Morning Dew

Morning Dew
264


__ADS_3

Hujan terus turun hingga malam tiba. Petir menyambar-nyambar di luar sana. Udara dingin melelapkan siapapun dalam peraduannya.


Di dalam kamar yang temaram. Terdengar desah kenikmatan bercampur dengan derit ranjang yang berasal dari pergerakan dua orang anak manusia yang berbeda jenis.


Pangeran Riana mengeram panjang dengan menumpahkan seluruh cairannya ke dalam rahim Yuki. 


Ini sudah ketiga kalinya Dia melampiaskan semua nafsunya pada Yuki semenjak siang tadi. Yuki berbaring di atas ranjang yang sudah berantakan dengan nafas tersenggal. Keringat membasahi tubuhnya yang tanpa busana. Pangeran Riana menurunkan cekalan pada kedua kaki Yuki di pinggulnya. Beringsut dari posisinya dengan wajah puas. 


Dengan tenang berbaring di samping Yuki, seolah apa yang terjadi adalah hal yang wajar di antara keduanya.


 


 


Seluruh tubuh Yuki terasa sakit dan tidak bertenaga. Pangeran Riana seperti lepas kendali kali ini. Dia sama sekali tidak terbantahkan. Yuki memalingkan wajahnya, matanya tanpa sengaja menangkap cincin kawin di jari manisnya. Batu berlian yang menghiasi cincin itu berpendar ringan seolah sedang meneriakan sebuah penghakiman.


Walaupun Yuki meninggalkan Pangeran Sera selama ini, tapi Yuki tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun. Tidak ada yang pernah menyentuhnya setelah Dia menikah dengan Pangeran Sera. Yuki sangat menjaga diri dengan baik, tidak mau menodai pernikahannya dengan sebuah perselingkuhan.


Tapi sekarang...


Yuki merasa menjadi wanita yang paling buruk di dunia. Dia membiarkan dirinya jatuh di pelukan Pria lain dan mengkhianati pernikahannya.


Perasaannya pedih dan terluka. Yuki memejamkan mata, berharap Dia hanya sedang bermimpi.


 


 


Pagi hari setelah malam yang panjang.


Yuki berdiri di bawah guyuran air dalam kamar mandi. Menatap bayangan tubuhnya pada cermin di depannya. Berdiri terpekur sembari menelusuri tubuhnya yang tanpa busana.


Bukan pertama kalinya bagi Yuki mengalami pemerkosaan yang di lakukan Pangeran Riana. Kesucian Yuki juga hilang karena di renggut paksa oleh Pangeran Riana. 


Yuki melihat bekas ciuman Pangeran Riana yang tersebar di leher dan dadanya. Beberapa ciuman terlihat juga di perut dan pangkal paha Yuki. 


Pangeran Riana memang sangat suka meninggalkan bekasnya pada tubuh Yuki. Yuki tidak menyangka kebiasaan itu masih berlanjut sampai sekarang.

__ADS_1


Badan Yuki terasa sangat sakit, hingga sukar di pakai bergerak akibat ulah dari Pangeran Riana. Semalaman Dia terus memaksa Yuki untuk melayaninya. Tidak membiarkan Yuki beristirahat sama sekali. Sikapnya seperti seorang Pria yang sudah lama tidak menyentuh wanita. Yuki tidak tahu dari mana Pangeran Riana memiliki kekuatan sebesar itu di atas ranjang. Dia benar-benar kewalahan dan dibuat tidak berdaya.


Ada memar bekas cengkraman Pangeran Riana di pergelangan tangan Yuki. Membentuk garis yang cocok dengan jarinya.


Yuki menghela nafas panjang. Hari sudah siang. Yuki tidak ingin tinggal terlalu lama di tempat ini dan mengalami lagi pemerkosaan dari Pangeran Riana. Dia mengeringkan badannya dengan cepat. Memakai pakaian atasan milik Pangeran Riana yang ada di kamar mandi. 


Pangeran Riana masih tidur saat Yuki turun dari tempat tidur untuk membersihkan diri. Dia berharap Pangeran Riana masih belum bangun sekarang.


 


 


Namun harapan Yuki tidak terkabul kali ini. Saat Dia keluar kamar mandi, Pangeran Riana telah bangun. Dia duduk bersandar di atas tempat tidur, tanpa mengenakan pakaian sama sekali dan hanya di tutupi selembar selimut. Ada sebatang rokok yang menyala di jarinya.


Sejak kapan Dia merokok ?.


Yuki memalingkan pandangannya ketika tatapan keduanya bertemu. Dia segera membungkuk untuk mengambil kembali pakaiannya yang berserakan di lantai. Yuki ingin secepatnya meninggalkan kamar ini.


"Untuk sementara Kau pakai saja pakaianku yang ada di dalam lemari"


Yuki berhenti ketika mendengar perkataan Pangeran Riana.


