
Kenapa Aku merasa Dia menceritakan soal dirimu" bisik Bangsawan Voldermont kepada Yuki di sampingnya. Yuki menatap Bangsawan Voldermont memperingatkan.
"Jangan bercanda, Kau dengar sendiri gadis itu adalah tunangannya semenjak kecil. Jadi kenapa Kau malah menyangkut-pahutkan denganku" gerutu Yuki kesal. Yuki menghela nafas sesaat. Dia memandang Pangeran Sera dengan sorot iri. "Gadis itu pasti gadis yang istimewa, Dia tidak bisa di bandingkan denganku"
"Siapa bilang, Kau juga istimewa" sanggah Bangsawan Voldermont tanpa keraguan. Yuki tersenyum geli mendengar ucapannya.
"Terimakasih" kata Yuki pada akhirnya dengan tulus.
"Kau pernah bertemu dengannya" Pangeran Sera memandang Pembawa Acara tenang.
"Benarkah ?.Di mana ?" Tanya Pembawa Acara tidak percaya.
"Di sini"
Para Putri Menjerit.
"Benarkah ?" Pembawa Acara semakin penasaran. "Siapa Dia ?. Apakah Dia masih bersekolah di sini ataukah malah Putri dari kerajaan ini"
Pangeran Sera tersenyum misterius.
Nyaris semua hadirin merasa penasaran dengan sosok tunangan Pangeran Sera. Dia sangat hebat menyembunyikan jati dirinya sebagai tunangan Pangeran Sera. Jika Putri lain pasti Mereka sudah akan menceritakan ke sana kemari penuh kebanggaan.
"Ya, Dia bersekolah di sini"
Sontak jawaban Pangeran Sera membuat para Putri histeris. Yuki menatap ke tribun penonton dengan ekpresi takjub. Panggung bergetar hebat karena teriakan para Putri.
Pembawa Acara menunggu sampai suasana mereda, baru kemudian Dia kembali melanjutkan. Nadanya tampak penuh rasa penasaran. "Mungkin ada yang ingin bertanya langsung dengan Pangeran ?" Tanya Pembawa Acara pada perwakilan diatas panggung. "Putri Yuki, Anda ingin mengajukan pertanyaan"
Yuki terkejut ketika namanya di sebut. Dia langsung menggelengkan kepala.
"Aku perhatikan, Pangeran masih ingin merahasiakan identitas Putri tersebut" ujar Perwakilan dari Celfana. "Tapi bisakah Pangeran memberi Kami sedikit petunjuk. Seperti apa gadis yang begitu istimewa ini"
Pangeran Sera diam sejenak untuk berpikir sebelum akhirnya Dia memandangi Yuki dengan tatapan yang sukar di tebak.
__ADS_1
"Dia seperti dirimu" kata Pangeran Sera ketika Yuki membalas tatapan matanya. Pandangan Pangeran Sera seperti hanya melihat Yuki di sana. Tidak ada orang lain.
Sementara itu dari sudut mata, Yuki melihat perubahan wajah Pangeran Riana. Yuki memalingkan wajah dan tertawa dengan sikap pasrah kepada Bangsawan Voldermont.
Gemuruh Putri yang mengumandangkan protes terus terjadi. Pembawa acara mengerti akan berbahaya jika melanjutkan pembahasan ini. Dia sudah mendengar insiden antara Pangeran Riana dan Pangeran Sera sebelumnya. Jadi Dia mencoba mengalihkan topik pembicaraan dan menghentikan sesi pertanyaan untuk Pangeran Sera.
Baiklah Pangeran, terimakasih sudah mau memberikan sedikit informasi untuk mengurangi rasa penasaran Kami. Meskipun pada akhirnya jawaban Pangeran justru membuat Kami tidak akan bisa tidur malam ini karena penasaran" seloroh Pembawa Acara tersebut ringan. "Nah sekarang untuk mempersingkat waktu kita akan menuju ke perwakilan negeri Garduete. Di mulai dari Bangsawan Voldermont"
Bangsawan Voldermont mampu menjawab setiap pertanyaan yang di tujukan kepadanya dengan penuh percaya diri. Dia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Berbeda dengan Yuki yang terlihat tegang di sebelahnya.
Ketika Pembawa Acara beralih kepada Yuki. Yuki tanpa sadar menegakkan bahunya. Dia tampak berhati-hati dan waspada.
Sebelum acara di mulai, Elber memberitahukan bahwa Putri Welzy, perwakilan dari negeri Humaira menyukai Pangeran Riana dan sudah beberapa kali menyatakan cinta kepada Pangeran Riana. Tapi Pangeran Riana tidak pernah membalas dan menanggapi dengan dingin.
