
Mereka telah selesai berbelanja dan tinggal menunggu di kemas oleh pelayan toko. Lekky membayar semua total pembelanjaan dengan tenang. Sementara itu sambil menunggu para pelayan selesai mengemas. Yuki mengamati deretan gaun-gaun pengantin di dekatnya, terkagum.
Pangeran Riana dan teman-temannya berada di sudut ruang yang tidak jauh dari tempat Yuki berada. Putri Marsha beberapa kali berbicara cukup keras dengan tujuan untuk menyindir hubungan Yuki dan Lekky. Atau sesekali Dia bersuara manja pada Pangeran Riana di sampingnya, seolah sedang menunjukan pada seluruh dunia betapa mesranya hubungan Mereka.
"Kau sudah selesai ?" Tanya Lekky menghampiri Yuki.
Yuki menganggukan kepala. Semua barang telah selesai di kemas. Lekky menyewa Kereta Kuda dari toko untuk membawa semua barang belanjaan dari toko ke kamar Lekky di sekolah.
Lekky mengulurkan tangan dan langsung di sambut Yuki dengan hangat. Keduanya meninggalkan toko seolah tidak melihat adanya Pangeran Riana dan teman-temannya di dalam.
Para pelayan membantu membukakan pintu. Mereka sangat senang ketika Lekky memberi Mereka tips yang cukup besar.
"Ayooo"
Lekky berjongkok di depan Yuki. Yuki tersenyum senang. Dia segera naik ke punggung Lekky dan membiarkan Lekky menggendongnya.
"Kenapa Kau semakin berat" ujar Lekky membuat Yuki cemberut.
"Bukan Aku yang semakin berat...tapi Kau yang semakin Tua"
"Hah ?"
Dari sudut mata Yuki melihat Pangeran Riana sedang duduk di dekat jendela toko.
"Kita tidak terbang ?" Tanya Yuki ketika menyadari Lekky justru melangkahkan kaki dengan ringan di sepanjang jalan kota.
Rencana setelah ini Mereka akan makan siang di kota.
"Sesekali Aku ingin menjadi orang normal" jawab Lekky sarkastis. Yuki hanya tersenyum. Dia memeluk Lekky di belakangnya dengan penuh sayang.
"Wanita menjijikan itu...Semua orang tahu Dia sudah menikah tapi masih bisa dengan percaya dirinya bermesraan dengan laki-laki lain di depan umum" sembur Putri Marsha ketika sosok Yuki dan Lekky sudah menghilang di sudut jalan.
"Hentikan Marsha" pinta Bangsawan Xasfir mengingatkan. Bangsawan Xasfir melirik Pangeran Riana yang hanya diam di tempatnya. Tidak bergeming dari posisinya.
__ADS_1
Putri Marsha ingin membantah. Tapi Mereka memang sedang di tempat umum. Ada banyak mata dan telinga yang mengawasi Mereka.
Akhirnya Putri Marsha memilih diam. Menahan emosi di dalam dirinya semenjak kemunculan Yuki kembali. Dia tidak bisa membiarkan gadis itu begitu saja. Marsha harus mengurusnya sebelum terlambat.
Perayaan Jabaran akan di buka.
Semenjak pagi terdengar nyaring genderang di bunyikan di seluruh penjuru kota. Bertalu-talu memenuhi udara dengan irama yang menyenangkan.
Keramaian semakin terlihat ketika matahari beranjak dari peraduannya.
Yuki duduk di depan meja rias seorang diri. Dengan tegas Dia meminta para pelayan tidak mengikutinya kali ini dan mengancam Kepala Prajurit Gererou, Jika Dia masih menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Yuki diam-diam, Dia akan kembali menghilang. Yuki mengenakan gaun merah yang di pilih Lekky tempo hari. Memulas wajahnya dengan warna yang berani. Dia menggerai rambutnya. Membiarkannya tanpa hiasan apapun.
Yuki sadar, sebentar lagi, setelah perayaan Jabaran Selesai. Mereka belum tentu punya kesempatan untuk bisa bersenang-senang lagi seperti sekarang. Dan bisa jadi tahun ini adalah tahun terakhirnya hidup.
