
Sesuai jadwal, hari ini tuan muda sudah bersiap dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya. Penampilan yang selalu terlihat berwibawa dan berkarisma.
Berdiri didepan rumah megah miliknya, mengawasi pergerakan sekretaris Lee yang sibuk mengemasi barang yang akan dibawa.
Disamping Ken, ada anak dan istri tersayang dan juga disebelah lagi ada mami Lyra.
"Sweety, aku pasti merindukanmu." ucap Ken sendu. Mendekap tubuh Kei dari samping. Seakan tak ingin melepaskan, sangat berat meninggalkan mereka.
"Iya sayang, kami juga pasti merindukanmu." balas Kei. Tak bisa membalas pelukan tuan Ken, kedua tangannya sedang menggendong baby Kio.
"Mi, Ken titip Kei dan baby Kio. Selama Ken pergi, mami jangan pergi kemana pun, jaga mereka." pesan Ken.
Mami Lyra mengangguk beberapa kali, "Kamu nggak perlu khawatir Ken. Mami pasti menjaga mereka." jawabnya dengan senyum.
Beralih memperhatikan baby Kio yang terlelap, apalagi yang dilakukan seorang bayi selain memejamkan mata. Saat ini belum bisa menangisi Daddy yang akan pergi, entah 3tahun atau 4tahun kedepan. Bayi yang sudah menjadi balita sudah pintar merengek dan berteriak untuk menghentikan langkahnya.
"Besok malam aku sudah pulang." kata Ken. Bibirnya sibuk menciumi baby Kio.
Kei mengangguk.
"Tuan muda, semua sudah siap. Mari kita berangkat sekarang."
Ken mencium kening Kei sangat dalam, beralih mencium bibirnya sekilas.
Kini beralih memeluk mami Lyra.
"Aku berangkat." pamitnya.
"Iya, hati-hati sayang." Kei memperhatikan punggung suaminya sebelum masuk kedalam mobil. Ken membuka jendela dan melambaikan tangannya, Kei dan mami Lyra membalas lambaian tangan itu. Bibir mereka menyunggingkan senyum, sampai mobil yang ditumpangi Ken sudah mulai meninggalkan pelataran. Mereka berdua baru masuk kedalam rumah.
Tuan Ken dan sekretaris Lee sudah berada di Bandara. Menunggu pilot yang sedang bersiap, tak butuh waktu lama pramugara menyambut mereka.
"Tuan tunggu." seorang perempuan berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka. Tuan Ken dan sekretaris Lee menoleh, perempuan berpakaian rapi itu menghampiri mereka.
__ADS_1
Tuan Ken tidak perduli dan melanjutkan langkahnya lagi.
Pesawat sudah berada di udara.
"Hah, aku semakin malas melihat wanita cabe-cabean itu." ucap Ken kesal.
"Maaf tuan muda, terpaksa dia harus ikut." jawab Lee. Ia pun sama hal nya dengan Ken, tapi Tasya harus ikut karna perannya pun sama penting sebagai sekretaris.
Melalui proses yang sangat panjang, mereka sudah sampai di Hotel. Para staf menyambutnya dengan ramah dan segan.
Untuk pelayanan kamar, tuan Ken dikamar VIP utama sedangkan mereka berdua dikamar yang biasa hanya saja masih berada dideretan sama.
Istirahat sebentar, mereka sudah ada tugas survei ke Mall untuk melihat secara langsung para pekerja yang bekerja disana.
Baru, tepat pukul 17.00 mereka kembali ke kantor.
Meski berada dimobil yang sama, tuan Ken sama sekali tidak menggubris keberadaan wanita sexy, yang dipanggilnya wanita cabe-cabean. Padahal sedari awal keberangkatan mereka, perempuan yang gemar memamerkan lekuk tubuhnya sudah mencuri pandang dan juga sengaja memasang jerat-jerat untuk tuan Ken.
