Morning Dew

Morning Dew
317 Morning Dew Series 5 (episode terakhir) : Rising Sun


__ADS_3

Yuki menyentuh kubah yang membatasi pergerakan Yuki untuk masuk ke dalamnya. Api terus menjilat setiap inchi ruang yang ada di dalamnya. Membakar apapun tanpa pandang bulu. Kobaran apinya terasa panas di kulit. Sementara itu ada Pangeran Sera di dalam kubah.


Matahari Yuki...


 


Semua yang terpilih bertempur mati-matian untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran akibat ulah Iblis Balgira. Iblis jelmaan dari kakek Bangsawan Dalto.


Semua orang yang dipilih langsung oleh pendeta suci datang dan berkumpul. Bersatu dengan tujuan melawan iblis Balgira (baca : Morning Dew Series season 4 : Rain Pour). Yuki yang merupakan salah satu dari tiga orang yang dapat membuka segel suci, untuk melepaskan kekuatan yang mampu membunuh Iblis Balgira dengan mengorbankan dirinya sendiri. Datang kembali ke kehidupan Pangeran Sera dan Pangeran Riana, diam-diam untuk melakukan misi bunuh dirinya agar Pangeran Sera dan Pangeran Riana tidak memiliki kewajiban membunuh dirinya sendiri untuk menarik segel suci.


 


Karena siapapun orang yang berhasil melepaskan segel suci tersebut, Dia akan mati karena terkena ledakan kekuatan yang ditimbulkannya.


 


 


Tapi...ketika Yuki sedang menunggu kematiannya di altar suci. Pangeran Sera yang seharusnya tidak tahu menahu masalah segel suci datang. Seperti sudah di perhitungkan oleh Pangeran Sera. Dia segera menyuruh orang kepercayaannya untuk membawa Yuki dengan paksa meninggalkan lokasi ledakan. 


Pangeran Sera datang untuk mengantikan Yuki menarik segel suci. Dia Hancur bersama dengan iblis Balgira di depan mata Yuki.


 


 


Lutut Yuki terasa lemas. Dia ambruk ke atas tanah dengan pandangan kosong. Kobaran api masih mengamuk dengan ganasnya. Asap membumbung tinggi di udara membuat awan menjadi hitam pekat.


 


Kenapa Pangeran Sera berada di sini. Sebelumnya Yuki sudah memastikan posisi Pangeran Sera dalam pertempuran. Tidak seharusnya Dia berada di dekat Yuki. Bagaimana bisa Pangeran Sera mebgetahui masalah segel suci ?.


 


Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala Yuki.


 


Yuki terus memandangi kobaran api di depannya. Menatap nanar dengan bibir gemetar. Kubah di depannya melindungi apapun yang berada di garis luar, dari kehancuran akibat ledakan yang terjadi. Tapi Dia juga tidak membiarkan apapun yang berada di dalamnya keluar untuk menyelamatkan diri.


 

__ADS_1


Panglima perang Gererou berdiri di samping Yuki. Hatinya sangat sedih. Bagaimanapun selama ini, Dia sudah tumbuh besar bersama dengan Pangeran Sera. Sebenarnya Dia sudah mencoba melarang Pangeran Sera saat mengetahui rencana Pangeran Sera. Tapi Pangeran Sera tetap bersikukuh pada keputusannya dan tidak merubah pendiriannya meskipun Dia memiliki banyak kesempatan.


Pangeran Sera tahu, jika Pangeran Riana yang mengorbankan dirinya. Meskipun ada Nara sebagai penerusnya. Kerajaan Garduete akan hancur. Yuki akan terseret di dalamnya dan di paksa untuk berpisah dengan Nara. Hal itu justru bisa menyebabkan kehancuran bagi Yuki. Pangeran Sera juga akan berada di posisi sulit karena pasti akan ada banyak orang yang berusaha memanfaatkan situasi untuk menguasai Garduete. Yuki akan terancam bahaya dan Pangeran Sera tidak mungkin akan selalu memerangi negaranya sendiri untuk bisa menyelamatkan Yuki dan Nara.


Tapi jika Dia yang mengorbankan dirinya. Meskipun Argueda akan menuding Yuki sebagai penyebabnya. Pangeran Riana dengan kekuatannya akan melindungi Yuki. Bahkan jika di kemudian hari terjadi kekacauan di Argueda akibat kematian Pangeran Sera. Pangeran Sera yakin, Pangeran Riana akan turun membantu Pangeran Arana untuk mengatasi semuanya.


 


Pangeran Sera telah memikirkan semua dengan matang sebelum Dia mengambil keputusan.


 


Dia tidak bisa mengkhianati negaranya tapi juga tidak bisa membiarkan Yuki menderita ke depannya.


