
Pangeran Riana tahu Yuki bukan tipe wanita yang akan sembarangan mengajukan persyaratan seperti ini. Tapi Dia tidak menyangka Yuki akan mengatakan padanya malam ini, di saat Dia bertekad untuk tidak menyentuh gadis itu sampai gadis itu siap.
"Seolah Kau mampu" ujar Pangeran Riana acuh, Dia berusaha menangapi perkataan Yuki dengan ringan.
Yuki tidak mau ditinggal sendiri. Dia juga tidak mau bersama dengan orang lain selain Pangeran Riana. Jadi untuk membuktikan keseriusannya, Dia bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Pangeran Riana yang masih berdiri di tempatnya.
Mereka berdua berdiri berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.
Pangeran Riana menelan ludah. Dia semakin kesal karena Yuki membuat pertahanannya goyah.
"Kau membuat semuanya menjadi sulit" ujar Pangeran Riana mengingatkan.
Yuki diam, tidak membalas runtukan Pangeran Riana. Dia justru meletakan tangannya di dada Pangeran Riana. Sementara satu tangan yang lain menarik bahu Pangeran Riana untuk mendekat.
Pangeran Riana sudah tidak peduli lagi, Jadi Dia menundukkan kepala untuk membantu Yuki. Tangan Yuki diarahkan untuk melingkari lehernya. Dia ganti menarik pinggang Yuki untuk mendekat dan langsung mencium bibirnya.
Ciuman Pangeran Riana selalu penuh tuntutan dan gairah. Yuki pernah berciuman dengan Raymond sebelumnya, tapi itu hanya ciuman malu-malu sepasang remaja. Berbeda dengan Pangeran Riana, ciumannya selalu intens dan dalam.
Membuat Yuki kewalahan di buatnya.
Ketika Yuki membuka mulutnya, Lidah Pangeran Riana langsung masuk menyusuri setiap jengkal mulutnya. Dia tidak memberi kesempatan Yuki untuk bernafas lega dan terus menyerang Yuki dengan ciumannya. Pangeran Riana memeluk Yuki erat, seolah gadis itu bisa lepas sewaktu-waktu.
Pangeran Riana tidak ingin menghentikan semua ini. Bukan Dia yang memulai. Gadis itu yang mengundangnya sendiri untuk datang dan mengaburkan pertahanannya.
Air liur menetes di pipi Yuki. Saat tersadar Pangeran Riana sudah merebahkan Yuki ke atas kursi panjang. Dia melakukannya tanpa melepaskan ciumannya.
"Pa...Pangeran" Yuki membuka matanya, Dia terkejut dengan posisinya yang sekarang dan refleks menghentikan ciuman Mereka.
Pangeran Riana mendesis tidak suka. "Kau yang memulai" ujar Pangeran Riana mengingatkan. Dia menahan Yuki di posisinya dan tanpa peringatan menaiki tubuh Yuki. Yuki merasakan beban berat Pangeran Riana di tubuhnya. Mereka sangat dekat dengan posisi yang berbahaya. Yuki tidak bisa bergerak karena Pangeran Riana telah menguncinya.
Pangeran Riana kembali mencium Yuki. Kali ini tidak hanya mencium, tangannya sudah mulai meraba dada Yuki. Yuki mencekal tangan Pangeran Riana mencoba menghentikannya. Ini sudah terlalu jauh dari yang di harapkan.
__ADS_1
Yuki belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya. Dia menjadi panik.
Pangeran Riana kembali menepis tangan Yuki. Dia tidak menerima penolakan dari Yuki. Kali ini ciumannya turun ke dagu dan leher Yuki. Yuki sangat binggung. Tubuhnya serasa membeku.
Perlahan tali pakaiannya di longgarkan turun ke bahu. Sambil menciumi leher Yuki, dan meninggalkan tanda merah di kulitnya yang putih bersih, Pangeran Riana terus menarik pakaian Yuki ke bawah sehingga pakaiannya merosot turun memperlihatkan dada Yuki.
Yuki semakin kebingungan. Dia tidak pernah membiarkan lawan jenisnya melihat dan menyentuh dadanya seperti apa yang Pangeran Riana lakukan sekarang. Pangeran Riana meraba keduanya dan memainkannya dengan lihai. Dia juga meninggalkan tanda kemerahan di keduanya.
"Pangeran..Aku mohon..Jangan..Ahhh" Yuki terpekik saat Pangeran Riana mengigit daun telinganya. Wajahnya sudah memerah.
Yuki tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Sensasi aneh menjalari seluruh tubuhnya, terutama setiap Pangeran Riana memainkan dadanya.
Nafas Yuki sudah tidak teratur.
Pangeran Riana menyukai ekpresi wajah Yuki yang sekarang. Sangat menggoda.
