Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Kyunara Almera Kenichi (End)


__ADS_3

Pagi yang cerah ketika Ken membuka mata langsung disuguhkan dengan pemandangan yang menyejukkan.


Istri tercinta sedang memberi ASI pada bayi mungilnya.


Menyadari suaminya telah terbangun, Kei menyunggingkan senyum.


"Selamat pagi, Sayang." sapa Kei dengan senyum merekah.


"Selamat pagi, Cinta." balas Ken. Tangan kanan mengelus pipi Kei.


"Selamat pagi, Princesnya Daddy." Ken beralih mengusap rambut lebat milik bayi mungil itu. Yang dibalas dengan menggerak-gerakan ujung matanya. Membuat Kei dan Ken tersenyum lebar.


"Apa semalam kau tidak tidur?" tanya Ken penasaran.


"Tidur lah, aku tidak sanggup kalau semalaman tidak tidur." jawab Kei.


"Semalam para Suster membantu ku menjaga putri kecil kita, jadi aku bisa istirahat." imbuhnya yang dibalas anggukan kepala oleh Ken.


"Tunggu sebentar, aku ke kamar mandi." Ken beranjak menuju kekamar mandi.


Beberapa saat Ken sudah kembali, bertepatan dengan 2 perawat yang juga masuk ke dalam.


Setelah putrinya tidur, ia menyerahkan pada salah satu perawat untuk dimandikan. Sedangkan dia meminta bantuan Ken untuk memapah ke kamar mandi.


Semua sudah selesai dengan ritual masing-masing, kini Ken tengah menyuapi Kei dengan semangkuk bubur yang masih mengepulkan asap. Aroma yang begitu menggiurkan, karna ibu menyusui akan terus-menerus merasa kelaparan. Hingga tak butuh waktu lama sudah habis tanpa sisa.


Kei meminta Ken untuk menggendong putri kecilnya dan memindahkan diatas pangkuannya, meski terlelap dengan damai tapi Kei selalu ingin mendekap dengan kasih sayang.


Bersama itu, pintu kembali terbuka.


"Mom, Dad .... " Io tengah berlari menuju ke ranjang. Dengan sigap Ken menyambut Kio dan menggendongnya.


"Oh... jagoan Dad yang pintar." Ken sudah menghujani Kio dengan ciuman ciuman kecil hingga Kio kegelian merasakan dagu Ken yang menggelitik dengan rambut-rambut kasar yang belum dirapikan.


"Stop Dad, geli." tangan Kio menjauhkan wajah Ken dari wajahnya. Ken hanya tersenyum lebar.


Herlambang dan Mami Lyra sudah berdiri disamping ranjang Kei. Tengah memandangi cucu keduanya yang berjenis kelamin perempuan.


"Eum... cucu kedua Oma sangat cantik," pujinya, ia meraih bayi mungil untuk beralih gendongan.


"Terima kasih, Oma." Kei menjawab dengan menirukan suara bayi.


"Lihat lah, cucu kedua kita sangat cantik dan menggemaskan." kata mami Lyra kepada suaminya.


Herlambang merapatkan diri untuk lebih memperhatikan, tangannya mengelus lembut rambut lebat milik bayi mungil itu.


"Selamat ya Ken, Kei, untuk kelahiran putri kalian." ucap Herlambang.

__ADS_1


"Terima kasih, Pa." jawab Ken dan Kei bersamaan.


"Io juga ingin liat adik kurcaci." Kio yang di gendongan Ken berontak ingin turun untuk melihat adik kecilnya. Yang ia sebut dengan adik kurcaci.


Ken dan Kei tersenyum dengan menggelengkan kepala. Merasa lucu dengan tingkah Kio.


Kio mendekati Opa Herlambang dan meminta digendong agar bisa melihat adiknya


Dengan senang hati Herlambang mengulurkan kedua tangan untuk menggendong Kio.


"Halo adik kurcaci. Perkenalkan, aku Kakak Kio yang paling tampan." Kio berkata dengan riang. Tangannya menyentuh pipi bulat adiknya. Tapi bayi perempuan itu sangat betah memejamkan mata membuat Kio merengut kesal, lalu berkata.


"Hei, aku sedang berbicara padamu, bangunlah. Kau tidak sopan. Dasar putri tidur .... " sungutnya.


Orang-orang dewasa kembali tertawa mendengar ocehan Kio.


Kio terus saja mengajak adiknya berbicara, meski sedetik kemudian kesal lalu di detik berikutnya akan kembali tertawa. Ia terus berceloteh riang dengan menceritakan keadaan rumah yang sudah penuh dengan mainan boneka dengan berbagai jenis dan bentuk.