"Salam hormat Putri, suatu kehormatan dapat bertemu dan berbincang langsung dengan Putri yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini"
Yuki membalas hormat Pembawa Acara dengan canggung.
"Terimakasih" Yuki tidak tahu harus menjawab apa. Jadi untuk kesopanan Dia membalas dengan ucapan terimakasih.
"Saya dengar Pangeran Riana memperlakukan Putri dengan spesial. Apakah itu benar ?" Tanya Pembawa Acara tenang.
"Menjadi kekasih Pangeran adalah suatu anugerah untukku" Kata Yuki berbohong. Dia nyaris membersihkan mulutnya karena tidak percaya telah mengucapkannya. Tapi Yuki tidak mungkin mempermalukan Pangeran Riana dengan mengatakan hal sebenarnya. Yuki tersenyum hangat, Dia berakting sangat baik.
Sebelum Pembawa Acara membalas perkataan Yuki. Putri Humaira mengangkat tangan untuk meminta kesempatan bertanya kepada Yuki.
"Sepertinya Putri Humaira tidak sabar untuk memberikan pertanyaan. Silahkan Putri" ujar Pembawa Acara sopan.
"Salam hormat Putri" Putri Humaira memberikan salam dan Yuki langsung membalasnya. Yuki tidak ingin terlibat konflik apapun dengan para Putri apalagi masalah Pria. Tapi Dia tidak bisa selalu menghindarinya.
"Seperti yang Kita ketahui selama jni, Pangeran Riana terkenal sangat pemilih terutama masalah wanita. Menurut Putri apa yang membuat Pangeran pada akhirnya memilih dan mengangkat Putri sebagai kekasihnya ?"
Yuki menghela nafas. Pertanyaan Putri Humaira adalah pertanyaan yang selama ini Dia tanyakan pada dirinya sendiri. Sampai sekarang Yuki nelum menemukan jawabannya.
__ADS_1
"Mungkin karena penampilanku" ujar Yuki setelah berpikir sesaat.
Bisik-bisik cemohan terdengar bagaikan dengung lebah.
Yuki berusaha menghiraukan dan tidak terganggu karenanya.
"Penampilan ?" Putri Humaira menatap Yuki dengan pandangan merendahkan. Dia tidak percaya Yuki mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa Penampilannya yang menarik Pangeran Riana. "Penampilan Putri bahkan seperti anak kecil. Apakah Putri ingin mengatakan Pangeran menyukai anak di bawah umur ?"
"Kalau begitu Aku juga tidak bisa menjawabnya. Aku bukan Pangeran,dan sejujurnya Aku sendiri ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan Putri" Yuki mengangkat bahu dengan pasrah. Dia memandang Putri Humaira dengan sorot mata penuh ketertarikan. "Atau Bagaimana jika Kita langsung bertanya pada Pangeran ?" Usul Yuki yang di respon penuh kebencian oleh Putri Humaira.
Pangeran Riana tersenyum angkuh, memperhatikan dengan jeli dari tempatnya.
Yuki menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan memandang Putri Humaira dalam. "Kenapa Pangeran Riana memilih gadis kecil sepertiku dan bukan wanita dewasa seperti Putri ?. Ini juga merupakan misteri bagiku"
"Kau.." Putri Humaira ingin mengatakan sesuatu, tapi sebuah jeritan nyaring dari gedung di belakangnya menghentikannya. Setelah jeritan itu, tak berapa lama terdengar jeritan lain yang seolah saling bersahutan.
Jeritan itu bukan riuhan para Putri kepada Pangeran Sera atau Bangsawan Voldermont. Jeritan yang terdengar lebih ke sebuah ketakutan akan sesuatu. Kengerian yang amat sangat dalam suaranya.
Bangsawan Voldermont langsung berdiri di depan Yuki dengan sikap melindungi.
Jeritan itu terdengar menakutkan bagi yang mendengar. Bulu kuduk Yuki langsung berdiri.
Dari dalam gedung, asal jeritan terdengar. Kericuhan mulai terjadi. Di udara teecium aroma darah yang membuat perut mual.
Pangeran Riana sudah berada di belakang Yuki tanpa Yuki sadari. Dia langsung menarik pinggang Yuki mendekat.
Para Prajurit datang untuk mengamankan situasi. Beberapa Putri di bopong keluar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sementara yang lain berjalan keluar dengan wajah pucat pasi. Wajah Mereka memperlihatkan kengerian yang terjadi di dalam sana.
Bangsawan Xasfir menyeruak muncul dari dalam keramaian. Wajahnya tegang. Begitu Dia melihat Pangeran Riana, Dia langsung menghampirinya untuk.memberi laporan.
"Para Putri yang menghilang, Akhirnya kita menemukannya" ujar Bangsawan Xasfir ketika sudah berada di dekat Pangeran Riana.
__ADS_1