Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Di pindah ke ruang rawat


__ADS_3

Pagi sekali tepat pukul enam Kei sudah bersiap akan pergi ke rumah sakit. Kio, bocah itu ikut berantusias bangun dipagi hari karna ingin sekali segera bertemu dengan Daddy nya.


Kyura tengah terlelap dalam mimpi, semalam pun tidak nyenyak dalam tidurnya.


Dengan diantar supir pribadi dan juga beberapa pengawal yang mengikuti dimobil lain, kini Kei dan kedua anaknya telah berada didalam mobil dan siap menuju ke rumah sakit.


Lamanya diperjalanan kini telah sampai didepan gedung rumah sakit terbesar di ibu kota. Supir pribadi itu turun lebih dulu untuk membukakan pintu.


Kei mengajak Kio untuk turun dan segera masuk ke dalam langsung menuju ke lift.


Kei menggendong Kyura dan tangan kanannya menggandeng tangan Kio.


Ketika pintu lift terbuka, Kei harus menggandeng Kio menyusuri lorong panjang sebelum menemukan orang-orang yang dikenal.


Kini tinggal beberapa meter mata Kei bisa melihat tiga orang yang sangat dikenal yaitu mami Lyra, Herlambang dan juga sekretaris Lee. Kei lebih cepat melangkahkan kakinya menuju mereka.


Mami Lyra pertama kali mengetahui kedatangan Kei segera berdiri dan menyambut menantu dan cucunya.


"Kei..."


"Mi..." Kei memeluk tubuh mami Lyra dan langsung saja airmatanya sudah menetes.


"Bagaimana keadaan suamiku?" tanyanya.


"Operasi Ken sudah selesai. Semua berjalan lancar." mami Lyra memberitahu.


"Alhamdulillah," ucap Kei penuh kelegaan.


"Kenapa masih berada diruangan ini? belum dipindah ke ruang rawat?" tanya Kei lagi.


"Belum, mungkin sebentar lagi." jawab mami Lyra.


"Ini masih sangat pagi, kalian sudah sampai disini?" mami Lyra mengimbuhkan pertanyaan.

__ADS_1


"Meskipun Kei dirumah, tapi tetap tidak tenang. Selalu kepikiran tentang kondisi, Ken." jawab Kei sambil menyusut airmatanya.


Mami Lyra mengangguk. "Hem... terlihat dari lingkar matamu yang menghitam. Pasti semalaman tidak tidur."


"Kio dan Kyura juga tidak nyenyak, makanya Kei sulit untuk tidur." mami Lyra membimbing Kei untuk duduk dikursi tunggu.


Dengan sigap mengambil alih baby Kyura dari gendongan Kei untuk berganti memangkunya.


"Semoga keadaan suamiku cepet pulih ya, Mi." ucap Kei.


"Iya Kei, operasi Ken berjalan lancar pasti segera sadar. Kata dokter kita tunggu sampai tujuh atau delapan jam lagi." terang mami Lyra.


Kegundahan kembali menghampiri Kei, ternyata selama itu ia harus menunggu.


"Opa, Dad mana? Io pengen lihat Dad." Kio berkata pada Herlambang.


"Daddy Ken belum bisa ditemui, nanti kalau sudah dipindah keruang rawat baru bisa bertemu dengan Daddy Ken. Oke." jawab Herlambang.


"Memang Dad sakit apa Opa? kemarin Daddy baik-baik saja." Kio yang tidak mengetahui kecelakaan yang dialami Ken terus bertanya karna penasaran.


"Daddy kecelakaan?!" Kio sangat terkejut mengetahui sakit ayahnya karna sebuah kecelakaan. Tak lama mengalami keterkejutan, kini tangis Kio pecah dalam kesunyian pagi itu. Semua yang ada disana langsung perhatian penuh dengan anak itu.


Kei langsung memeluk Kio, "Kenapa, Sayang?" tanya Kei lembut.


Kio semakin memeluk mommy nya dengan erat. "Apa Io akan kehilangan Daddy? Io tidak mau kehilangan Dad, Io sayang dengan Dad." tangis Kio semakin kencang.


Jantung Kei berdetak kencang hingga menimbulkan rasa sakit. Sakit mendengar perkataan Kio yang berpikiran akan kehilangan Daddy nya. Padahal bayangan Kei tidak mampu menjangkau sejauh itu. Perkataan Kio membuatnya khawatir dan takut. Takut jika benar harus kehilangan Ken.


