
Selembar foto usang telah berhasil berpindah ke tangan Ken. Bola mata Ken meneliti dengan jeli karna foto itu hampir tidak terlihat dengan berwarna hitam putih dan telah sedikit memudar.
Foto seorang pria yang masih muda, tampan bersama seorang wanita yang juga masih muda.
Deg...
Foto seorang wanita muda itu sangat Ken kenal. Ya, itu seperti foto maminya sewaktu muda. Apakah pria muda yang ada difoto itu bernama John Lee, lalu apa hubungannya dengan mami? kenapa terlihat sangat mesra?
"Mami bisa jelaskan?! Ken tidak mengerti dengan jabaran foto ini. Ada hubungan apa Mami dengan orang ini?!" Ken menuntut jawaban. Melihat mami Lyra dan beralih melihat foto itu lagi.
"Mami sudah tua Nak, tidak mau menutupi hal apapun dari kamu atau Ray."
"Dulu sebelum Mami menikah dengan Almarhum Papi mu, Mami lebih dulu menikah dengan pria itu, yang bernama John Lee."
"Ceritanya begitu rumit," sebelum melanjutkan, mami Lyra menghembuskan napas pelan. Pandangannya menerawang.
"Dulu Mami dijodohkan dengan anaknya temen Kakek mu, yaitu pria yang ada difoto itu. Sebenarnya Mami sudah menjalin hubungan dengan almarhum papi mu tapi Kakek sama Nenek nggak setuju karna keluarga papi mu bukan orang berada.
Keputusan mereka tidak bisa dibatalkan, karna kedua keluarga sudah menentukan perjodohan itu."
"Mami terpaksa menikah dengan John Lee. Hubungan Mami dan Papi masih berlanjut karna kami saling mencintai. Almarhum Papi kamu tidak keberatan Mami menikah dengan John Lee karna tau kami menikah hanya karna perjodohan."
Mami Lyra kembali terdiam. Kenangan berpuluh-puluh tahun harus teringat lagi.
Ken mendengarkan dengan seksama, memasang telinga agar tidak terlewat sedikitpun. Sepertinya cerita dari maminya ada adalah sesuatu yang besar dan membuatnya penasaran.
Selama ini Mami Lyra atau Papi Hiko tidak pernah bercerita apapun tentang perjalanan rumah tangga mereka.
Yang Ken tahu, keluarga mami Lyra dan papi Hiko sangat baik. Tidak terlihat bermusuhan. Tapi dibalik semuanya ada cerita yang berbeda. Ken hanya pernah mendengar cerita bahwa papi hiko sangat bekerja keras untuk membangun perusahaan raksasa yang kini diwariskan kepadanya dan juga Ray.
Untuk itu ia mencontoh perjuangan ayahnya untuk lebih memajukan perusahaan.
"Pernikahan Mami dengan John Lee hanya sebagai formalitas, menggabungkan dua perusahaan. Tidak ada cinta sama sekali. Rumah tangga yang terasa sangat hambar. Setelah satu bulan menikah, Mami baru tau kalau John Lee punya kekasih dan sudah memiliki anak bersama John Lee. Tapi hanya Mami yang tau, kedua keluarga tidak ada yang tau."
__ADS_1
"Mami tetap pacaran dengan Papi kamu sedangkan John Lee menikah siri dengan pacarnya yang sudah memiliki anak."
"Namun, namanya bangkai sepandai apapun kita menyimpan pasti akan tercium baunya. Akhirnya kedua kelurga mengetahui hubungan kami yang rumit karna Mami dan John Lee terikat pernikahan suci tapi kami mempermainkannya."
"Kedua keluarga tetap kekeh meminta Mami dan John Lee untuk melanjutkan hubungan seperti pernikahan yang sesungguhnya. Tapi cinta itu tidak bisa dipaksa."
" Malam itu John Lee meluapkan semuanya, ia mentang keras untuk melanjutkan pernikahan kami. Karna lagi-lagi alasannya tidak saling mencintai. John Lee membawa kabur istri siri nya dan juga anaknya yang masih kecil. Tapi... peristiwa naas terjadi,"
Panjang lebar mami Lyra bercerita, airmatanya sudah menetes. Ia mulai menangis.
Ken tetap menatap wajah maminya lekat-lekat. Mencari inti dari cerita itu.
