
Pangeran Riana dan Bangsawan Voldermont yang mengikuti di belakangnya pergi dengan mengendarai kuda untuk kembali ke kuil suci.
Mereka berjalan menyusuri batas kubah untuk mengambil jalan pintas. Tidak ada yang bersuara. Di sepanjang jalan yang Mereka lalui, Mereka melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana kekuatan suci yang di lepaskan.
Kekuatan suci berasal dari kemurnian bumi saat pertama kali bumi di ciptakan. Kekuatan yang menjaga agar bumi dapat berputar dari porosnya. Kekuatan murni yang tersegel rapat dan di jaga oleh pendeta suci.
Pohon-pohon menghitam. Mereka berdua seperti berjalan di antara dua dunia yang berbeda. Di dalam lingkaran kubah, suana seperti berada di pintu neraka. Pohon-pohon menghitam karena terbakar. Tanahnya porak-poranda tidak beraturan. Sedangkan di luar kubah, kehidupan tetap berjalan secara normal seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Burung-burung berkicau dan meloncat di dahan pohon dengan riang.
Setibanya di kuil suci, seorang murid Pendeta yang telah menunggu langsung menghampiri Mereka ketika melihat Mereka datang.
"Mari ikuti kami" kata Murid Pendeta membimbing Pangeran Riana dan Bangsawan Voldermont mengikutinya.
Mereka di bawa langsung menuju kamar di mana Yuki di rawat. Wajahnya sayu. Di liputi kesedihan yang mendalam. Namun semua itu bahkan tidak mampu menutupi kecantikan darinya.
Pangeran Riana menghampiri Yuki. Meskipun Dia terlihat tenang. Namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam Dia sangat mencemaskan Yuki. Hanya saja Pangeran Riana sangat pandai menyembunyikan perasaannya dengan topeng dingin di wajahnya. Bahkan dengan sikapnya itu, Dia berhasil mengecoh orang. Meskipun orang itu adalah orang-orang terdekatnya.
Seperti ketika Yuki kembali setelah lima tahun lamanya Dia menghilang dari kehidupan Pangeran Riana. Meskipun Pangeran Riana tidak mengetahui alasan dari semua yang terjadi, bahkan ketika Yuki mengucapkan kata-kata yang menyakitkan untuk mengusir Pangeran Riana pergi. Pangeran Riana diam-diam justru membuat rencana untuk menjebak agar Yuki kembali padanya.
Pangeran Riana bersikap sangat dingin sepetti mayat hidup ketika Yuki pergi dari kehidupannya. Dia sibuk bekerja dan menentang istana dengan keras, yang memaksanya untuk meniduri wanita-wanita yang di sodorkan untuknya. Dengan harapan Pangeran Riana akan memiliki seorang anak laki-laki yang akan menjadi perwaris tahtah kerajaan Garduete selanjutnya.
__ADS_1
Meskipun telah bertunangan dengan Putri Marsha, Pangeran Riana masih melarang Putri Marsha untuk tinggal di istananya. Membiarkan Putri Marsha untuk tinggal di istana harem tanpa Dia pernah menengoknya di sana. Sesuatu yang sangat jelas berbeda di lakukan Pangeran Riana ketika bersama Yuki.
Suatu kali, Putri Marsha mengindahkan peringatan para pelayan. Dia datang ke istana Pangeran Riana dan masuk ke dalam kamar yang pernah di tempati Yuki. Kamar itu berada tepat di seberang kamar Pangeran Riana. Memang kamar itu khusus untuk wanita yang menjadi istri utama Pangeran Riana.
Putri Marsha memerintahkan para pelayan untuk merombak isi kamar dan membuang semua barang milik Yuki. Pangeran Riana yang mengetahui hal itu langsung meninggalkan rapat. Dia pergi menyusul Putri Marsha dan dengan kejam mengusirnya keluar dari istana Pangeran Riana.
Di dalam hidup Pangeran Riana. Meskipun banyak bunga cantik di depannya. Dia tetap akan memilih Yuki sebagai pendampingnya. Bersama Yuki, Pangeran Riana jauh lebih nyaman dan bisa tertawa dengan bebas. Hanya bersama dengan Yuki, Dia menjadi seorang manusia yang sesungguhnya.
Yuki tidur di atas ranjang. Buliran air mata mengalir di kedua pipinya. Pangeran Riana mendekat dan mengusap lembut pipi Yuki. Semenjak Yuki kembali di kehidupan Pangeran Riana, emosinya kembali seperti sedia kala.
