Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Mencari di Apartemen


__ADS_3

Lee sedikit kesulitan mengimbangi langkah Ken yang tergesa-gesa. Bahkan Herlambang dan mami Lyra tertinggal jauh dibelakang.


Ken tidak perduli, niatnya segera mencari istri dan anaknya.


Bagaimana bisa selama tujuh bulan mereka berpisah? padahal disaat ingatannya penuh seperti sekarang, satu jam tidak melihat belahan jiwanya hati Ken sudah sangat resah. Betapa tersiksanya istri dan anaknya yang harus hidup dilingkungan luar. Ken tidak bisa membayangkan itu.


Apalagi sekarang mendapati kabar jika Kei, Kio dan Kyura tidak ada di apartemen, membuat pikiran Ken semakin kacau.


Takut, takut mereka pergi jauh dan ia tidak bisa menemukan mereka. Jika itu terjadi, mungkin sang tuan muda itu akan menabrakan diri didepan mobil truck, agar ingatannya kembali hilang, atau nyawanya yang akan hilang. Entahlah yang jelas Ken tidak ingin kehilangan mereka.


Sampai didepan halaman rumah sakit, Lee berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil. Ken segera masuk kedalam mobil setelah Lee memberhentikan mobil tepat didepannya berdiri.


Mami Lyra dan pengawal menumpangi mobil masing-masing dan mengikuti dibelakang.


"Lee, apa kau bo doh! selama ini kenapa kau tidak mencegahku saat aku berbuat buruk pada mereka!"


"Mereka ada dimana Lee? Kemana Kei pergi membawa anak-anak? dimana kita bisa menemukannya, Lee." Ken memberondong Lee dengan pertanyaan.


Lee sendiri kebingungan harus menjawab yang mana dan seperti apa?


"Tuan Muda, tenang. Kita akan mengusut kepergian Nona pada petugas Apartemen." Lee sendiri gugup, tidak begitu konsen saat menyetir dan memberi jawaban asal agar tuan Ken bisa tenang. Sedari tadi Ken duduk dengan gelisah. Mengusap bagian wajah dengan kasar dan menggeser tubuh dan bergerak-gerak tidak jelas. Membuat Lee tidak fokus.


Lee ketar-ketir, takut jika sampai di apartemen dan benar Kei sudah tidak ada. Tapi kemarin pagi, saat ia akan ke kantor sempat menjemput Kio untuk mengajaknya berangkat bersama. Meski kemarin Kei menolak, tapi tidak ada tanda-tanda mereka akan pergi atau kabur. Aneh, kan?


Jika Kei dan anak-anak beneran kabur maka siap-siap saja si tuan monster itu akan murka dan mengamuk.


"Lee, apa selama istri dan anaku tinggal di Apartemen kau tidak menjaganya dengan baik?! dia tidak dijaga pengawal?! lalu ada yang mau mencelakainya dan mereka pergi?!" Ken memandang Lee dengan amat ketakutan.


Lee mengernyit dan memicingkan mata. Ingin sekali memukul kepala tuan Ken kembali agar ingat kejadian yang dialami selama hilang ingatan. Bahkan monster gila itu sendiri yang mengancam dan menakuti keluarganya sendiri.

__ADS_1


'Ah... tuan! aku ingin menenggelamkan mu ke sungai yang penuh dengan ikan piranha. Bukankah kau sendiri yang menyuruhku tidak ikut campur dan juga tidak membantu mereka?! hilang ingatan merepotkan, setelah ingat pun lebih merepotkan. Oh.. Tuhan, kapan keluarga Tuan Muda bisa utuh dan damai.' batin Lee mengeluh juga memendam kekesalan.


"Tuan Muda, selama anda hilang ingatan, selama hampir tujuh bulan biaya kehidupan Nona Kei dan anak-anak anda, itu menjadi tanggung jawab saya. Menyewa Apartemen, biaya makan dan juga biaya Tuan Muda Kecil sekolah juga uang saya, meski Tuan Besar dan Nyonya besar membantu, tapi dengan cara sembunyi karna anda mengawasi pengeluaran Nyonya besar. Anda sendiri yang melarang kami untuk membantu Nona Kei." panjang lebar Lee bercerita agar tuan Ken tahu semuanya.


