Morning Dew

Morning Dew
169 Morning Dew Series Season 2 : Win Direction End


__ADS_3

Tunggu Aku kembali...Aku akan kembali dengan sebuah jawaban...


 


Yuki terus melangkahkan kaki masuk lebih dalam ke pintu penghubung. Mengabaikan rasa mual yang menderanya. Sebuah tekanan besar menghempaskan tubuh Yuki dengan kuat. Dia meluncur jatuh dengan kecepatan tinggi. Seolah jatuh di atas timbunan Jelly yang besar dan tidak berujung. Membuat kepalanya terasa pusing dan berat. Perlahan kesadaran Yuki menghilang. 


 


 


Pangeran Sera duduk di kursinya. Dia baru saja melihat Yuki kembali ke dunianya melalui cermin Dewa, ketika terdengar suara ketukan dari arah luar kamarnya. 


"Pangeran sudah waktunya" ujar Pendeta Naru dari luar kamar.


Pangeran Sera berdiri dengan tenang. Merapikan lipatan pakaiannya dan kemudian melangkah keluar kamar. Pendeta Naru mengikuti dengan setia di belakang Pangeran Sera.


Mereka menuju bangunan setengah melingkar yang biasanya di gunakan untuk mengesekusi tahanan. Ratu Warda sudah berada di sana bersama dengan Putri Magitha.Pangeran Arana berdiri diam di tempatnya. Tidak mengatakan apapun. Mereka semua telah mengikuti persidangan kerajaan dan keputusan telah di ambil. 


Sementara itu Putri Alena berada di tengah ruangan. Dia telah mengakui kesalahannya. Putri Alena hanya diam membisu, Dia tidak memohon ampun atau meminta belas kasihan atas hukuman yang akan di terimanya.


Perdana Menteri Borindo dengan dinginnya, menolak untuk membantu Putri Alena terbebas dari hukumannya. Bahkan Dia mengatakan kepada kedua orang tua Putri Alena yang menangis saat datang menghadapnya, untuk meminta pertolongan, bahwa kematian satu Putri di keluarganya lebih baik di lakukan untuk menebus nyawa keluarganya yang lain.


"Pangeran...Aku mohon berikan kesempatan untuk Putri Alena" pinta Putri Nadira memohon ketika Dia melihat Pangeran Sera memasuki ruangan. "Dia tidak bermaksud menyakiti Putri Yuki. Aku mohon Pangeran.." Tapi Putri Nadira segera di dorong mundur oleh Prajurit yang menjaga.


Pangeran Sera duduk di tempatnya setelah memberi salam pada Ratu Warda. Seorang hakim kerajaan membacakan keputusannya yang telah di tulis dalam gulungan kertas dengan lantang.


"Putri Alena telah mengakui dan terbukti bersalah telah meracuni Putri Yuki dan melakukan penyerangan terhadap Putri Yuki, yang merupakan wanita Pangeran Sera. Karenanya, kerajaan menjatuhi hukuman mati kepada Putri Alena atas kesalahan yang di perbuatnya. Namun, dengan menimbang kerjasama yang di lakukan Putri Alena selama pengadilan berlangsung, Kerajaan akan memberikan ampunan kepada keluarganya. Dengan syarat Mereka harus meninggalkan negeri ini untuk selamanya, dalam waktu dua minggu. Jika di kemudian hari Mereka masih berada di dalam Negeri, Maka kerajaan akan menjatuhi hukuman mati kepada Mereka dengan dasar membangkang terhadap keputusan kerajaan"


Terdengar isak tangis Putri Nadira ketika mendengar keputusan yang di bacakan hakim kerajaan.


Pangeran Sera mengambil stempel miliknya. Tanpa keraguan Dia menekan stempel mililnya di atas kertas keputusan pengadilan kerajaan milik Putri Alena.


"Pangeran...bisakah Pangeran sedikit mempunyai hati. Wanita yang ada di depanmu adalah wanita yang tulus mencintaimu. Dia memang telah melakukan perbuatan yang tercela, tapi semua itu di lakukannya karena inginkan perhatianmu" pinta Putri Nadira nyaring.

__ADS_1


"Nadira hentikan, Ibu Ratu, Pangeran Sera Maafkan kelancangan Putri Nadira" pinta sahabat Putri Nadira yang lain. Yang menemani Putri Nadira sejak awal persidangan.


"Dia sudah melakukan kejahatan besar dengan menyentuh wanitaku. Meskipun Aku berterimakasih atas perasaannya padaku. Dan Aku menghormatinya, Tapi bukan artinya Dia bisa berbuat sesuka hati kepada wanitaku" Kata Pangeran Sera tenang.


