
"Apakah di sana sangat berbahaya ?"
"Mama tidak tahu sayang" Yuki tidak ingin memberi harapan pada Ferlay dengan membohongi Ferlay. Ketika melihat Ferlay kembali merajuk, Yuki lalu berkata dengan tenang seperti seorang Ibu pada anaknya. "Dengarkan Mama, iblis itu menjadi tugas kami semua untuk menghentikannya. Nanti, jika kelak Kau dewasa, tugas untuk menjaga dunia ini akan berpindah padamu. Sekarang, apa Kau bisa mengerti kenapa Kau tidak boleh ikut bersama Kami ?"
"Ya Mama"
"Bagus, jadilah anak baik seperti biasa. Mama akan menghubungimu jika Mama bisa" Yuki mengecup kedua pipi Ferlay. Mencium dahinya dan kembali memeluknya dengan penuh kasih sayang. Lekky datang. Dia tidak mengatakan apapun dan hanya mengusap rambut Ferlay sebentar. Kemudian mengangkat barang-barangnya menjauh. Yuki mendengus melihat Lekky tidak bisa mengucapkan sesuatu untuk Ferlay sebelum Mereka pergi bertempur.
Lekky tidak pernah mau menunjukan perasaan sayangnya pada Anak laki-lakinya.
Yuki menaikki punggung Lekky. Dia merasa beruntung tidak harus berada berdua bersama Pangeran Riana di atas punggung Radolft ketika Mereka menuju tempat di mana Pangeran Sera berada.
Lekky mengembangkan sayap lebar. Curly mengikuti dengan berpegangan di pundak Yuki. Dalam sekejap, Mereka semua sudah terbang di atas langit.
Di sepanjang perjalanan, Yuki sama sekali tidak dapat berpikir jernih. Dia merasa kacau dengan kondisi yang ada. Dia terus memikirkan apa yang akan di katakan pada Pangeran Sera nanti jika Mereka bertemu. Yuki memeluk Lekky erat. Berharap dapat menemukan kenyamanan yang di butuhkan, ketika Lekky tiba-tiba menukik tajam ke bawah dengan cepat.
Angin dingin menampar wajah Yuki. Giginya bergemeletuk karena kedinginan. Ketika Mereka sudah berada di atas pepohonan, kabur perlahan menghilang.
Hutan hujan terlihat di sepanjang mata memandang. Tanpa peringatan kembali, Lekky melakukan manuver dan terbang menembus pepohonan.
Awalnya Yuki tidak melihat apapun selain pepohonan yang lebat di depannya. Namun perlahan, Dia melihat perkemahan yang tersembunyi di sana.
Jantung Yuki berdebar dengan kencang.
Lekky menjejakkan kakinya ke atas tanah dengan kedua tangan kebelakang menahan badan Yuki yang masih melingkari tubuhnya sedemikian rupa. Tak berapa lama, Pangeran Riana dan teman-temannya menyusul di belakangnya.
Yuki turun dengan berhati-hati dari badan Lekky. Ketika Dia ingin mengatakan sesuatu pada Lekky. Matanya tanpa sengaja bertemu pandang dengan Pangeran Sera yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
Yuki seolah membeku. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi Dia tidak tahu harus memulai dari mana.
Saat Yuki berhasil menguasai perasaannya, Dia mencoba melangkahkan kaki. Tapi...tiba-tiba Pangeran Sera berpaling, seolah tidak melihat Yuki. Dengan acuh Dia masuk ke dalam tenda yang ada di depannya.
__ADS_1
Spontan, Yuki memegang dadanya. Merasa sakit. Pangeran Sera tidak pernah mengacuhkan Yuki sebelumnya.
Lekky memegang bahu Yuki dan meremasnya dengan lembut. Yuki menatap Lekky nanar. Ternyata Lekky mengikuti semuanya dari awal. Yuki menghela nafas. Dia sadar, Yuki tidak bisa berbuat apapun. Dia yang bersalah. Bukan Pangeran Sera. Jika Pangeran Sera tidak memaafkan Yuki, Yuki tidak bisa memaksanya.
Yuki berbaring di dalam tenda. Berkat Lekky, tidak ada seorangpun yang berani memasuki tenda termasuk Pangeran Riana. Air mata terus mengalir di pipi Yuki. Perasaan sedih dan hancur merayapi Yuki sedemikian rupa. Untungnya, keadaannya yang seperti ini tidak di ketahui siapapun selain Lekky dan Curly.
Mata Yuki sembab karena terus menangis. Helaian rambutnya menempel di wajahnya karena air mata yang terus mengalir. Entah sudah berapa lama Yuki menangis.
