Morning Dew

Morning Dew
282


__ADS_3

"Aku sudah mencari beberapa lagu yang Kau buat. Dan Aku terkejut ketika menemukan beberapa lagu ciptaanmu nyatanya cukup di kenal orang" ujar Bangsawan Voldermont kepada Yuki membuka obrolan.


"Untuk apa Kau mencari tahu" ujar Yuki gusar. 


"Kenapa...Aku hanya penasaran dengan lagu-lagu yang Kau ciptakan. Sebelum kemari Aku sudah meminta penyanyi untuk menyanyikan sebuah lagu untuk Kita dengarkan"


Namun baru saja Bangsawan Voldermont selesai bicara. Sebuah musik di mainkan bersama dengan seorang penyanyi yang maju untuk menghibur orang-orang di lapangan sembari menunggu rapat selanjutnya.


"..Kami di sini untuk menghibur hati...Sebelum kemari, seseorang memberikan permintaan khusus agar Kami memainkan sebuah lagu yang di ciptakan oleh Yue. Kemudian Saya memikirkan sebuah lagu yang pertama kali di ciptakan oleh Yue, sekaligus lagu yang melambungkan namanya....menurutku, lagu ini sangat egois. Karena Dia meninggalkan kekasihnya karena suatu hal, meminta kekasihnya untuk mencari penggantinya, dengan tulus mendoakan kebahagiaan kekasihnya bersama wanita lain tapi...Dia juga meminta agar kekasihnya tidak lebih bahagia saat bersama dengannya dulu"


Yuki langsung menegang saat mendengar penuturan dari Penyanyi yang berdiri tenang di bawah pohon yang teduh. Dari sekian banyak lagu kenapa justru lagu ini yang harus di nyanyikan olehnya.


"Aku pribadi sangat menyukai lagu iniz meskipun Lagu ini adalah lagu teregois yang pernah Aku dengar....tapi lagu ini adalah Aku" terdengar tepuk tangan. "Untuk mempersingkat waktu, mari Kita dengarkan saja lagu dari Yue yang berjudul berharap"


Penyanyi itu menyanyikan dengan indah. Suaranya lembut dan dengan pendalaman jiwa yang baik membuat siapapun ikut hanyut dalam alunan musik yang di mainkan. Semua orang merasakan perasaan sedih dari pencipta lagu yang harus melepaskan orang yang di sayanginya dengan ikhlas dan merelakan Dia bahagia dengan wanita lain suatu hari nanti. Meskipun Dia berharap Dia tidak dapat di lupakan.


Pangeran Riana diam di tempatnya. Mendengarkan.


Yuki tidak tahan lagi. Dia berdiri dengan tiba-tiba. "Aku akan ke kamar mandi" pamit Yuki kepada Bangsawan Voldermont. Tanpa menunggu jawaban Dia berlalu pergi.


 


Jika orang tahu bahwa Yuki yang menciptakan lagu itu. Mereka bisa menebak siapa orang yang di maksud Yuki. 


Lekky harus kembali tinggal di sekolah bersama dengan keluarga Darmount yang lain karena ada sesuatu yang mendesak. Melihat Lekky yang terburu-buru, Yuki mengajukan diri untuk membantu Lekky berkemas dan kembali menyusun barang-barangnya di sekolah, di kamar yang lama.


Yuki cukup lama menghabiskan waktu di dalam kamar. Lekky sudah pergi membawa Curly. Keluarga Darmount yang lain sibuk dengan perkembangan yang terjadi begitu juga dengan Pangeran Sera.


Hari sudah sore.


Yuki memutuskan untuk menyusul Pangeran Sera karena Dia berpikir Pangeran Sera mungkin telah selesai rapat. Yuki mengunci rapat kamar Lekky dan berjalan dengan cepat keluar dari bangunan asrama menuju taman tengah. 


Kebetulan hujan turun dengan lebat. Suasana taman tampak sepi dan sunyi. Dia terus berlari. 


Yuki tidak menyadari ada seseorang yang mengawasinya di belakang Yuki. Orang itu dengan gerakan terlatih menghampiri Yuki. Dan langsung melayangkan pukulan di tengkuk Yuki.


Yuki langsung ambruk ke atas tanah. Kegelapan menyelimutinya. Dia tidak sadarkan diri.


 


 


"Apa Kau bersama Yuki ?" Tanya Pangeran Sera dalam panggilan Gulf kepada Bangsawan Voldermont. Bangsawan Voldermont yang saat itu sedang makan siang bersama teman-temannya mengkerutkan kening. Dia tahu ada sesuatu yang salah.


"Tidak, kenapa ?"

__ADS_1


"Atau Kau melihatnya ?"


"Aku belum bertemu Dia seharian ini. Apa yang terjadi ?"


 


"Dia menghilang" 


"Apa Dia tidak ikut bersama dengan Lekky ?"


