
Kei sedang berada dirumah. Meski suaminya tengah koma dan belum sadar tapi ia tak bisa menunggu Ken selama 24jam. Ada Kio dan juga baby Kyura yang juga butuh dirinya.
Tidak mungkin Kei membawa kedua anaknya terus menunggu dirumah sakit. Hal utama yang harus diperhatikan adalah kesehatan anaknya. Di rumah sakit bukanlah tempat yang nyaman untuk anak-anak. Bahkan baby Kyura masih sangat kecil dan bisa saja tertular virus dari rumah sakit.
Meski raganya tengah berada dirumah, tapi jiwanya tetap tertuju pada Ken. Ia sangat merindukan sosok suaminya yang over.
Pernah mengeluh tentang sikap over sang suami, tapi kini berbanding terbalik nyatanya ia mulai kecanduan dan merasa ada yang kurang karna tidak mendapat perhatian lebih.
Pola makan Kei sudah tidak teratur, meski koki dan para pelayan menyuruhnya untuk makan tapi ia jarang menyentuh makanan itu.
Selezat apa pun makanan itu tapi tidak berhasil menggunggah selera makannya.
Pikirannya selalu tertuju pada suaminya, suaminya dan suaminya. Kapan hot Daddy itu akan sadar?
Pikiran Kei semakin kalut saat Kio terus menerus merengek karna menanyakan Daddy nya.
Kio sangat susah untuk dibujuk pulang, bocah itu keras kepala selalu ingin menemani sang ayah yang masih saja tertidur.
"Mom, Dad belum bangun?" tanya Kio.
"Belum Sayang, kalau Dad bangun Oma akan memberitahu kita." Kei mengelus surai rambut Kio yang lebat.
"Io rindu dengan Dad. Kenapa kita tidak ke rumah sakit lagi, Mom? Io ingin menemani Dad tidur. Io rindu dipeluk dengan Dad." ucap Kio dengan bola mata yang berkaca-kaca. Kentara bocah itu sangat merindukan ayahnya.
Mata Kei ikut berkaca-kaca, satu tangan ia gunakan untuk merengkuh tubuh putranya.
'Bukan hanya kamu, Nak. Bukan hanya kamu. Mom juga sangat merindukan Daddy mu. Sangat dan sangat merindukannya. Semoga ada harapan segera sadar dan aku akan memeluk suamiku sangat erat.' batin Kei sedih.
"Baru satu jam kita pulang, kita tidak bisa lama-lama di rumah sakit, kasihan sama Adik bayi. Besok kita kesana lagi buat jenguk Dad. Io dipeluk Mom dulu ya, nanti kalau Dad sudah bangun, Io bisa peluk Dad sepuasnya." Kei berkata lembut untuk menghibur Kio agar tidak terlalu bersedih.
Ketukan pintu mengalihkan perhatian Kei, setengah berteriak menyuruh orang dibalik pintu itu untuk masuk.
Setelah pintu terbuka muncul satu pelayan dan menunduk hormat. "Maaf Nona jika menganggu anda. Dibawah ada istrinya sekretaris Lee ingin bertemu anda." pelayan itu memberitahu.
"Mbak tolong panggilkan babysister untuk menjaga Kyura, kasihan dia barusan tidur. Setelah itu saya akan kebawah." Kei memberi perintah.
"Baik Nona, tunggu sebentar." pelayan itu segera berlalu untuk memanggil babysister yang membantu merawat Kyura.
"Istrinya Paman sekretaris Lee, berati mamanya Zee ya Mom?" tanya Kio.
__ADS_1
"Iya Sayang." jawab Kei.
"Tumben Mbak Dewi kesini?" Kei berkata dengan dirinya sendiri.
"Io mau disini apa ikut turun ke bawah?" Kei memberi pilihan untuk Kio.
"Io ikut Mom." Kei menggandeng tangan Kio keluar dari kamar. Tepat didepan pintu sudah ada mbak babysister yang juga akan masuk kedalam kamar.
"Mbak tolong jaga Kyura sebentar ya, saya ada tamu." kata Kei.
"Baik Nona."
