
Untungnya, Pangeran Sera tidak memaksa Yuki untuk bercerita. Pangeran Sera begitu baik, membuat Yuki semakin segan padanya.
"Apa yang sedang Kau pikirkan ?" Tanya Pangeran Sera tiba-tiba. Membuat Yuki yang sedang melamun sambil duduk di pagar terkejut.
Yuki sama sekali tidak menyadari kehadiran Pangeran Sera sebelumnya.
Sejak kapan Pangeran Sera berada di sana ?.
"Pangeran sudah kembali" sambut Yuki tersenyum sembari bangun dari posisinya. Berjalan ringan menghampiri Pangeran Sera yang berdiri diam di depannya.
"Ya, Kau tampak serius memikirkan sesuatu. Apa ada yang menganggumu Yuki ?" Tanya Pangeran Sera serius.
"Tidak ada yang mengangguku di sini" jawab Yuki tenang.
"Atau Kau memikirkan Riana ?"
Yuki terkejut. Dalam hati bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba Pangeran Sera menyinggung mama.Pangeran Riana.
"Bukan Dia" ujar Yuki spontan. Wajah Yuki semakin serius, Dia jelas tidak pandai berbohong. Pangeran Sera tersenyum melihat ekpresi Yuki. Dia mengulurkan tangan untuk.mengusap pipi Yuki dengan lembut.
Pangeran Sera bersandar di pagar balkon. Wajahnya terlihat lelah dan penuh tekanan. Rambut halus di wajahnya mulai tumbuh.
"Aku terus bertanya pada diriku sendiri beberapa hari terakhir ini. Sebenarnya apa yang terjadi sampai Para Prajuritku menemukanmu berada seorang diri di tengah hutan di malam bersalju. Apa telah terjadi sesuatu Yuki"
Yuki memalingkan wajahnya. Tidak tahan dengan sorot mata dari Pangeran Sera yang memandangnya penuh rasa ingin tahu.
"Aku..." Bisik Yuki kebingungan.
Aku meninggalkan istana Pangeran Riana, karena melihat Pangeran Riana berciuman dengan wanita lain.
Yuki tidak mungkin mengatakan kepada Pangeran Sera alasan Dia berada di dalam hutan bersalju waktu itu. Pangeran Sera tidak suka jika Yuki membicarakan Pangeran Riana di depannya.
"Aku..."
Tanpa peringatan, Pangeran Sera langsung mendekatkan wajahnya ke arah Yuki. Dan mencium bibir Yuki dalam. Yuki terkejut. Dia baru saja akan menjauhkan badannya ketika Pangeran Sera mencegahnya. Pangeran Sera menarik pinggang Yuki mendekat. Bibirnya masih mencium bibir Yuki.
__ADS_1
"Aku tahu.." bisik Pangeran Sera lembut sesaat setelah melepas ciumannya. Pangeran Sera tahu Yuki berada di dalam hutan karena Pangeran Riana. Tapi Dia mencegah Yuki untuk mengatakannya. Perasaan Yuki menjadi binggung, kenapa hati Pangeran Sera begitu baik.
"Yang terpenting sekarang, Kau sudah kembali ada di sini. Bersamaku" ujar Pangeran Sera lagi sembari menempelkan dahinya pada dahi Yuki.
Terdengar suara Gulf dari kantung Baju Pangeran Sera. Dengan segera, Pangeran Sera langsung mengangkatnya. Yuki diam menunggu di samping Pangeran Sera, ketika Pangeran Sera sedang berbicara dengan seorang Jendral di dalam sambungan. Dari pembicaraan Mereka, Yuki menangkap bahwa Pangeran Sera dan Jendral tersebut sedang membicarakan mengenai Putri Magitha dan Ratu Warda.
Dugaan Yuki benar. Telah terjadi sesuatu. Mimpi yang di alaminya, yang membuatnya memutuskan kembali kemari adalah kenyataan.
Pangeran Sera memerintahkan dengan tegas agar pencarian terus di lakukan. Menyebar sampai ke perbatasan wilayah dengan negara lainnya.
Yuki tahu, Dia harus berbicara dengan Pangeran Sera mengenai mimpinya. Dia tidak bisa menunda terlalu lama. Perihal Pangeran Sera akan mempercayainya atau tidak. Itu urusan belakangan.
Setiap detik sangat berharga bagi Putri Magitha dan Ratu Warda. Jadi ketika Pangeran Sera telah mengakhiri Panggilannya. Yuki langsung memberanikan diri untuk memulai pembicaraan dengan hati-hati.
"Pangeran apa Aku boleh bertanya sesuatu ?" Tanya Yuki bimbang. Dia tidak tahu harus dari mana memulainya.
"Ya" Kata Pangeran Sera sembari memasukkan kembali Gulf ke dalam sakunya.
Pangeran Sera sangat berhati-hati menyimpan Gulf miliknya terutama di dekat Yuki. Sepertinya Dia takut jika Yuki akan berubah pikiran dan memakai Gulf miliknya untuk menghubungi Pangeran Riana agar menjemput Yuki kembali ke Garduete.
