Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Pertengkaran Kedua Dengan Mira.


__ADS_3

"Plat nomor kendaraan itu tercacat dengan nama Mira, tinggal dialamat xxx dan..." Lee belum melanjutkan ucapannya.


"Dan...?"


"Dan wanita itu ternyata bekerja di Perusahaan anda, tuan."


"Heum, bagus itu Lee. Besok kau harus menyelidiki lagi."


"Baik tuan muda."


"Sekarang pulanglah." Lee membungkukkan badan dan berlalu dari hadapan tuan Ken.


'Heeem,,, plat nomor kendaraan atas nama Mira tetapi tadi yang mengendarai seorang lelaki. Ada hubungan apa antara mereka?' Ken sangat penasaran.


Tak mau ambil pusing, dia ingin segera menyusul Kei diatas. Ken akan mengetahui itu besok, sekarang harus menyimpan rasa penasarannya.


_________________


Pagi hari, Ken dan Kei sudah berada di Bandara. Menghantarkan keberangkatan Mami Lyra yang akan terbang ke Tokyo.


Mami Lyra memeluk Ken beberapa saat, lalu berganti memeluk Kei. Hati perempuan jika ada kata perpisahan selalu dibubuhi dengan tangisan. Mertua dan menantu saling berpelukan dan menangis.


"Mami akan merindukan kalian, kalian dirumah jaga diri baik-baik dan jangan berantem ya..."


"Kei juga akan merindukan mami, kami akan baik-baik saja mi. Mami hati-hati..." Tante Lyra mengangguk.


"Kamu jaga Kei baik-baik Ken, mami harap setelah mami pulang kalian tetap seperti ini."


"Mami tenang saja, Ken akan jaga Kei dengan baik. Ken titip salam untuk Ray."


"Tentu, nanti mami sampaikan."

__ADS_1


Dan jadwal penerbangan tinggal beberapa menit lagi, Tante Lyra masuk kedalam perawat pribadi milik keluarga mereka. Untuk jadwal penerbangan bisnis selama satu bulan ini kosong, Ken mengatur jadwal 1minggu penerbangan Tante Lyra sebelum dia sendiri pergi ke Negara Swedia.


Ken dan Kei sudah rapi dengan pakaian formal, mereka sudah merencanakan setelah mengantar mami ke Bandara mereka akan langsung berangkat ke Kantor.


"Tuan,"


"Hem,"


"Kita telat 30menit."


"Itu karna kalian terlalu lama, perempuan memang tidak bisa cepat." Kei menghela nafas. Ken masih memejamkan mata dikursi belakang, fikirannya masih menuju tentang hubungan Kei dan wanita bernama Mira dengan seorang lelaki kemarin. Kei sendiri bingung dengan sikap tuan Ken yang tidak seperti biasanya, lebih cenderung diam. Kei hanya berpikiran jika mungkin tuan Ken lelah dengan urusan Kantor.


Kei turun dijalan seperti biasanya.


"Lee, aku menyuruhmu mencari bodyguard hari ini juga!" Ken sedikit kesal, keinginan harus tertunda.


"Maaf tuan muda, bodyguard nona Kei baru besok bisa mulai bekerja." Ken berdecak kesal.


Kei terlambat 50menit, saat sampai diruang OB harus diam menunduk saat kepala OB memberi ultimatum yang panjang. Semua karyawan dituntut memiliki kedisiplinan tinggi, karna itu aturan dari tuan Ken. Pemilik Perusahaan tidak suka dengan karyawan yang tidak disiplin, setelah selesai mendengarkan kepala OB. Entah kesialan atau apa, Kei mendapat tugas membersihkan lantai 20. Kei tau lantai 20 itu ruangan siapa, dalam hati ingin sekali menolak tetapi dia juga tidak berkuasa.


Setelah berganti pakaian, Kei membawa alat bersih-bersih menuju kelantai 20. Dalam hati berdo'a semoga saja tidak bertemu dengan nenek sihir.


Namun kemalangan berpihak kepada Kei, baru beberapa saat membersihkan lantai Mira sudah berdiri dengan berkacak pinggang. Tanpa persiapan apapun, Kei sudah mendapat tamparan sangat keras dari Mira. Tangan sebelah kiri memegangi perutnya yang membesar, sedangkan yang kanan Mira gunakan menampar Kei dengan sangat keras. Kei tidak bisa menghindar karna tiba-tiba Mira menyerangnya. Kei memegangi pipi yang terasa panas, bekas tamparan tangan yang masih memerah.


