Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Sarang Burung Yang Digunting


__ADS_3

"Kacau? anda sedang ada masalah?" Lee duduk disamping tuan Ken. Menatap serius kearah tuan mudanya. Penasaran dengan masalah yang dihadapi.


"Aku harus berpuasa Lee, dan kau tau..."


Sekretaris Lee menggeleng dengan cepat. "Tidak tau, tuan."


"Hah... aku harus berpuasa selama 42 hari. Bukankah itu gila?" lelaki tengah frustasi itu memutar bola mata malas.


Sekretaris Lee diam saja, ia masih mencerna kata demi kata yang terucap. Reaksinya hampir sama dengan para dokter tadi.


"Jangan katakan kalau kau juga tidak paham dengan ucapan ku? kemampuanmu mulai berkurang Lee." sentak tuan Ken sinis.


"Maafkan saya, tuan muda. Saya sedang mencerna perkataan anda." kedua bola mata itu sedang menatap lorong panjang didepannya.


"Cara pikirmu lambat! gagak hitam milikku harus berpuasa selama 42 hari, karna sarangnya sedang masa perbaikan." ucapnya dengan nada santai. Namun, raut keputusasaan masih nampak diwajah tampan itu.


'Sejak kapan tuan Ken memelihara burung gagak hitam? dan aku tidak mengetahui dari mana tuan muda mendapatkan burung itu?' batin Lee. Tangan kanan sibuk menggaruk rambut yang tidak gatal. Ia bingung menangapi seperti apa, maksut ucapan tuan mudanya saja ia tidak paham.


"Kenapa tidak cari sarang baru saja, tuan?" Lee memberi usul. Yang ia pikirkan menjurus ke sarang burung suguhan, padahal bukan.


"Hiya... tidak mungkin Lee, Kei mengancam akan membabat sampai kepangkalnya. Aku sudah menanyakan itu tadi pada Kei, dia marah besar padaku."


"Apa nona Kei juga suka gagak hitam?" Lee keheranan, ditambah rasa bingung karna masih belum mengerti.


'Nona Kei suka burung gagak hitam? bukankah itu aneh? biasanya perempuan menyukai binatang imut, seperti kucing anggora, persia atau hewan peliharaan lainnya yang jinak.' Lee benar-benar bingung.


"Tentu. Bukan hanya Kei yang sangat suka gagak hitam, bahkan istrimu juga ketagihan 'kan?" tuan Ken melirik sekretarisnya dengan tersenyum miring, senyuman mengejek.


Lee terkejut, bagiamana bisa tuan Ken mengatakan Dewi juga menyukai burung gagak hitam. Dia, seorang laki-laki saja takut dengan burung gagak apalagi seorang perempuan. Nona Kei saja yang aneh, karna menyukai burung mengerikan itu.


"Tidak tuan muda, istri saya pasti takut dengan burung seram itu. Jangankan memegang, didekati saja sudah ketakutan."


"Lalu bagaimana burung gagak mu bisa masuk sarang?" tanya tuan Ken serius.


"Saya juga tidak tau." menjawab singkat.

__ADS_1


"Ah, kau main rahasia-rahasiaan Lee."


Lee berganti menggaruk pelipis, padahal daerah itu tidak gatal. Saking frustasinya menghadapi percakapan dengan tuan Ken. Dia, atau tuan Ken yang tidak menyambung.


"Tidak tuan muda, tidak ada yang saya rahasiakan." Lee mengelak.


"Ah, sudah. Intinya, bagaimana agar supaya sarang itu bisa segera pulih. 42 hari itu sangat lama Lee, bagaimanapun caranya angka 4itu dihilangkan supaya hanya tinggal angka 2 saja." diakhir kata, tuan muda itu mengeram kesal.


"Burung gagak hitam, sarangnya diperbaiki, angka 42?" Lee mengurutkan kata-kata yang tidak dimengerti.


Mendengar itu membuat tuan Ken marah. "Jangan-jangan dari tadi kau tidak menyambung dengan pembahasan kita, panjang lebar." kesal tuan Ken.


Lee takut-takut menunjukan deretan giginya dan menyengir menghadap kearah tuan Ken, mau bagaimana lagi, dirinya memang tidak paham.


Tuan Ken menghirup udara dan membuangnya pelan, untuk meredakan emosi.


"Bagaimana istrimu bisa hamil?" tuan Ken menanyakan pertanyaan yang aneh.


