangkah lebih baik Yuki sudah tidak ada di ibukota saat Putri Marsha di hukum. Agar Yuki tidak terlalu merasa bersalah padanya.


 


Yuki menghampiri Pangeran Riana. Tanpa membuang waktu Pangeran Riana mengangkat Yuki untuk duduk di atas punggung Raldoft. Kemudian Dia sendiri naik di belakang Yuki. Bangsawan Xasfir naik ke atas Coracal seorang diri. Sementara Bangsawan Voldermont dan Bangsawan Asry naik berdua di coracal yang lainnya.


Setelah Mereka semua siap. Pangeran Riana memimpin keberangkatan. Mereka melesat ke atas langit yang masih gelap. Menembus angin dingin yang berhembus. Yuki menggigil. Merapatkan mantel yang di kenakannya. Dari belakang, Pangeran Riana memeluk Yuki hangat.


 


Perjalanan yang Mereka lalui cukup panjang dan melelahkan. Mereka melalui delapan jam perjalanan melalui udara tanpa berhenti. Sebentar lagi matahari akan tepat berada di atas kepala. Yuki mengusap keringat yang mengalir di kening. Hawanya cukup gerah. Jika melihat kondisi yang sekarang, besar kemungkinan hujan deras akan turun.


 


"Di sana ?" Kata Yuki sambil menunjuk sebuah bangunan berlantai tiga yang berdiri di kaki gunung pribadi milik keluarga Darmount. Rumah itu berdiri sendiri di antara ladang milik warga. Terpencil dari sekitarnya. Di belakang bangunannya terdapat hutan yang cukup luas. Lekky sengaja membangun rumah sendiri di sana setelah Dia menikah. Dia lebih senang menghabiskan waktunya di rumah miliknya. Di rumah itu juga selama lima tahun ini Yuki tinggal dan bersembunyi dari Argueda.


 


Pangeran Riana mengendalikan Raldoft agar turun mengikuti arah yang di tunjuk Yuki. Yuki langsung berpegangan erat saat Raldoft menukik ke bawah. Bangsawan Voldermont dan Bangsawan Xasfir mengikuti dari belakang.


 


Perlahan pepohonan semakin jelas. Yuki kembali menunjuk dengan tepat rumah milik Lekky dengan sikap tak sabar. 


Lekky berhasil menyamar dengan baik. Tidak ada yang menyangka salah satu keluarga Darmount membuat rumah di luar pagar pembatas wilayah Mereka, dan hidup berbaur dengan Mereka. Selama ini Mereka belum pernah melihat Keluarga Darmount. Siapapun yang tanpa izin dan memaksa masuk ke dalam pagar pembatas, apalagi dengan tujuan yang tidak baik. Mereka tidak akan kembali, dan hanya pulang tinggal nama.


 


Di rumah itu, Yuki menyembunyikan identitas aslinya dengan menyamar sebagai Alnaira. Dia senang bergaul dengan Masyarakat sekitar dan belajar bercocok tanam. Menanam sayur-sayuran di ladang. Jika Dia tidak sedang mengikuti Lekky atau belajar pengobatan.


Yuki memanfaatkan halaman luas di belakang rumah untuk membuat sendiri kebun keluarga dan menanam sayur-sayuran di belakangnya. 


 

__ADS_1


__ADS_2