Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Kekayaan Tuan Ken.


__ADS_3

Nafas tuan Ken naik turun menahan emosi, Kei panik dan cemas, bagaimana ia akan menenangkan suaminya itu.


Seolah Kei menemukan ide dia melakukan sama seperti tuan Ken, sengaja mengatur nafasnya didepan suami yang sedang marah.


"Huh...huh..." Kei pura-pura mengatur nafas, tangannya mengusap perut sedikit buncitnya. "Kau kenapa?" berhasil, tuan arogan yang sedang diselimuti emosi tadi mengalihkan perhatian kearah Kei.


"Ah... tidak, bayi kita menendang sedikit kuat jadi aku kesakitan." kata Kei meringis. 'Maaf ya nak, mama jadiin kamu senjata buat nenangin emosi papa kamu' Kei meminta maaf kepada calon anaknya.


"Baby, kau jangan menyakiti Mommy, jika itu terjadi kau akan berhadapan dengan Deddy." anak yang masih dalam kandungan pun jadi sasaran ancaman tuan Ken.


Pluk...


Kei memukul lengan tuan Ken, bagaimana seorang ayah mengancam anaknya yang masih didalam perut.


"Kei, bukankah kau itu mandul?" ternyata bude Parmi tidak tau jika Kei sedang hamil. Badan Kei memang berisi jadi tidak begitu kelihatan seperti orang hamil, apalagi Kei sedang memakai gamis yang longgar.


"Hei, wanita tua, jaga mulut mu! sekali lagi kau berbicara seperti itu dengan Kei, aku akan pastikan kau tinggal diatas bukit!" kesabaran tuan Ken semakin menipis, menatap tajam dengan jari telunjuk tepat terarah diwajah bude Parmi.


"Mas... mohon maafkan istri saya, dia memang orangnya suka berbicara sedikit kasar." pakde Bejo meminta maaf atas nama istrinya, dia takut melihat tuan Ken yang sangat marah.

__ADS_1


"Mas, mas.. saya bukan pekerja dealer!" sentak tuan Ken, tidak terima dipanggil dengan sebutan 'mas'.


"Assalamu'alaikum..." terdengar salam dari luar. Ternyata anak bude Parmi baru datang, keduanya masuk Susi sedang menggendong putrinya yang berumur 2tahun.


"Kei?" Susi terkejut melihat Kei datang kerumah ibunya, sekian lama tidak bertemu tapi Susi masih bisa mengenali Kei.


"Mbak Susi." panggil Kei dengan tersenyum. "Ya ampun, sudah lama kamu nggak pernah pulang kedesa." Susi bersikap ramah kepada Kei seperti pakde Bejo, hanya bude Parmi yang sangat memperlihatkan sikap acuhnya. Setelah berjabat tangan, mereka semua kembali duduk termasuk tuan Ken dan juga sekretaris Lee. Karna kursi yang terbatas, Susi dan Sutek duduk dibawah dengan gelaran tikar.


"Pria itu siapa, Kei?" tanya Susi.


"Ini suamiku, mbak. Sedangkan disebelahnya itu sekretaris nya." Kei memperkenalkan tuan Ken dan sekretaris Lee. Dua lelaki itu tidak menyambut baik, terlihat cuek.


"Yang bener Kei? ya ampun, mujur sekali nasibmu, pisah sama mas Izham tapi dapet ganti yang lebih begini." Susi memuji rupa tuan Ken, tentu seorang wanita akan mengagumi wajah tuan Ken yang seperti orang-orang luar. Kei hanya tersenyum.


"Ibu, tolong jangan berbicara sembarangan. Jika tuan muda benar-benar marah maka akan sangat sulit mendapat pengampunan." sekretaris Lee tidak bosan untuk memberi peringatan, jika tuan mudanya emosi lagi tentu dia juga yang akan repot dibuat kalang kabut dengan ancaman atau pasal-pasalnya.


"Tuan muda, tuan muda, emang tuan muda seperti apa yang kamu maksut itu?" bude Parmi masih cuek dan ketus.


"Tuan muda adalah pemilik perusahaan Taisei Comperation yang berpusat diJakarta, anak cabang perusahaannya tersebar dipelosok Negeri, 23 anak cabang yang tersebar diLuar Negeri. Tuan muda masih mengembangkan sayap dibisnis perhotelan dan juga akan membangun gedung Mall. Untuk itu, keuntungan tuan Ken setiap jamnya bisa mendapat ratusan juta rupiah." akhirnya sekretaris Lee membuka sedikit kekayaan tuan Ken. Ken diam saja, dibiarkan wanita tua itu tercengang.

