
"Kalau Aku pikir kembali, Aku adalah orang yang cukup beruntung. Ketika Aku kebingungan menemukan calon ratuku, Dia justru datang sendiri ke hadapanku. Dengan wajah polosnya menunjukan batu amara yang bersinar di tangannya" kata Pangeran Riana penuh kepuasan. "Apa Kau tidak curiga Yuki, kenapa Aku tiba-tiba mengangkatmu sebagai kekasihku. Apa pelayanmu tidak menceritakan pengujian batu amara untuk setiap gadis dalam misi mencari calon ratu ?"
"Sayang sekali Pangeran, Dia tidak menceritakan padaku karena Dia tahu pasti, Aku tidak pernah berminat menjadi bagian kerajaan" kata Yuki menahan marah. Tangannya terkepal di samping tubuhnya. Berusaha menahan amarah yang seperti bom atom di dalam dirinya. "Kedatangan Pangeran Sera hari ini. Apakah ini termasuk rencanamu ?" Bisik Yuki sarkatik. Bukan kebetulan jika Pangeran Sera datang ke jamuan itu. Pangeran Riana sengaja mengundangnya untuk mempermalukan Pangeran Sera.
Pangeran Riana tersenyum puas sebagai jawabannya. Dia sangat senang telah berhasil membuat Sera malu sampai meninggalkan jamuan begitu saja.
Yuki melihat sorot mata Pangeran Riana, Dia tahu Pangeran Riana sudah merencanakan hal ini.
"Apakah Kau harus melakukannya ?" Tanya Yuki tidak percaya.
"Aku ingin menunjukan bahwa sebaiknya Dia menyerah. Garduete tidak akan pernah menyerahkan calon ratunya untuk siapapun" ujar Pangeran Riana tegas. "Sekarang Kau sudah tau apa posisimu, dan kenapa Kau harus kembali ke dunia ini. Karena Kau adalah calon ratuku. Jadi sebaiknya mulai sekarang Kau bisa menjaga sikap"
Yuki ingin membuka mulutnya untuk membantah ucapan Pangeran Riana. Tapi Dia urung melakukannya. Pangeran Riana menatap Yuki tajam. Memperingatkan Yuki untuk berhenti melawan atau Dia akan mendapat masalah.
Yuki sadar, tidak baik jika Dia terus berdebat dengan Pangeran Riana akan masalah ini. Pangeran Riana mendapat dukungan yang kuat, tidak hanya dari kerajaan tapi seluruh negeri. Yuki memalingkan wajahnya dengan sedih. Dia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya lemah seperti sekarang. Yuki tahu hidupnya tidak akan lagi mudah. Pangeran Riana tidak mau melepaskan Yuki. Yuki sudah tidak punya jalan untuk bisa kembali ke dunia lamanya.
Semenjak di umumkan Yuki sebagai calon ratu Pangeran Riana, sikap semua orang menjadi berubah. Mereka memperlakukan Yuki seperti barang yang mudah pecah. Kemanapun Yuki pergi akan ada banyak mata yang memandang.
Pendidikan untuk Yuki terus berjalan, bahkan semakin banyak. Yuki di tuntut untuk.mrnjadi Ratu yang sempurna.
Selain itu Dia juga di wajibkan untuk mempelajari mengenai aturan, sisilah dan semua hal mengenai keluarga kerajaan secara terperinci. Yuki harus mengikuti Ibu Suri menghadiri acara-acara kerajaan. Dia bahkan mengunjungi istana wanita milik Pangeran Riana.
Yuki sangat terkejut saat mengetahui bahwa sebenarnya Pangeran Riana punya cukup banyak wanita yang bisa menghiburnya. Tapi Pangeran Riana justru jarang mengunjungi Mereka dan lebih memilih menganggu Yuki.
__ADS_1
Yuki duduk di dekat cendela yang dibiarkan terbuka. Sementara itu di luar hujan rintik turun sembari tadi. Hawa dingin terasa begitu nyaman, membuat Yuki beberapa kali menguap. Bau tanah yang basah dan lumut yang lembab begitu terasa di hidung Yuki.
Di atas meja, di depan Yuki. Sebuah buku tebal terbuka lebar. Itu adalah buku mengenai keuangan istana wanita Pangeran Riana, tepatnya Buku berisi pengeluaran dan pemasukan sejak Pangeran Riana mendapatkan wanita yang mengisi istananya. Ibu Jaena mengirimkan sendiri kepada Yuki dan menyampaikan pesan Ibu Suri agar Yuki mempelajari buku ini.
