Morning Dew

Morning Dew
140


__ADS_3

Pangeran Sera berpaling ke arah pintu. Menepuk tangan dua kali ke udara. Seorang penjaga masuk. Siap menerima perintah.


"Bawa Dia masuk" perintah Pangeran Sera.


Penjaga membungkuk sebentar memberi hormat. Kemudian berjalan keluar ruangan. Yuki memandang Pangeran Sera dengan hati berdebar. Dia menahan keinginannya untuk bertanya kepada Pangeran Sera. Pintu terbuka perlahan. Dua orang penjaga masuk dengan mengapit seseorang yang berjalan di tengah Mereka.


Yuki terpekik tidak percaya saat mengenali sosok yang di bawa para penjaga.


"Rena" seru Yuki tidak percaya.


Rena membungkukan badan sopan. "Hormat Saya kepada Pangeran Sera dan Putri Yuki" 


Pangeran Sera mengangkat tangannya untuk menerima penghormatan dari Rena. Keduanya tampak tenang. Yuki memandang keduanya bergantian dengan wajah kebingungan. 


"Bagaimana bisa ?. Bukankah Kau sedang sibuk mempersiapkan pernikahanmu" tanya Yuki kebingungan. Yuki membebaskan Rena sebagai seorang pelayan menjadi rakyat biasa. Membiarkan Rena untuk menikah dan membina rumah tangga sehingga Dia tidak punya lagi kewajiban untuk melayani Yuki. Tapi bukannya sedang mempersiapkan pernikahan, Rena justru muncul di depan Yuki, di istana Pangeran Sera di negeri Argueda.


Yuki sampai menggosok kedua matanya, berharap Dia sedang tidak bermimpi.


"Dia memperkenalkan diri sebagai pelayan pribadimu kepada Penjaga Gerbang istana" jelas Pangeran Sera kalem.


"Tugas hamba adalah mengikuti dan melayani kemanapun Putri Yuki pergi" Rena membungkukan badan sejenak dengan sikap takjim.


"Tapi Aku sudah membebaskanmu, lagipula Kau akan menikah" 


"Selama Saya belum resmi menikah. Saya masih mengemban amanat dari Perdana Menteri Olwrendho untuk melayani dan menjaga Putri"


Yuki menahan nafas. Tidak tahu harus mengatakan apa. Dia merasa terharu karena Rena mau menempuh resiko berbahaya dengan masuk ke dalam istana negeri Argueda. Statusnya sebagai orang dari negeri Garduete pasti membuatnya dalam pengawasan ketat ketika memasuki istana. Kesetiaan Rena membuat hati Yuki terenyuh.

__ADS_1


Dia turun dari tempat tidur. Menghampiri Rena yang masih membungkukan badan. Tanpa berpikir panjang, Yuki langsung memeluk Rena erat. "Terimakasih telah datang kemari" bisik Yuki tulus.


Yuki memandang Pangeran Sera yang terus memperhatikan Yuki secara diam-diam. Dia memberikan senyum penuh rasa terimakasih kepada Pangeran Sera, karena Pangeran Sera mengizinkan Rena untuk bertemu dengan Yuki.


Pangeran Sera mengizinkan Rena untuk mendampingi Yuki. Yuki merasa bersyukur, meskipun Rena tetap akan diawasi secara ketat oleh Pangeran Sera. Dengan kehadiran Rena di samping Yuki, Yuki jauh menjadi lebih rileks. Setidaknya Dia memiliki seseorang yang bisa Dia jadikan tempat bercerita. Seseorang yang tidak memandangnya penuh kebencian seolah Yuki adalah aib yang harus segera di singkirkan dari lingkungan istana.


Pangeran Sera dapat melihat apa yang di rasakan Yuki. Jadi Dia tidak mengatakan apapun lagi. 


 


Dari Rena, Yuki akhirnya mengetahui apa yang terjadi di perbatasan setelah Pangeran Sera menculiknya dari depan perkemahan kerajaan Argueda. Pangeran Riana yang di hadang oleh pasukan Pangeran Sera, berhasil meloloskan diri. Beruntung Bangsawan Xasfir menyusul Pangeran bersama pasukannya. Sempat terjadi pertempuran tapi tidak sampai menimbulkan kerusakan yang parah pada kedua pasukan.


Pangeran Riana mengejar Pangeran Sera. Tapi jarak Pangeran Sera sudah terlalu jauh untuk di hentikan. Ketika Pangeran Riana dan pasukannya berhasil sampai di laut Amora, Kapal kerajaan Argueda yang membawa Yuki sudah berlayar di tengah laut. 


Pangeran Riana berputar untuk menghindari kejaran Pasukan Argueda yang berusaha menghalau masuk ke Argueda. Di tengah pengejaran, Pangeran Riana menghilang dan sampai sekarang keberadaannya tidak di ketahui.


