Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Datang ke panti asuhan


__ADS_3

Bos dan sekretaris baru sampai di depan kantor. Ken merapikan jas yang dipakai sebelum turun dari mobil.


Sekretaris Lee keluar lebih dulu untuk membukakan pintu, barulah Ken keluar. Melangkahkan kaki masuk kedalam kantor.


Walau pun Ken telah memiliki dua orang anak, tapi para karyawan perempuan masih saja tergila-gila dengan Bos mereka.


Tak pernah bosan melihat wajah tampan Ken dengan pandangan tegas yang membuat wanita semakin mengagumi.


Ken tidak terlalu ambil pusing tentang urusan wanita, didalam hatinya telah ada nama satu wanita yang selalu dicintainya.


Sapaan dari para karyawan tidak dihiraukan. Sesekali Lee yang memberi respon anggukan atau senyuman.


Pagi ini tidak sengaja berpapasan dengan Izham, mantan suami istrinya.


Ken mengerutkan keningnya. "Si bo doh itu masih hidup, Lee?" tanya Ken dengan suara tertahan.


Lee melihat apa yang dilihat Ken. Izham tengah mengangguk didepan mereka.


"Masih Tuan," jawab Lee singkat.


Ken melanjutkan langkahnya. Berlalu dari hadapan Izham begitu saja.


Sampai di lift, segera masuk dan Lee menyusul dibelakangnya.


Ken melirik ke arah sekretaris nya, Lee pun menyadari lirikan dari Ken.


Lee tau, Ken pasti meminta kejelasan tentang Izham.


"Dia, memang bekerja di kantor cabang, tapi karna kemampuannya yang lumayan bagus dia dipindah ke kantor pusat. Kebetulan dibagian Personalia membutuhkan orang jadi dia yang dikirim kemari." Lee menjelaskan.


"Cih... membuat hati ku buruk saja!" kesal Ken.


"Aku memang menyuruhnya untuk bekerja lagi di kantorku. Tapi di anak cabang, bukan dikantor pusat."


"Bayangkan Lee, kalau Kei datang ke kantor dan bertemu lagi dengan si breng sek itu, bagaimana?!" sinis Ken.


"Ya tidak bagaimana-bagaimana Tuan, kan mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Saat ini pun Nona Kei sangat mencintai anda, meski mereka pernah menjalin cinta tapi itu sudah sangat lama." ucap Lee.

__ADS_1


"Memang mereka berpisah sudah lama, tapi kalau keduanya CLBK bagaimana?!" Ken melihat Lee dengan nanar.


'Astaga, aku kira sudah punya dua anak pikirannya akan lebih matang. Ternyata masih labil mengalahkan ABG alay. Apa anda tidak sadar kalau keduanya juga tidak pernah bertemu. Bagaimana mau CLBK?!' batin Lee.


"Anda tenang saja Tuan, Nona Kei tidak pernah ke kantor. Mereka tidak akan bertemu." jawab Lee.


Ken menggerakkan ujung mata melirik kesana kemari, memikirkan jawaban Lee. Tapi benar juga, selama ini Kei jarang pergi ke kantor bahkan tidak pernah. Benar kata Lee, tidak perlu khawatir.


Saat asik dengan lamunannya, lift telah terbuka. Keduanya langsung keluar dan menuju ruangan mereka masing-masing.


Sampai didalam ruangannya Ken telah disambut dengan setumpuk berkas yang harus ditandatangani.


Setelah Ken duduk dengan nyaman, Lee berlalu menuju ruangannya sendiri.


Baru saja mendudukan diri dikursi jabatan tertinggi kedua diperusahaan itu ia telah memijat-mijat kepalanya yang terasa pusing.


Berkali-kali menghembuskan napas panjang, "Huft... Nyonya besar menambah daftar pekerjaanku. Kejadian bertahun-tahun kenapa harus diingat lagi?" Lee berucap lirih.


Sedangkan diruangan Ken, lelaki itu tengah sibuk mengecek laporan dan membaca berkas kerjasama dengan perusahaan lain.


Jam terus berputar, Lee telah mengganti jadwal temu yang tadinya pukul sembilan pagi, menjadi pukul satu siang.


Ken meminta makan siang dihotel saja agar lebih menghemat waktu, Lee menyetujui dan segera menghubungi pihak hotel untuk menyediakan makan siang.