Panglima Perang Gererou berlutut dan memberi penghormatan ksatria untuk Pangeran Sera diikuti para Prajurit di belakangnya.


Waktu berjalan. Siang mulai berganti, dan malam mulai menjelang. Pertempuran besar telah berakhir.


 


Yuki masih berada di tempatnya. Berdiri diam memandang kubah yang masih bertahan di tempatnya. Menghalangi Yuki untuk masuk ke dalamnya. 


 


 


Setelah beberapa lama, api perlahan mulai padam. Pohon-pohon berwarna hitam terbakar. Tanah seperti di balik dari bawah dengan kasar. Hancur berantakan. Tidak ada kehidupan apapun di dalam sana. Semua terbakar bersama Iblis Balgira.


 


Terdengar suara langkah kaki kuda mendekat. 


 


Pangeran Riana segera kembali begitu pertempuran berhasil di menangkan. Dia sangat cemas saat menerima laporan bahwa Yuki pergi menuju hutan suci tempat segel suci berada. Sera sempat menemuinya sebelum pertempuran dan memintanya untuk menghandel tugas Sera dalam pertempuran. Karena Sera harus pergi ke hutan suci untuk mengantikan Yuki menarik segel suci.


Jadi setelah pertempuran berakhir, Pangeran Riana segera memutar arah dan menuju lokasi di mana segel suci berada.


 


"Astaga parah sekali" guman Bangsawan Voldermont yang berada di dekatnya. "Yuki...Apa Kau baik-baik saja ?"

__ADS_1


Semua hening.


Pangeran Riana menyadari ada yang salah. Yuki masih berdiri mematung. Suara Bangsawan Voldermont seolah berada di tempat yang sangat jauh. Dia menutup bibirnya rapat.


Pangeran Riana langsung meloncat turun dan membalikan badan Yuki agar berpaling menatapnya.


 


"Apa yang terjadi ?" Tanya Pangeran Riana kemudian. Dia mencekal bahu Yuki dengan kedua tangannya erat.


 


Yuki masih diam.


 


"Di mana Sera ?" 


 


Pangeran Riana bertanya lagi ketika masih tidak ada yang menjawab. Pangeran Riana merasa ketakutan saat melihat Yuki. Tatapan Yuki kosong. Seolah seluruh kehidupan telah di ambil alih darinya. Dengan keras Dia menggoncangkan bahu Yuki untuk membuat Yuki sadar. "Yuki, katakan padaku. Di mana Sera ?" Tanya Pangeran Riana lagi dengan lebih keras.


 


Wajah Pangeran Sera yang tersenyum sambil memandangi Yuki yang saat itu di bawa paksa oleh Panglima Perang Gererou kembali terlintas di kepala Yuki. Suatu keikhlasan dan keteguhan hati ketika Dia berdiri di atas mimbar. Senyum perpisahan untuk Yuki.


 


Yuki mendongakan pandangannya untuk menatap Pangeran Riana di depannya. Masih dengan wajah tanpa ekpresi. Dia berkata dengan tenang. "Pangeran Sera, Dia sudah tidak ada" jawab Yuki.


Pangeran Riana menatap Yuki tajam. "Apa ?"


"Dia sudah meninggal. Pangeran Sera sudah tidak ada lagi"


Yuki mundur selangkah. Menatap ke sekeliling dengan frustasi. Kedua tangannya di pegang dengan erat oleh Pangeran Riana. "Aku tidak mengerti bagaimana Dia mengetahuinya. Pangeran Sera meninggalkan posisinya di medan pertempuran untuk menyusulku ke altar suci. Kemudian Dia menyuruh Gererou membawaku pergi. Dia menggantikanku menarik segel itu...dan Dia...Dia tidak ada" rancau Yuki cepat. Nafasnya tersenggal seolah Dia telah menghabiskan banyak tenaga hanya untuk berbicara. Yuki kembali menatap Pangeran Riana dalam. "Bukan ini yang seharusnya terjadi. Bukan Dia yang seharusnya mati di dalam sana. Bukan Dia..."


"Kenapa dengan menggantikanmu menarik segel suci membuatnya mati Yuki ?" Tanya Pangeran Riana masih tidak mengerti.


"Karena....karena siapapun dari kita bertiga yang menarik segel suci itu, hanya memiliki sedikit kesempatan untuk hidup"  bisik Yuki tertahan. "Seharusnya Aku yang menarik segel itu...Aku tidak pernah meminta Kalian berdua untuk melakukannya"


 

__ADS_1


Pangeran Riana terkejut. Dia hanya tau bahwa hanya Mereka bertiga yang bisa menarik segel suci. Tapi tidak ada yang memberitahukannya bahwa siapapun yang berhasil menarik segel suci, Dia akan mati.


 


__ADS_2