Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Sehancur hancurnya


__ADS_3

"Apa...?!" mami Lyra terkejut. Sama halnya dengan Kei. Keduanya lekas beranjak menuju kamar Ken.


Anak tangga yang berjajar rapi membuat tidak sabaran. Wajah mami Lyra dan Kei sama-sama tegang dan cemas.


Ketika sampai didepan pintu mami Lyra segera membuka pintu dengan gerakan cepat.


Dan pertama yang dilihat semua tatanan meja rias sudah berpindah ke lantai. Sedangkan Ken merintih kesakitan di atas ranjang.


Mami Lyra dan Kei segera mendekat.


"Ken..."


"Ken... kamu kenapa Nak?" tanya mami Lyra dengan panik.


"Mi, aku tidak mungkin kan, menikahi dia!!!" jari telunjuk Ken menunjuk tepat di wajah Kei yang mendekatinya.


"Ken.. tenanglah, kau tidak perlu memaksa ingatanmu. Nanti akan sembuh dengan sendirinya, Nak. Kalau kamu memaksa, daya ingatmu akan semakin buruk. Mami mohon, tenanglah." mami Lyra memeluk Ken dari samping.


Kei hanya mampu mematung ditempatnya berdiri, airmatanya keluar tanpa persetujuan.


Tak tahu harus bagaimana. Mendekat pun Ken akan semakin membenci dirinya.


Hanya airmata yang mampu menggambarkan segara rasa disaat mulut tak mampu bersuara.


Ken mulai tenang, mami Lyra terus mendekap dan memberi pengertian. "Tenanglah Ken, kalau kau tenang akan segera sembuh dan mengingat semuanya."


Ken mencondongkan tubuhnya, menatap tajam ke arah Kei yang juga membalas menatap dengan sendu.


"Pergi kau!!!" usir Ken dengan suara tegas dan dingin.


Deg...


Kei masih membeku ditempat. Tidak mungkin Ken mengusirnya, ya.... dia pasti hanya salah mendengar. Atau mungkin hanya menyuruhnya pergi dari kamar itu.


"Ken..." mami Lyra bernada tinggi untuk menyadarkan Ken atas perkataanya.


"Pergi kau!!" Ken mengulang perkataanya untuk mengusir Kei. Entah saat itu wajah Kei membuatnya marah dan kesal.


Kei menyusut airmatanya, berbalik badan dan segera keluar dari kamar itu. Karna itu keinginan Ken sendiri, meski Ken tidak ingat dengannya, ibarat kata suaminya sedang sakit. Tapi tetap saja pengusiran Ken barusan bagai sambaran petir disiang bolong. Mampu melebarkan luka yang sudah menga-nga hingga semakin meluas.


"Kei..." terdengar mami Lyra memanggil dan menyusul langkahnya yang mulai meninggalkan kamar Ken.

__ADS_1


Mami Lyra ikut menangis, "Sayang, sabar ya. Tolong jangan ambil hati ucapan Ken yang kasar padamu. Setelah ingatan Ken kembali, dia akan ingat semuanya. Mami mohon, untuk sementara kamu tinggal dulu dikamar tamu. Jangan dulu mendekati Ken, jika ingatannya belum pulih, dia akan tetap bersikap seperti itu." pinta mami Lyra.


Kei menganggukkan kepala dengan lemah, untuk mendongak dan menjawab pun serasa tidak mampu, lidahnya terasa kelu. Mami Lyra sangat kasihan melihat Kei, dia langsung memeluk Kei untuk memberikan kekuatan.


"Mami akan usahakan kesembuhan Ken dengan segera." ucap mami Lyra.


"Iya Mi," hanya itu yang keluar dari mulut Kei.


Ditengah kehancuran hati Kei, tapi ternyata belum sehancur saat ini. Tiba-tiba Ken keluar dan membawa tas kecil.


Menarik tangan Kei dengan kasar. Kei yang tidak tahu dan tidak siap begitu terkejut saat tangannya dicengkram dengan erat, pelukannya bersama mami Lyra terlepas paksa.


Ken menarik tangan Kei untuk menuruni anak tangga. Mami Lyra dengan kewalahan mengejar langkah mereka yang cepat.


"Ken... Ken... apa-apaan kamu!!" mami Lyra berteriak menghentikan gerakan Ken yang terus menarik paksa tangan Kei.


"Sakit, Sayang." Kei reflek menyebut Ken dengan panggilan sayang seperti hari-hari sebelum ingatan Ken hilang.


Ken menghentikan langkah dan berbalik menatap tajam kearah Kei. "Jangan panggil aku Sayang!! aku tidak sudi dipanggil sayang dengan mulut kotormu!"