Jadi tidak ada salahnya jika sekarang Yuki memanfaatkan semua kesempatannya untuk menjalani hidup sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Yuki berdiri. Melihat penampilannya lagi sejenak. Setelah cukup puas dengan hasilnya, Dia menyambar mantel di sandaran kursi. Memakainya kemudian berjalan meninggalkan kamar. Menuju lapangan sekolah tempat Perayaan di adakan.
Seluruh trimbun penonton telah penuh. Sementara itu dari barisan depan para penabuh genderang, Varmount terlihat di antara Mereka. Penuh dengan energi dan semangat. Irama musik yang di mainkan tampa henti menambah keceriaan yang terjadi.
Lekky berdiri di tengah lapangan. Kedua otot tubuh dan lengannya terlihat dengan jelas dari balik kaus putih tanpa lengan yang di kenakannya. Para wanita histeris saat melihat Lekky. Dia tampak menarik dengan caranya sendiri.
Peserta wanita yang ikut memeriahkan suasana tampak berkumpul di satu sisi lapangan. Mereka semua berdandan sangat cantik hari ini. Para wanita dari kalangan rakyat biasa selalu datang di setiap perayaan yang di gelar untuk mengadu nasib. Mereka berharap di perayaan kali ini, ada Bangsawan atau keluarga kerajaan yang tertarik pada Mereka dan mengangkat Mereka untuk menjadi selir atau istri Mereka. Sehingga otomatis akan mengangkat status sosial Mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Pembukaan perayaan Jarbaran akan terbagi menjadi empat babak.
Babak pertama akan di isi dengan tarian dari peserta pria yang mengikuti perayaan. Bagaikan seekor merak jantan yang mengembangkan ekor untuk menarik perhatian merak betina. Seperti itulah Mereka terlihat.
Kemudian babak kedua di lanjutkan dengan para pria menyingkir di pinggir lapangan. Sementara itu para wanita akan maju untuk menari. Membalas panggilan cinta dari para merak jantan yang telah terlebih dulu berada di lapangan.
Di babak ketiga, para wanita dan pria berkumpul dan memilih pasangan masing-masing. Bagi yang tidak terpilih Mereka akan langsung menyingkir meninggalkan lapangan. Dan bagi yang sudah berpasangan, akan berduet menari bersama yang lain. Sebagai sepasang merak yang sedang di mabuk cinta.
__ADS_1
Babak terakhir, seluruh peserta baik itu wanita atau pria. Baik yang terpilih atau tidak. Akan menari bersama-sama sambil melemparkan bubuk berwarna-warni ke udara.
Yuki baru saja berdiri di dekat Varmount sambil memperhatikan sekeliling. Ketika Varmount dengan sengaja menabung genderang cukup kencang. Membuat Yuki menutupi telinganya.
"Hentikan.." pinta Yuki kepayahan.
Varmount tertawa melihat ekpresi Yuki.
Di masing-masing sisi sudah berdiri empat buah layar lebar yang memperlihatkan situasi di sekitar lapangan.
Babak pertama di mulai...
Lekky masuk ke dalam lapangan memimpin barisan para merak jantan. Mereka masuk sambil bernyanyi dan menari. Jika tidak kenal Lekky. Orang tidak akan menyangka bahwa pria yang menari dengan lincah, seperti tidak punya tulang itu adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa orang tanpa terkecuali.
Satu hal yang Yuki ketahui dari dirinya dan Lekky. Mereka sama-sama punya bakat seni khususnya di bidang menari dan bermusik. Mungkin di turunkan dari Ayah Mereka. Perdana Menteri Olwrendho.
Babak pertama berlangsung dengan sambutan yang luar biasa dari para penonton. Tepuk tangan membahana memenuhi udara. Lekky seperti seorang bintang papan atas. Pesona dan semangatnya mampu mempengaruhi para penonton.
Yuki sering berpikir. Jika Lekky tinggal di dunia lamanya. Lekky pasti akan menjadi seorang artis berbakat dengan kehidupan yang jauh lebih baik, ketimbang hidup yang di jalaninya sekarang sebagai seorang pembunuh bayaran yang memiliki harga yang cukup tinggi untuk kepalanya.
Babak pertama hampir selesai. Yuki melepaskan mantel yang menutupi tubuhnya dan meletakan di sandaran bangku yang ada di dekatnya. Pakaiannya sangat sexy dan menggoda. Berwarna merah cabai,warna kesukaan Lekky.
__ADS_1