Mobil mereka sudah merangkak meninggalkan gedung kantor, kini mulai membelah jalanan beraspal. Polusi udara di ibu kota benar-benar membuat gerah. Disaat jam makan siang, kendaraan akan lebih meningkat, mengingat para karyawan kantor suka membeli makanan diluar.


"Tuan Muda sudah tau alamat panti asuhan itu?!" tanya Lee.


"Sudah, tadi Mami memberi alamat itu." jawab Ken.


"Ternyata lumayan jauh, karna ada dipinggiran kota." imbuhnya.


"Kita jadi pergi ke panti asuhan?" tanya Lee lagi.


"Lee, apa karna lapar otakmu tidak bisa berpikir? tentu saja kita akan kesana." Ken terlihat kesal.


"Maaf Tuan. Saya hanya bertanya." ucap Lee.

__ADS_1


Ken menghembuskan napas kasar, tidak lagi menanggapi Lee.


Pertemuan hanya dua kali ditempat yang berbeda tapi cukup menguras tenaga mereka. Pertemuan berjalan lancar tanpa perdebatan yang alot.


Kini tepat pukul setengah empat mobil mereka kembali menyusuri jalanan yang padat. Lee mengarahkan kemudi mobil menuju alamat panti asuhan yang di berikantahukan oleh Ken.


Mengemudikan mobil dengan kecepatan lebih tinggi, mereka berdua telah sampai disebuah alamat panti asuhan yang tidak terlalu besar bahkan hanya terlihat seperti bangunan biasa saja.


Keduanya telah turun dari mobil, pemandangan yang bisa dilihat tentu perkumpulan anak-anak kecil yang sedang bermain bersama dan juga terdengar suara riuh teriakan mereka yang menyoraki Ken dan Lee.


Anak-anak kecil itu berbaris untuk melihat kedatangan tamu asing.


Hati Lee begitu tersentuh melihat barisan anak-anak itu.


Salah seorang anak telah masuk kedalam dan memanggil pengasuh mereka. Tak lama dari itu telah keluar ibu-ibu yang mungkin berumur 40tahunan.


"Selamat sore Tuan-Tuan." sapa ibu itu ramah. Melihat dari penampilan keduanya bukanlah orang sembarangan.


"Selamat sore Bu, ini Bos saya ada sedikit perlu dengan pemilik panti ini." Lee mewakili untuk mengatakan tujuannya.


"Oh, baik, silahkan masuk." ibu itu mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Ken dan Lee mengikuti dari belakang.


Bangunan yang sudah terlihat tua dengan warna cat yang sudah mengelupas disana sini.


Ada ibu-ibu lain yang sedang menggendong bayi kecil. Apakah bayi itu juga korban keegoisan orang tua atau keegoisan keluarganya? seperti keluarga John Lee yang tidak mau merawat anak malang yang telah kehilangan ayah dan ibunya, hingga diasingkan ke panti asuhan.


Alih-alih merawat bayi malang itu, ayah John Lee mencari bayi itu hanya untuk melenyapkannya. Dan sampai saat ini entah bagaimana nasibnya.


"Silahkan duduk Tuan, Tuan." ibu yang menyambut pertama kali tadi mempersilahkan keduanya duduk diruang tamu yang tidak terlalu besar.


"Tuan-tuan ada perlu apa datang kemari?"


"Bos saya ingin mencari informasi tentang anak kecil yang dulu pernah dititipkan di panti ini." lagi-lagi Lee yang mewakili tuan Ken mengatakan tujuannya.


"Anak kecil? dengan nama siapa ya? karna anak kecil yang dititipkan di panti ini sangat banyak. Ada yang ditinggalkan begitu saja didepan panti. Ada juga yang sengaja dititipkan disini karna keadaan ekonomi yang susah. Anda bisa menyebutkan ciri-ciri anak itu atau namanya." kata ibu itu.

__ADS_1


"Tapi kejadian itu sudah sangat lama, sudah berpuluh-puluh tahun lalu. Sekitar tahun 18xx" kata Lee.


"Aduh, maaf Tuan. Sepertinya sangat sulit untuk mencari informasi tahun 18xx karna panti ini pernah terjadi kebakaran dan data itu sebagian ikut terbakar."


__ADS_2