Pangeran Riana yang selama ini seperti zombie kembali menjadi normal begitu Yuki kembali.
Dia berhasil menipu semua orang. Dengan kepala dingin Dia membuat sebuah rencana untuk menjerat Yuki. Bagaikan seekor laba-laba yang memintal jaringnya dengan sabar. Menunggu Yuki muncul dan menjeratnya hingga semua orang tidak mempunyai pilihan.
Pangeran Riana mengecoh semua orang dengan bertunangan dengan Putri Marsha dan menyibukkan dirinya dalam persiapan pernikahan Mereka. Dia mengecoh semua orang, bersikap seolah Yuki sudah tidak penting lagi untuknya.
Tapi begitu Dia mendapat kesempatan, Dia langsung membuat Yuki mengandung anaknya. Membuat kerajaan Garduete tidak punya pilihan selain mendukung Pangeran Riana untuk mengambil kembali Yuki dari Pangeran Sera.
Tanpa suara Pangeran Riana duduk di samping Yuki dan mengusap lembut rambutnya. Dia menunduk untuk mencium dahi Yuki. Yuki bergerak sedikit. Tampak kepayahan. Tidak ada yang tahu bagaimana hancurnya Dia saat ini.
Bangsawan Voldermont terdiam di tempatnya. Melihat bagaimana Pangeran Riana sangat mencintai Yuki.
__ADS_1
Melihat Yuki yang terbaring tidak berdaya, Dia kembali teringat dengan pertemuan pertama Mereka. Saat itu Yuki baru berusia lima belas tahun. Dia terlihat polos, hangat dan menyenangkan. Namun juga seperti seekor kucing liar yang gampang sekali mencakar jika tidak menyukai orang.
Bangsawan Voldermont sudah jatuh hati pada pandangan pertama. Yuki adalah satu-satunya gadis yang menolaknya dengan keras. Hal itu membuat Bangsawan Voldermont semakin tertarik padanya.
Bangsawan Voldermont pernah bersumpah di dalam hatinya bahwa Dia akan menjadikan Yuki satu-satunya wanita dalam hidupnya, jika Dia berhasil mendapatkan Yuki. Cukup sulit untuk mendapatkan celah Yuki. Dia selalu membentengi dirinya ketika Bangsawan Voldermont berusaha mendekatinya. Sayangnya, Bangsawan Voldermont harus melepaskan niatnya untuk mendekati Yuki karena ternyata Yuki adalah calon ratu yang di tunjuk oleh dewa.
Bangsawan Voldermont memilih melepas cintanya. Dia tidak mau mengkhianati Pangeran Riana. Baginya darah lebih kental daripada air.
Jadi Dia memilih mundur dan datang kepada Yuki dengan menawarkan sebuah persahabatan.
Bangsawan Voldermont pernah mabuk selama beberapa hari karena patah hati. Tapi Dia berhasil mengatasinya dengan baik.
"Sekarang apa yang akan Kita lakukan Riana, Kau lihat bagaimana respon Argueda dengan kematian Sera ?" Tanya Bangsawan Voldermont lirih. "Terus terang, Aku mempunyai respon yang tidak enak dengan semua ini"
Pangeran Riana tercenung sesaat.
"Pertama Aku akan berbicara dengan Lazzar dan meminta bantuan Dia untuk mengawasi Nara sampai situasi kembali kondusif" jawab Pangeran Riana kemudian.
"Keluarga Darmount tidak akan mau ikut campur dengan masalah kerajaan" ujar Bangsawan Voldermont mengingatkan aturan ketat dari keluarga Darmount.
"Aku hanya meminta bantuan untuk menjaga Nara, bukan untuk membunuh siapa-siapa. Jika Kita memisahkan Yuki dan Nara meski untuk sementara, Yuki tidak akan senang dan melawan. Tapi lain hal jika keluarga Darmount yang membantunya, Dia akan jauh lebih percaya."
"Argueda tidak akan mau menerima kematian Pangerannya dengan mudah. Apalagi kematian Sera di sebabkan karena menggantikan Yuki menarik segel suci. Mereka pasti tidak akan melepaskan Yuki begitu saja dan menekan Yuki dengan kuat" desah Bangsawan Voldermont. "Menghadapi kematian Sera saja sudah membuatnya hancur. Apalagi jika Dia sekarang harus menghadapi tekanan yang lain" Bangsawan Voldermont berdiri di dekat Pangeran Riana dengan kening berkerut.
__ADS_1