
Pagi sekali Ken sudah bersiap. Terdengar pintu diketuk berarti Lee sudah stay ditempatnya.
"Honey aku berangkat," pamit Ken.
"Iya,"
Ken menghampiri Kei yang asik bermain dengan putranya. Mencium kening Kei dalam-dalam, lalu beralih pada Kio.
"Dad kerja dulu, Io baik-baik sama Mom." pesan Ken pada Kio.
"Oke Dad. Io tunggu Dad pulang. Jangan lupa belikan Io mobil yang besar." pintanya. Kedua tangannya terentang memeragakan gerakan kesamping dengan senyum cerah ia tujukan pada Daddy nya.
"Tentu. Kau akan mendapatkan itu, Sayang." Ken mengusap pucuk rambut Kio bocah itu langsung berdiri dan menciumi wajah Daddy nya seperti kebiasaan yang selalu ia lakukan.
"Kau tidak mau sesuatu?" Ken menujukan pertanyaan itu untuk Kei.
"Sebenarnya aku ingin kau disini, temani aku." Kei memasang raut wajah sedih. Akhir-akhir ini Kei sangat manja dan selalu ingin ditemani dirinya.
Tetapi tanggung jawab sebagai Bos besar tidak mungkin ia bersantai di hari biasa. Bahkan dihari weekend saja ia sering mendapat telpon dari staf kantor.
Kei bergelayut manja di lengan Ken. Seolah ingin mencegah suaminya pergi.
"Honey. Maaf, aku harus berangkat ke Kantor sekarang. Di depan pintu Lee sudah menunggu." kata Ken.
"Oh.. baiklah. Sana pergi." usir Kei.
Ken menghembuskan nafas kasar ia benar-benar dibuat kewalahan dengan sikap Kei yang seperti ini. Seperti anak kecil.
Dengan terpaksa Ken harus meninggalkan Kei dalam keadaan merajuk. Ia harus menghadiri rapat penting diluar daerah.
Tuan muda bersama sekretarisnya sudah berada di jalanan menuju Bandara.
"Lee, apa setiap istrimu mengidam selalu ingin hal yang aneh-aneh?" Ken bertanya.
Lee melihat wajah bos nya lewat pantulan spion kecil. Terlihat lemas dan tidak bersemangat. Ada apa dengan tuan muda?
"Iya tuan. Bahkan di kehamilan Kei yang kedua ini aku sangat kewalahan menghadapi sikapnya yang berubah seperti singa ngamuk." jawab Lee menggebu-gebu.
"Singa ngamuk?" Ken mengulang. Kening yang mengkerut.
__ADS_1
"Istriku suka marah-marah tanpa sebab pasti. Dia juga hobi memukul dan mencubit kulitku. Dan, saat diranjang juga lebih ganas. Kadang minta servis dobel." Lee bercerita dengan pandangan yang fokus melihat kedepan.
Ken terdiam dan mencerna kalimat yang didengar. Tapi yang lebih dominan, kalimat yang terakhir. Di ranjang lebih ganas dan minta servis dobel itu juga seperti permintaan Kei.
"Berati benar, istriku hamil lagi, Lee." lamanya berpikir Ken baru tersadar. Badan yang melemas menjadi bringas ia segera menegakkan badan dan tersenyum lebar.
Lee sempat terkejut tapi ia bisa mengantisipasi agar tidak berdampak pada penginjakan pedal rem secara mendadak, karna itu berbahaya.
"Kau tau. Akhir-akhir ini Kei mengalami ciri-ciri yang kau sebutkan tadi. Kalau benar Kei hamil lagi, pasti hari-hariku suram Lee." Ken yang sudah bersemangat kini mendorong tubuhnya lagi kebelakang. Memandang jalanan dengan pandangan sayu.
'Tuan muda aneh. Istri hamil malah menjadi suram. Harusnya ia senang. Seperti Dewi yang hamil lagi, aku bahkan berlonjak-lonjak. Tapi tuan Ken malah shok seperti orang yang didiagnosis penyakit mematikan.' batin Lee keheranan.
"Tuan, jika Nona hamil bukan kah harusnya anda senang? lalu kenapa menjadi suram?" akhirnya Lee bertanya.
"Aku senang Lee, bahkan aku sangat senang. Tapi aku tidak mau Kei melalui proses hamil."
Jawaban tuan Ken tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Jawaban yang aneh dan belum pernah didengar.