Bagai tertembak peluru panas, seluruh tubuhnya serasa lemas tak bertenaga. Kei sampai luruh ke lantai. Dadanya terasa sakit, jika suaminya sakit, kenapa Tuhan harus memberinya sakit dengan kehilangan sebagian ingatan. Kini hatinya lebih hancur dari saat melihat Ken terbaring dirumah sakit.


Jika suaminya tidak bisa berjalan, bahkan lumpuh seumur hidup dengan sepenuh hati dia mau merawat. Tapi hati Kei hancur, tubuh suaminya sudah pulih seperti sediakala namun ingatannya yang harus lumpuh untuk mengenang masa-masa indah berumah tangga bersamanya.


Mungkinkah dia harus terus memaklumi keadaan ini, tapi bagaimana dengan kedua anaknya?


Kei benar-benar tak berdaya, menangis terisak dibawah kaki Ken.


"Ken, jangan keterlaluan kamu!! dia istrimu! meski kamu belum mengingat pernikahan kalian, setidaknya hargai keberadaan keluargamu. Kami tidak memaksa mu untuk mengingat, tapi jangan perlakukan Kei dengan kasar. Dulu kamu sangat mencintai Kei. Bahkan melebihi cintamu pada Olive! kamu begitu menggilai Kei." mami Lyra berkata dengan nada tinggi. Geram dengan perlakukan Ken yang sudah sangat keterlaluan.


"Omong kosong! tidak mungkin aku mencintai wanita seperti ini. Pergi kau! mata ku tidak nyaman melihat kau masih tinggal disini! sudah cukup baik aku membiarkanmu tinggal disini. Sekarang kesabaran ku sudah habis. Sekarang pergi dari rumahku."


Plak....


Suara tamparan yang keras telah mendarat dipipi Ken, bukan Kei tapi mami Lyra yang menampar Ken dengan keras.


Para pelayan menyaksikan pertengkaran hebat itu, mereka sangat kasihan dengan Kei. Bahkan secara diam-diam salah satu pelayan telah menghubungi Lee lewat sambungan telpon rumah.


Wajah Ken semakin keras, tidak lagi berdebat dengan mami Lyra. Tapi kembali menarik tangan Kei dan menyeretnya sampai didepan pintu dan melempar tas kecil berisi pakaian Kei yang hanya beberapa helai dan diambil Ken dengan asal.


"Pergi...!!!" tanpa perasaan Ken mengusir Kei yang terisak dilantai depan halaman rumah.

__ADS_1


"Mom....!!!" Kio berteriak dan berlari menghampiri mommy nya yang masih bersimpuh dilantai.


"Io Sayang..." Kei mendekap tubuh Kio. Tapi Kio berontak. Dia kembali berdiri menghampiri ayahnya dan memukul-mukul tangan Ken.


"Daddy jahat!! Io benci dengan Daddy. Io benci!!" Kio berteriak dan menangis.


"Kenapa jadi begini... Ken... meski kamu tidak ingat, tolong jangan kasar dengan mereka. Lihatlah, putramu sendiri sampai membencimu!!!" teriak mami Lyra dengan lantang.


Kepala Ken kembali terasa sakit. Ken kembali merintih tapi tidak menghiraukan kekacauan yang diperbuat.


Lee yang baru datang dengan napas tersengal segera membantu Kei untuk berdiri.


Babysister memberanikan diri muncul ditengah perdebatan itu, Kyura menangis sangat kencang mungkin ikut merasakan kesakitan batin yang dialami ibunya.


"Lee, kau membantu dia. Maka ku bunuh kau sekarang juga!!!" ditengah merasakan rasa sakit dikepala Ken masih bisa memberi ancaman untuk Lee.


"Nona berjalanlah kedepan gerbang, disana ada Tony." Lee memberi petunjuk agar Kei menemui Tony yang berjaga didepan gerbang.


"Sayang, ayo Nak..." Kei mendekati Kio untuk mengajaknya pergi.


"Mom, Io benci dengan Dad. Io benci." sekali lagi Kio mengatakan kebencian untuk ayahnya sendiri. Menatap Ken dengan tidak suka.


Ken tidak menjawab, tapi entah kenapa mendengar kata kebencian itu hatinya tiba-tiba merasakan sakit.


Kei mendekati babysister dan meminta Kyura.


.


.


.


.


.


.


Syudah greget belum? syudah emosi belum? semoga sudah ya.


Setelah ini ingatan Ken pulih dan biar dia menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Kok udah pulih aja? iya, soalnya alurnya akak mei buat cepat tinggal 13bab lagi tamat🤗


Oh iya,, please jangan benci diriku ya, benci aja sama Kendra Kenichi😅😆🙏


__ADS_2