Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Hingga semua menghitam


__ADS_3

Berdiri didepan hotel dengan menoleh kekanan dan ke kiri, sedang mencari keberadaan seseorang.


"Kau," Lee memanggil dan melambaikan tangan pada dua pengawal yang berjaga didepan.


Dua pengawal itu langsung sigap berjalan menghampiri sekretaris Lee.


"Ada apa, sekretaris Lee?" tanya mereka.


"Kalian melihat Tuan Muda?" Lee balik bertanya.


"Tuan Muda baru saja pergi." jawab salah satu pengawal.


"Pergi?" Lee mengerutkan dahi.


"Sendirian?" tambahnya.


Kedua pengawal itu mengangguk bersamaan. "Tuan Muda pergi dengan mengendarai mobilnya dan tidak mengizinkan kami untuk ikut mengawal." terang salah satu pengawal.


Lee mendesah berat saat mendengar keterangan dari pengawal itu, bagiamana bisa mereka membiarkan Ken mengendarai mobil sendiri. Harusnya mereka tetap mengawal kemanapun Ken pergi, meskipun Ken sendiri yang melarang. Karna keselamatan Ken sangat dan sangat penting.


Lee menggunakan sebelah tangan untuk memijat pelipisnya.


Kemana kira-kira tuan muda pergi?!


Lee terdiam sejenak untuk berpikir, mau kemana dia mencari tuan Ken?


Berdiri ditempat pun tidak menyelesaikan semuanya.


Ia segera menyuruh pengawal lain untuk mengambil kunci mobil milik hotel dan akan mencari tuannya. Entah kemana pun yang pasti ia akan mencari.


Meski belum seratus persen mengetahui duduk permasalahannya, tapi Lee bisa membaca dari sekelebat kejadian tadi bahwa tuan mudanya sedang diselimuti amarah.


Tidak menginginkan sesuatu yang buruk akan terjadi, ia harus segera mencari.


Setelah pengawal sudah selesai menyiapkan mobil dan menyerahkan kunci mobil padanya, ia segera masuk kedalam mobil bahkan sebelum menancap gas, ia menoleh kearah dua pengawal tadi.


"Jaga dan selalu kawal kemanapun keluarga Tuan Muda pergi, pastikan semuanya pulang dengan selamat." pesan Lee.


"Baik Sekertaris Lee." jawab pengawal itu.


Lee segera menyetir mobil menuju jalan raya. Mencari kemana pun meski tanpa arah tujuan.


"Kemana perginya Tuan Muda?" ucap Lee pada dirinya sendiri. Tangan kiri ia gunakan untuk menghubungi nomor Ken. Pada deringan ketiga baru lah Lee sedikit bernapas lega, Ken mau menjawab panggilannya.


"Tuan Muda, anda dimana?" tanya Lee dengan nada khawatir.


"Aku sedang menenangkan pikiran." jawab Ken.


"Tolong katakan anda dimana, saya akan menyusul anda."


"Aku sedang menuju jalan xxx." Ken memberitahu.


"Tuan Muda, saya tau anda tidak baik-baik saja. Tolong berhati-hati dan jangan lepas kontrol. Saya akan segera menyusul." kata Lee memperingati. Lee begitu semangat. Ia segera melajukan mobil menuju jalan xxx yang diberitahukan Ken tadi.



"Mi, aku nggak mau pulang. Kei, ingin mencari Ken." pinta Kei.


__ADS_1


"Tapi Ken tadi menyuruh kita pulang duluan." Herlambang ikut berbicara.



Terdengar baby Kyura menangis, Kei menimang-nimang putrinya.



"Kita pulang saja. Nanti kalau urusan Ken sudah selesai, dia pasti pulang." mami Lyra membujuk Kei agar mau diajak pulang, kasihan dengan Kyura dan Kio yang terlihat lelah dan sudah tidak nyaman berada disana.



Kei melihat Kyura yang rewel dan tidak mau diam. Ia tahu Kyura pasti tidak nyaman. Dengan berat hati menganggukkan kepala pelan, menyetujui ajakan mami Lyra.



Mereka semua berjalan keluar hotel melalui jalur khusus, jika lewat jalur utama maka akan berdesakan dengan tamu yang lain.



Didalam mobil Kei hanya diam, pikirannya tengah berkelana memikirkan keberadaan Ken. Antara khawatir, rasa bersalah dan menyesal pun menjadi satu.