Dari laporan yang tertera di buku. Semua wanita milik Pangeran Riana memiliki kehidupan yang diimpikan para gadis. Perhiasan emas, batu berharga, pakaian sutera dan makanan enak.
Yuki sangat lelah, baik secara fisik maupun mental. Dia di pakaikan pakaian mahal dan perhiasan mewah, tapi tidak di biarkan untuk hidup sebagai dirinya sendiri.
Yuki menutup buku keuangan dengan keras. Pikirannya di penuhi berbagai masalah. Termasuk Pangeran Sera. Kabarnya Pangeran Sera memutuskan untuk menginap sementara di Ibukota. Alhasil Pangeran Riana kembali mengurung Yuki dan tidak membiarkan Yuki keluar dari kamar tanpa izin darinya.
Yuki masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Pangeran Sera. Dia tidak menyerah meski tahu kerajaan Garduete tidak akan menyerahkan Yuki dengan mudah. Kerajaan Garduete bahkan siap bertempur jika ada yang berani mengusik calon ratunya.
Yuki menghela nafas. Memikirkan semua membuat kepalanya pusing. Dia tidak datang kemari untuk membuat orang saling bunuh. Dia tidak ingin menjadi penyebab pertempuran yang melibatkan dua negara besar. Apalagi iblis Balgira sampai sekarang belum berhasil di tangkap.
"Untuk apa Aku harus membaca semua ini. Apa Aku harus mengetahui berapa banyak koleksi wanita di istana wanitanya ?" Tanya Yuki sarkatis kepada Rena dengan raut wajah kesal.
"Sstt Putri, tidak boleh bicara seperti itu soal Pangeran. Jika ada yang mendengar Putri bisa celaka" ujar Rena panik.
"Aku lebih baik membantu urusan pernikahanmu daripada mengurusi hal tidak berguna seperti ini" gerutu Yuki mengabaikan peringatan Rena.
"Kenapa Putri Yuki sangat tidak menyukai posisi calon ratu ?" Tanya Rena dengan pandangan kebingungan.
"Apa enaknya menikah dengan laki-laki yang memiliki banyak istri" jawab Yuki cemberut. Seingat Yuki, Dia pernah mengatakannya kepada Pangeran Riana. "Menjadi Ratu berarti harus juga mengurusi wanita-wanita milik suaminya. Katakan padaku, bagian mana yang menyenangkan dari semua ini ?"
__ADS_1
"Tapi Putri tidak mungkin melarang Pangeran untuk tidak menikahi wanita lain. Dia akan menjadi seorang Raja suatu hari nanti. Wajar jika Dia memiliki banyak istri"
"Jadi kenapa Aku harus menyukainya, jika Dia bisa sibuk dengan wanita-wanita lainnya"
Sebenarnya Pangeran Riana pernah mengatakan pada Yuki, jika Yuki mau bersamanya Dia akan melepaskan semua wanita di istana wanitanya. Tapi Yuki tidak terlalu menganggap serius perkataan Pangeran itu. Itu hanya ucapan manis yang di katakan untuk menyenangkan Yuki. Sangat jarang, di dunia ini laki-laki yang memiliki harta dan kedudukan hanya setia pada satu wanita.
Rena menyenggol kaki Yuki. Memberi tanda kepada Yuki agar berbalik ke belakang. Wajahnya sangat ketakutan. Ketika Yuki berbalik Dia mendapati Pangeran Riana berdiri di ambang pintu. Yuki tidak tahu apakah Pangeran Riana mendengar percakapannya dengan Rena atau tidak. Pangeran Riana tidak mengatakan apapun. Dia langsung pergi meninggalkan kamar.
"Apa yang Kita lakukan Putri, habislah Kita jika Pangeran Riana mendengar semua" bisik Rena ketakutan.
Hujan turun semakin deras ketika hari menjelang siang. Rena baru saja meninggalkan kamar, setelah Yuki berhasil memaksanya untuk berisitirahat sebentar di kamarnya. Rena sangat cemas jika Pangeran Riana mendengar pembicaraan Mereka.
Para penjaga di luar pintu berdiri sembari menahan kantuk. Dari posisinya sekarang, Yuki dapat melihat Mereka dengan cukup jelas.
Yuki berdiri di balkon, terlindungi dari hujan yang mengguyur di sekelilingnya. Dia diam merenung.
Kletak
Suara batu kerikil yang membentur cendela di dekat Yuki. Yuki terdiam memandangi batu yang bergulir jatuh ke lantai ketika lengannya di lempar batu. Dia mengelus lengannya dan berjalan maju, menerobos air hujan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1