Dia hanya bersyukur tidak terjadi pertumpahan darah yang berarti di perkemahan. Yuki sangat mengkhawatirkan para pengungsi di sana dan juga keadaan Pangeran Riana.


Dimana Pangeran Riana sekarang berada ?.


"Para pengungsi sudah mendapatkan pertolongan yang memadai. Sekarang Mereka mulai kembali membangun kehidupannya" ujar Rena tenang. 


Saat ini Mereka berdua duduk berdua di sebuah gazebo yang terletak di tengah kolam. Hujan rintik turun sembari tadi. Yuki mengadahkan tangan ke udara, untuk merasakan tetesan hujan yang terbawa angin di dekatnya.


Dari jauh para penjaga secara diam-diam memantau setiap gerak gerik Yuki dan Rena. Keduanya tahu Mereka sedang di awasi. Jadi Mereka duduk tenang dan tidak membuat gerakan yang mencurigakan.


"Bagaimana dengan anak-anak ?" Tanya Yuki kemudian.

__ADS_1


"Anak--anak yang masih mempunyai orang tua atau sanak saudara yang bersedia merawat Mereka, dikembalikan kembali kepada Keluarganya dengan jaminan pendidikan dan kehidupan dari negara. Sementara anak-anak yang tidak mempunyai siapapun akan di bawa ke lembaga khusus yang di bentuk pemerintahan untuk di jaga dan di rawat sampai Mereka cukup umur untuk hidup mandiri" 


Yuki menganggukan kepala mengerti. Dia menjadi tenang ketika mendengar nasib anak-anak di pengungsian.


"Rena, apa Kau bisa menceritakan padaku mengenai negeri ini ?" Tanya Yuki perlahan.


"Tentu saja Putri"


 


 


Negeri Argueda adalah salah satu dari empat negeri besar yang ada di dunia ini. Sekaligus merupakan Negeri terkuat selain Negeri Garduete. Negeri Garduete berkembang pesat berkat kekayaan alam yang berupa emas dan hasil laut yang di milikinya. Di jaga oleh Dewi Skakala, Dewi kemakmuran yang konon merupakan saudara kembar dari Dewa Aiswara, Dewa pelindung Negeri Garduete.


Sekarang ini, Negeri Argueda di perintah oleh Raja Jafar Madza. Seperti halnya Raja Bardana, Raja Jafar juga memiliki banyak istri dan kekasih selain seorang Ratu utama yang mendampinginya.


Ratu utama Raja Jafar adalah Ratu Warda. Wanita yang merupakan istri ketiga dari Raja Jafar sebelum Dia di angkat menjadi Ratu Utama. Ibu kandung Pangeran Sera. Ratu Warda kala itu berhasil menaikkan kedudukannya dengan menyingkirkan kedua istri Raja Jafar yang terlebih dahulu di nikahi. Yuki sangat terkejut saat mendengarnya. 


"Kerajaan Argueda memiliki aturan yang berbeda dengan Negeri Garduete. Disini perebutan kekuasaan jauh lebih kompleks dan kejam. Yang kuat yang bertahan. Jika tidak mempunyai kekuatan atau dukungan, lebih baik mencari aman" Ujar Rena dengan wajah serius. "Jadi Saya mohon Putri memperhatikan peringatan Saya ini. Semua demi kebaikan Putri. Di istana ini ada tiga tragedi yang selalu berulang sepanjang pemerintahan. Yang pertama adalah kematian akibat racun, persaingan wanita dan perebutan kedudukan. Apakah Putri bisa mengingat ini dengan jelas ?"


Yuki melihat Rena sesaat. Dari ekpresi yang di tunjukan Rena, Dia tahu permasalahan ini tidak sesederhana kelihatannya.


"Apakah perebutan kekuasaan itu sangat menyeramkan ?" 


"Ratu Warda membunuh dua istri Raja Jafar dan anak-anaknya begitu Pangeran Sera lahir. Jika Dia tidak melakukannya, Dia dan Pangeran Seralah yang bisa terbunuh. Sampai sekarangpun Ratu Warda sangat ketat terhadap keturunan kerajaan dari Raja Jafar. Semua di lakukannya untuk melindungi diri dan anak-anak kandungnya"


Yuki tidak percaya, bahwa konflik istana di Argueda seperti cerita pada film-film kerajaan yang di tontonnya. "Apakah Raja Jafar tidak marah ketika istri dan anaknya di bunuh ?"

__ADS_1


"Hamba tidak berani berspekulasi mengenai Raja Jafar. Yang hamba dengar, Ratu Warda di serang dalam perjalanan kembali dari kampung halaman, setelah melahirkan Pangeran Sera. Dia dan Pangeran Sera nyaris mati jika waktu itu tidak bertemu dengan Putri Ransah"


__ADS_2