
Wajah para prajurit itu sangat garang. Menatap wajah rombongan di depannya satu per satu dengan pandangan menilai.
Melihat hal itu, Yuki bergerak maju menggeser Rafael sebagai pemimpin rombongan.
Menyunggingkan senyum terbaiknya.
"Kami dengar, Kerajaan sedang mencari penghibur untuk menari di setiap pesta. Mungkin Kami bisa melamar pekerjaan itu ?"
Prajurit melihat Yuki dari atas ke bawah. Membuat Yuki merasa risih.
"Bagaimana Tuan ?. Jika tidak Kami akan pergi dari sini" tanya Yuki lagi dengan tenang.
"Apa yang bisa Kau persembahkan pada Yang Mulia ?"
"Hamba pandai menari. Jika Yang Mulia Raja melihatnya, Dia pasti sangat senang"
"Raja Trandem tidak akan kecewa menerima Kami. Dia ini adalah wanita yang spesial. Bisa jadi malah, Tuan pun akan mendapat imbalan yang besar dari Raja nantinya" bujuk Rafael ikut membantu.
"Hmmmm..." Penjaga itu tampak berpikir sejenak. "Tunggu di sini. Aku akan menyampaikan dulu masalah ini pada kepala penjaga yang bertugas"
Seorang penjaga berjalan menjauh. Menaiki tangga yang terletak di samping gerbang Negeri Rasyamsah. Tidak berapa lama, seorang prajurit yang merupakan atasan mereka, melonggokan kepalanya dari cendela. Yuki kembali memasang senyum menggoda.
"Kalian lolos, Ayo ikut Kami" kata Penjaga yang kembali dari melapor. Yuki memandang Pangeran Arana sejenak. Tampak puas.
Satu langkah Mereka lalui dengan mudah.
Pangeran Arana tidak mengatakan apapun. Dia maju dan langsung memberikan mantelnya. Menutupi tubuh Yuki dari pandangan setiap lelaki di dekat Yuki. Yuki menerimanya.
Kemudian rombongan mengikuti penjaga ifu pergi. Mereka di antar menuju kereta kerajaan yang sudah menunggu.
Seperti yang di katakan Rafael. Alih-alih berjalan sendiri menuju Ibukota. Mereka justru mendapat tumpangan kereta yang akan membawa Mereka langsung memasuki istana kerajaan.
Negeri Rasyamsah sedang di landa kemarau panjang. Hawanya sangat pengap. Udara panas terasa menyengat. Sebentar saja Yuki sudah mandi keringat. Rambutnya menjadi lembab. Yuki menggelung rambutnya ke atas dan menarik botol air di sampingnya. Dia langsung meminum habis semuanya.
Rasanya haus sekali.
Di sepanjang jalan, Yuki akhirnya melihat sendiri bagaimana penderitaan Rakyat Negeri Rasyamsah. Jauh lebih buruk daripada yang pernah di ceritakan Pangeran Arana. Badan Mereka kurus dan kering. Penampilan Mereka sangat lusuh.
Padahal dulu negeri Rasyamsah adalah negeri yang sangat subur. Tapi sekarang, Berubah menjadi negeri yang tandus dan gersang. Mengapa sekarang seperti ini ?.
__ADS_1
Kemarahan Dewa akibat pemimpin yang zolim, membawa penderitaan bagi Rakyat yang tidak bersalah. Yuki berharap, semua dapat berakhir dan Negeri Rasyamsah kembali menjadi Negeri yang subur dan makmur seperti sedia kala.
Mereka menempuh perjalanan tiga hari untuk sampai Ibukota. Yuki sangat terkejut ketika melihat penderitaan di Ibukota jauh lebih parah daripada rakyat Rasyamsah yang hidup di daerah perbatasan.
Trandem sangat kejam. Dia menyiksa rakyatnya yang tidak memenuhi keinginannya. Tubuh-tubuh tidak bernyawa tergantung di lapangan luas. Trandem melarang Mereka untuk di makamkan secara layak dan membiarkan burung pemakan bangkai yang memakan tubuh Mereka.
Sebagai peringatan bagi rakyatnya untuk tidak melawan Trandem.
Bau busuk tercium di udara.
Yuki sama sekali tidak mengerti. Bagaimana ada orang yang sangat kejam seperti Trandem di dunia ini ?.
Begitu Mereka sampai di dalam istana. Mereka langsung di tempatkan di kamar kosong sembari menunggu giliran di panggil.
Yuki mendapat kamar sendiri.
Dia segera mandi untuk mempersiapkan diri. Mengganti pakaian dengan pakaian yang telah di sediakan oleh pihak kerajaan Rasyamsah. Berdandan cantik untuk menghibur pesta Raja Trandem.
Ketika Yuki sedang berdandan. Gulf di dalam sakunya bergetar.
Bangsawan Voldermont memasukkan Gulf ke dalam bungkusan roti yang di berikannya tempo hari sebelum Yuki meninggalkan Garduete.
