Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Mengungkapkan Isi Hati.


__ADS_3

"Tuan jahat!!" Kei masih menangis dipelukan tuan Ken, Ken tersenyum dan membalas sebuah pelukan yang sangat dia rindukan. Ketika meninggalkan Kei dipinggir jalan membuatnya tidak tega dan sangat khawatir padahal itu rencana tuan Ken sendiri, saat Kei pergi dari rumah Ken menemukan KTP Kei yang tertinggal diatas sofa dari situlah Ken baru tau jika hari ulang tahun Kei tinggal beberapa hari lagi.


Saat Ken dan Lee berada ditaman rumah sakit mereka mendiskusikan pesta kejutan untuk Kei.


"Aku memberimu surprise, sayang." kata Ken dengan senyuman. Kei merenggangkan pelukan dan menghapus airmatanya.


Prok...prok...


Suara tepuk tangan dari tamu undangan mengalihkan dunia mereka berdua, Kei menunduk malu. Ken mengajak Kei untuk naik diatas panggung yang sudah tersedia, Kei yang malu sebenarnya tidak ingin naik tetapi tuan Ken tidak melepas genggaman tangannya. Mau tidak mau Kei mengikuti.


Sebelumnya Ken sudah memberi larangan kepada awak media agar tidak meliput acara, bahkan tamu undangan tidak diperbolehkan mengambil gambar. Ken ingin menjaga privasi istrinya dan juga dia sendiri, ratusan pengawal sudah disiapkan untuk berjaga.


Orang-orang yang hadir pun tentu hanya orang-orang pilihan, kecuali para pekerja Kantor semua diperbolehkan hadir.


Pesta kejutan yang begitu meriah, taun Ken rela mengeluarkan milyaran hanya untuk menggelar pesta ulang tahun istrinya. Tentunya bukan hanya pesta, tuan Ken akan memperkenalkan Kei didepan semuanya rekan kerja dan juga staf Kantor.


Ken dan Kei sudah berdiri diatas panggung, didepan mereka sudah ada mikrofon.

__ADS_1


"Selamat malam semua." Ken memulai dengan menyapa para tamu, serentak semua menjawab bersamaan.


"Dikesempatan malam ini saya akan mengumumkan bahwa saya sudah menikah lagi dan malam ini juga saya sengaja membuat pesta kejutan untuk seseorang yang paling spesial dalam hidup saya, yaitu Keihana Kazumi." Ken terlihat berwibawa diatas panggung, dia sudah terbiasa melakukan sambutan atau pidato didepan umum. Berbeda dengan Kei, tangannya begitu kuat menggenggam tangan tuan Ken. Kei merasa sangat gugup.


"Selamat ulang tahun istriku, semua do'a terbaik untukmu. Semoga keinginanmu terkabul." Ken menatap mata Kei yang berkaca-kaca, sedetik kemudian airmata itu lolos menjatuhi pipi mulusnya. Bukan airmata kesedihan seperti tadi siang, melainkan airmata kebahagiaan.


Ken mengambil sesuatu dibalik saku jas, sebuah kotak perhiasan kecil ketika dibuka ternyata sebuah kalung berlian yang sangat indah dan berkilauan. Ken mengambil dan memakaikan kalung itu dileher jenjang istrinya. Kei masih belum mengatakan sesuatu baginya semua itu benar-benar sebuah kejutan yang membuatnya shok, Kei tidak ingat dengan tanggal lahirnya. Bahkan sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan kejutan yang luar biasa.


Ken menghapus airmata Kei, "Jangan menangis dihari bahagiamu, setelah ini aku janji akan selalu menjagamu dan menyayangimu. Maafkan aku dengan kejadian tadi siang, aku tidak bersungguh-sungguh dan hanya mengerjai dirimu saja." ucap Ken.


"Tu-tuan jahat! kenapa tuan mengerjai ku, kau tidak tau betapa sedihnya aku." Kei menatap kedua bola mata tuan Ken.