Berada didalam mobil yang sama, tuan muda itu lebih senang melihat layar ponsel yang menampilkan gambar bidadari tak bersayap dengan malaikat kecilnya. Yaitu Kei dan baby Kio. Dari tadi mereka terus berbalas pesan WhatsApp, membuat tuan Ken senyum-senyum sendiri.
Kini Tasya semakin tertantang untuk menaklukan tuan muda angkuh itu. Ia tak akan menyerah sebelum berhasil mendapatkan apa yang menjadi misi nya.
Sampai di Hotel, mereka memasuki kamar yang sudah disediakan. Sampai disana pun keadaan masih sama, Ken tak menunjukan keramahan sama sekali.
Kini jam 7malam, Lee melangkahkan kaki menuju kamar tuan muda untuk memeriksa makan malamnya. Gerakan kaki itu menelan saat melewati kamar Hotel yang dihuni oleh Tasya. Kamar itu tidak menutup dengan sempurna, oleh karna itu Lee bisa mendengar suara Tasya yang sedang berbicara lewat panggilan telpon.
Samar-samar mendengar suara Tasya mengobrol hal aneh, Lee harus menajamkan pendengarannya.
Terdengar suara Tasya yang akan memutus panggilan, berati mereka sudah akan mengakhiri perbincangan. Lee segera berlalu dengan langkah lebar sebelum Tasya mengetahui keberadaanya yang sudah menguping pembicaraan mereka tadi.
Berjalan cepat dengan kedua tangan yang terkepal, menandakan ada emosi jiwa yang meletup. Ia sudah tau alur yang akan ia gunakan. Mengambil ponsel dan menghubungi nomor pengawal private.
Sampai dikamar tuan mudanya, Lee segera masuk. Didalam sedang ada waitrres yang menghidangkan makan malam untuk Ken.
__ADS_1
Beberapa pelayan itu menunduk hormat kepada Lee, mereka tau, Lee adalah tangan kanan tuan Ken. Mereka sama-sama orang penting yang harus dihormati.
Lee menganggukkan kepala sebentar, dengan bola mata yang mengelilingi kamar itu untuk mencari keberadaan Ken.
Setelah mengetahui Ken berada di balkon, ia segera menghampiri.
"Tuan muda." sapanya.
"Lee, bukannya ini waktu makan malam? apa kau ingin makan denganku?" tanya Ken dengan santai. Ia berjalan masuk setelah mengetahui makan malamnya sudah terhidang. Duduk dengan tenang untuk menyantap menu makanan yang terlihat menggiurkan lidah.
Lee mengikuti langkah tuan mudanya.
"Tuan muda, berhenti." Lee menghentikan gerakan tuan Ken yang sedang mengantungkan sendok berisi makanan.
"Ada apa Lee?" tuan Ken keheranan.
"Tuan muda, saya mohon jangan sentuh makanan itu."
Ken semakin kebingungan, mengerutkan dahi dan menatap kearah Lee. Tangan yang menggantung tadi sudah ia turunkan.
"Apa maksudmu? aku tidak boleh memakan jatah makananku?" tanya tuan Ken.
"Bukan tuan muda, saya sudah menyuruh seseorang membawakan anda makan malam. Mohon tunggulah sebentar." jawab Lee.
Tak berapa lama, ada suara ketukan pintu. Lee segera berjalan untuk membukanya.
Seorang pengawal membawakan paper bag bergambar logo merk pakaian. Padahal isi paper bag itu adalah menu makan malam untuk tuan Ken. Sebelumnya Lee sudah menyuruh pengawal itu untuk menggantinya.
Tuan Ken semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Lee. Untuk apa dia melakukan itu?
Setelah pengawal itu menghidangkan menu makanan yang sama, menu makanan yang sebelumnya kini telah diganti.
Lee menyuruh pengawal untuk membuang makanan itu. Dan mempersilahkan tuan mudanya untuk menikmati menu makanan yang baru.
__ADS_1
Tuan Ken tak begitu protes, ia tau, apa yang dilakukan sekretarisnya pasti ada alasan. Ia akan menanyakan itu nanti.