__ADS_1


Orang-orang yang ada diruangan itu tercengang, bahkan Kei sendiri sampai menutup mulut selama ini dia tidak tau jika suaminya itu tajir melintir, yang Kei tau tuan Ken orang kaya tapi tidak tau seberapa kekayaan tuan Ken yang ternyata setiap jamnya bisa menghasilkan ratusan juta rupiah. Itu uang atau daun? tapi Kei tidak mengurus hal itu, menikahi tuan Ken memang karna cinta dan membalas kebaikan mami Lyra untuk itu Kei tidak memperdulikan kekayaan tuan Ken. Kini dirinya juga tercengang, benar-benar tidak menyangka. Pantas saja sikapnya begitu angkuh dan sombong, ternyata memang sepadan dengan kekayaannya.


Nyali bude Parmi ciut seciut-ciutnya, disini dialah yang paling shok, dia yang sudah menghina dan mengibarkan bendera perang. Jika dari awal tau tentang tuan Ken tentu dia tidak akan berani menantang seperti tadi. Nasi sudah menjadi bubur, jika meminta maaf apakah lelaki itu akan memaafkannya.


Bude Parmi yang tadi berkacak pinggang, kini memundurkan tubuhya dibelakang suaminya. Ingin sekali dia bersembunyi, karna takut dengan tatapan tuan Ken yang tajam, takut dengan ancaman yang tadi.


"Wow, kamu menikahi pria milyader Kei? beruntung banget nasibmu, punya suami ganteng milyader juga." kata Susi tidak henti memuji keberuntungan nasib seorang Kei, wanita yang dulunya cacat dan juga dipandang sebelah mata, selalu tersisihkan kini mempunyai nasib sangat beruntung.


"Kalian ingat, jika ada yang menyakiti Kei maka akan berhadapan denganku! terutama kau, wanita tua, jika sikapmu masih seperti itu aku tidak akan segan-segan memenjarakan anda!" tuan Ken kembali mengancam.


"Ti-tidak mas, sa-saya minta maaf. Maafkan saya, tadi saya hilaf. Saya kira anda pekerja didealer motor, ternyata anda seorang milyader." bude Parmi gemetar takut saat mengucap kata maaf, pandangannya menunduk kelantai.


"Kei, bude juga minta maaf sama kamu. Bude nggak akan ngulangi perbuatan bude lagi, bude akan baik sama kamu. Maafin bude, ya." bude Parmi juga meminta maaf kepada Kei.


"Iya bude, Kei sudah maafin bude. Walau bagaimanapun kita masih saudara, tidak baik jika bermusuhan atau merendahkan saudara sendiri." Kei tetap wanita yang baik dan memiliki hati lembut, tidak butuh waktu lama untuk memberi maaf kepada budenya yang sudah mengakui dan meminta maaf. Tuan Ken hanya tersenyum miring, wanita tua yang begitu cuek dan menyebalkan tadi sudah menjadi penjilat atas perkataanya sendiri.


"Terima kasih ya Kei, kamu seperti almarhum Siti yang begitu baik kepada semua orang." kini bude Parmi menjadi penjilat unggulan, setelah mengetahui kedudukan tuan Ken. Ancaman tuan Ken tadi berhasil membuatnya takut setengah mati, takut jika lelaki yang disebut tuan muda itu akan memasukannya kedalam penjara.


"Sebentar bude buatkan minum untuk kalian yah." bude Parmi bersemangat dengan senyum sumringah. Dalam hati sudah sadar, jika ia harus memperlakukan 3orang itu bagaikan tamu spesial.

__ADS_1


"Tidak perlu bude..." cegah Kei, tapi bude Parmi sudah buru-buru berlalu masuk. Ada yang aneh, dari awal bude Parmi bilang gula dirumahnya habis.


"Kei, maaf, bagaimana bisa kamu hamil? maaf ya, bukannya ingin merendahkanmu tapi orang- sini sudah membicarakan kalau kamu itu mandul. Bude Esih yang bercerita kepada orang-orang kalau kamu itu tidak bisa punya anak. Ta-tapi, nyatanya kamu bisa hamil?" kata Susi dengan kebingungan, dari tadi Kei mengelus perutnya yang buncit jadi dia tau jika Kei sedang hamil.


__ADS_2