
Seorang pria berwajah rupawan dan nyaris sempurna bak dewa Yunani, baru saja turun dari kuda besi yang sangat terkenal buatan dari Negara Jerman. Pria jangkung berkulit putih bersih, memiliki garis wajah oval, kedua alis tebal dan hampir menyatu, hidung mancung yang menjadi penopang kacamata hitam, serta potongan rambut hair cut yang menambah kesempurnaan penampilannya. Semua nampak perfect. Apapun yang ada padanya sangat digilai oleh kaum hawa. Dia adalah pemuda dengan sejuta pesona.
Si pria yang dijuluki sebagai bintang kampus, pesona yang dimiliki tak mampu dibantah oleh perempuan manapun. Bukan itu saja, bahkan ada yang mengatakan kalau dia adalah salah satu malaikat yang kesasar di bumi.Ya Tuhan, entah apa mereka itu?!
Semua itu membuat dianya muak. Bahkan tak pernah menanggapi kaum hawa yang terang-terangan memujanya. Dia cuek, dia dingin, seperti ... sang daddy.
Daddy?! Kalian pasti kenal Daddy, pria posesif yang terkenal dengan kegilaan dan pasal-pasal yang diciptakan. Meski tidak masuk akal, tetapi semua orang tetap saja takut dengan pasal yang disebutkan Daddy. Oh, di sini cerita si pangeran dingin ya, bukan lagi si pangeran posesif. Tapi entah nanti kalau ikutan posesif pada saat menemukan pasangannya. Oh lupakan-lupakan! Balik ke cerita.
Akio, itulah nama panggilannya. Satu kampus pasti telah mengenal siapa pemuda bernama Akio tersebut. Pria paling populer di kampus. Bukan wajah tampan serupa malaikat saja yang terkenal dipenjuru kampus, melainkan karena dia adalah anak pengusaha paling berpengaruh dalam negeri.
Dia lahir dari daddy yang sukses dalam urusan bisnis. Dari tahun ke tahun, Perusahaan Taisei Comporation semakin berkembang pesat dalam kedudukan dunia bisnis. Bila mulanya hanya mengembangkan usaha perhotelan, restaurant, kini telah merajai pusat pembelajaan dan otomotif.
Akio, meski pemuda itu sangat populer dikalangan kaum hawa, namun dia memiliki sikap dingin dan cuek. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan mengabaikan keberadaan perempuan yang mengaguminya.
Walau begitu, ada satu hal yang unik. Di mana ada Akio maka tak jauh dari pemuda itu ada satu perempuan yang selalu mengikuti kemana langkahnya berpijak. Perempuan dengan tahi lalat di pinggir bibir atas, yang menjadikannya di sebut 'gadis cerewet' oleh Akio sendiri.
Dulunya, sejak kelulusan dari SMA Favorit, Akio menginginkan kuliah di Negeri Sakura. Akan tetapi, hal itu ditentang keras oleh oma dan opanya. Alasannya, Akio adalah cucu kesayangan dan kebanggaan mereka, oleh karena itu sang pewaris Taisei Comperation tidak boleh jauh dari pandangan mereka.
Untuk Akio sendiri, dia memiliki alasan khusus kenapa menginginkan pergi jauh, tak lain karena keberadaan seseorang yang dianggap terlalu menganggu konsentrasi sekaligus seperti paparazi yang setiap detik kepo dengan kehidupannya.
Gadis cerewet itu tidak akan membiarkan hidupnya tenang walau hanya satu jam saja. Akio kesulitan untuk menemukan ketertraman hari. Dan, bukan hanya itu gaes! Lebih menyebalkan lagi, di mana pun berada dan kapanpun itu, mis riweh akan berseru. "Kak Io, aku padamu."
Pria dengan bulu mata lentik itu mendengus mengingat gadis yang digariskan mengganggu hidupnya.
__ADS_1
"Dimana dia? Tumben sekali belum muncul?" gumamnya pelan.
"Kaaaak Io, aku padamu. Tunggu aku, Kaaak!"
Belum ada hitungan menit, apa yang ditanyakan Akio sudah mendapat jawaban. Astaga .... Mau tidak mau, pemuda dengan kaca mata hitam itu menoleh ke belakang. Bola mata indah yang disembunyikan di balik kaca mata hitam sedang merotasi ke atas, malas.
