
"Halo Kucing Kecil, Akhirnya Kita bisa bertemu lagi" Ujar Bangsawan Voldermont dengan senyum yang menyebalkan.
Selama ini Yuki sangat membenci senyumnya, tapi sekarang Dia tidak keberatan untuk melihatnya. Yuki sangat senang pada akhirnya dapat bertemu kembali dengan Pangeran Riana dan juga teman-temannya.
"Bagaimana keadaannya ?" Tanya Pangeran Riana langsung.
"Xasfir sedang dalam perjalanan ke sini, untuk sementara rencana Kita berhasil mengecoh Mereka"
"Aku sudah ada di sini" Bangsawan Xasfir masuk bersama dua orang prajurit lainnya. Mereka semua berpenampilan seperti penduduk biasa yang sedang mencari kayu bakar di hutan.
"Bersiap, Kita akan berangkat sekarang" Perintah Pangeran Riana lagi.
Pangeran Riana menangkap bungkusan yang di lempar oleh Bangsawan Voldermont. Kemudian menyerahkan pada Yuki.
"Ganti bajumu dengan ini, usahakan cepat. Kita di kejar waktu" perintah Pangeran Riana lagi pada Yuki.
Bangsawan Voldermont terkekeh sesaat sebelum berjalan meninggalkan ceruk tempat Mereka bersembunyi. Diikuti oleh Bangsawan Xasfir dan yang lainnya. Sekarang hanya tinggal Yuki dan Pangeran Riana di dalam. Yuki sebenarnya ingin bertanya, kenapa Bangsawan Voldermont berdandan seperti seorang wanita dengan makeup tebal hari ini. Yuki nyaris tidak mengenalinya jika Dia tidak menyapanya terlebih dahulu.
Tapi karena Pangeran Riana sudah memintanya untuk tidak membuang waktu. Yuki mengurungkan niatnya, Dia bisa bertanya nanti jika Mereka sudah tiba di Garduete dengan selamat.
Yuki berjalan menuju bagian ceruk yang lebih dalam. Dia berbalik memandang Pangeran Riana yang masih menunggu sembari menatapnya.
"Apa ?" Tanya Pangeran Riana ketika melihat Yuki memandangnya dengan raut wajah serba salah.
"Aku akan berganti pakaian. Sampai kapan Pangeran akan terus memandangku seperti sekarang. Keluarlah bersama yang lainnya"
Pangeran Riana mendesah. "Memang bagian mana dari tubuhmu yang belum pernah ku lihat sebelumnya ?"
__ADS_1
Wajah Yuki langsung memerah mendengar perkataan Pangeran Riana.
"Keluarlah. Kita sedang memburu waktu" ujar Yuki lagi mengingatkan.
Pangeran Riana tidak mengatakan apa-apa. Dia keluar meninggalkan Yuki. Yuki tidak mau membuang waktu. Setelah memastikan Dia sendirian. Dia langsung menanggalkan semua perhiasan dan pakaiannya dan membungkusnya dengan rapi. Kemudian mengantinya dengan pakaian dari kain biasa. Dia mengepang rambutnya ke belakang.
Ketika Yuki telah selesai berganti pakaian dan keluar ceruk menyusul Pangeran Riana dan teman-temannya. Dia melihat Pangeran Riana telah berganti pakaian juga dengan pakaian dari kain biasa. Dia melumuri wajahnya dengan tanah. Seperti seorang pemburu liar yang mencari hewan buruan di hutan.
Pangeran Riana sedang berjongkok bersama dengan Bangsawan Xasfir mengatur strategi. Sementara Bangsawan Voldermont sibuk memperbaiki dandanannya. Yuki menatap Bangsawan Voldermont tidak percaya. Dia seperti seorang Putri yang anggun.
Ada empat orang prajurit yang mendampingi Mereka. Semuanya berpakaian ala penduduk Negeri Argueda.
"Kita akan melalui perjalanan yang sangat jauh dan panjang. Tidak ada waktu untuk beristirahat sampai Kita tiba di perbatasan. Jadi persiapkan diri Kalian" perintah Pangeran Riana memberikan instruksi.
Semua menganggukan kepala mengerti.
Mereka harus segera meninggalkan ibukota sebelum malam. Karena Pangeran Sera pasti akan menutup semua jalur keluar Ibukota jika Dia telah menyadari tipuan yang di buat Pangeran Riana untuk mengelabuinya. Jika Mereka terjebak di dalam Ibukota, Sangat berbahaya bahkan bisa mengancam keselamatan Mereka.
Yuki terkejut ketika Pangeran Riana hanya membawa sedikit orang untuk mengawalnya masuk ke Ibukota. Dia tidak menyangka, Pangeran Riana mengambil resiko besar untuk bisa membawanya kembali ke Garduete.