Jantung Kei berdetak begitu kencang, kebahagiaan yang tiada tara ia rasakan. Suaminya, tuan Ken pertama kali mengungkapkan isi hatinya, bahkan didepan banyak orang. Malam ini Kei baru tau bahwa tuan Ken ternyata memiliki perasaan cinta untuknya itu berati cintanya terbalaskan tidak lagi bertepuk sebelah tangan.


"Suamiku, terima kasih untuk pesta kejutan yang sangat indah. Aku sangat menyukai kejutan darimu. Dan terima kasih sudah mau mencintai ku yang tak sempurna ini. Aku juga sangat mencintaimu suamiku, Kendra Kenechi. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu selain engkau sendiri yang menginginkan aku pergi, aku sangat beruntung bisa memiliki suami sepertimu." Kei mengatakan isi hatinya kepada tuan Ken.


Ken kembali memeluk tubuh Kei, suara tepuk tangan yang meriah tidak mereka hiraukan. Keduanya benar-benar menikmati pelukan satu sama lain, hingga kue ulang tahun begitu besar sudah menunggu untuk dipotong.

__ADS_1


Sebelum memotong kue lebih dulu Kei memanjatkan sebuah do'a kepada sang Pencipta, berdo'a agar rumah tangganya selalu utuh dan berlimpah kebahagiaan.


Setelah berdo'a, Kei memotong kue dan untuk orang pertama yang akan menerima suapan kue itu tentu tuan Ken.


Setelah acara demi acara selesai, Ken membawa Kei kesebuah ruangan khusus. Diruang khusus suasananya begitu romantis, Ken sengaja menyiapkan semuanya dengan sempurna.


"Bagiamana pesta kejutan yang sudah aku siapkan untukmu?" Ken bertanya, mereka sudah duduk berdua. Suasana yang romantis dengan hiasan-hiasan lilin yang mengelilingi.


"Dengan teganya kau mengerjai ku seperti tadi, tuan." Kei pura-pura merajuk. "Aku sengaja melakukannya." Ken menjawab dengan santai dibibirnya terus menyunggingkan senyum, malam ini bukan malam kebahagiaan untuk Kei saja tuan Ken juga sangat bahagia keduanya sudah saling mengerti perasaan satu sama lain. Kedepannya semoga cinta mereka tetap seperti ini tanpa ada krikil atau batu yang akan mengganggu kebahagiaan rumah tangga mereka.


"Aku masih punya kejutan untukmu." Ken mengambil kertas yang tergulung rapi dan memberikannya kepada Kei. "Itu sebagian kado dariku." Kei menerima dengan bingung, tidak tau apa isi surat itu. Belum dibuka dan masih melihatnya saja. "Bukalah." Ken memberi perintah agar Kei segera membukanya.


Dengan pelan Kei mulai membuka dan membaca kata demi kata, matanya terbelalak. Sungguh kejutan dari tuan Ken membuatnya banjir airmata, tetapi lagi-lagi bukan airmata kesedihan melainkan airmata kebahagiaan.


"Ja-jadi aku tidak mandul? a-aku bisa memiliki keturunan, aku bisa mengandung dan melahirkan anakmu?" Kei benar-benar seperti tidak percaya dengan hasil surat pemeriksaan itu. Kei berdiri dan mendekati tuan Ken dan kembali memeluk suaminya dengan erat. Kebahagiaan yang dirasakan benar-benar sudah lengkap, nyatanya dia bukan perempuan mandul.


"Terima kasih tuan, terima kasih untuk semua kejutan ini. Aku sangat mencintaimu." Kei menangis terisak dipelukan tuan Ken, mencurahkan semua kebahagiaan.

__ADS_1


"Kau wanita yang sempurna Kei, kau pantas mendapatkan kebahagiaan. Jangan ragu, jadilah ibu dari anak-anakku hanya kau yang pantas mengandung keturunanku, aku akan selalu mencintaimu. Setelah ini tidak akan aku biarkan Airmata menetes di pipimu, aku akan menjagamu dengan ragaku."


Kei mengangguk, Ken mencium bibir Kei dengan mesra dan lembut.


__ADS_2