Sangat cocok bila dijuluki Miss Riweh. Lihat, apa yang dilakukan oleh gadis itu. Ya Tuhan ....
"Ngapain bawa beginian? Mau bikin aku malu?" kesal Akio tak tertahankan.
"Ini sebagai bukti kalau aku adalah penggemar sejatimu, Kakak. Lihatlah! Foto kita imut, kan?"
Bagaimana tidak membuat Akio malu. Gadis dengan style sedikit tomboi dan gaya rambut dikuncir ekor kuda itu membawa foto besar sejenis spanduk yang biasanya dipajang di toko-toko kelontong. Foto mereka saat masih duduk dibangku TK. Terdapat tulisan, Akio ter-the best.
"Alzeena, ini gak lucu, gak imut. Bahkan ini memalukan!" desis Akio melirih. Dia menatapi sekitar, dimana sudah ramai dengan mahasiswi yang berkumpul menyaksikan kekonyolan gadis bersama Alzeena itu.
"I-ini memalukan ...," ujar Zee tak kalah lirih, bahkan terdengar sedih. Kejutan yang dipersiapkan gagal total. Alih-alih membuat Akio tersanjung, tapi justru sebaliknya, membuat kesal dan lebih parahnya membuat pria pujaannya itu MALU.
Akio menghela napas perlahan. Inilah yang tidak disukai olehnya, Zee selalu merecoki hidupnya dengan kekonyolan-kekonyolan yang hakiki. Dia riweh, tetapi mudah cengeng. Sedikit mendapat teguran, dia akan sedih dan melapor pada mommy-nya.
Sebenarnya, kedekatan keluarganya dengan keluarga Zee membuat Akio tidak nyaman. Dulu sekali, dia pernah mendengar obrolan mommy-nya bersama mamanya Zee kalau mereka berdua sangat setuju bila keduanya berjodoh. Namun, Akio diam saja karena mommy Kei tidak membahas hal itu lagi. Mengira bahwa perjodohan itu sudah tidak berlaku.
Tetapi, Akio menyimpan kejanggalan, pasalnya mommy Kai selalu berpesan agar dia tidak boleh membuat Zee bersedih dan menangis. Dari situ, akankah perjodohan mereka masih tetap berlanjut? Padahal, dia hanya menganggap Zee sebagai adik. Karena Akio memang tidak memiliki perasaan lebih pada Zee. Untuk sekarang! Tidak tahu untuk ke depannya. Karena kadang waktu bisa merubah perasaan seseorang. Seperti kisah mommy dan daddy dulu.
__ADS_1
Gadis itu memasang raut sedih, dia berbalik dan akan pergi. Hal itu membuat Akio merasa tak enak hati. Dan lebih penting dari itu, dia tidak mau satu jam lagi mommy akan menghubunginya dan memberi ultimatum panjang kali lebar.
"Zee, kemarikan! Biar aku simpan," ujarnya dengan terpaksa.
Alzeena berbalik dengan mengulum senyum penuh. "Sungguh?"
Akio terpaksa mengangguk dan mengambil benda konyol tersebut dari tangan Zee.
"Nanti dipajang di kamarmu, ya, Kak."
"Iya," jawab Akio. 'Kalau gak lupa dan masuk tong sampah,' lanjutnya dalam hati.
"Kak, ayo kita ke kelas," ajak Zee langsung saja menggandeng tangan Akio.
Banyak mahasiswi iri melihat kedekatan keduanya. Mereka berdua dinilai sangat cocok menjalin hubungan seperti sepasang kekasih. Selama ini, perempuan di kampus tidak berani mendekati Akio lantaran selalu ada Zee yang menempeli pria itu.
"Kak, tadi pagi Tante Mommy whassApp aku. Katanya Kakak belum sarapan dengan baik. Jadi Zee bawa bekal makan banyak buat kita berdua."
"Zee, apaan! Di kantin juga banyak makanan, aturan gak usah repot bawa bekal."
"Sering makan di luar itu gak baik. Lagian, ini masakan Mama, kamu pasti suka."
"Serah deh," jawab Akio pasrah.
__ADS_1