
Yuki menunduk sembari memejamkan matanya. Berusaha agar tidak menangis. Yuki sudah berjanji pada dirinya sendiri semalam, Dia tidak akan bersedih atau menangisi takdirnya. Dia memutuskan untuk menjalani semuanya dengan tabah.
Yuki terkejut ketika sepasang tangan memeluknya dari belakang. Ketika menoleh Dia menemukan Pangeran Sera sudah berdiri di belakangnya.
"Pangeran.."
Pangeran Sera tersenyum senang. Dia mengecup leher Yuki dari belakang. Air mengguyuri Mereka berdua yang berdiri tanpa mengenakan busana.
Meskipun Pangeran Sera selalu bersikap lembut pada Yuki. Tapi Dia adalah seorang Panglima tangguh dalam sebuah medan pertempuran. Begitu juga kemampuannya dalam bermain di atas ranjang. Meski sudah bermain beberapa kali semalam dengan Yuki. Tapi pagi ini, begitu melihat Yuki berdiri dengan tubuh yang basah. Hasratnya kembali naik. Dia tidak mau melewatkan kesempatan, setidaknya sebelum Mereka keluar dan para pelayan akan memisahkan Mereka selama seminggu. Dengan alasan tradisi sebelum pernikahan.
Jadi Dia harus memanfaatkan setiap waktu dengan baik.
Hal yang mengejutkan dari seorang Yuki adalah rasanya sangat enak. Membuat Pangeran Sera kehilangan kendali untuk membiarkan Yuki begitu saja.
Pangeran Sera menyentuh bagian sensitif Yuki membuat Yuki terlonjak kaget.
"Pa...aaahh.." ucapan Yuki terputus ketika Pangeran Sera sudah mendorongnya ke dinding dan dengan lembut memasuki tubuhnya kembali dari belakang.
Seluruh negeri tampak bersiap menyambut pernikahan kerajaan antara Pangeran Sera dan Putri Yuki.
Hiasan penyambutan di tata dengan cantik di setiap halaman dan jalanan kota yang ada di seluruh wilayah kekuasaan Argueda. Termasuk wilayah bekas negeri Rasyamsah yang telah menjadi milik Argueda.
Gaun-gaun telah di persiapkan. Yuki juga telah mengikuti rangkaian upacara adat dan kerajaan yang di adakan sebelum hari pernikahan.
Besok adalah hari pernikahannya.
Yuki baru saja mendapat kabar Pangeran Riana telah tiba di Ibukota Argueda.
__ADS_1
Yuki cukup bersyukur mendapat kabar Pangeran Riana selamat dari kritisnya dan berhasil kembali ke Garduete tanpa kekurangan apapun. Namun Raja Bardhana tampak sangat marah ketika mengetahui Pangeran Riana di antar ke perbatasan wilayah Argueda dan Garduete dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sehingga nyaris terjadi perselisihan di antara kedua negara.
Pangeran Riana baru pulih dari lukanya ketika Dia mendapatkan undangan pernikahan Yuki dan langsung memutuskan untuk menuju Argueda.
Yuki menghela nafas. Tampaknya Pangeran Riana tidak mengambil pengalaman dengan luka yang baru saja di dapatnya, untuk tidak datang kembali ke Argueda dan mencari masalah.
Sangat berbahaya baginya kembali ke Argueda. Seharusnya Dia melupakan semua yang terjadi. Dia sudah bebas memilih pasangannya.
Jadi untuk apa lagi Dia kembali untuk mengejar Yuki ?.
Seharusnya Dia memikirkan keselamatannya. Memikirkan negaranya jika sampai terjadi sesuatu padanya.
Enam orang pelayan terpilih yang ditugaskan khusus untuk merias dan mempersiapkan Yuki dalam pernikahannya baru saja selesai mendadani Yuki.
Semenjak kemarin Mereka telah membantu Yuki untuk mengikir kuku tangan dan kakinya. Memandikan Yuki dengan rempah, merawat setiap inchi dari tubuh Yuki. Sekarang, Mereka mengukir tangan dan kaki Yuki dengan heina. Ada doa yang diwakili dari setiap simbol pada heina yang di ukir di tubuh Yuki. Nama Pangeran Sera di selipkan di antaranya.
Selain itu fakta bahwa pengantin wanita sebelumnya adalah wanita yang di pilih dewa untuk menjadi calon ratu negeri Garduete menarik perhatian semua orang.