"Pangeran..Ahh.." Yuki kembali terpekik. Reflek Dia mengeliat dan merapatkan kedua pahanya saat tangan Pangeran Riana mulai menyusuri bagian kewanitaannya. "Jang...mmmppp" bibir Pangeran Riana menghentikan permohonan Yuki.
Yuki berusaha mendorong Pangeran Riana. Dia tidak boleh terlalu jauh bertindak. Yuki terus berusaha berpikir jernih ketika Pangeran Riana terus menyerang titik-titik sensitif di tubuhnya.
Pangeran Riana tahu gadis itu mencoba menghentikannya. Tapi Dia sudah tidak ingin berhenti. Gadis di depannya adalah miliknya. Akan lebih baik jika Dia segera mengandung, dengan begitu Yuki akan terus terikat padanya.
"Kau sangat sensitif" bisik Pangeran Riana di telinga Yuki membuat pipi Yuki semakin panas.
"Jangan melawan, Aku akan mengajarimu pelan-pelan, satu persatu sampai Kau mengerti"
Tangan Pangeran Riana mengalungkan tangan Yuki kembali ke lehernya. Dia menekan tubuh Yuki dengan tubuhnya. Bibirnya kembali ******* bibir Yuki penuh gairah.
Tangan Pangeran Riana tanpa sungkan bergeriyal menjelajahi setiap inci tubuh Yuki. Dia mencoba melepaskan pakaian yang dikenakan Yuki ketika tiba-tiba terdengar ketukan nyaring di pintu. Menghentikan segalanya dengan cepat.
Dok dok dok
__ADS_1
Pintu digedor dengan keras. Yuki terkejut. Dia bergegas bangun untuk memperbaiki pakaiannya, Pangeran Riana langsung mencekal tangannya tidak suka.
Dia sangat ingin menendang siapapun yang menganggunya saat ini.
"Siapa ?" Tanya Pangeran Riana tajam pada orang di balik pintu. Jelas suasana hatinya sedang buruk sekarang.
"Riana, Kita harus segera pergi !!" Terdengar suara Bangsawan Xasfir dengan nada panik.
Pangeran Riana langsung merespon. Dia menarik Yuki bangun dan membantu Yuki membenahi pakaiannya dengan cepat. Dia tidak ingin orang lain melihat tubuh Yuki.
Pangeran Riana bangun setelah memastikan pakaian Yuki telah terpasang rapi. Dia berdiri dan merapikan pakaiannya sendiri. Yuki masih duduk di tempatnya, Dia membenahi ikatan rambutnya dengan menggulungnya ke atas.
Pangeran Riana melirik Yuki, memastikan Yuki telah selesai berbenah sebelum membuka pintu kamar. Bangsawan Xasfir menyeruak masuk. Wajahnya tampak tegang.
"Asry baru menghubungiku, seluruh penghuni di kediaman Perdana Menteri Olwrendho di serang. Sebagian di temukan telah meninggal dan sisanya menghilang"
"Apa katamu ?" Yuki langsung merasa lemas. Kakinya gemetaran saat membayangkan wajah-wajah para pelayan di sana.
"Sebelumnya telah terjadi penyerangan di istanamu, dugaan sementara Mereka datang untuk mencari Putri Yuki. Mungkin Mereka berpikir Putri Yuki kembali ke kediaman keluarganya, ketika tidak menemukannya di istana. Jadi Mereka pergi ke rumah Perdana Menteri dan menculik beberapa orang untuk dimintai informasi mengenai keberadaan Putri Yuki"
Pangeran Riana tidak mengatakan apapun mengenai informasi yang disampaikamejan oleh Bangsawan Xasfir. Dia langsung mengambil mantel yang dilipat rapi di atas kecil. Memakaikannya ke Yuki yang masih terduduk binggung di tempatnya.
"Aku sudah mempersiapkan pasukan untuk bersiap pergi" lapor Bangsawan Xasfir lagi ketika Pangeran Riana menarik Yuki untuk berjalan mengikutinya.
"Persiapkan kemungkinan terjadi penyerangan" perintah Pangeran Riana tegas.
Di luar penginapan, seluruh pasukan sudah bersiap di posisinya. Perbekalan sudah dinaikkan. Yuki di dudukan ke atas kuda milik Pangeran Riana. Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Hatinya terasa sakit.
Pangeran menutup mata Yuki dengan telapak tangannya begitu Dia berada di atas kuda. Sama seperti yang sudah-sudah.
__ADS_1
Yuki langsung merasa sangat mengantuk hingga nyaris tidak dapat membuka matanya. Dia ingin bertanya kepada Pangeran Riana apa yang dilakukan padanya ?. Tapi sebelum sempat mengatakannya, Dia sudah jatuh terlelap dalam tidurnya.