
"Kita belum pernah bertemu secara langsung sebelumnya. Tapi setidaknya, salah satu dari kedua orang tuamu sudah bercerita mengenaiku" kata Pria itu sambil memandang Yuki dengan keyakinan penuh.
Yuki mulai berpikir. Meneliti kembali dengan seksama, Pria yang ada di depannya. Warna matanya coklat tanah, sama seperti Yuki. Warna mata yang sama yang juga di miliki Perdana Menteri Olwrendho, ayahnya.
Jika Yuki memperhatikan lagi, ada banyak diri Perdana Menteri Olwrendho yang ada pada diri Pria itu.
Yuki kemudian teringat surat yang di tulis Putri Ransah untuknya. Dalam surat itu, selain bercerita mengenai kisah cinta Putri Ransah dengan Raja Bardhana, Dia juga menceritakan mengenai kisah lain. Kisah cinta dari Perdana Menteri Olwrendho yang membuahkan seorang anak laki-laki sebelum bertemu dengan Putri Ransah.
"Aku tahu siapa Kau" kata Yuki lagi akhirnya tanpa keraguan. "Kau adalah Lekky...Kakakku"
Yuki sudah pernah menyelidiki masalah ini sebelumnya di kediaman Perdana Menteri Olwrendho. Tapi sayangnya, Dia tidak mendapatkan petunjuk apapun. Tampaknya, Perdana Menteri Olwrendho sangat merahasiakan masalah anak laki-lakinya pada siapapun.
Namun, dalam penyelidikannya Yuki menemukan fakta bahwa semua bisnis milik Perdana Menteri Olwrendho masih di jalankan oleh seseorang. Dan semakin berkembang dengan baik sepeninggal Perdana Menteri Olwrendho. Bahkan, setiap bulan para pelayan di kediaman Perdana Menteri Olwrendho masih menerima gaji yang cukup.
Pangeran Riana tidak melakukannya, begitu pula dengan Pangeran Sera. Perdana Menteri Olwrendho juga tidak memiliki kerabat dekat maupun jauh kecuali anak laki-lakinya dan Yuki.
Sekarang Yuki yakin jika Lekky lah yang melakukan semuanya.
Tapi, Yuki berpikir lagi. Nama Kakak laki-laki yang di sebut Putri Ransah adalah Lekky Darmount. Yuki pernah menyebut nama itu di depan Bangsawan Voldermont, hanya untuk mengetahui apakah Bangsawan Voldermont mengenalnya. Tidak di sangka, reaksi Bangsawan Voldermont sangat keras ketika mendengarnya.
"Dari mana Kau mengetahui nama itu Yuki ?" Tanya Bangsawan Voldermont waktu itu.
Yuki melihat sirat aneh di mata Bangsawan Voldermont. Dan jadi urung menceritakan masalah surat yang di terimanya dari Putri Ransah yang menyebut nama Lekky Darmount.
"Aku hanya mendengarnya sekilas dari para pelayan" Kata Yuki berdalih. "Ada apa dengan nama itu ?" Tanya Yuki kebingungan.
"Lekky Darmount adalah salah satu anggota dari keluarga Darmount. Mereka adalah klan keluarga pembunuh bayaran paling terkenal di dunia ini. Tinggal di sebuah gunung yang Mereka beli secara pribadi, sebuah keluarga yang sangat tertutup dan misterius" jelas Bangsawan Voldermont berhati-hati. "Masing-masing kepala dari anggota keluarga Darmount di hargai sangat mahal. Tidak sembarang orang bisa bertemu dengan Mereka, bahkan tidak sembarang orang bisa keluar hidup-hidup jika berani memasuki wilayah Mereka tanpa izin. Apa Kau belum pernah mendengar masalah ini saat di Argueda ?. Pernah ada sepuluh ribu pasukan seorang Jendral dari Argueda datang mengempur kediaman keluarga Darmount karena sebuah masalah pribadi dengan salah satu keluarga Darmount. Tapi Dalam waktu semalam hanya satu orang yang kembali. Dia kembali dengan membawa kengerian yang di alami sepuluh ribu pasukan jendral tersebut. Semua mati dalam waktu semalam di tangan seorang anggota keluarga Darmount. Dan orang yang Mereka hadapi adalah Lekky Darmount"
Yuki duduk dan mendengarkan Bangsawan Voldermont bercerita.
__ADS_1
"Saat ini kepala keluarga Darmount adalah Lazzar. Apa Kau percaya, harga kepalanya sama dengan harga sepertiga wilayah Garduete saat ini. Tapi ada satu orang lagi yang di gandang-gandang akan menggantikan Lazzar, Dia adalah Lekky. Harga kepalanya bahkan jauh lebih tinggi daripada harga kepala Lazzar"
Yuki menghela nafas saat mendengarnya.