Bahkan terdengar juga Kio yang sudah tidak sabar mengajak adik bayinya untuk bermain rumah-rumahan seperti camping diatas bukit.


Lalu tujuan utamanya akan memperkenalkan adik bayinya pada Alzena, anaknya Paman Lee.


Ia ingin balas dendam karna Ze selalu pamer tentang adik jagoannya. Kini ia juga punya adik kurcaci juga adik bayi tukang tidur. Begitu sebutannya.


Orang dewasa tak habis pikir dengan celotehan Kio. Padahal waktu awalan Kei hamil sampai umur kehamilan ke lima, bocah itu selalu menolak kehadiran adiknya. Bahkan sampai menunjukan aksi protes dengan kabur dari rumah sakit. Sempat membuat Kei dan calon bayinya hampir kehilangan nyawa. Tapi semua telah dilewati dengan berbagai hikmah pelajaran.


Bahkan hikmah terbesar yaitu kembalinya hubungan baik antara Ken dan Herlambang.


Benar-benar akhir dengan gambaran yang indah


"Princes kecil kalian diberi nama siapa?" tanya mami Lyra disela-sela celotehan Kio.


Kei dan Ken saling pandangan. Kei menganggukkan kepala memberi isyarat agar suaminya saja yang menjawab.


"Kyunara Almera Kenichi." jawab Ken dengan lugas. Seolah nama itu telah lama disiapkan, hingga tak perlu pemikiran lama sudah hapal saat menyebutnya.


"Wah ... indah sekali ya sayang. Dad dan Mom memberimu nama yang sangat indah dan sesuai dengan kecantikan mu." mami Lyra memuji.


Pandangan matanya terus menelusuri bayi mungil. Yang sesekali tersenyum dalam tidurnya.


"Lalu dipanggil dengan sebutan apa?" tanya Mami Lyra lagi.


"Kiu. Kalau aku dipanggil Kio, kalau adik kurcaci dipanggil adik Kiu." Kio menyahut.


Dan lagi, orang dewasa kembali tergelak mendengar pendapat Kio tentang sebutan untuk bayi mungil itu.


"Kio Kiu, gitu?" Kei meledek.

__ADS_1


Tapi Kio nampak berpikir, sepertinya kurang cocok jika dipanggil dengan nama itu.


"Hem... Kita panggil dengan sebutan Kyunara." ujar Ken.


"Huh, kepanjangan Dad." Kio tak setuju.


"Tapi itu bagus sayang," jawab Ken dari seberang Kio.


Kio tak lagi menjawab, ia kembali sibuk memegangi pipi adiknya dan kembali berceloteh dengan riang.


Ken mendekap tubuh Kei dari samping, "Terima kasih," bisiknya.


"Sampai berapa kali mengucap kata terima kasih?" jawab Kei. Ia juga menikmati dekapan penuh hangat.


"Sampai aku tak mampu mengucapkannya. Lihatlah, kebahagian keluarga kita telah lengkap. Sempurna."


Kei mengangguk dan tersenyum. "Semoga tidak ada badai atau rintangan dimasa mendatang. Hingga semua seperti ini, penuh dengan kebahagiaan."


"Mom, kenapa adik kurcaci pipi nya lebih ndud dari pada aku? nanti Io kalah dengan putri tidur itu." Kio sudah merengut kesal. Yang ditanggapi dengan gelak tawa.


Sungguh kebahagiaan yang sempurna. Seolah luka dan airmata kemarin telah sirna dan digantikan dengan suara tawa dari anggota keluarga.


Sayangnya, Ray dan Viona belum bisa bergabung karna mereka tengah berada di Amerika. Saat ini Viona tengah mengandung anak pertama mereka dan sedang bersiap melakukan penerbangan ke Indonesia demi melihat keponakan lucunya.


Perjalanan penuh luka liku yang dihadapi telah berujung manis. Kisah akhir yang dipenuhi tawa dari orang-orang tercinta.


Meski perjalanan mereka tak sampai disitu, bahkan masih panjang terbentang luas. Harapan mereka hanya satu, tetap bersama dalam suka duka. Takkan terpisahkan, kecuali hanya maut.


Memberi kasih sayang dan cinta yang melimpah. Tentu dengan sikap over protective dan over posesif yang selalu melekat pada si raja Bisnis. Tuan muda, Kendra Kenichi.


Salam hangat dan penuh cinta dari keluarga Kendra Kenichi dan Keihana Kazumi.


Dengan si tampan Akio Ryuga Kenichi


Dan Si putri tidur Kyunara Almera Kenichi


Sampai jumpa di season 2.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih, Akhirnya happy ending.


Salam sayang dari Akak mei.🙏😘


__ADS_2