Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Penyelamatan


__ADS_3

Berkali-kali mobil didepannya telah membunyikan klakson tapi Ken seolah tidak mendengar suara klakson itu, hingga semakin dekat Ken baru tersadar jika didepannya ada mobil lain yang juga mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Sudah seperti itu sulit untuk mengendalikan pedal rem karna sudah kepalang basah.


Kedua mobil sama-sama tidak terkendali.


Kedua tangan Ken yang pontang panting membelokkan setir mobil kearah kanan, namun mobil itu harus terperosok ke jalan yang miring hingga beberapa meter dari permukaan jalan.


Mobil yang ada didepan Ken tadi membelokkan setir ke arah kiri, kini menjadi melintang ditengah jalan dan langsung terhenti mendadak karna mesin mobil yang tiba-tiba mati.


Seketika banyak pengendara yang memberhentikan mobilnya, karna kejadian itu laju mobil mereka harus terhambat.


Kemacetan panjang telah menguar ditempat kejadian, untuk pengendara mobil yang satunya tidak mengalami cedera apapun.


Namun mereka semua yang ada dilokasi cemas karna mobil yang terperosok dilereng jalan terlihat mengkhawatirkan, tidak tau pengendara itu bisa selamat atau tidak.


Beberapa orang yang berkerumun langsung menghubungi nomor darurat agar segera mendapat bantuan dan menolong korban yang masih belum bisa dievakuasi.


Mobil yang dikendarai Lee harus terhenti karna mobil didepannya tidak lagi bergerak. Lee melihat sekitar, didepan dengan jarak yang cukup jauh banyak orang yang berkerumun dengan menunjuk kearah sisi jalan.


Lee tidak banyak tau daerah itu, namun disisi jalan memang memiliki kemiringan dan juga banyak lahan kosong yang ditumbuhi pohon-pohon besar. Sampai saat ini lahan milik perusahaan asing itu belum memulai penggarapan. Hingga dibiarkan begitu saja dan terbengkalai.


Lee sempat mendesah kesal, kenapa tuan mudanya memilih jalur itu, kenapa tidak lewat jalan tol yang bebas tanpa hambatan.


"Ah... sial! sampai kapan mobil didepan akan bergerak maju." Lee benar-benar kesal, apalagi melihat panjangnya kendaraan yang terhenti, pasti memakan waktu lama untuk terurai, bahkan bisa saja membutuhkan waktu berjam-jam agar jalan bisa digunakan dengan lancar.


Lee bisa menduga, sebelum pihak kepolisian datang pasti jalan yang dilalui belum bisa kembali normal. Kemacetan panjang akan terus menghambat perjalanan mereka.


"Sial!!" Lee mengumpat lagi saat melihat dari kaca spion ternyata dibelakangnya sudah banyak mobil yang terhenti, itu artinya ia sudah tidak bisa mundur dan sama sekali tidak bisa bergerak. Ia hanya bisa berpasrah menunggu semuanya beres.


Pikirannya teringat dengan tuan mudanya, kalau Ken menuju jalan ini itu artinya Ken juga terjebak macet, sama seperti dirinya. Atau tuan mudanya sudah sampai di danau? dari tempat sekarang dan berapa kilo meter didepannya ada sebuah danau, Lee menduga Ken pasti akan mengunjungi danau itu.

__ADS_1


Lee mencoba menghubungi nomor Ken, tapi tidak ada jawaban. Dia terus mencoba menghubungi hingga lama kelamaan merasa jengah karna hanya mendengar suara operator saja.


Lee memperhatikan orang-orang yang berkerumun lebih panik dari sebelumnya, tentu mengundang penasaran. Pengendara disisi mobilnya telah keluar dan juga ingin melihat sumber kegaduhan itu.


Lee yang penasaran hatinya tergerak untuk mendekat dan ingin melihat secara langsung, padahal ia tidak pernah mengurusi hal-hal seperti itu. Tapi entah kali ini perasaannya ingin sekali melihat keadaan orang yang kecelakaan itu, meskipun tidak ada pikiran buruk yang menuju tentang tuan mudanya.