Namun, beberapa hari ini. Tepatnya semenjak Yuki melakukan perjalanan ke Rasyamsah. Yuki tidak pernah mengangkat Gulfnya dan sengaja membiarkannya begitu saja. Karena Yuki tahu, jika bukan Bangsawan Voldermont maka Pangeran Sera lah yang mencoba menghubungi Yuki.
Sampai sekarang, Yuki belum memiliki keberanian untuk berbicara dengan Pangeran Sera.
Ketika Yuki melirik ke arah Gulf. Dia mendapati bayangan Bangsawan Voldermont di sana. Yuki berpikir, Dia harus mengangkatnya kali ini. Jangan sampai, Bangsawan Voldermont nekat ke Argueda untuk mengkonfrontasi Pangeran Sera. Karena mengira Pangeran Sera melarang Yuki untuk berbicara dengan Bangsawan Voldermont.
Yuki tidak mau ada masalah yang tidak perlu. Apalagi dalam situasi yang sedang terjadi sekarang.
Jadi Yuki meraih Gulf miliknya dan mengangkat Gulf di tangannya.
"Yuki..." Panggil Bangsawan Voldermont langsung ketika Mereka sudah terhubung.
"Maaf, Aku baru saja mandi" kata Yuki sambil menunjukan rambutnya yang masih lembab.
"Kenapa Kau tidak pernah mengangkat Gulfmu beberapa hari ini. Apakah terjadi masalah ?"
Yuki mengernyit. Tidak tahu harus mengatakan jujur atau tidak.
__ADS_1
"Kau ada di mana sekarang ?" Tanya Bangsawan Voldermont lagi dengan nada curiga.
"Kenapa ?"
"Kamar yang Kau tempati sekarang, bukanlah kamar yang ada di dalam istana kerajaan Argueda. Katakan padaku sekarang. Apa yang terjadi ?"
"Aku...Aku beberapa hari ini tidak bisa mengangkat Gulfmu karena sedang melakukan perjalanan dengan mengendarai kuda" ujar Yuki perlahan. Dia tidak tahu harus mengatakan semua dari mana.
"Kemana ?" Desak Bangsawan Voldermont tidak sabar.
"Emm...Rasyamsah"
"Apa ?" Bangsawan Voldermont tampak terkejut sampai Dia tidak bisa berkata apa-apa. Setelah sadar Dia kembali melanjutkan pembicaraannya. "Yuki, kondisi negera itu sekarang sedang tidak aman. Aku dengar terjadi perselisihan hebat yang membuat Rasyamsah dan Argueda sedang mempersiapkan pertempuran besar. Untuk apa Kau pergi ke sana ?. Apa Sera yang membawamu ke sana ?."
Yuki menggelengkan kepala pelan. "Tidak, Aku datang kemari atas inisiatifku sendiri. Aku kabur dari istana Pangeran Sera untuk menuju negeri Rasyamsah" jelas Yuki merasa bersalah.
Yuki menceritakan kepada Bangsawan Voldermont bagaimana awal mulanya Dia sampai bisa memutuskan untuk pergi ke Rasyamsah. Gelagat mencurigakan dari Pangeran Arana sampai akhirnya Yuki mengetahui, Pangeran Sera melarang Pangeran Arana untuk mendekati Yuki. Karena tahu apa yang akan di katakan Pangeran Arana pada Yuki.
Yuki juga menceritakan pertemuannya dengan Rafael dan bagaimana caranya sampai Dia masuk ke dalam istana Raja Trandem dengan mudah.
Bangsawan Voldermont mengantupkan rahang tidak suka. Ketika mendengar cerita Yuki di bagian "menyamar menjadi wanita penghibur", "merayu penjaga gerbang wilayah Negeri Rasyamsah" dan akan "menari di depan Raja Trandem dan teman-temannya"
"Kau..." Kata Bangsawan Voldermont kehilangan kata-kata seusai mendengar cerita Yuki.
Terdengar pintu di ketuk dari luar.
"Ada orang" kata Yuki memberitahu. Tanpa menunggu jawaban Bangsawan Voldermont Dia langsung menutup Gulfnya dan menyembunyikan di kantung pakaiannya.
Yuki membuka pintu dan mendapati Pangeran Arana sudah berdiri di depan pintu.
"Kita sudah menemukannya" Kata Pangeran Arana pelan.
Dengan segera Yuki memberi jalan agar Pangeran Arana bisa masuk ke dalam kamar.
"Masuklah" ujar Yuki mempersilahkan Pangeran Arana untuk masuk ke kamar.
Yuki menutup pintu kamar. Pangeran Arana duduk di kursi kayu yang terletak di tengah ruangan.
Pangeran Arana membentangkan denah kasar yang di buatnya di sela istirahat Mereka. Ketika melakukan perjalanan Ke Rasyamsah.
"Ini posisi Kita sekarang, dan Magitha berada di sini bersama Ibu" tunjuk Pangeran Arana memberitahu Yuki.
__ADS_1