Yuki berada di dalam kamar pengantin seorang diri ketika para pelayan mengemasi barang-barang seusai mendandaninya dan keluar. Membiarkan Yuki sendiri sejenak untuk beristirahat. Dia berada di dalam kamar pengantin wanita yaitu Kamar di mana Dia di pingit selama seminggu untuk menjalankan tradisi sebelum pernikahan.
Kedua mempelai harus di kurung di dalam kamar dan tidak boleh saling bertemu satu sama lain sampai Mereka bertemu di altar pernikahan untuk mengucapkan sumpah. Dan malam hari, tepat sebelum hari pernikahannya. Pengantin wanita di kurung sendirian di dalam kamar untuk berdoa memohon kepada dewa, agar pernikahan dan kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik sampai maut memisahkan.
Entah kabar dari mana, tapi ada gosip yang berhembus bahwa setelah mengetahui Pangeran Sera memenangkan pertempuran yang menjadikan Argueda sebagai satu-satunya negeri terbesar di dunia. Yuki memohon kepada Pendeta Naru agar membantunya untuk melepaskan posisinya sebagai calon ratu negeri Garduete agar bisa menikah dengan Pangeran Sera.
Yuki di kabarkan telah meninggalkan Pangeran Riana demi mengejar harta dan jabatan yang jauh lebih tinggi.
Yuki tidak perduli dengan adanya berita buruk seperti itu.
__ADS_1
Dia bahkan tidak perduli dengan anggapan orang mengenainya.
Yang Yuki inginkan, Dia dapat pergi dan menghilang dari tempat ini. Pergi ke suatu tempat yang bebas di mana tidak ada orang yang mengenalinya.
Pergi ke suatu tempat di mana Pangeran Sera dan Pangeran Riana tidak akan pernah bisa menggapainya.
Hujan mulai turun. Yuki mendongak untuk memandang langit. Yuki menatap lukisan heina di tangannya. Sebentar lagi upacara pernikahannya akan segera di adakan. Setelah itu tidak ada jalan lagi Yuki untuk pergi.
"Jika Kau ingin pergi. Aku bisa membantumu jika Kau mau ?"
Yuki berbalik dengan cepat.
Terkejut saat melihat seorang Pria yang usianya dua atau tiga tahun lebih tua dari Pangeran Riana duduk dengan menyilangkan kaki di sofa. Dia bersandar santai seolah tanpa beban.
Rambutnya berwarna putih susu. Dengan bola mata berwarna coklat seperti bola mata Yuki. Dengan acuh Dia tersenyum pada Yuki, seolah Yuki memang telah menunggu kehadirannya selama ini.
Pria ini sangat tampan dan maskulin, seperti Pangeran Riana. Meskipun penampilannya sangat berani dan liar. Gerak-geriknya mampu menarik perhatian orang di sekitar, terutama lawan jenisnya. Sikapnya mampu menarik wanita untuk mendekatinya. Dia bagaikan seekor merak jantan yang selalu mengembangkan ekornya.
Yuki dapat menebak, sudah banyak wanita yang jatuh ke dalam pelukannya.
Tapi bukan itu masalahnya.
Yuki melirik ke pintu kamar yang tertutup. Tidak ada kegaduhan jika Pria ini masuk ke dalam melalui pintu. Pasti para pelayan akan mencegahnya. Tapi Dia juga tidak mungkin lewat jendela karena Yuki berdiri di dekatnya.
Jadi darimana Pria di depannya ini masuk ke dalam kamar pengantinnya ?. Bahkan mampu melewati penjagaan super ketat yang dibuat Pangeran Sera tanpa menimbulkan kegaduhan.
"Kau tahu Yuki. Jika Kau berdiri di situ dengan wajah seperti sekarang. Kau terlihat seperti sedang menangis bersama hujan. Untuk ukuran wanita yang akan melangsungkan pernikahan, Kau tampak menyedihkan" selorohnya lagi tanpa tendeng aling-aling.
"Siapa Kau ?" Tanya Yuki akhirnya.
Dia merasa tidak mengenal Pria di depannya. Tapi Pria ini bersikap seperti sangat mengenal Yuki. Ada sesuatu dalam diri Pria itu yang membuat orang takut. Yuki mencium adanya bahaya. Dia adalah orang yang bisa membunuh orang lain tanpa berpikir panjang. Tanpa penyesalan.
__ADS_1
Tapi anehnya, Yuki justru merasa aman dengan kehadiran Pria itu di dalam kamar pengantinnya. Dia tidak takut. Justru Yuki merasa, Pria itu adalah jawaban dari segala doa-doanya.