Morning Dew

Morning Dew
154


__ADS_3

Pangeran Sera menepati janjinya. Keesokan harinya, Dia menemani Yuki berlatih berjalan. Yuki sangat senang ketika akhirnya Dia berhasil berjalan tanpa menggunakan penyangga meskipun hanya tiga langkah. Setidaknya Dia mendapatkan kemajuan dari usaha kerasnya. Pangeran Arana dan Putri Magitha datang ketika Dia masih berlatih. Mereka ikut memberi semangat. 


Yuki sebenarnya masih ingin berlatih. Tapi Pangeran Sera melarang dan meminta Yuki untuk beristirahat. Dia merasa latihan Yuki sudah cukup untuk hari ini. Akhirnya Yuki terpaksa mengalah. 


Mereka berempat duduk melingkar di sebuah taman, para pelayan menyiapkan makanan dengan pengawasan yang ketat. 


Yuki duduk dengan membungkus tubuhnya, menggunakan mantel yang tebal. Tapi meskipun begitu Dia sangat senang karena dapat kembali merasakan udara bebas di luar ruangan. Sudah nyaris sebulan Pangeran Sera melarang Yuki keluar karena khawatir akan kesehatannya. Perasaan Yuki jauh lebih ringan daripada sebelumnya.


"Jadi Kakak, apa yang akan Kita lakukan selanjutnya ?" Tanya Pangeran Arana membuka obrolan. Ketika Mereka hanya tinggal berempat dan semua pelayan telah pergi menjauh. 


Pangeran Arana menepis sebuah daun yang jatuh di bahunya. Dia memiliki kharisma yang jauh berbeda dengan Pangeran Sera. Jika di ibaratkan Pangeran Arana seperti langit biru yang cerah. 


"Kita harus tetap berhati-hati dan tidak boleh lengah. Siapapun pelakunya, Aku merasa ini bukanlah akhir dari semuanya" jawab Pangeran Sera tenang. "Selama pelakunya belum di ketemukan, Status waspada harus tetap di berlakukan"


"Sumberku mengatakan Perdana Menteri Borindo diam-diam telah melakukan pergerakan dengan menghubungi orang-orang dari Putri Zarkia. Sepertinya Dia ingin mencoba melengserkan kedudukan Kakak dengan memanfaatkan situasi yang ada. Aku takut penyerangan yang terjadi pada Putri Yuki adalah salah satu rencananya"


Pangeran Sera diam. Perdana Menteri Borindo adalah paman dari Pangeran Laiden. Dan Putri Zarkia adalah selir ketiga Raja Jafar, ibu Laiden. 


Raja Jafar menikahi Putri Zarkia ketika Ratu Warda di angkat menjadi istri utama. Sebenarnya Putri Zarkia adalah orang yang baik. Dia yang merawat Pangeran Sera ketika Ratu Warda beberapa kali jatuh sakit. Dan Putri Zarkia bukanlah seorang wanita yang haus akan kekuasaan. Dia tidak peduli dengan strata di harem. Lebih menarik diri dari persaingan di sana. 


Putri Zarkia setuju menikah dengan Raja Jafar karena merasa kecewa dengan keluarganya.

__ADS_1


Tetapi pamannya sangat berambisi untuk menjadikan Putri Zarkia dan keponakannya untuk menjadi penerus tahtah kerajaan Argueda mengantikan Raja Jafar.


Pangeran Sera harus banyak bermain politik dan taktik untuk menghadapi Perdana Menteri Borindo. Secara umum Perdana Menteri Borindo bukanlah orang yang mudah di hadapi. Karirnya dalam dunia militer sangat di segani. Dialah yang mendorong Putri Zarkia untuk di nikahi oleh Raja Jafar dengan alasan memperkuat koalisi keluarga kerajaan dan keluarga Borindo. 


Perdana Menteri Borindo seseorang yang sangat berpengaruh di Argueda. Pengalaman pertempurannya tidak terhitung. Dia bersama Raja Jafar pernah ikut berperang bersama dalam pertempuran besar yang mempertaruhkan harga diri negeri. Mereka bersama selama lima tahun di medan pertempuran dan menjadi patner yang baik. Bahkan keduanya juga pernah nyaris mati bersama di pertempuran terakhir.


Keluarganya juga sangat ambisius namun kebanyakan dari Mereka adalah orang yang tidak berguna dan hanya mencari masalah. Tapi berkat Pengaruh Perdana Menteri Borindo, Mereka selalu bisa lolos dari hukuman. 