"Jangan tegang, tetaplah bersikap seperti biasa" bisik Bangsawan Voldermont ketika Mereka akan melewati gerbang pemeriksaan sebelum Mereka bisa naik ke atas kapal yang membawa Mereka ke kota sebelah.
Bangsawan Xasfir dan Bangsawan Voldermont berperan sebagai suami istri. Sementara Yuki berperan sebagai pelayan Perempuan untuk Nyonya Euja yang diperankan oleh Bangsawan Voldermont.
Di belakang Mereka dua orang kuli yang di sewa membawa peti berisi barang-barang Mereka.
Jika melihat situasi, Perintah dari kerajaan Argueda untuk memperketat penjagaan keluar dan masuk Ibukota belum di turunkan. Mereka hanya di perintahkan untuk mengawasi setiap orang yang masuk ke Ibukota, bukan sebaliknya.
__ADS_1
Yuki menganggukan kepala patuh. Dia menundukan kepala layaknya seorang pelayan dari keluarga terhormat. Bangsawan Voldermont memakai payung merah, berhalan dengan langkah gemulai di depannya sembari mengandeng Bangsawan Xasfir mesra.
Beberapa pria melirik ke arah Bangsawan Voldermont terpukau melihat kecantikan nyonya Euja.
Yuki nyaris tidak percaya diri sebagai seorang wanita, ketika melihat betapa naturalnya Bangsawan Voldermont memainkan perannya.
Mereka berhasil menaiki perahu yang akan membawa Mereka meninggalkan Ibukota. Sekilas Yuki melihat Pangeran Riana yang menyamar sebagai kuli panggul naik ke atas perahu yang sama. Begitu juga dengan dua orang prajurit yang menyamar sebagai seorang petani yang baru saja menyetorkan hasil pertaniannya ke Ibukota. Mereka membawa keranjang bambu kosong, yang sebelumnya berisi sayuran hasil panen.
Ketika kapal telah berlayar cukup jauh dari dermaga. Yuki menarik nafas lega. Dia berdiri bersama Bangsawan Voldermont di atas geladak kapal. Sementara Bangsawan Xasfir duduk dengan acuh di atas peti bawaan Mereka. Dari tempat Mereka, Yuki melihat utusan kerajaan datang ke dermaga membawa panji kerajaan Argueda.
Tampaknya Pangeran Sera sudah menurunkan perintah penutupan Ibukota. Yuki beruntung Mereka sudah berada di atas perahu. Meskipun ada kemungkinan, jika Kapal Kerajaan Argueda bisa menggapai Mereka, Perahu Mereka akan di minta kembali untuk di periksa. Tapi Yuki berharap hal itu tidak pernah terjadi.
Jadi Mereka hanya diam, bersikap wajar agar tidak di kenali dan mengawasi situasi.
Perahu terus berlayar hingga Mereka tiba di Kota Dardai yang terletak di perbatasan Negara Argueda dengan Negara Camuka. Untuk keamanan, Pangeran Riana memutuskan memilih jalan memutar masuk ke dua negara sebelum akhirnya kembali ke Garduete.
Naik perahu selama beberapa hari, di tambah gelombang laut yang tinggi. Membuat Yuki merasa tidak enak badan. Bahkan ketika Dia sudah menginjakkan kaki di darat, Yuki masih merasakan perasaan berayun-ayun seperti di atas kapal.
"Apa pelayanmu baik-baik saja ?" Tanya Seorang Prajurit Argueda yang sedang memeriksa peti bawaan Bangsawan Voldermont. Yuki membaringkan kepalanya di pangkuan Bangsawan Voldermont. Tampak kepayahan. Mereka duduk di sebuah kereta kuda yang terbuka atapnya. Sementara Bangsawan Xasfir berada di bawahnya untuk menemani Para Prajurit memeriksa bawaan Mereka sebelum mengizinkan Mereka pergi.
Kali ini Pangeran Riana menyamar sebagai kusir kereta yang membawa Mereka.
"Gadis ini belum pernah melakukan perjalanan laut sebelumnya" jawab Bangsawan Xasfir mewakili Bangsawan Voldermont berbicara. "Kami akan ke negeri Camuka untuk mengunjungi iparku yang akan menikah. Menurutmu jalur mana yang lebih cepat sampai ke sana ?"
"Jaburet atau Aliya ?" Tanya Prajurit itu balik.
"Jaburet, Dia tinggal di sekitar sungai Aloka" jawab Bangsawan Xasfir tenang. "Sayang, Apa Kau punya alamat Iparmu ?" Tanya Bangsawan Xasfir lembut pada Bangsawan Voldermont, membuat bulu kuduk Yuki langsung berdiri.
__ADS_1
Bangsawan Voldermont tidak menjawab. Dia hanya menyodorkan secarik kertas pada Bangsawan Xasfir yang kemudian di teruskan ke arah kepala penjaga yang memimpin pemeriksaan.