Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Kei Pingsan


__ADS_3

Hari ini bocah kecil bernama Akio Ryuga Kenichi tepat berumur 5tahun. Sejak pukul 12malam tidur Kio terganggu dengan kejutan yang diberikan oleh Ken dan Kei. Tengah malam dalam lelapnya tidur, ia dibangunkan untuk meniup lilin dan memotong kue.


Kesenangan dan kebahagiaan membuat bocah kecil itu terus tertawa lebar. Ia sangat senang ketika kedua orang tuanya bersamaan memberikan kiss dipipi kanan dan kiri.


Belum lagi diatas bed tempatnya tidur sudah penuh dengan tumpukan kado berbagai bentuk dan gambar.


Semua memberinya kado, termasuk para pelayan dirumah itu. Semua ikut berpartisipasi.


Meski masih besok pesta meriah digelar, tapi malam ini mereka juga menyiapkan kejutan kecil.


"Terima kasih, Dad, Mom, Io sayang kalian." kini berganti bocah kecil itu memberi kiss pada Ken dan Kei.


"Sama-sama Sayang. Jagoan Dad harus jadi anak pintar dan menjadi anak kebanggaan Dad dan Mom." kata Ken.


"Iya, yang dikatakan Dad benar. Dan, semoga kamu selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan." Kei ikut menimpali.


"Amin.."


"Io nggak mau cium Oma nih?" Mami Lyra pura-pura merajuk.


"Keponakan Om juga nggak mau ngasih kiss. Nanti kadonya Om ambil lagi," Ray ikut berpura-pura.


Mendengar itu kaki kecil Kio melangkah menghampiri Mami Lyra. "Terima kasih, Oma. Kio sayang Oma." Kio mencium pipi Mami Lyra yang dibalas anggukan.


Lalu ia beralih naik keatas pangkuan Ray, melakukan hal yang sama.


Kebahagiaan yang terasa menyejukkan jiwa, saling melempar senyum satu sama lain. Padahal rumah bak istana itu beberapa tahun silam selalu sepi, hening seperti tak berpenghuni. Tapi, setelah kehadiran seorang wanita bernama Keihana Kazumi dengan perlahan semua berubah.


Dan ditambah dengan kehadiran Kio ditengah-tengah mereka, serasa sangat sempurna kebahagian yang dirasa.


Bersyukur, semua pantas untuk disyukuri. Di setiap tangis dan luka akan terbit tawa dan bahagia. Tetapi semua itu belum menjamin terhentinya masalah.


Karna masalah itu akan selalu ada.


Malam semakin larut, semua sudah kembali beristirahat karna besok masih merayakan pesta ulang tahun yang lebih besar, untuk itu semua harus beristirahat dengan cukup.


Malam ini Kio tidur tengah-tengah Ken dan Kei. Bocah itu seakan enggan untuk kembali tidur, serasa tak sabar menunggu hari esok. Ken mengusap pucuk kepalanya dan Kei mendekap dengan kehangatan, hingga lama kelamaan mata Kio terasa berat dan mulai terpejam.




Pagi hari telah menyambut, satu keluarga itu telah memenuhi kursi diruang makan.



"*Dad*, cepetan makannya nanti kita terlambat. Io pengen liat kue ulang tahun yang besar seperti *Ultraman*." karna terlalu bersemangat, Kio sampai tak ingin memakan sarapannya. Ia malah menyuruh Ken untuk segera menghabiskan makanan dan mengajaknya untuk segera pergi ke gedung Hotel tempat acara ulang tahunnya digelar.



Ken dan yang lain menanggapi dengan senyuman dan gelengan kepala.



"Io, acaranya masih nanti siang dan ini masih pagi Nak, orang-orang yang menyiapkan pestanya juga belum selesai." Kei memberi pengertian.



"Tapi Io sudah nggak sabar *Mom*." protesnya.



"Sabar sayang, anak pintar harus sabar ya.."


__ADS_1


Kio hanya mengangguk.



"Honey, wajahmu terlihat pucat." kata Ken. Ia memperhatikan wajah Kei yang masih belum tersentuh make up. Kei yang suka duduk didepan cermin pagi ini telah disibukan dengan kegiatan Kio yang merengek ini dan itu jadi tidak sempat untuk berdandan.