"Aku tidak melihat Putri Magitha beberapa hari ini. Apakah Dia baik-baik saja atau Putri Magitha tidak tahu Aku datang ?"
Pangeran Sera terdiam. Sirat sedih tampak di matanya. Dia mendekap kedua tangannya di dada. Memikirkan jawaban yang tepat untuk Yuki. Akhirnya setelah diam yang cukup lama, Pangeran Sera menghela nafas sesaat sebelum berkata lirih. "Magitha sedang tidak ada di sini"
Yuki menatap Pangeran Sera dalam. Tidak perduli apakah Pangeran Sera akan mempercayainya atau tidak, Dia bertekad untuk mengatakan semuanya. "Aku tahu" ujar Yuki dengan wajah serius.
"Kau tahu ?" Tanya Pangeran Sera terkejut.
"Ya, Aku tahu Ratu dan Putri Magitha telah lama menghilang tanpa jejak, dalam perjalanan Mereka kembali ke Istana setelah kepergian Mereka untuk melakukan pengobatan kepada Ratu"
"Siapakah yang memberitahukanmu Yuki. Apakah orang dari kerajaan Garduete ?"
Yuki menggelengkan kepalanya.
"Berita mengenai menghilangnya Ratu Warda dan Putri Magitha sengaja tidak di sebarkan oleh kerajaan. Kami menutup rapat masalah ini. Aku juga sudah melarang para pelayan untuk memberi tahu masalah ini padamu. Jadi darimana Kau mengetahuinya Yuki ?" Tanya Pangeran Sera lagi, kini seluruh perhatiannya sudah pada Yuki sepenuhnya.
__ADS_1
"Aku mendengar dari Putri Magitha. Dia sendiri yang menceritakan padaku ketika Aku berada di dunia sana" Yuki merasa konyol sekarang.
"Magitha sendiri ?" Tanya Pangeran Sera kebinggungan. "Bagaimana cara Dia menghubungimu, kenapa Dia tidak menghubungi Kami"
"Putri Magitha datang melalui mimpiku, dan memberitahukanku situasinya. Karena itulah, Aku memutuskan untuk segera datang kemari. Karena menerima pesan darinya"
"Jika Aku menceritakan sesuatu pada Pangeran, apakah Pangeran mau mempercayaiku ?"
Pangeran Sera tidak menjawab, tapi Dia kembali bersandar di pagar. Di samping Yuki. Yuki membenahi posisi duduknya dengan sopan.
"Aku harap Pangeran tidak menceritakan masalah ini kepada siapapun"
Yuki merasa agak berlebihan, Pangeran Sera tidak akan mungkin akan setega itu pada Yuki. Pangeran Sera menatap Yuki tenang, menunggu Yuki untuk memulai ceritanya.
"Jadi Kau adalah seorang Ciel ?" Tanya Pangeran Sera sekali lagi, seolah meyakinkan dirinya sendiri. Yuki baru selesai bercerita. Dia menceritakan semuanya kepada Pangeran Sera. Mengenai identitasnya dan Putri Ransah, siapa saja yang saat ini mengetahuinya. Kenapa Bangsawan Dalto menjebak Yuki di kuil iblis, agar Balgira bisa meminum darah Yuki di bulan biru. Semua karena satu alasan, Yuki adalah ciel. Manusia yang di anugerahi beribu anugerah oleh dewa.
"Ya...apakah itu buruk bagi Pangeran ?"
Pangeran Sera menggengam tangan Yuki erat. Tersenyum menenangkan, seolah Dia sendiri tidak memiliki beban berat di pundaknya.
"Itu artinya, Aku harus menjagamu dengan lebih baik. Terimakasih sudah berbagi rahasia denganku Yuki. Apa yang Kita bicarakan sekarang, tidak akan keluar dari ruangan ini" janji Pangeran Sera penuh keyakinan.
"Maafkan Aku baru menceritakan sekarang" Kata Yuki menyesal.
"Ini bukanlah masalah yang bisa Kau ungkapkan begitu saja. Sekarang Aku mengerti, Kenapa Iblis itu sangat mengincarmu. Sekarang Aku sudah mendapatkan jawabannya"
"Tapi Iblis Balgira berhasil kabur setelah meminum darahku. Aku khawatir, suatu saat nanti Dia akan kembali dengan kekuatan yang tidak terbendung" ujar Yuki menyuarakan kecemasan yang selama ini berusaha di sembunyikannya.
"Jika terjadi pergerakan seperti itu, Kuil suci pasti akan mengetahuinya dan menyebarkannya kepada seluruh kerajaan yang ada di dunia ini"
"Kuil suci ?" Tanya Yuki kebingungan. Dulu Yuki pernah mendengar juga Pangeran Riana dan Pendeta Serfa menyebutkan masalah kuil suci. Hanya karena tekanan masalah dari Iblis Balgira, Yuki tidak terlalu memperhatikan dan bertanya pada Mereka.
__ADS_1