"Lekky justru memintaku mengawasi Yuki sebelum Dia pergi" jawab Pangeran Sera gusar 


"Kalian tidak bertengkar ?"


Pangeran Sera mendesis kesal. Dia langsung menutup panggilannya tidak menjawab lagi tuduhan Bangsawan Voldermont padanya.


"Tidak sopan sekali" gerutu Bangsawan Voldermont balik kesal. Dia langsung mengalihkan panggilannya untuk menghubungi seseorang.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Bangsawan Asry penasaran.


"Yuki menghilang, Sera sedang mencarinya" jawab Bangsawan Voldermont dengan kening berkerut.


"Lagi ?" 


Panggilan Gulf Bangsawan Voldermont di angkat oleh prajuritnya. Dia tampak panik dan tergesa-gesa.


"Tuan, Putri Yuki di culik" lapor Prajurit itu cepat.


"Apa ?. Kenapa Kau tidak melaporkannya padaku ?" Kata Bangsawan Voldermont berdiri dengan kesal. Prajurit itu adalah prajurit yang Dia tugaskan untuk melindungi Yuki secara diam-diam.


"Maafkan Kami Tuan, Mereka membawa pasukan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari Kami. Menyerang Kami dan Prajurit milik Argueda yang ditugaskan untuk menjaga Putri Yuki"


Bangsawan Voldermont langsung mematikan panggilannya dan berdiri dengan cepat meninggalkan teman-temannya.


"Dia masih saja tertipu wanita ular itu" sungut Putri Marsha melihat punggung Bangsawan Voldermont yang menjauh. 


Pangeran Riana berdiri dari duduknya.


"Kau mau ke mana ?" Tanya Putri Marsha cepat.


"Istirahat" jawab Pangeran Riana dingin. Dia tidak menanggapi panggilan Putri Marsha dan berjalan tenang menuju gedung sekolah tempat kamar peristirahatan rahasianya berada.


 


Di dalam kamar peristirahatan rahasianya, Sudah berdiri prajurit miliknya. Menunggu dengan sikap sempurna.

__ADS_1


Pangeran Riana duduk di sofa. Dia masih bisa merasakan aroma Yuki di dalam kamarnya. Tempat Mereka pernah melakukan kegiatan seksual bersama yang sebagian besar di dominasi oleh Pangeran Riana. 


"Kami tidak bisa membantu menolong Putri Yuki saat di culik. Jika Kami keluar dari penyamaran Kami, Mereka akan tahu keberadaan Kami" jelas Prajurit itu meminta maaf.


Mereka adalah prajurit terlatih yang di tugaskan Pangeran Riana untuk mengawasi dan melaporkan semua hal mengenai Yuki. 


"Apa Kalian tahu di mana Dia sekarang ?"


"Ya...Kami berusaha memberikan beberapa petunjuk kepada Pangeran Sera dan Bangsawan Voldermont untuk segera menemukan Putri Yuki, tanpa membongkar penyamaran Kami"


Pangeran Riana diam.


"Putri Marsha dan Panglima Perang Jaibar telah merencanakan penculikan ini sejak lama Pangeran"


"Tetap di posisi Kalian, dan awasi pergerakan Mereka. Jika Jaibar berani menyentuh Yuki. Kau bunuh Dia"


"Tapi Dia akan menjadi Kakak Ipar anda ?" Kata Prajurit Rahasia terkejut dengan perintah yang di terimanya.


"Apa perintahku kurang jelas ?" Tanya Pangeran Riana dingin.


"Baik Pangeran"


 


 


Yuki terbangun dan mendapati dirinya berbaring di lantai yang dingin. Ketika Dia menatap sekeliling, Dia mendapati dirinya berada di sebuah gudang tua, yang letaknya jauh dari gedung sekolah. Gudang itu sudah tidak terpakai lagi karena pernah terjadi perisitiwa pembunuhan yang di lakukan Bangsawan Dalto di dalamnya.


Dekat dengan sumur tempat Yuki biasa mencuci baju. 


Gudang tempatnya berada penuh dengan sarang laba-laba dan pengap. Ada tikus yang berlarian di kayu penyangga yang menyangga atapnya.


"Kau sudah bangun" 


Yuki berbalik. Panglima Perang Jaibar keluar dari kegelapan. Sikapnya sangat angkuh. Dia menatap Yuki dengan tatapan yang kurang pantas.


Yuki beringsut mundur. Panglima Perang Jaibar memerintahkan beberapa prajurit untuk menculik Yuki hidup-hidup meskipun sebenarnya Marsha meminta untuk membunuh Yuki. Mereka berhasil melumpuhkan penjaga yang di tugaskan Sera dan Voldermont secara diam-diam dan membawa Yuki ke gudang ini.


Visual Raja Rafael (Rasyamsah)



 


 

__ADS_1


__ADS_2