Apakah semua itu kesalahannya? menyesal, kenapa kejadian barusan harus terjadi. Kini hanya bisa berandai, jika saja tadi tidak bertemu dengan Izham mungkin Ken tidak akan marah.



Izham?! ah.... dia tidak tau bagaimana nasib laki-laki itu. Kei tidak memperdulikan.



Kini yang Kei pedulikan hanya keberadaan suaminya. Dia pergi kemana?



Terkadang Kei ragu dengan Ken, seolah suaminya sendiri telah meragukan cinta yang dimiliki. Bertahun menjalani bahtera rumah tangga, harusnya Ken tidak perlu berlebihan dan bisa berpikir dewasa. Tapi, sampai saat ini tetap saja bertindak dan berpikir semaunya sendiri, tanpa mendengarkan penjelasannya telah melakukan tindakan sesuka hati.



Terkadang Kei merasa tidak dipercayai oleh suaminya sendiri, padahal selama ini selalu setia tidak pernah berbuat aneh-aneh.


Sulit, sangat sulit mengubah karakter seseorang. Apalagi sikap over posesif yang dimiliki Kendra Kenichi seolah telah mendarah daging tentu mustahil untuk dirubah.



Mami Lyra dan Herlambang duduk dikursi belakang, sedangkan Kei yang memangku baby Kyura tengah duduk dikursi depan.



Dari kaca spion mami Lyra bisa mengamati wajah Kei yang terlihat sendu dan banyak pikiran.



"Kei, jelaskan pada Mami. Sebenarnya ada apa? apa kamu dan Ken sedang bertengkar?" tanya mami Lyra.



Herlambang yang tengah memangku Kio hanya mendengarkan.

__ADS_1



Sebelum menjawab Kei menghembuskan napas panjang. "Iya Mi, aku dan suamiku tadi sempat bertengkar." jawab Kei.



"Ada masalah apa? bukannya kalian tadi baik-baik saja?" mami Lyra bertanya lagi.



"Sebelum Kei pergi ke toilet memang semuanya baik-baik saja. Tapi waktu Ken menyusul Kei ke toilet tidak sengaja melihat aku dan Mas Izham berbicara dilorong." jelas Kei.



Dikursi belakang mami Lyra nampak terkejut, masih memperhatikan Kei lewat kaca spion.



"Tapi sungguh Mi, semuanya hanya salah paham. Aku dan Mas Izham tidak sengaja bertemu dan hanya menyapa biasa saja." Kei yang menyadari tatapan mami Lyra segera menjelaskan kembali agar tidak salah paham.



"Iya Mami tau, memang sikap Ken tidak pernah berubah." geram mami Lyra.



"Selalu cemburu buta, tanpa mau mendengarkan penjelasanya dulu." imbuh Herlambang. Ia juga sangat hapal dengan sikap Ken semenjak Ken berpacaran dengan almarhum putrinya memang sudah memiliki sikap over itu.



"Berarti kepergiannya tadi bukan karna urusan, tapi karna marah sama kamu, Kei?" ucap mami Lyra.



"Iya Mi."



"Ken juga memukuli Mas Izham sampai hampir pingsan." jelas Kei.



"Apa?!" mami Lyra lebih terkejut lagi mendengar Ken menghajar Izham sampai hampir pingsan.



"Ken benar-benar keterlaluan, walaupun dia cemburu seharusnya tidak memukuli orang sampai pingsan. Bisa saja dia terkena pasal." mami Lyra tidak mendukung tindakan yang dilakukan putranya, bahkan seolah menyalahkan.



"Kira-kira Ken pergi kemana ya, Mi? biasanya nggak pernah pergi tanpa pamit. Kei jadi khawatir. Perasaan Kei juga tidak enak. Kei takut." dari raut wajah Kei terlihat khawatir.



"Tenang Kei, mungkin Ken sedang mencari ketenangan. Dia pasti pulang. Kamu jangan terlalu khawatir ya," mami Lyra menenangkan.



Ken mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Tujuan utamanya ingin menenangkan pikiran sejenak ditempat yang sepi.

__ADS_1


Tinggal berapa meter mobil yang dikendarai telah sampai tujuan, tapi pada saat akan menyebrang. Keteledoran dan nasib buruk tengah menghampiri.


Deg... Deg... ketika melihat arah depan, jantungnya berdetak kencang. Hingga semua menghitam.


__ADS_2