Jantung Ken berdetak kencang, tubuhnya mematung. Mendengar itu dunianya hampir runtuh. Lalu bagaimana kehidupan Kei dan anak-anak saat mereka tinggal di apartemen. Maafkan Daddy


"Bahkan putraku sudah masuk sekolah?" Ken bertanya lirih.


"Hem... Tuan Muda kecil sudah menyelesaikan semester pertama. Beberapa hari lalu sudah mulai libur." terang Lee.


"Bagaimana bisa aku memperlakukan mereka seperti itu, Lee. Apakah Kei akan membenciku? lalu Io? Kyura?" tubuh Ken mulai melemas. Ken merasa sangat bersalah. Tidak tahu harus bagaimana meminta maaf.


Tapi bagaimanapun itu bukanlah kesalahan Ken, semua perlakuannya tidak dalam keadaan normal.


"Nona Kei mengerti dengan keadaan Anda, Tuan. Nona pasti sangat senang ingatan Anda sudah pulih. Setiap hari Nona menanyakan anda dan bertanya apakah ingatan Anda sudah kembali? Nona sangat menginginkan anda segera menjemput mereka."


Mobil yang mereka tumpangi terjebak macet dan baru mengurai beberapa menit lalu. Kini Lee telah mempercepat laju kendaraanya.


Tak berapa lama mobil itu sudah sampai didepan Apartemen yang bukan dari cabang Taisei Comporotion.


Ken segera turun sebelum Lee membukakan pintu. Ken hanya memakai pakaian biasa dan masuk begitu saja dengan tergesa-gesa.


Lee tetap mengikuti dibelakang.


Baru memasuki loby sudah disambut oleh seorang petugas. Lee menerangkan alasan mereka datang, lalu petugas itu menjelaskan seperti yang dijelaskan pengawal tadi.


Ken tidak lagi perduli, dia memasuki lift menuju lantai atas dimana Kei tinggal. Sebelumnya Lee sudah memberitahu. Lee mengikuti tuan mudanya yang terlihat sangat panik, sampai melupakan untuk menanyakan kunci kamar apartemen.


Sampai didepan kamar, Lee membuka kunci pintu. Saat memasuki ruang apartemen yang tidak terlalu luas pandangan Ken mengedar ke setiap penjuru ruangan. Ada beberapa mainan dan juga stroller bayi milik Kyura. Ken semakin tertohok melihat barang-barang itu, berati benar, selama ini mereka tinggal di apartemen ini. Ken menunduk menyembunyikan wajahnya yang hampir menangis.

__ADS_1


Sampai disini tidak menemukan mereka, padahal ingin sekali memeluk mereka dan menjemput mereka untuk pulang.


"Lee, periksa kamera pengawas. Cari sekecil apapun petunjuk. Aku ingin segera menemukan anak dan istriku." perintah Ken.


"Baik Tuan Muda," Lee berbalik untuk kembali ke lantai dasar dan ingin menjalankan tugas mencari petunjuk dari kamera CCTV.


Sebelum itu, "Tunggu Lee," cegah Ken.


Lee berhenti dan kembali menghadap Ken.


"Hubungi Tony, suruh dia melacak nomor ponsel Kei. Dia membawa ponsel, kan?"


Tapi Lee menggeleng lemah, dan itu membuat Ken semakin memerah. Antara kesal, marah dan geram.


"Biasanya Nona menghubungi kami lewat telpon Apartemen. Saat Nona pergi, tidak membawa apapun. Dan waktu itu saya sudah akan mengambilkan ponsel, tapi Nona menolak."


"Ahgrr..."


Bruuk...


Ken menendang kursi didepannya, hingga tubuhnya hampir terpental kebelakang. Karna kondisinya belum stabil.


Lee segera mendekat. "Tuan Muda, tolong tenang dan tunggu sebentar. Saya akan mencari petunjuk."


"Anda tunggu sebentar, saya akan segera kemari. Dan.. jangan lakukan apapun, kesehatan anda belum pulih." pesan Lee dan membimbing Ken untuk duduk dikursi yang lain.


"Honey... kau pergi kemana? maafkan aku. Aku datang untuk menjemputmu, kita akan pulang dan tinggal bersama."


"Io, Kyura, maafkan Daddy, semoga Io mau memaafkan Daddy." ucap Ken dengan lemas.

__ADS_1


__ADS_2