"Ada darah peri dalam dirinya. Konon kabarnya, anak perempuan dari kepala keluarga Darmount terdahulu menikah dengan seorang peri dan mendapatkan keturunan yang kemudian menjadi Ibu dari Lekky. Tidak ada yang bisa menggambarkan sosok Lekky dengan jelas, semua yang bertemu dengannya rata-rata sudah di habisinya. Namanya pertama kali mencuat ke permukaan setelah dalam semalam membunuh satu keluarga bangsawan Argueda yang berujung pengepungan kediaman keluarga Darmount oleh Jendral yang ingin membalas dendam. Dia sangat gila. Lebih baik tidak berhubungan dengannya"
Yuki menatap kembali Lekky yang sekarang berada di depannya sekali lagi. Yuki belum pernah melihat seperti apa wajah Kakaknya. Tapi melihat Lekky. Membuat Yuki sangat yakin bahwa Dia memang adalah Kakak laki-laki yang di maksud Putri Ransah, Ibunya.
Hal yang tidak di ceritakan oleh Bangsawan Voldermont, atau mungkin Dia memang tidak mengetahuinya adalah kemampuan yang di miliki Lekky.
Tampaknya Lekky memiliki kemampuan untuk bisa menghilang dan berpindah tempat secepat kilat.
"Apa Kau mau menikah tanpa mengundangku ?" Tanya Lekky membuyarkan lamunan Yuki.
"Apa itu penting ?" Tanya Lekky acuh.
"Untuk apa Kau datang Lekky ?" Tanya Yuki kali ini lebih tegas.
Yuki masih tidak menyangka, Perdana Menteri Olwrendho mempunyai masa lalu yang besar yang tidak diketahui Yuki. Yang pasti Perdana Menteri Olwrendho bisa berhubungan dengan keluarga Darmount bahkan memiliki keturunan bukanlah sesuatu yang biasa.
Sifat Perdana Menteri Olwrendho yang lembut sangat berbeda dengan masa lalu yang di sembunyikannya. Dia memiliki banyak rahasia yang tidak di ketahui Yuki.
"Ku lihat hanya Kau yang tidak berbahagia atas pernikahan ini. Jadi Aku datang untuk mengajukan dua penawaran untukmu"
"Penawaran ?" Tanya Yuki kebingungan.
"Ya, Kau bisa memilih salah satu dari dua penawaran yang Ku ajukan , apa Kau mau mendengarnya ?"
__ADS_1
"Katakan"
"Yang pertama, Kau bisa tinggal di Argueda, menikah dengan Sera sebagaimana mestinya dan menjadi seorang istri yang baik untuknya"
Yuki diam mendengarkan. Dia merasa ada sedikit harapan dari kedatangan Lekky.
"Dan yang kedua...."
Terdengar suara petasan di nyalakan saling beruntutan. Seperti bunyi suara tembakan senapan otomatis. Para pelayan masuk kembali ke dalam kamar untuk mempersiapkan Yuki menuju altar pernikahan.
Istana sudah riuh rendah oleh tamu undangan dari berbagai negara. Yuki menundukkan kepala ketika sebuah mahkota yang cukup berat di letakan di atas kepalanya. Beratnya hampir dua kilo. Penuh taburan intan permata yang beriap terkena cahaya lampu.
Penderitaan Yuki semakin parah ketika Dia harus mengenakan pakaian pengantinnya. Putri Magitha lebih memilih keindahan daripada kenyamanan. Gaun dengan ekor yang panjang lebih dari lima meter, berenda halus dan dengan sulaman benang emas di pinggirannya. Seketika Yuki menyesal telah membiarkan Putri Magitha mengatur semua gaun pengantin untuknya.
"Putri sangat cantik" puji seorang pelayan ketika Yuki sudah selesai di dandani.
Yuki berdiri sambil melihat cermin besar di depannya. Menampakan bayangan seorang wanita yang sangat cantik dan anggun di depannya. Bayangan dirinya mengenakan pakaian pengantin kerajaan Argueda.
Jika dalam kondisi normal, Yuki pasti akan merasa terpana menyaksikan perubahan dirinya. Tapi suasana hatinya sedang tidak baik.
"Terimakasih" kata Yuki pelan.
Pelayan yang membantunya tersenyum lembut.
"Putri, sebentar lagi acara akan di mulai. Kita akan menuju altar pernikahan sekarang. Apakah Putri sudah siap ?"
"Ya..." Jawab Yuki tenang.
Yuki bersiap. Gaun pengantin yang di kenakannya seolah bertumpuk di berbagai tempat.
__ADS_1