"Maksud anda bagaimana?"
"Ah... berpikir mu lelet sekali Lee!" Ken menyentak kesal.
"Maksudku, Kei tidak perlu hamil sampai 9bulan dan tidak perlu ngidam aneh-aneh. Satu hari perut itu membesar dan langsung melahirkan, biar tidak menyusahkan para suami."
Ban mobil terhenti secara mendadak, badan keduanya terhuyung kedepan.
Bahkan mobil pengawal yang ada dibelakang mereka kalang kabut ikut memberhentikan mobilnya ditengah jalan.
"Lee, kau mau mati!" Ken terlihat marah dan menatap tajam.
"Maaf tuan muda, maaf." Lee meminta maaf dan mulai melajukan mobil yang dikendarai.
"Saya terkejut dengan penuturan anda tuan. Mana bisa orang hamil hanya satu hari langsung melahirkan. Meski ada keajaiban seperti itu pasti mengerikan." Lee bergidik. Bayangannya melambung pada hal-hal ghoib.
"Kau tidak mendukung ku? Bodoh! jika perkataan ku terkabul, kita akan lebih mudah tidak perlu menanggung aksi ngidam istri hamil."
"Tapi dari abad ke abad. Banyak buku dan banyak berkas yang saya baca tidak ada yang seperti itu. Meskipun ada tapi menyangkut hal-hal ghoib, dan itu menakutkan."
"Lebih menakutkan mana dengan istrimu yang seperti singa ngamuk seperti ucapan mu tadi?"
__ADS_1
"Dua-duanya menakutkan tuan."
"Otakmu perlu diservis juga Lee. Kemampuanmu sudah tak seperti dulu." sungut Ken.
"Bahkan semakin hari semakin bodoh. Semakin pikiranmu tidak normal bahkan kau mencari artikel istri hamil di berkas kantor! apa kau belajar gila Lee?"
'Ya Tuhan, kuatkan dan sabar kan aku untuk berada didekat bos gila ini. Dia yang belajar gila tapi melempar pada orang lain. Dia mengatakan aku bodoh! padahal dia lebih bodoh. Lama-lama ingin aku culik dan aku pukuli sampai otak tuan muda kembali seperti dulu. Tegas dan cemerlang. Sekarang otak itu penuh ke bucinan. Merepotkan!' batin Lee geram. Tanpa sadar ia memukul kemudi stir.
"Lee, kau menggerutu dibelakang ku!"
"Tidak tuan. Saya tidak akan berani,"
"Kenapa kau seperti itu!" Ken bernada tinggi.
"Stir mobilnya sedikit macet tuan, tidak bisa kembali. Untuk itu saya pukul."
"Kau tidak bisa berbohong Lee. Aku tau kau menyimpan kekesalan padaku!"
"Tuan muda, kita sudah sampai di Bandara. Saya akan menghubungi Pilot apakah sudah siap terbang." Lee mengalihkan obrolan yang tidak jelas. Jika diladeni tuan mudanya semakin aneh dan semakin membuatnya frustasi.
Ken tidak menanggapi. Ia berdecih kesal. Tapi tetap menuruti jadwal yang disusun Lee.
Berjalan masuk Bandara lewat area khusus bersama rombongannya.
Ken terlihat mengobrol lewat panggilan video ternyata Kei yang menghubungi. Mengatakan ia rindu dan ingin segera bertemu. Mengesalkan.
Dulu tuan muda itu bersikap over protective. Tapi kini Kei menunjukan sikap itu, hampir sama dengan Ken.
Ken dapat berpikir bahwa tidak enak juga memiliki pasangan yang terlalu over, segala tingkah laku ada yang mengatur.
Dalam hati Ken, ia sudah tidak ingin mempunyai keturunan. Walau dulu sangat ingin memiliki keturunan banyak, tapi tidak dengan sekarang. Ia tak mau melewati kerepotan saat meladeni kemauan Kei yang nyeleneh.
"Lee, setiap saat aku dihantui aksi Kei yang aneh dia bilang nanti kalau aku pulang harus membawa makanan seblak. Apa itu seblak?"
"Seblak? saya juga tidak tau tuan. Makanan apa itu? kenapa namanya unik."
"Itu tugasmu Lee untuk mencari makanan itu."
'Nah, keputusan anda yang terakhir pasti saya yang harus menanggung.'
__ADS_1