Kei dan Kio turun kebawah dan langsung melihat Dewi dengan dua anaknya sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Mbak..." sapa Kei, menghampiri Dewi.
Dewi langsung berdiri dan memeluk Kei dengan sedikit longgar karna dia tengah menggendong baby Al.
Tangan Dewi mengusap-usap punggung Kei.
"Aku dari rumah sakit menjenguk Tuan Ken juga ingin bertemu denganmu, tapi kata Nyonya Besar kamu baru saja pulang." terang Dewi.
Keduanya kembali duduk di sofa.
"Io, ayo ajak Zee bermain ya." perintah Kei pada putranya.
Tapi Kio malah memutar bola mata malas. "Io nggak mau bermain. Malas." jawabnya acuh.
"Ih Kak Io kok gitu? pacarmu sudah datang, kenapa nggak mau nemenin Zee bermain." sungut Zee.
"Kita pacaran kalau dirumah mu saja. Tapi ini dirumah ku, jadi kita tidak pacaran." jawab Kio sedikit ketus.
"Kak Io udah nggak sayang sama Zee?" sedih Zee.
"Aku sayang sama kamu, Zee. Tapi aku masih malas. Aku lagi sedih." jawab Kio.
Kei dan Dewi tak henti memperhatikan interaksi keduanya. Bocah kecil yang berumur lima tahun membicarakan hal seperti orang dewasa.
Kei dan Dewi merasa gemas sekaligus lucu. Bahkan suasana kesedihan tadi sedikit tersamarkan karna obrolan Kio dan Zee.
__ADS_1
"Aku tau Kak Io sedih karna Paman Tuan Muda tidur panjang, kan? makanya Zee datang ke rumah Kak Io karna ingin menghibur Kak Io."
"Iya aku sedih Daddy ku tidur nggak bangun-bangun. Aku rindu dengan Daddy." ucap Kio sedih.
"Jangan menahan rindu Kak, rindu itu berat." kata Zee.
Ho... kembali Kei dan Dewi terbengong sekaligus terkejut. Dari mana Zee anak sekecil itu mendapatkan ucapan seperti itu.
"Apa sih Zee, aku tidak tau." kata Kio.
"Zee, dari mana kamu tau kata-kata seperti itu?" tanya Dewi pada putrinya.
"Mama tuh sibuk ngurusin Dek Al, jadi nggak bisa lihat sinetron." jawab Zee.
"Astaga..." Dewi berucap lirih. Tidak menyangka putrinya sudah benar-benar pintar merekam pembicaraan ataupun kejadian yang dilihatnya.
"Zee suka nonton sinetron, Mbak?" tanya Kei menelisik. Kei juga merasa heran Alzeena sudah seperti orang dewasa.
"Entahlah Kei, setiap hari sesudah belajar privat selalu duduk manis didepan TV dengan mainan-mainan barbie."
"Kamu tau Kei, Zee sempat nangis dan meluk aku, aku panik dan bingung aku kira ada apa... Ternyata, dia nonton sinetron si Ibu Tiri yang kejam. Aku juga nggak tau dia paham atau tidak, tapi dia beneran nangis." jelas Dewi.
Kei tersenyum lebar, kedatangan Dewi dan Alzeena sedikit mengobati rasa sedihnya.
"Mama... jangan ceritain yang itu. Aku kan malu sama Kak Io." Zee terlihat malu-malu.
"Mbak, Zee lucu sekali sih." kata Kei.
"Kadang lucu, tapi kadang bikin orang darah tinggi juga." jawab Dewi.
"Mama jangan cerita terus. Aku malu sama Kak Io." kata Zee
"Ngapain kamu malu sama aku." Kio menyahut.
"Malu lah Kak, kamu kan pacar aku." jawab Zee.
"Tadi aku sudah bilang, ini dirumah ku jadi kita nggak pacaran." Kio menegaskan.
"Namanya pacaran ya pacaran Kak. Kita tetep pacaran sampai besar dan menikah." Zee benar-benar sangat pintar berbicara seperti orang dewasa.
__ADS_1
Dewi dan Kei dibuat terbengong dengan perkataan Zee.