"Pangeran Sera, bisakah Aku bertanya padamu ?" Bisik Putri Alena lirih.


"Ya..."


"Meskipun Aku telah menunjukan semua rasa cintaku. Apa tidak ada sedikitpun perasaanmu padaku ?"


Pangeran Sera menatap lurus ke arah Putri Alena. Wajahnya datar dan tenang. 


"Tidak" Kata Pangeran Sera tanpa berpikir panjang. Putri Alena tertegun ketika mendengarnya. Hatinya seperti remuk dalam sekejap.


Dia menundukkan kepala, tersenyum menyadari kekalahannya. Putri Alena bahkan tidak tahu bagaimana Dia tidak menangis saat ini. Kesedihan dan kekecewaan menyatu dalam dirinya. Jawaban Pangeran Sera, merupakan kejujuran yang tidak terbantahkan. Tapi meskipun begitu, Pangeran Sera seharusnya bisa berbohong padanya untuk terakhir kali. 


Hanya untuk yang terakhir kali saja...


Dia pernah mendengar, Pangeran Riana dari Garduete terkenal karena sifat dingin dan acuhnya terhadap wanita. Namun itu lebih baik, wanita tidak akan terlalu berharap padanya. Pangeran Sera terlihat lembut di permukaan, kelembutannya membuat siapapun bisa jatuh cinta dengan mudah padanya. Tapi nyatanya Dia jauh lebih kejam dan tidak berperasaan terhadap wanita.


Putri Alena sadar, Dia telah mencintai seorang Pria tanpa hati.


Seperti boneka tanpa jiwa. Tidak memiliki perasaan.


Putri Alena tidak mengatakan apapun lagi. Dia berjalan pergi dikawal oleh para prajurit untuk menjalani hukumannya. Meninggalkan tangisan dari Putri Nadira di belakang.


Pangeran Sera menyaksikan kepergian Putri Alena dengan tenang.


 


*************Morning Dew Season 2**********


************Win Direction -End-***************

__ADS_1


 


Karena sebuah mimpi yang aneh, Yuki memutuskan untuk kembali ke dunia asalnya. Walaupun Dia tahu resikonya adalah tidak akan bisa kembali lagi ke dunianya yang sekarang.


Namun, saat Yuki kembali. Dia menemukan kenyataan, adanya seorang wanita cantik yang jauh lebih dewasa dan matang, berada di sisi Pangeran Riana.


Perasaan kecewa yang menyelimuti Yuki,  membawanya pergi meninggalkan istana Pangeran Riana. Ketika perlariaannya itu, Dia bertemu dengan Para Prajurit kerajaan Argueda yang sedang menjalankan misi rahasia. Yuki akhirnya pergi ke negeri Argueda dan bertemu kembali dengan Pangeran Sera yang masih menantinya.


Di Argueda, Yuki menemukan fakta bahwa mimpi buruk yang telah membawanya kembali adalah nyata. Yuki tidak bisa menutup mata begitu saja. Tapi, ketika Dia ingin membantu, Pangeran Riana datang dan memaksa Yuki kembali padanya.


Pertengkaran demi pertengkaran mewarnai hari Yuki dan Pangeran Riana. Semua di sebabkan oleh wanita yang merupakan bagian masa lalu Pangeran Riana. Wanita itu kembali, untuk menikah dengan Pangeran Riana. 


Ketika Yuki ingin menyerah, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Namun, sesuatu yang seharusnya menggembirakan pada akhirnya berubah menjadi petaka, ketika munculnya kabar yang menyebar dengan cepat. Seperti hantu di malam hari. Ketidakpercayaan Pangeran Riana membuat Yuki terpuruk pada kesedihan yang dalam.


Sehingga pada akhirnya, kebahagian berubah menjadi duka.


Ketika semua menjadi tidak terkendali. Pangeran Sera kembali muncul dan menyelamatkan Yuki. 


Dan di saat semua sudah terlambat, Pangeran Riana justru meminta Yuki untuk kembali.


Tapi hati Yuki sudah terlanjur sakit. Dia tidak mungkin menerima Pangeran Riana kembali. Ketidakpercayaan Pangeran Riana telah merenggut kebahagiaan Yuki. Hal yang paling berharga untuknya.


Namun rupanya satu kesedihan tidak cukup untuk Yuki. Sebuah kesedihan lain datang dan menghancurkan Yuki semakin dalam.


Pengkhianatan dari orang yang sangat di percayainya.


Akankah kebahagiaan menjadi akhir Yuki Atau semua hanyalah angan semu ?.


Ikutilah kisah Yuki selanjutnya dalan Morning Dew Series season 3 "Water Ripple"


Langsung di lanjut di episode selanjutnya ya :) terimakasih.


 

__ADS_1


__ADS_2