"Mungkin karna aku belum memakai make up jadi terlihat pucat. Aku baik-baik saja." jawab Kei. Meski sedikit rasa pusing tapi ia mengabaikannya begitu saja, karna hari ini jadwalnya sibuk untuk mengurus Kio, ia tak mau mengacaukan semuanya.



"Jangan lupa minum vitamin dan obat penambah darah. Aku takut kesehatanmu menurun." Ken terlihat khawatir.



"Iya nanti aku minum."



Setelah semua selesai bersiap. Kini rombongan keluarga Ken sudah menuju ke gedung Hotel tempatnya diadakan pesta.



Sampai didepan halaman hotel, keluarga itu disambut dengan baik. Terlihat sebagian halaman telah penuh dengan mobil-mobil mewah.


Ken sengaja mengundang beberapa rekan bisnis yang cukup dekat dengan dirinya.



Lee, Dewi dan Alzena sudah lebih dulu datang dan menyambut kedatangan tuan Ken.




"Bagaimana dengan kondisi perutmu Lee?"



"Kemarin mengkhawatirkan Tuan, tapi sekarang sudah sembuh." jawab Lee.



Ken tersenyum simpul. Semua berjalan masuk kedalam gedung.


Didalam pun sudah penuh dengan tamu undangan, mereka membawa anak-anak seumuran Kio. Gedung itu terlihat penuh dengan anak-anak, sedangkan para orang tua memisahkan diri disamping sebelah kanan.



Ken menggendong tubuh Kio menuju kue besar dengan bentuk dan gambar *Ultraman* seperti keinginan Kio.


Acara berlangsung seperti biasanya, tiup lilin, potong kue dan lain-lain.



Saat pemandu acara sedang membacakan susunan tahap demi tahap, Kei meminta izin sebentar untuk masuk kedalam. Satu ruangan yang khusus untuk anggota keluarga. Baru sampai didepan kamar hotel, tiba-tiba pandangan matanya berkunang-kunang, hingga tubuhnya melemah dan jatuh pingsan.


Beruntung banyak staf OB yang sedang berwara-wiri hingga ada yang melihatnya pingsan dan segera membantu untuk dipindahkan kekamar.



Salah satu staf ingin memberitahukan kepada tuan Ken, tapi tepat saat itu staf bertemu dengan Lee.


__ADS_1


"Tuan Sekretaris," panggilnya.



Lee yang baru menutup telpon segera membalikkan badan. "Ada apa?" tanya Lee.



"Itu Tuan Sekretaris, Nona Kei pingsan," dengan panik staf itu memberitahukan kondisi Kei.



"Apa? sekarang dimana?" Lee tak kalah panik.



"Diruang khusus, Tuan." jawabnya.



Dengan langkah lebar Lee segera menuju keruang khusus. Ia akan lebih dulu memeriksa, jika perlu penanganan maka akan segera dibawa kerumah sakit.



Saat ini keadaanya sangat bingung, disatu sisi sedang menggelar pesta ulang tahun Kio dan lagi ditambah Kei jatuh pingsan, jika tuan mudanya tau ia pasti sangat panik dan pesta itu pasti akan kacau.



Sampai diruang khusus, setelah melihat kondisi Kei, ternyata cukup serius. Nona mudanya belum sadar dan terlihat sangat pucat pasti membutuhkan penanganan.



Tidak ingin terjadi sesuatu yang lebih berbahaya, terpaksa Lee mengambil keputusan untuk membawa Kei kerumah sakit dengan jalur pintu yang berbeda.



Saat pemotongan kue, Kio celingukan mencari sosok *Mommy* nya. "**Dad**, *Mom* mana?" tanyanya. Ken ikut mengedarkan pandangan tapi istrinya masih tak terlihat. Ia berbisik pada mami Lyra tapi juga tidak tau.



"Kau tunggu disini bersama Oma ya, *Dad* mau cari *Mom* sebentar."



Kio mengangguk. Ken berbisik pada pemandu acara untuk menunda sebentar. Ia harus mencari Kei karna takut terjadi sesuatu, sudah cukup lama Kei meminta izin untuk kebelakang tapi tak juga kembali.



Ken sudah tau dimana ruang khusus untuk beristirahat, ia langsung menuju kesana.



"Tuan Ken mencari Nona?" tanya salah satu OB.



"Iya, apa kau tau?"



"Nona Kei tadi pingsan dan sudah dibawa kerumah sakit oleh sekretaris Lee."



"Apa.....!"

__ADS_1


__ADS_2