"Apa maksudmu ?" Tanya Yuki akhirnya.


Pangeran Riana membuang abu rokok di atas asbak dengan sikap acuh. "Apa perintahku kurang jelas ?"


Yuki menatap Pangeran Riana tidak percaya.


"Aku harus pergi" tuntut Yuki menahan marah. Yuki bukan tidak jelas menangkap maksud Pangeran Riana. Tapi Dia tidak percaya Pangeran Riana berniat melakukannya pada Yuki dengan semua yang terjadi.


"Tidak, Sampai Aku puas bermain denganmu. Kau tidak akan bisa pergi dari sini" 


"Apa yang Kau katakan, Kau tidak bisa melakukannya" ujar Yuki lagi cepat. Tanpa sadar menghampiri Pangeran Riana untuk mengkonfrontasinya.


Pangeran Riana mematikan rokoknya dengan menekan pada asbak.  Lalu dengan cepat, tanpa di duga Dia langsung menarik Yuki hingga Dia kembali terjerembab di atas tempat tidur. Yuki berusaha melawan tapi Pangeran Riana menahannya dengan kuat. Membuat Yuki tidak dapat berkutik.


Nafas Yuki naik turun. Menahan emosi yang berkecamuk di dalam dada. Dia menatap Pangeran Riana marah. 

__ADS_1


"Kau sudah mendapatkan apa yang Kau mau. Biarkan Aku pergi"


"Tidak akan" tolak Pangeran Riana dingin. "Bukankah Aku pernah mengatakan padamu dulu Yuki, bahkan jika Kau mempunyai sayap yang mampu membawamu terbang pergi meninggalkanku, Aku akan tanpa ragu mematahkan sayapmu itu dan memasungmu di sini bersamaku. Kau lupa ?"


"Bagaimana bisa seorang Pangeran terhormat, yang merupakan perwaris tahtah kerajaan besar dapat meniduri istri orang dengan entengnya" sindir Yuki keras. Menolak menjawab pertanyaan Pangeran Riana.


Pangeran Riana tersenyum sinis. "Jangan bersikap seolah Kau adalah istri yang baik Yuki. Apa yang sudah Kau dan Lekky lakukan selama ini ?. Tubuh ini sudah berapa kali Kau membiarkannya menyentuhmu ?"


"Kau gila...lepaskan Aku" pinta Yuki keras.


Pangeran Riana bukannya melepaskan Yuki. Dia semakin mempererat cengkramannya. 


"Dan jangan pernah menyebut kata istri di depanku. Aku muak mendengarnya" Pangeran Riana merengkuh wajah Yuki dengan kedua tangannya dan langsung mencium Yuki kuat. Yuki berusaha memberontak, tapi tenaganya seolah tidak berarti bagi Pangeran Riana.


Yuki kalah dalam tenaga.


Pangeran Riana kembali memperkosa Yuki. 


 


 


 


Pangeran Riana memakai pakaiannya setelah Dia selesai membersihkan diri. Yuki masih tertidur karena kelelahan. Lebih tepatnya, Yuki pingsan di tengah persetubuhan Mereka. Pangeran Riana memaksa Yuki melayaninya. Bahkan Dia membiarkan kontrol dirinya lepas saat mengauli Yuki. Terlihat beberapa memar di pergelangan tangan Yuki akibat cekalan tangannya. Bekas ciuman milik Pangeran Riana nyaris memenuhi hampir di seluruh bagian tubuh Yuki.


Pangeran Riana tersenyum. Dia tidak menyesalinya. Bahkan cenderung puas dengan perbuatan yang di lakukannya terhadap Yuki. Tidak perduli seberapa kuatnya Yuki melawan, Dia tidak akan berhenti melakukannya pada Yuki. Sampai tujuannya tercapai. 


Hari ini Dia ada rapat. Sebenarnya Pangeran Riana tidak ingin pergi dan meninggalkan semua kesenangan di dalam kamar bersama Yuki. Tapi jika Dia tidak pergi orang akan datang mencarinya dan menganggu kesenangannya. 


Dia harus bersabar. Selama ini bukankah Dia melatih dirinya dengan baik. Menunggu dalam diam untuk menjalankan semua rencana yang telah lama di susunnya.


Yuki bergerak sedikit. Dia perlahan membuka matanya dan melihat ke sekeliling. Menemukan Pangeran Riana berdiri dengan tenang di samping tempat tidur. Yuki secara refleks bangun ketika kesadaran menghantamnya. Namun rasa sakit di seluruh tubuhnya membuat pergerakannya terganggu.


Dia beringsut menghindar ketika Pangeran Riana meraihnya untuk membantu Yuki duduk bersandar di tempat tidur.


 

__ADS_1


 


__ADS_2