Pangeran Sera mengacuhkan Yuki dan bersikap seolah tidak melihat Yuki. Hal itu semakin membuat Yuki merasa sakit.
Bahkan, Yuki mendengar Pangeran Sera ikut pergi ke desa yang terletak tak jauh dari tempat Mereka berkemah, untuk bersenang-senang. Yuki tidak bisa melarangnya. Dia tidak punya hak untuk itu. Dan hanya bisa menyaksikan kepergian Pangeran Sera dari jauh.
Perasaan Yuki jauh lebih lega ketika Dia telah selesai menceritakan masalahnya pada Lekky. Meskipun Yuki tahu, Lekky jauh lebih baik mengetahui pikiran Yuki dengan kemampuan yang di milikinya. Tapi dengan bercerita pada Lekky membuat Yuki merasa lebih lega.
Meninggalkan Yuki untuk merenung dan meratapi nasibnya seorang diri.
Terdengar langkah kaki mendekat. Hembusan angin masuk ke dalam tenda ketika pintu tenda di sibakkan sesaat.
Yuki masih diam.
Tidak beranjak dari posisinya. Satu tangan terkulai menutupi matanya dengan punggung tangan menghadap ke bawah.
"Kau sudah pulang Lekky ?" Tanya Yuki perlahan dengan suara serak.
Tidak ada yang masuk ke dalam tenda selain Lekky. Jadi Yuki tidak perlu melihat siapa yang datang mendekatinya.
Lekky tidak menjawab. Terasa gerakan saat Lekky naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Yuki.
Kemudian....
__ADS_1
Yuki terkejut ketika merasakan sesuatu yang manis dan hangat di bibirnya. Sontak Yuki membuka mata dan mendapati rambut pirang keemasan di depan wajahnya.
Dia tidak percaya dengan penglihatannya.
Ketika Yuki bergerak untuk melepaskan ciuman di bibirnya. Pangeran Sera langsung menahan kedua tangan Yuki dan menekannya dengan lembut ke atas tempat tidur.
Pangeran Sera mencium Yuki sangat lama dan dalam.
Ketika Pangeran Sera pada akhirnya melepaskan ciumannya. Yuki mendapati Pangeran Sera menatap Yuki dengan lembut.
"Maaf...Aku terlambat datang" kata Pangeran Sera sambil mengusap sisa air mata di wajah Yuki. Sontak air mata kembali menyeruak keluar. Yuki kembali menangis. Pangeran Sera memeluk Yuki erat di dadanya untuk menenangkan Yuki. "Jangan menangis Yuki, maafkan Aku"
Yuki membalas pelukan Pangeran Sera.
Pangeran Sera membiarkan Yuki menangis sampai Dia merasa tenang. Setelah Yuki cukup tenang. Pangeran Sera kembali menghapus air mata di wajah Yuki.
Yuki menatap Pangeran Sera dengan matanya yang sembab. Dia masih tidak percaya Pangeran Sera ada di depannya. Kemudian Yuki menyadari pakaian Pangeran Sera kotor karena lumpur dan ada goresan luka memanjang di lengannya yang masih basah.
Bagaimana Pangeran Sera ada di sini, bukankah Dia pergi bersama yang lain untuk bersenang-senang ?
Seolah dapat membaca isi hati Yuki. Pangeran Sera merengkuh wajah Yuki penuh kasih sayang.
"Lekky menyusulku ke desa. Dia membawa mahkluk hijau yang selalu bersamanya untuk berbucara denganku. Mahkluk itu menunjukan semuanya padaku. Sekarang Aku mengerti apa yang telah terjadi. Maafkan Aku karena sempat meragukanmu" kata Pangeran Sera menyesal.
Yuki tidak menyangka Lekky akan pergi menyusul Pangeran Sera bersama Curly.
Selain mampu membaca pikiran. Curly juga memiliki kemampuan untuk menunjukan kenangan seseorang kepada orang yang diinginkannya. Yuki harus berterimakasih pada Lekky dan Curly.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Aku minta maaf karena tidak mampu menjaga diri dengan baik. Aku...."
Ucapan Yuki terpotong karena Pangeran Sera kembali mencium bibir Yuki kuat.
"Anak dalam kandunganmu. Selama Kau menginginkan anak itu bersamamu. Maka Aku akan menerimanya dan menyayanginya seperti anakku sendiri" kata Pangeran Sera bersungguh-sungguh.
"Kenapa ?" Bisik Yuki tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Aku pernah begitu egois sehingga membuatmu kehilangan anak dalam kandunganmu. Sebagai hukumannya, Aku melewati lima tahun dengan kesedihan karena kehilanganmu Yuki. Aku tidak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama" kata Pangeran Sera lembut.
__ADS_1