Pangeran Sera sudah beberapa kali bergesekan dengan keluarga Borindo. Beberapa kali keluarganya terlibat pendanaan sebuah pemberontakan kecil. Tapi tetap saja tidak mudah untuk menggoyangkan keluarga itu. Mereka sangat licik dan bergerak dengan nyaris tanpa bukti.


Meskipun Pangeran Sera memiliki banyak bukti yang membuktikan keterlibatan keluarga Borindo. Dia juga tidak bisa sembarang menyerang Mereka. Pengaruh Perdana Menteri Borindo yang kuat adalah penghalangnya. Jika Dia gegabah, kerajaan akan terpecah menjadi dua kubu. Kubu yang mendukung keluarga Borindo dan Kubu yang mendukung Kerajaan.


"Baik Kak"


"Apakah akan terjadi lagi penyerangan terhadap Putri Yuki dalam waktu dekat ini ?" Tanya Putri Magitha tiba-tiba. "Firasatku tidak enak akhir-akhir ini" ujarnya lagi sembari memandangi ketiga orang di depannya bergantian.


Alis Putri Magitha berkerut. Dia tampak sangat cemas.


"Apa maksudmu ?" Tanya Pangeran Sera kemudian.


"Apa Kakak tidak merasa, apa yang telah terjadi pada Putri Yuki sebenarnya adalah rencana yang di lakukan tiba-tiba. Ini hanya pikiranku sebagai seorang wanita, Aku melihat semua terjadi karena ada rasa cemburu yang besar terhadap Kakak dari seorang Putri. Jika Putri Yuki mati, Dia tidak bisa menikah dengan Kakak. Hal itu berhasil di lihat oleh musuh dan di manfaatkan Mereka untuk menyerang Putri Yuki" kata Putri Magitha lagi. "Tujuan pelaku hanya membuat Putri Yuki tidak bisa memiliki Kakak. Tapi tujuan penggerak di belakangnya adalah dengan matinya Putri Yuki maka Kakak akan memiliki alasan kuat untuk di lengserkan"

__ADS_1


"Masuk akal juga" ujar Pangeran Arana menyetujui. "Seseorang yang mengetahui kecemburuan Putri ini, berhasil memanfaatkannya untuk mendapatkan tujuan tanpa harus mengotori tangannya. Seperti menyiram bensin pada api yang terbakar. Api itu akan menghanguskan semua dengan sendirinya"


"Sudah cukup. Arana, Magitha jangan membahas masalah ini lagi. Yuki baru sembuh. Jangan membebaninya dengan pikiran yang dapat mempengaruhi kesehatannya" tegur Pangeran Sera tegas membuat Pangeran Arana dan Putri Magitha diam.


Pangeran Sera tampak tenang namun Yuki merasakan ketegangan di dalam dirinya. Mata Pangeran Sera memancarkan sirat waspada yang tidak bisa di tutupi. 


"Makan di luar seperti sekarang cukup menyenangkan. Sesekali Kita perlu merubah suasana agar lebih tenang" ujar Yuki merubah topik pembicaraan agar ketegangan yang terjadi memudar. Dia mengambil lauk dan meletakan di atas piring Pangeran Sera.


"Jika Putri setuju, Aku bisa mengajak Putri menikmati suasana disepanjang pantai yang ada di wilayah istana Ayah. Pemandangan di sore hari jauh lebih indah untuk bersantai" seru Putri Magitha antusias. "Tapi Putri harus benar-benar sembuh dulu" katanya lagi ketika melihat tatapan memprotes dari Pangeran Sera.


"Baik. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar cepat pulih. Putri tidak boleh mengikari janji" jawab Yuki sembari tersenyum.


"Sudah, Ayo Kita segera makan. Aku sangat lapar" ujar Pangeran Arana mengambil nasinya. Semua orang yang ada di meja menyetujuinya. Mereka mulai mengambil piringnya dan mengisi dengan makanan yang telah di sajikan 


Selanjutnya, Mereka hanya mengobrol, membahas topik ringan. Terutama mengenai rencana makan siang di pantai yang terletak di belakang istana Raja Jafar jika Yuki sudah sembuh.


Pangeran Sera jauh lebih pendiam daripada biasanya. Dia hanya menjawab beberapa pertanyaaan. Tampak jelas Pangeran Sera sedang memikirkan sesuatu. Tapi meski begitu, Dia masih bisa mengawasi apa saja yang di makan Yuki dan memastikan Yuki meminum obatnya.


Yuki sangat benci ramuan obat yang di berikan kepadanya. Tapi Pangeran Sera bersikeras agar Yuki meminumnya. Ramuan itu memang sangat baik untuk kesembuhan Yuki, tapi tetap saja rasanya sangat pahit dan terasa sampai di ujung lidah.


 

__ADS_1


__ADS_2