"Kar-na, kami melakukan hu-bungan, tuan." Lee menjawab dengan ragu-ragu, sekaligus merasa kebingungan.


"Hah..."


"Begitu juga masih tidak paham! ayo kita temui dokter dan menanyakan bagian reproduksi manusia!" tuan Ken benar-benar kesal sampai keubun-ubun. Ingin sekali meninju apa-pun didepannya.


"Tidak perlu menemui dokter tuan, sekarang saya sudah paham dengan burung gagak hitam dan sarangnya. Tapi, 42harinya masih belum paham."


"Kei baru saja melahirkan, dan sarang miliknya kemarin rusak karna digunting oleh dokter..."


"Apa...?" sekretaris Lee sangat terkejut, setengah berteriak dan dengan gerakan cepat ia berdiri.


"Hah, kau mengagetkanku Lee, dasar setan!" tuan Ken juga terkaget dengan respon yang ditunjukan sekretaris sialannya itu. Tuan muda sendiri sampai memundurkan tubuhnya mentok dikursi belakang.


"Maaf-maafkan saya tuan muda. Saya terlalu terkejut mendengarnya." Lee meminta maaf, ia tak enak hati pada tuan Ken yang juga terkejut karenanya. Ia mulai duduk lagi disamping tuan muda yang masih memandang sinis.


"Maksud anda digunting, apakah anu-nya itu digunting tuan?" Lee bertanya dengan kikuk, ia sendiri bingung akan menyebut dengan sebutan apa untuk bagian inti dari wanita.

__ADS_1


"Iya. Itulah yang membuatku shok saat melihatnya." kata tuan Ken.


"Sekarang sarang milik Kei sedang masa perbaikan karna kemarin dokter menjahitnya."


"Di-dijahit, tuan?" Lee kembali terbata. Bayangannya sangat sulit sampai kesana. Bergidik ngeri? tentu saja.


"Iya, kau tau Lee, darahnya mengalir seperti air keran."


"Hah..." sekretaris Lee semakin shok. Bayangannya sudah melampaui batas, sangat susah untuk menelan air liur yang mendadak seperti sangat pahit hingga sulit untuk ditelan.


"Da-darah?" sambungnya lagi. Saat ini sekretaris yang tidak diragukan lagi tentang kepintaran dan kecekatannya sedang dikerjai oleh bos-nya sendiri.


Melihat wajah bodoh sekretarisnya membuat tuan muda bersemangat untuk mengerjai.


"Siap-siap Lee, istrimu sebentar lagi juga akan melahirkan."


"Tapi, kata Nyonya besar setiap wanita melahirkan berbeda-beda. Mungkin proses persalinan Dewi tidak sama dengan nona Kei, tuan." Lee tidak akan mudah percaya, sebelumnya mami Lyra sudah mengatakan seperti itu padanya.


"Kau jangan terlalu percaya diri. Jika memang berbeda-beda, siapa tau punya istrimu digunting lebih besar. Tunggu dan lihat saja proses persalinan istrimu yang dramatis." sungut tuan. Sedikit ada kekesalan karna Lee tidak takut dengan ucapannya.


"Do'a anda jelek sekali, tuan. Mudah-mudahan saja anu-nya Dewi tidak digunting." ucap Lee.


"Sudah pasti digunting, kau bayangkan saja sarang milik istrimu sebesar apa dan harus mengeluarkan bayi sebesar anakku." tuan Ken masih menakut-nakuti.


Kini wajah sekretaris Lee memucat, benar juga yang dikatakan tuan mudanya. Dari lubang semut bisa mengeluarkan anak sebesar itu.


"Setelah istrimu melahirkan, sarangnya akan rusak dan harus diperbaiki. Setelah itu kau harus menunggu sampai 42 hari tidak bisa berhubungan dengan istrimu."


Kegundahan hati tuan Ken bisa tersamarkan dengan wajah pucat Lee. Ia berhasil menakutinya sekretarisnya.


Sedangkan Lee nampak membeku ditempat. Sudah pasti bayangannya menerawang jauh melewati batas.


Sore itu bukan mendapat solusi tentang 42 hari, tapi berganti dengan cerita seram dengan tema sarang burung yang digunting.


Cerita yang dibuat sedramatis mungkin oleh tuan muda jahil.

__ADS_1


__ADS_2