Setelah turun dari mobil Lee harus berjalan sedikit jauh menuju kerumunan itu. Dari jarak beberapa meter kegaduhan orang-orang yang berbicara dengan nada panik bisa ia dengar.


"Mobilnya mengeluarkan asap."


"Bagaimana kalau ada percikan api, mobil itu akan terbakar."


"Sepertinya orang yang mengemudi mobil terluka parah, karna tidak terlihat keluar dari mobil."


"Ya Tuhan, bagaimana nasib orang itu kalau mobilnya terbakar. Pengemudi itu bisa ikut terbakar."


Suara orang-orang itu saling bersahutan, Lee yang mendengar semakin penasaran untuk melihat langsung ke bawah.


"YA TUHAN!!!!" Lee berteriak histeris saat tau jika mobil yang terperosok itu adalah mobil Ken. Tentu sangat hapal dengan mobil milik tuan mudanya.


Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, Lee turun kebawah untuk menyelamatkan Ken.


"Pak, jangan turun. Keselamatan anda bisa bahaya." beberapa orang berteriak mencegahnya untuk turun, tapi Lee tidak perduli. Yang ada dalam pikirannya hanya keselamatan tuan mudanya, bahkan keselamatan dirinya bisa dipertaruhkan demi tuan Ken.


Tubuh Lee berguling-guling dan juga terhantam pepohonan, wajah dan tangan terdapat luka tapi tetap saja tidak dirasa. Ia harus segera sampai dibawah sebelum mobil itu menimbulkan percikan api dan bisa terbakar.


"Ya Tuhan, selamatkan Tuan Muda." ucapnya disela tubuhnya yang tak henti berguling diantara pepohonan dan terus meluncur kebawah.


Orang yang berkerumun ikut histeris melihat aksi Lee yang nekad terjun kebawah meski mempertaruhkan nyawanya.

__ADS_1


Mobil yang ringsek sudah mengeluarkan asap, Lee semakin tegang dan panik. Luka yang ada ditubuhnya tidak dirasa, ia segara membuka pintu mobil tuan Ken, tapi pintu itu terkunci.


"Ya Tuhan ..." entah sudah berapa kali Lee menyebut nama Tuhan. Ia benar-benar panik dan takut. Asap itu semakin tebal, kalau dia tidak berhasil membuka pintu maka akan menjadi penyesalan seumur hidup.


"Tuan, bertahanlah Tuan!!!! aku akan menolong mu!!!"


Duk... duk...


"Tuan Muda, aku mohon sadarlah Tuan." Lee berteriak disamping mobil Ken.


Meski kaca mobil itu berwarna hitam dan tidak jelas, tapi Lee bisa melihat bayangan Ken yang sedang merintih.


"Tuan Muda, buka kunci mobilnya, Buka!!!" Lee terus melihat asap yang menebal, ia benar-benar merasa takut. Bahkan tetesan airmatanya sudah berjatuhan.


"Tuan, jika anda dalam bahaya. Aku juga akan selalu mendampingi mu. Apapun yang terjadi, aku akan berdiri dibelakang mu. Jika anda tidak selamat, maka aku juga akan tetap disini. Dan kita akan pergi bersama." ucap Lee dengan tangisan. Baru kali ini dia menangis dalam keadaan yang tragis. Apakah semuanya akan berakhir seperti ini.


Tekad yang bulat, jika Ken tidak bisa keluar dari mobil itu maka Lee akan terus berada disamping Ken. Jikapun mobil itu meledak, maka dirinya akan merasakan yang dirasakan Ken.


Pasrah, bingung, ia harus melakukan apa? memecahkan kaca mobil pun tidak mungkin. Mobil itu sudah dirancang khusus sangat sulit memecahkan kaca mobil meski memukulnya dengan batu.


Percikan api sudah mulai terlihat.


Bola mata Lee melebar.


"Tuan Muda... Anda mendengar saya?! Tuan, buka kaca mobilnya? Tuan..."


Bruk...bruk...


Lee menggebrak kaca mobil dengan kuat agar Ken sadar dan membuka kaca mobil.

__ADS_1


"Ya Tuhan...! tolong kami."


"Maafkan aku... maafkan aku..." Lee berkata dengan dirinya sendiri.


__ADS_2