"Mira...!"


"Itu pantas untukmu yang sudah menggoda mas Izham!"


Plak... sekali lagi Mira menampar ditempat yang sama hingga dipipi Kei tertinggal bekas telapak tangan.


"Mira cukup!!" Kei setengah berteriak. Meski pipi dan ujung bibirnya terluka karna emosi Kei masih bisa berteriak.

__ADS_1


"Hei, j***ng murahan! gue udah peringati elu buat menjauhi Izham. Tetapi lu tidak mengindahkan omongan gue! bahkan semenjak bertemu lu lagi, gue dengan Izham sering bertengkar lu tau, semua gara-gara lu. Dasar wanita penggoda! lu jual tubuh lu buat biaya operasi. Dasar wanita paling pic*k!!!"


Kei melihat sekitar, beberapa karyawan sudah mengerubungi mereka berdua.


"Hei kawan-kawan... perkenalkan dia wanita bayaran, jika kalian ingin menikmati wanita ini, kalian tidak perlu membayar mahal! namanya saja wanita murahan. Haha..."


Karyawan yang mengelilingi mereka terkejut dengan penuturan Mira.


"Mira...!! apa-apaan kamu! sadar Mira, kita sedang di Kantor, kamu membuat keributan seperti ini!" Izham berteriak.


"Kei, kamu tidak apa-apa." kembali karyawan sedikit kaget saat Izham mengetahui nama wanita itu. Kei sudah sangat malu, terus mengusap cairan bening yang keluar dari sudut matanya. Memejamkan mata saat mendengar bisikan dari orang-orang.


"Mas, jika kau bersikap baik terhadap wanita picik itu aku akan lebih mempermalukannya."


"Berhenti Mira, beginikah sisi burukmu! kenapa aku baru mengetahui sekarang! jika aku tau dari awal aku akan mempertahankan hubunganku dengan Kei." dengan lantang Izham mengatakan itu, Kei langsung menatap wajah Izham. Sedangkan bahu Mira naik turun karna emosi, rasanya kebencian terhadap Kei semakin bertambah karna Izham lebih membela Kei dan mempermalukannya. Jika tidak hamil besar sudah dipastikan Mira akan menghajar Kei dengan brutal.


Mira menatap Kei dengan sorot mata sangat tajam, seakan terdapat api yang menyala. Lagi Mira menjambak rambut Kei dengan kuat.


"Au'.. lepaskan Mira!" Kei ingin menangkis tangan itu tetapi Mira menarik rambut dengan kuat. Kei meringis kesakitan. Keributan yang luar biasa menggemparkan seisi Kantor, beberapa staf OB juga berdatangan.


"Kei..." pekik mbak Dewi.


"Mbak, tolong lepaskan!!" Dewi membela Kei, Izham menekan tangan Mira dengan kuat agar istri sirihnya mau melepaskan tangannya. Seperti kesetanan, Mira tetap menganiaya Kei. Seluruh kehidupannya dia sangat membenci Kei, semenjak mengetahui Kei bekerja di Kantor yang sama sikap Izham berubah dan mereka sering bertengkar karna Izham selalu teringat dengan Kei, membuat Mira wanita setengah iblis itu meradang. Saat ini Mira sangat-sangat membenci Kei.


Mira mendorong tubuh Kei hingga terjatuh dilantai, dia memegangi perutnya yang tergoncang akibat mendorong Kei dengan kuat.


"Kei..." pekik mbak Dewi, berjongkok disamping Kei.


"Dasar wanita jadi-jadian, anda tidak ingat sedang hamil tua! masih bisa menganiaya orang seperti ini! Anda wanita atau iblis jadi-jadian!" Dewi memaki Mira dengan keras. Tidak perduli dengan tanggapan orang-orang, yang terpenting dia membantu Kei.


"Lu nggak usah ikut campur."

__ADS_1


Kei terus menangis merasa sangat malu, orang-orang sudah tau hubungannya dengan 2 orang itu. Apakah sebentar lagi tuan Ken juga akan tau.


__ADS_2