"Peristiwa apa Mi?" tanya Ken.
"John Lee dan istri siri nya mengalami kecelakaan. Istri sirihnya meninggal ditempat." suara mami Lyra tercekat di tenggorokan, terasa sulit untuk melanjutkan cerita. Peristiwa pahit itu harus diingatnya lagi.
"Tapi..." suara mami Lyra tersendat.
"Tapi apa Mi?!" Ken semakin penasaran akan cerita selanjutnya.
"Amanah?!" ucap Ken lirih.
"John Lee berpesan agar Mami mau merawat anaknya, karna pihak keluarganya tidak mau mengasuh balita itu. Dia dianggap anak sial, dianggap anak haram. Mami tidak tega mendengarnya."
"Mami menyanggupi amanah itu, anak itu mami asuh seperti putra Mami sendiri."
"Selang beberapa tahun Papi Hiko terdengar keberhasilannya, Papi mu menjadi orang penting yang mampu membangun perusahaan dalam waktu singkat. Meski belum besar tapi perusahaan Papi mu menunjukkan peningkatan. Dari itu keluarga Mami menyetujui pernikahan Mami dan Papi Hiko. Setelah menikah kedua perusahaan bergabung menjadi satu hingga anak cabang perusahaan menyebar ke daerah lain dan juga negara lain."
"Saat menikah dengan Papi Hiko, dia tidak setuju kalau Mami mengangkat anak mantan suami Mami untuk diasuh. Dia bersikukuh mengambil keputusan agar Mami membuang anak itu atau menitipkannya di panti asuhan."
Sampai disitu dahi Ken mengerut. Ia mulai tau inti permasalahannya. Yaitu anak mantan suami mami yang dititipkan dipanti asuhan.
"Jika tidak, pernikahan kami akan berakhir."
__ADS_1
"Papi mengambil keputusan seperti itu?!" tanya Ken tidak percaya. Kalaupun papi mencintai mami dengan tulus harusnya tidak keberatan jika mengasuh anak malang itu.
Kasihan dengan anak itu, karna jalan hidup bukan kemauannya. Semua sudah tertulis dalam takdir.
Mami Lyra mengangguk.
"Dan Mami menyetujui?!" tanya Ken.
"Waktu itu pilihan dari Papi mu begitu sulit. Mami harus memilih kehidupan Mami atau kehidupan anak itu. Mami sangat terpaksa memilih hubungan Mami dengan Papi karna saat itu Mami sedang mengandung mu, Mami tidak mau mengorbankan kamu. Terpaksa malam itu Mami meninggalkannya disebuah dipanti asuhan." mami Lyra terisak. Larut dalam penyesalan dan dosa. Ia benar-benar merasa berdosa telah menelantarkan anak itu di panti asuhan. Tapi keadaan yang memaksanya melakukan itu.
Ken mendesah berat dan menghembuskan napas kasar.
Jadi, inikah inti semuanya. Mami Lyra menyesal karna melalaikan amanah dari mantan suaminya?
Tapi itu kejadian bertahun-tahun lalu. Dan hari ini baru terkuak. Apa yang akan dilakukan selanjutnya?
"Apa Mami sudah berusaha mencari anak itu?" Ken bertanya dengan serius.
"Sudah, tapi tidak ketemu."
"Mungkin sudah di adopsi keluarga lain," ucap Ken.
"Mungkin."
"Entah, akhir-akhir ini almarhum John Lee menghantui Mami lewat mimpi. Meski dalam mimpi itu tidak mengatakan apapun tapi Mami melihat raut kekecewaan. Mami merasa bersalah, demi kebahagiaan Mami telah menelantarkan anak tidak berdosa itu."
"Apakah Mami sangat kejam?!" tanya Mami Lyra. Ia mendongak untuk melihat wajah Ken.
Ken menggeleng kan kepala pelan. "Mami tidak jahat," ucapnya singkat untuk menenangkan maminya yang tengah terisak.
Ken menggapai tubuh mami Lyra dan mendekapnya.
"Lalu, apa keinginan Mami?!" Ken bertanya lagi.
__ADS_1
Mami Lyra tidak langsung menjawab, ia masih sibuk menghapus airmatanya.
Ken memberi waktu untuk berpikir.