Bukan hanya isakan Kio yang terdengar, tapi Kei juga terisak dalam kepiluan.


"Tidak Sayang, Io tidak akan kehilangan Daddy. Dengarkan Mommy, Dad pasti sembuh seperti sediakala, Nak. Hanya saja sementara ini kita harus bersabar menunggu Dad sadar dari pingsannya. Io mengerti?" ucap Kei.


"Tapi seperti idola Io yang pergi jauh ke surga, karna mengalami kecelakaan mobil. Io takut Daddy juga akan pergi ke surga." ucapan polos dari Kio mampu menggetarkan hati para orang dewasa.

__ADS_1


Mereka terdiam dalam kesedihan masing-masing. Tidak, menyangkal pikiran buruk itu. Yakin, Ken pasti bisa melewati masa kritisnya. Dokter memang berhasil melakukan tindakan operasi, tapi banyak kemungkinan yang terjadi sebelum Ken dinyatakan telah melewati masa kritis.


"Paman Lee juga terluka?" Kio beralih melihat ke arah Lee.


"Apa Paman tidak berhati-hati menyetir mobil dan membuat Dad kecelakaan?!" Kio seolah menuduh Lee yang teledor.


"Io, Paman Lee tidak ikut satu mobil dengan Daddy mu. Bahkan Paman Lee yang menolong Daddy Ken dan membawanya ke rumah sakit. Jadi, Paman Lee adalah pahlawan yang menolong Daddy Ken, jika tidak ada Paman Lee, mungkin Daddy mu sudah ...." mami Lyra menggantung kalimatnya. Kalimat yang tidak semestinya didengar oleh Kio, karna bocah yang masih polos itu belum pandai mengartikan sebuah pernyataan. Semua ucapan akan ditelan mentah-mentah tanpa ada filter yang menyaring dan menjabarkan arti pernyataan itu.


"Sudah apa Oma?" tanya Kio tidak mengerti.


"Sudah tidak apa-apa Sayang, udah nggak usah dibahas lagi. Yang terpenting sekarang Io harus do'akan kesembuhan Daddy." ucap mami Lyra.


Kio mengangguk. "Io pasti berdo'a untuk Daddy supaya sembuh dan bisa bermain lagi bersama Io."


Setelah mengatakan itu, Kio beralih melihat ke arah Lee lagi. "Paman Lee, terima kasih sudah menjadi pahlawan untuk Daddy. Semoga Paman Lee juga cepet sembuh." ucap Kio.


Semua yang mendengar menjadi terharu, ternyata dibalik keras kepala dan juga sikap arogannya Kio masih mau berterima kasih pada orang lain.


Kei tersenyum sambil meneteskan airmata. Merasa terkesan sekaligus haru mendengar ucapan terima kasih Kio pada Lee.


"Sama-sama Tuan Muda Kecil, Paman hanya melaksanan tugas amanah untuk selalu menjaga Daddy mu." jawab Lee.


Pintu ruangan telah terbuka, dua dokter ahli bedah telah keluar. Semua antusias untuk menyambut dua dokter itu.


"Dok, bagaimana?" tanya mami Lyra lebih dulu. Yang lain ikut menyimak.


"Tuan Ken sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat. Kondisinya cukup kondusif, tapi bisa saja sewaktu-waktu down. Kami akan terus memantau, dan memberikan penanganan extra untuk Tuan Ken."


"Terima kasih, Dok." ucap mami Lyra memotong perkataan dokter. Dan dokter itu mengangguk.


"Sebentar lagi perawat akan memindahkan Tuan Ken. Anggota keluarga jika ingin menjenguk harap mematuhi peraturan. Anggota keluarga diperbolehkan masuk hanya satu persatu dengan memakai pakaian steril. Dan, anak kecil harus didampingi satu orang dewasa jika ingin masuk keruang Tuan Ken." terang salah satu dokter.


"Baik Dok, kami akan mematuhi peraturan. Sekali lagi terima kasih." ucap mami Lyra.

__ADS_1


"Sekretaris Lee, luka anda butuh penanganan. Saran Saya, anda juga butuh dirawat." salah satu dokter memberi saran pada Lee.


"Saya sudah tidak pa-pa Dok, tidak perlu dirawat. Biarkan rawat jalan saja." Lee menolak.


__ADS_2